RSS

Asal Usul Bangsa Nusantara (Asli keturunan Nabi Nuh AS)

08 Okt

Pada kesempatan ini, kembali saya mengajak para pembaca sekalian untuk mengulik sejarah Nusantara. Dan untuk kali ini saya pun mengajak Anda sekalian untuk menelusuri asal usul bangsa kita. Karena yakinlah bahwa Anda akan semakin bangga menjadi orang Indonesia, sehingga tidak perlulah terlalu mengagungkan bangsa-bangsa lain. Karena sejatinya kita ini adalah bangsa yang paling unggul di dunia.

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti penelurusan berikut:

Jika mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan keluarga Nabi Nuh AS berasal dari Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sem bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafet bin Nuh (Haplogroup K). Dengan demikian keturunan Nabi Adam AS yang selamat dari banjir Nuh, berasal dari 8 komunitas, yakni Haplogroup A, B, C, D, E, G, H dan IJK.

Setelah terjadinya bencana Nuh, pada sekitar 13.000 tahun yang silam (Sumber : Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam), setidaknya muncul 3 kelompok pengikut Nabi Nuh AS, yaitu:

  1. Kelompok Timur, dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, S dan T.
  2. Kelompok Tengah, dipimpin Sem bin Nuh, diperkirakan mendiami Asia Tengah. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, G dan H, dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup IJ, kemudian berkembang menjadi Haplogroup I dan Haplogroup J.
  3. Kelompok Barat, dipimpin Ham bin Nuh, diperkirakan mendiami daratan Afrika. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, A, B, C, D, dan E.

A. Yafet dan Leluhur Nusantara
Untuk dipahami, selepas banjir Nabi Nuh AS, di Nusantara atau lebih tepatnya di Sundaland, muncul satu komunitas Bani Adam (Kelompok Timur), yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K atau dalam istilah Plato dikenal dengan “Peradaban Atlantis”. Komunitas ini, pernah mencapai peradaban yang tinggi selama ratusan tahun, akan tetapi kemudian hancur diterjang banjir, gempa bumi dan gunung meletus pada sekitar tahun 9.600 SM. Komunitas ini akhirnya berpencar ke segala penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu). Bahkan turut menyumbangkan teknologi peradaban di dunia secara luas.

Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, sekelompok kecil dari bangsa Sundaland mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu (Sumber: Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta).

Pada sekitar tahun 300 SM, datang dalam jumlah yang besar kelompok bangsa dari Asia Selatan (India) dan Asia Tengah, yang dikenali sebagai Deutero Melayu dan membawa pengaruh budaya Hindustan di Nusantara.

Bangsa-Bangsa di Nusantara, sebagian besar merupakan hasil pembauran dari 2 komunitas ini, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Mereka merupakan zuriat (keturunan) dari Yafet bin Nuh (Haplogroup IJK), yang berkembang menjadi Haplogroup K, kemudian memunculkan ras baru Haplogroup NO. Dari Haplogroup NO inilah, kemudian muncul bangsa Nusantara (bangsa Austronesia), yang di dalam Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, dikenali sebagai Haplogroup O1a-M119 (Sumber: Haplogroup O (Y-DNA)).

B. Bukti pendukung di kemudian hari
1. Proto Melayu dan Sundaland
Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh AS, semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya keluarga Nabi Nuh AS beserta pengikutnya. Sekelompok pengikut Nabi Nuh AS yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland akhirnya menjadi sebuah Pusat Peradaban dunia, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis.

Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber: Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).

Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu.

2. Teori Out of Sundaland
Keberadaan peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Arysio Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.

Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi.

Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000 – 7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi.

Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).

Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.

Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note: mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.

Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber: mail-archive).

Gambar 1. Peta sebaran Gen di Asia Tenggara, diambil dari L. Jin et. al

3. Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta
Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM, datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu. Teori Migrasi Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M.

Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara, pada abad 1 Masehi), sebagai berikut:

“Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling putera Datuk Banda putera Nesan”

Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda berdiam di Langkasungka India.

Dari penelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi “Migrasi Deutero Melayu”, ditemukan Panembahan Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M).

Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim AS, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber: genealogy-dinasti-majapahit). Di kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem yang bernama Pohaci Larasati.

Berikut silsilah dari Raden Wijaya (Pendiri Majapahit):
01. Raden Wijaya bin
02. Rakeyan Jayadarma bin
03. Prabu Guru Darmasiksa bin
04. Darma Kusuma bin
05. Rakeyan Jayagiri bin
06. Lalang Bumi bin
07. Darmaraja bin
08. (puteri Kahuripan) binti
09. Dharmawangsa Teguh bin
10. Sri Makuta Wangsa Wardhana bin
11. Sri Isyana Tunggawijaya bin
12. Mpu Sindok bin
13. (putera Mpu Daksa) bin
14. Mpu Daksa bin
15. Rakai Watuhumalang bin
16. Pramodawardani binti
17. Samaratungga bin
18. Samaragwira bin
19. Rakai Panangkaran bin
20. Sanjaya bin
21. Brata Senawa bin
22. (Prabu Galuh II) bin
23. Wretikandayun bin
24. (cicit Suryawarman) bin
25. (cucu Suryawarman) bin
26. (puteri Suryawarman) binti
27. Suryawarman bin
28. Candrawarman bin
29. Indrawarman bin
30. Wisnuwarman bin
31. Purnawarman bin
32. Dharmayawarman bin
33. Dewi Minawati (suaminya Dewi Minawati, bernama Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara) binti
34. Sphatikarnawa Warmandewi binti
35. Dewawarman VII bin
36. Dewawarman VI bin
37. Mahisasura Mardini Warmandewi binti
38. Dewi Tirta Lengkara binti
39. Dewawarman III bin
40. Dewawarman II bin
41. Dewawarman I (menikah dengan puteri Pohaci Larasati binti Aki Tirem bin Ki Srengga bin Nyai Sariti Warawiri binti Sang Aki Bajulpakel bin Aki Dungkul bin Ki Pawang Sawer bin Datuk Pawang Marga bin Ki Bagang bin Datuk Waling bin Datuk Banda bin Nesan).

Berdasarkan penelitian sejarah, pendiri kerajaan Salakanagara (Dewawarman I) yang merupakan leluhur raja Majapahit berasal dari Dinasti Pallawa (Pallava) di India. Beliau datang ke Jawa Dwipa (pulau Jawa) pada sekitar abad pertama Masehi dan memerintah kerajaan Salakanagara bersama isterinya yaitu Pohaci Larasati pada tahun 130M-168M (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Salakanagara).

4. Queen Amuhia (Istri Nabuchadnezzar II) adalah putri Nusantara
Kita sering menemukan hasil penelitian dari ahli sejarah, yang bercerita tentang leluhur nusantara. Ada yang memperkirakan mereka berasal dari India, Cina, Asia Tengah dan sebagainya. Tahukah anda, jika bangsa-bangsa di dunia ini ternyata berkemungkinan mengalir darah Jawa (Melayu)? Melalui Penelusuran Genealogy, fakta sejarah ini bisa dibuktikan.

Kisah ini bermula pada peristiwa sekitar tahun 600 SM, ketika Nebuchadnezzar II (King of Babylon), mengirimkan beberapa ekspedisi ke wilayah Timur, yang tujuannya untuk mengambil pohon-pohon besar serta benih-benih bunga pilihan, untuk kemudian di tanam di Taman Tergantung Babylon.

Gambar 2. Ilustrasi taman gantung Babylonia

Inisiatif pembuatan Taman Bergantung ini, dilakukan dalam upaya untuk mengobati kerinduan Permaisuri Amuhia, kepada suasana kampung halamannya (Sumber: Alter Terahsia Bangsa Melayu V).

Para pakar sejarah mencatat, Queen Amuhia (630-565 SM) merupakan keluarga King Cyaxares of The Medes (690-585 SM). Memperhatikan jarak usia keduanya, sekitar 60 tahun, kuat dugaan Queen Amunia, adalah cucu dari King Cyaxares. Ayah dari Queen Amunia, adalah seorang Pangeran dari bangsa Medes, yang juga merupakan saudara King Astyages of The Medes (660-550 SM).

Untuk dipahami, wilayah Medes berada di daerah sekitar Persia (Iran), yang keadaan alamnya, kurang lebih mirip dengan Babylon (Irak). Jadi sangat mengherankan pendapat yang menyatakan, Queen Amuhia merindukan suasana di Medes, terlebih lagi lokasinya tidak seberapa jauh dari Babylon.

Lokasi kampung halaman Queen Amuhia masih penuh misteri. Beberapa sejarawan menduga, kampung halaman yang dimaksud tidak lain adalah Tanah Jawa (Nusantara), yang berada nun jauh disana serta penuh dengan pepohonan dan beraneka ragam bunga. Sehingga mengapa ada seorang Princess dari Medes, bisa bertempat tinggal di Jawa (Nusantara)? Mungkinkah ibunda Queen Amuhia, adalah puteri dari negeri Melayu? Jawabannya yaitu; karena Queen Amuhia (Amytis of Media), sedari kecil telah akrab dengan suasana tropis di negeri yang subur, di kampung halaman ibunya.

* Porselen Kuno dan Pelaut Nusantara
Prof. Giorgio Buccellati, seorang arkeolog senior dari University of California-Los Angeles (UCLA), yang saat itu terkagum-kagum dengan sebuah temuannya. Ia menemukan sebuah porselen cekung, yang di atasnya terdapat fosil sisa-sisa tumbuhan cengkeh. Buccellati saat itu tengah melakukan penggalian di atas tanah bekas rumah seorang pedagang yang berasal dari masa 1.700 SM di Terqa, Eufrat Tengah. Sebagai pakar, Buccelatti mengetahui jika cengkeh hanya bisa hidup di satu tempat di muka bumi, yakni di Nusantara (Kepulauan Maluku). Temuan inilah yang kemudian muncul termin Clove Route atau jalur perniagaan rempah-rempah cengkeh bangsa Nusantara hingga sampai ke Fir’aun Mesir.

Temuan tersebut membuktikan kepada kita jika di masa sebelum masehi, di zaman para nabi-nabi, pelaut-pelaut Nusantara telah melanglang buana menyeberangi samudera dan menjalin hubungan dengan warga dunia lainnya. Bahkan Dick-Read meyakini jika sistem pelayaran, termasuk perahu-perahu, dari para pelaut Nusantaralah yang menjadi acuan bagi sistem dan bentuk perahu banyak negeri-negeri lain di dunia. Keyakinan ini diamini oleh sejumlah arkeolog dan sejarawan senior seperti Dr. Roland Oliver (Sumber: Moyang Indonesia Ekspor Cengkeh, Kayu Manis dan Kapur Barus ke Fir’aun)

Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman AS (sekitar tahun 950 SM), diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Pulau Sumatera, yang dikenal sebagai “Pulau Emas” atau dalam bahasa sanskrit bernama “Swarna Dwipa” (Suvarnadvipa). Bahkan menurut informasi Pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir (Sumber: PULAU-PULAU PALING BERSEJARAH DI INDONESIA)

Berdasarkan data arkeologis di atas, kepulauan Nusantara pada sekitar 600 SM, telah terdapat pusat-pusat perdagangan, baik itu di pulau Sumatera sampai ke Maluku. Diduga Queen Amuhia, bertempat tinggal di salah satu Pusat Perdagangan ini, untuk menemani kedua orang tuanya, yang menjadi konsul perdagangan bangsa Medes di Nusantara.

* Amuhia, Leluhur Seribu Raja
Perkawinan antara King Nebuchadnezzar II dan Queen Amuhia, melahirkan seorang putera dan tiga orang puteri. Berdasarkan penyelusuran Genealogy, melalui zuriat salah seorang cucunya, yang bernama Nidintu-Bel (Prince) of Babylon (Nebuchadnezzar III of Babyon), kelak akan lahir para penguasa baik di negeri timur maupun barat. Berikut keturunannya (anak laki-laki) yang menjadi raja-raja di Nusantara:

Maharaja Nusirwan ‘Adil, Leluhur Raja-Raja Melayu (Anushirvan/King Khosrow I “The Just” of Persia) bin Maharaja Kibad Syahriar (Kavadh I of Persia) bin Firuz II of Persia bin Yazdagird II of Persia bin Bahram V of Persia bin Yazdagird I of Persia bin Shapur III of Persia bin Shapur II “The Great” of Persia bin Ifra Hormuz binti Vasudeva of Kabul bin Vasudeva IV of Kandahar bin Vasudeva III of Kushans bin Vasudeva II of Kushans bin Kaniska III of Kushans bin Vasudeva I of Kushans bin Huvishka I of Kushans bin Kaniska of Kushanastan bin Wema Kadphises II of Kunhanas bin Princess of Bactria binti Calliope of Bactria binti Hippostratus of Bactria bin Strato I of Bactria bin Agathokleia of Bactriai binti Agathokles I of Bactriai bin Pantaleon of Bactria bin Sundari Maurya of Magadha binti Princess of Avanti binti Abhisara IV of Avanti bin Abhisara III of Pancanada bin Abhisara II of Taxila bin Abhisara I of Taxila bin Rodogune Achaemenid of Persia binti Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin Andia (Andria) of Babylon (menikah dengan Artaxerxes I of Persia) binti Nebuchadnezzar IV of Babylon bin Nidintu-Bel (Prince) of Babylon (Nebuchadnezzar III of Babyon) bin Princess of Babylon binti Queen Amuhia.

***

Demikianlah uraian singkat mengenai asal usul bangsa Nusantara. Masih perlu dikaji lebih mendalam agar semakin jelas dan mengukuhkan kebenaran bahwa kita – bangsa Indonesia – sebagai keturunan yang unggul. Sehingga, mulai dari sekarang dan seterusnya akan selalu percaya diri dan terus berinovasi untuk mewujudkan peradaban yang gemilang. Kembali kepada jati diri kita sendiri yang sesungguhnya, dan tidak lagi terlalu mengagungkan bangsa lain. Karena kita sendiri sejatinya adalah bangsa yang paling unggul di dunia.

Semoga tidak lama lagi ruh kejayaan manusia yang keempat – yang akan muncul dari Nusantara (meski harus diawali dulu dengan bencana besar) – akan bangkit. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan peradaban dunia akan kembali gemilang dengan nilai yang lebih mulia. Dan semoga kita bisa menyaksikan dan merasakan semua keindahan itu. Amiin.

Yogyakarta, 08 Oktober 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Referensi: http://kanzunqalam.wordpress.com/

About these ads
 
47 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2011 in Info Terbaru, Tulisan_ku

 

47 responses to “Asal Usul Bangsa Nusantara (Asli keturunan Nabi Nuh AS)

  1. Andika

    Oktober 8, 2011 at 10:50 pm

    wah tulisan yang menarik dan bagus mas… menambah pengetahuan tentang nusantara

    lanjutkan mas… ditunggu link link berikutnya :)

     
    • oedi

      Oktober 11, 2011 at 4:43 am

      Makasih Dik untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…:)
      Okey.. silahkan di tunggu link berikutnya…

       
  2. ahfai21

    Oktober 17, 2011 at 12:14 pm

    dpt ilmu baru nih, ternyata kita ini campuran dari proto & deutero (daratan india), pantes aja muka sy ada fitur2 (emangx hape..) antara india dng melayu…hehe..

    tapi, Mas Oedi, yg jadi kekhawatiran kita adlh jangan sampai Indonesia kembali mengalami pengalaman serupa dengan bangsa atlantis. Insya Allah, semoga tidak terjadi.

    “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (AL A’RAAF 96)

    saudara2 kita sudah ada yg mengalaminya, kenapa kita tdk segera sadar?

     
    • oedi

      Oktober 20, 2011 at 8:01 am

      Ya untuk itu, marilah kita terus bersikap mawas diri, sering menginstropeksi diri dan berusaha memperbaiki kesalahan yang terlanjur dilakukan dalam kehidupan, karena jika tidak maka azab Allah seperti yang pernah di timpakan pada bangsa Atlantis akan benar2 terjadi dalam waktu singkat bagi negeri ini. Bahkan menurut saya itu akan benar2 terjadi, tinggal masalah waktu…sedangkan sekarang ini oleh sebab Kasih-Nya kita masih diberi kesempatan untuk segera memperbaiki diri dan bertobat kehadirat-Nya… agar nanti tidak terlalu banyak yang menjadi korban dan mati sia-sia…
      Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       
  3. ruddy purnama

    November 10, 2011 at 8:06 am

    Kita Bangsa Hebat, dalam sejarah peradaban manusia pun bangsa indonesia merupakan bangsa dengan peradapan tertinggi di dunia, banyak bukti-bukti sejarah yg di sembunyikan oleh bangsa yang menjadikan Bangsa ini menjadi bangsa “Jongos”. jangan pernah lupakan sejarah pesan Bung Karno… bangsa kita sebenarnya memiliki potensi yang besar, untuk menjadi bangsa besar, berdaulat, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Jutaan Tahun Sebelum Masehi pun, bangsa kita sudah memiliki peradapan…tp kenapa sekarang kita menjadi bangsa pecundang.

     
    • oedi

      November 15, 2011 at 2:23 am

      Yup, saya setuju dengan Anda, dan memanglah demikian adanya… dan semoga kita dapat segera kembali pada kejayaan seperti dulu kala, kalau tidak malah hancur sekalian dan hilang dari sejarah dunia…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… :)

       
  4. Java Original

    Januari 22, 2012 at 5:16 pm

    Kami sangat berterima kasih dengan kajian ini sehingga benang merah peradaban terurai dengan jelas, kami sangat mengharabkan kajian selanjutnya…salam sejahtera nusantara jaya…

     
    • oedi

      Januari 22, 2012 at 7:26 pm

      Syukurlah jika demikian, senang rasanya mendapat tanggapan positif dari Anda, karena itu akan menjadi tambahan amunisi semangat saya dalam menggali sejarah kejayaan dan keunggulan bangsa ini, semoga tetap diberikan kemampuan dan kekuatan untuk menelusurinya… silahkan tunggu saja kajian selanjutnya…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       
    • revero

      November 22, 2013 at 9:03 pm

      Bangsa kita(indonesia) lg diuji bro,sambil nunggu bencana terbesar,galilah iman kita yg ter dalam(ruh suci kita yg dibalut hawa nafsu)

       
      • oedi

        November 23, 2013 at 12:41 pm

        Yup, saat ini kita sedang menunggu azab yg akan menimpa negeri dan dunia sekarang.. karena ancaman Tuhan bagi makhluk-Nya yang ingkar dari aturan-Nya akan tetap terlaksana.. dan begitulah hukum alam pun akan terus patuh pada kehendak-Nya, dengan mengadakan bencana yang dahsyat di seluruh penjuru Bumi ini…
        Okey.. terimakasih atas kunjungan dan peringatannya bro, semoga kita tetap ingat bahwa ada kehidupan setelah mati.. :)

         
  5. felifeliz

    Februari 25, 2012 at 1:47 pm

    maaf teman,,, kayaknya ada kesalahan… pada saat banjir besar itu.. bangsa mesir kuno masih berdiri kokoh dia tidak terikut banjir… berarti banjir itu tidak melanda seluruh dunia tetapi cuma bangsa sumeria yakni meluapnya sungai eufrat dan tigris akibat hujan yang terus menerus.

    …..

     
    • oedi

      Februari 25, 2012 at 8:16 pm

      Hmmm.. kok bisa?? itu siapa yang bilang?? emang bangsa Mesir yg Anda maksudkan itu yang mana dan mereka hidup berapa ribu tahun sebelum Masehi?? apakah mereka hidup melebihi angkat 5000 tahun sebelum Masehi? sepertinya tidak!? Sedangkan yg di tulis di artikel ini menunjukkan bahwa banjir Nuh terjadi sekitar 13.000 tahun yg lalu… jadi tentu lain ceritanya dunk…

      Sebagai tambahan, tolong Anda baca juga ayat Al-Qur`an berikut ini untuk penjelasan bahwa banjir Nuh itu tidak hanya dalam lingkup bangsa Sumeria saja melainkan seluruh dunia:

      “Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur[28] telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadap-nya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.” dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit” Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Huud [11] ayat 40-41 :)
      [28]Yang dimaksud dengan dapur ialah permukaan bumi yang memancarkan air hingga menyebabkan timbulnya taufan.

      “Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan[31] dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi[32], dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim” (QS. Huud [11] ayat 44)
      [31]Yakni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir dan tidak percaya ajakan Nabi Nuh AS dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
      [32]Bukit Judi terletak di Turki. Sekarang di sebut pegunungan Ararat.

      Sehingga saat itu tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi, air yang deras dan dahsyat yang dalam sekejap mata telah menjadi banjir besar yang melanda seluruh kota dan desa, menggenangi daratan yang rendah maupun yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit dan gunung sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh AS yang telah terisi penuh dengan orang-orang Mukmin dan tiap pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh AS atas perintah Allah SWT.
      Dengan iringan “Bismillahi majraha wa mursaha“, belayarlah kapal Nabi Nuh AS dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.
      Lalu, setelah air bah itu telah mencapai puncak keganasannya, maka habis binasalah kaum Nabi Nuh AS dan siapa saja yang kafir dan zalim di dunia, terkecuali mereka yang tetap beriman kepada Allah SWT. Dan sesuai dengan kehendak dan hukum Allah SWT, maka kemudian surutlah lautan air tersebut dengan hilang di telan oleh bumi. Setelah airnya surut semua, kemudian bertambatlah kapal Nabi Nuh AS itu di atas sebuah bukit yang bernama Judi (terletak di Turki yang sekarang di sebut pegunungan Ararat).
      Jadi, menurut keyakinan saya yg berdasarkan keterangan Al-Qur`an di atas, maka banjir Nuh memanglah melanda seluruh dunia. Terbukti bahwa di berbagai bangsa di dunia meski mereka beda benua, banyak yang menceritakan tentang kejadian banjir Nuh ini dalam berbagai median (lisan dan non lisan)… silahkan di koreksi lagi pendapat Anda.
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya… :)

       
      • Neriatu

        Agustus 14, 2012 at 10:18 pm

        Maaaantaaaap!!! analisa yang sangat berwasasan sekali.. semoga mas oedi dapat menampilkan artikel yang lebih menarik lagi.. hehe.. lanjutkaaannnn mas!!!

         
  6. bahar

    Maret 8, 2012 at 11:36 am

    ok banget nih………sayang pemerintah kita cuma sibuk dengan masalahnya sendiri, boro..boro…mikirin …….masalah yang bisa membangkitkan semangat dan kepercayaan diri bangsa
    untuk bisa kembali ke masa kejayaan untuk membentuk atlantis ke dua……..mmmm…..beginilah adanya……..

     
    • oedi

      Maret 11, 2012 at 4:58 am

      Yup.. setuju banget deh… emang begitu pemerintah kita khususnya para pemimpin negeri ini yang hanya sibuk dg urusan mereka sendiri, yang ujung2nya hanya sekitar harta dan jabatan saja… ya akhirnya beginilah bangsa kita, selalu tertinggal dan menjadi budak bagi negara lain… dan lebih buruknya lagi, sekarang hanya menunggu waktu hukuman dari Yang Maha Kuasa untuk di hancurkan karena tidak mau bersyukur dan terus larut dalam kekufuran…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       
  7. andremuslim

    September 9, 2012 at 4:34 pm

    Te O Be Mas……
    Alhamdulillah… syukron utk tulisannya

     
    • oedi

      September 10, 2012 at 6:52 am

      Syukurlah kalau senang dengan tulisan ini, terimakasih juga karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat.. :)

       
  8. Bani ADAM

    Januari 11, 2013 at 4:24 pm

    kalau saya ngak akan percaya dengan teori2 manusia??selama teori itu bertentangan dengan ALQUR’AN,apalagi yang buat teori orang2 Kafir Barat,wong sejarah bangsa Indonesia saja yang buat orang2 KAfir Belanda,semua ada kepentingan dan maksudnya,jangan asal percaya dengan orang barat,akan lebih afdol tanya dengan ulama2 Islam,refrensinya ALQUR’AN pasti akurat dan tidak meleset.,terima kasih.

     
  9. Wonk Alus

    Januari 27, 2013 at 5:10 am

    teruskan saja kajiannya.. kang pro dan kontra itu biasa dalam kehidupan ini, manusia memang tempatnya salah karena dari kesalahan kita tahu kebenaran.. itulah kesempurnaan manusia di berikan akal agar terus menyempurnakan hidupnya.. dan insyaallah sampeyan akan tau asal- usul sebongkah tanah liat yang dijadikan Allah menjadikan sosok manusia pertama dimuka bumi ini..( ALIF… LAAAAAAM…. MIIIM )

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 1:26 pm

      Amiin… semoga kita diberi tahu yang sesungguhnya oleh-Nya :)
      Iqra` ; baca/pelajari/berfikir. Salah itu manusia, karena itu kita bisa menuju kebenaran sejati. Hanya Tuhan yang benar, karena itu Dia-lah yang menentukan kejadian. Kita hanyalah makhluk, maka dari itu sudah menjadi kodrat-Nya sebagai tempatnya salah, sehingga kita harus terus belajar dan mengkaji.
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       
  10. Yunus

    Februari 28, 2013 at 10:44 am

    Artikel yg sangat menarik.. Memang benar sejarah harus dipelajari lg. Apalagi dg keadaan bangsa ini yg semakin carut marut tak tentu arah dan tujuan. Sekarang bangsa ini sedang terjajah, bangsa ini sedang terluka, bangsa ini sedang bingung, bangsa ini sedang terlunta2 dg permasalahan di dalam bangsa ini sendiri. Semoga blog2 bgus seperti ini bisa di baca oleh warga bangsa ini. Dan tersadarkan kembali bahwa bangsa ini bisa besar kembali dg pemimpin yg lbih baik dr pemimpin2 yg pernah ada. Sungguh di sayangkan pemimpin saat ini lbih memilih egonya daripada kebesaran bangsanya sendiri2. Masyarakatnya di doktrin kebudayaan2 luar dst sehingga lupa akan kebudayaan sndiri terlebih lg lupa akan sejarah bangsa ini. Di tunggu blog2 anda yg lain. Wassalam.

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 1:03 pm

      Amiin.. semoga demikian, dan semoga saja lebih banyak lagi yang mau membagi pengetahuan sejarahnya, khususnya mengenai Nusantara. Karena kita tidak akan beradab dan maju bila tak mengenal diri kita sendiri. Lalu bagaimana caranya? ya salah satunya dengan mengetahui sejarah masa lalu bangsa kita sendiri. Karena dulu, di tanah Nusantara ini pernah ada peradaban yang sangat maju dan berteknologi super… itulah para nenek moyang kita yang tersebar dari Samudera Hindia hingga kepulauan Solomon di Samudera Pasifik.
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…. silahkan di tunggu tulisan berikutnya… :)

       
  11. nargansalmun@yahoo.com

    Maret 29, 2013 at 7:17 am

    SHUBAHANALLAH ALLAHU AKBAR,,,BRAVO AMIGO,,,,luar biasa saudaraqu,,,jujur aj aq pribadi sdari kecil sering kali mengalami alam yg g nyata dbawa k babad sejarah zaman bahela,,bahkan sering dianggap gila kl aq cerita bahwa bangsa aria sklipun leluhurny dr sini,,,smg sang khalik sll memberikan petunjuk sempurna urusan dnia maupun akhirat,,,btw mang lg peroses alam akan percpatan kembaliny tatanan dunia bru,,,itupun akan terasa bgi orang2 yg sll mencari petunjuk n sll menggargai perjuangan n peninggalan para walileuhurny….doa n dorongan energi ruh n batin sll kupanjatkan d kubrikan padamu kisanak,,,SALAM RINDU SLL,R NARGAN SALMUN AS RADEN BADUY AS MORGAN VON LAREBA ALBANTANY…..

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 1:20 pm

      Amiin ya Rabb, semoga Tuhan terus memberikan bimbingan, kemudahan dan ridha-Nya untuk kita semua…
      Hmmm… Terkadang orang yang menganggap seseorang itu gila ya lantaran memang dia tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang dia anggap gila itu, atau karena dia sendiri tidak memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oleh orang yang dia angga gila… jadi emang sangat sulit untuk nyambungnya, karena hal-hal yang sebagaimana Anda rasakan biasanya di luar nalar dan logika kebanyakan orang… padahal sangat banyak hal-hal ghaib di luar sana, yang hanya bisa diketahui dengan menggunakan mata batin (indera keenam), hanya sedikit yang bisa nyambung dan kita harus maklum untuk itu.. :)
      Insya Allah tidak akan lama lagi bangsa ini akan kembali ke jati dirinya yang sebenarnya… ia akan bangkita, bahkan melebihi leluhurnya dulu, meskipun sebelumnya harus mengalami bencana yang sangat besar…
      Salam rinduku juga… semoga kita dipertemukan di alam nafsani…

       
  12. aman setiawan

    Juni 16, 2013 at 5:52 am

    skarang sudah ada suatu pergerakan di mana indonesia akan mengujudkan atlantis ke dua…..
    tunggu 30 tahun ke depan indonesia akan melebihi peradaban di sluruh dunia!

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 12:55 pm

      Insya Allah tidak akan selama itu, semoga Tuhan mempersingkat waktunya… :)

       
  13. Denny Indrawan

    Juli 22, 2013 at 9:35 pm

    Teori bagus untuk acuan pemikiran. Ada beberapa hal yang perlu diingat tentang sifat2 buruk dari suatu bangsa. Nusantara ini diwarisi oleh 3 bangsa besar yang membawa juga sifat buruknya, 1. Menjual dengan timbangan yang tidak benar, dari Arab. 2. Menyuap atau angpow, dari Tiongkok. 3. Penggolongan derajat manusia atau kasta, dari India.
    Kesemuanya perlu jadi pemikiran.

     
  14. Denny Indrawan

    Juli 22, 2013 at 9:45 pm

    Kita juga jangan lupa setiap bangsa ada sifat buruknya, kita campuran 3 bangsa besar, yang sifat buruk: 1. Memberat timbangan penjualan, dari Arab. 2. Menyuap atau angpow, dari Tiongkok. 3. Kasta, penggolongan derajat manusia, dari India. Semoga jadi bahan pemikiran.

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 1:21 pm

      Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan informasinya, semoga bermanfaat.. :)

       
  15. Syarifuddin Simbolon

    Agustus 26, 2013 at 12:18 pm

    Bani Adam : Ada baiknya jangan terlalu cepat atau menuduh orang lain sebagai orang kafir.Sepertinya anda belum memahami mukmin dan muslim oleh karena itu anda mengatakan atau menganggap selain muslim adalah kafir.Trimakasih.

     
  16. Syarifuddin Simbolon

    Agustus 26, 2013 at 12:31 pm

    Oedi :Boleh dikatakan bahwa di Indonesia sangat jarang yang memperhatikan hal-hal yang anda tulis.Barangkali membaca dan mempelajari Al Kitab (Bibel) dapat memperkaya tulisan anda.penelitian ahli sejarah dari Inggeris dan ahli matematika nuklir dari Brazil (jika saya tidak keliru) tentang The Lost Atlantik yakni Indonesia sejalan dengan tulisan anda.Jika bangsa Nusantara Indonesia ternyata adalah Ibu Peradaban janganlah pula itu membuat kita bangga apalagi sombong melainkan agar menjadikan kita semakin banyak dan pandai bersyukur atas segala rahmat yang Allah berikan kepada kita Bangsa Indonesia.Mengenal diri dengan mempelajari sejarah adalah bagian dari kewajiban kita sebagai manusia beriman kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa sebab ada tertulis,”jika mengenal diri inshaAllah mengenal Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tidak sesat atau disesatkan oleh syetan yang tidak lain adalah musuh yang nyata bagi orang beriman (mukmin) kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana membimbing dan melindungi anda guna memberi pencerahan kepada Bangsa Indonesia yang saat ini saya gambarkan pada situasi sesat atau disesatkan bagai disesatkan oleh ular naga berbulu/mengaku Garuda.Aamiin

     
    • oedi

      Agustus 28, 2013 at 12:42 pm

      Amiin ya Rabb, terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga bermanfaat… :)
      Terimakasih juga untuk informasinya, semoga kita semua gemar mengenal dan mengali sejarah bangsa kita sendiri, karena dengan begitu kita akan lebih mengenal tentang siapa diri kita. Dan ketika kita bisa mengenali diri kita sendiri, niscaya kita akan mengenal Tuhan kita “Man arofa rabbahu, faqotfa robbahu”, yang tentunya akan membawa pada hidup dan kehidupan yang damai, makmur dan sejahtera.
      Semoga bangsa ini bisa cepat tercerahkan kembali, sehingga bisa bangkit dan mengatur kehidupannya di alam yang terang benderang… meskipun sebelumnya akan mengalami bencana yang besar… :)

       
  17. bathin

    Oktober 8, 2013 at 6:29 pm

    Bagus mas oedi artikelnya,semoga mas selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Alloh SWT…Al-Qur’an adalah Firman Alloh dan kita umat Islam wajib membacanya,mempelajari serta mendalami seluruh isinya, salah satu Surah di Al-Qur’an yaitu Surah Saba..mungkin ada petunjuk mengenai sejarah Nusantara juga di surah ini… Andaikan Negeri/Negara kita bernama Nusantara mungkin bangsa kita akan lebih baik he.he.he..Insya Alloh kedepannya Bangsa kita akan lebih baik dan akan kembali jaya..Sholawat untuk negeriku dan bangsangku,trims mas oedi untuk artikelnya untuk kami semua!!!

     
    • oedi

      Oktober 9, 2013 at 3:46 am

      Subhanallah… alhamdulillah jika demikian anggapannya.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… :)
      Amiin ya Rabb, terimakasih atas doanya, semoga Anda juga senantiasa mendapat petunjuk dari-Nya.
      Al-Qur`an itu sangat misterius, artinya sangat banyak isyarat Tuhan di dalam sana, yang perlu di kaji secara lebih luas, karena sebenarnya sangat banyak informasi tentang kehidupan manusia di masa lalu, tapi ya memang bahasa Al-Qur`an sebagian besarnya terdiri dari kiasan, tidak menjelaskan secara langsung dan detil… sehingga perlu pemahaman yang lebih dalam baru bisa benar-benar memahaminya..
      Terkait dg surat Saba` di dalam Al-Qur`an, Alhamdulillah, karena tinggal di Jogja, saya dan kawan-kawan sempat meneliti hingga ke Candi Ratu Boko, candi Borobudur, dan kabupaten Wonosobo, tujuan kami saat itu adalah menggali informasi tentang kisah sebenarnya dari Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis. Setelah berhari-hari meneliti, kami mendapat sebuah kesimpulan dan yakin bahwa Negeri Saba sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al-Qur`an sebagai negerinya Ratu Bilqis sebenarnya berada di antara Jogja dan Wonosobo, bukan di Yaman. Bahkan kedaton dan kaputren dari Ratu Bilqis sendiri menurut kami sebenarnya berada di tempat yang sekarang di kenal dengan Candi Ratu Boko yang berada di Jogja.
      Sementara itu, candi Borobudur sendiri adalah candi yang semua reliefnya sebenarnya bercerita tentang kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis, bukan tentang kisah Sidharta Gautama. Bahkan patung2 orang yang ada di candi itu bukanlah patung Buddha melainkan sebuah petunjuk tentang sikap dan sifat terbaik untuk manusia jika ia sedang bertafakur. Ini memang sesuai dengan syariat untuk manusia di zaman itu dan jauh sekali bedanya dengan syariat Islam sekarang, makanya posisi patungnya – jika saat ini – justru di anggap sebagai sikap duduk bersemedi dalam ajaran Hindu Dharma atau Buddha. Padahal sebenarnya itu adalah sikap duduk tafakur dalam syariat Islam di zaman itu, yang dibawa oleh Nabi Sulaiman AS, khususnya untuk orang-orang di Nusantara.
      Insya Allah, nanti sejarah Nusantara ini akan diluruskan kembali…. :)

       
  18. Bang Oyi

    Maret 21, 2014 at 7:36 am

    Reblogged this on Ayah33’s Blog and commented:
    Leluhur kita adalah Nabi Nuh AS ?

     
  19. muji

    Mei 8, 2014 at 4:55 am

    mantapppp bang..??

     
    • oedi

      Mei 15, 2014 at 7:17 am

      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       
  20. Deasy

    Agustus 1, 2014 at 6:50 am

    Saya sangat kagum dengan tulisan mas, semangat terus, sehingga kami bisa mendapatkan ionformasi yang berguna mengenai nusantara dan peradaban dunia

     
  21. Achmad Chaerudin

    Agustus 21, 2014 at 11:04 am

    mas oedi , saya ingin bertanya , pada zaman nabi apa mahabrata itu terjadi ?

     
    • oedi

      Agustus 27, 2014 at 9:04 am

      Hmmm.. setahu saya yang jelas tidak dalam masa salah satu Nabi-nabi yang 25 itu, tapi nabi yang lainnya, karena memang ada banyak lagi Nabi yang lain selain yg 25 itu, misalnya Nabi Syish AS, Nabi Khidir AS, Nabi Maliq AS, Nabi Daniel AS, dll. Dan maaf untuk sekarang saya masih belum bisa menyebutkan siapa Nabi itu, karena belum waktunya… tapi disini saya bisa bilang kalau kisah perang Mahabharata itu terjadi di antara zaman Nabi Nuh AS dan Nabi Ibrahim AS.

       
  22. Aki nolednad

    Agustus 25, 2014 at 4:35 am

    Saya belum paham, karna waktu perahu berlayar yang ikut bukan anak2 beliau tpi umat nabi nuh yg beriman ikut jumlahnya lebih banyak dari anak, nabi nuh. Yg tentu saja bukan bin Nuh. Apakah turunan mrka terputus begitu saja? Karna setelah di amati bangsa-2 dunia slalu mengait bin Nuh. Kemanakah orang2 beriman yg ikut perahu beliau?.. Yg jelas bukan Bin Nuh.. Apa mereka tak punya andil dala penurunan bangsa2??. Terima kasih

     
    • oedi

      Agustus 27, 2014 at 9:12 am

      Hmmm.. Bagaimana kalau setelah banjir selesai beliau menikah lagi, nah dari pernikahan itulah lahir keturunannya yang lain, yang selanjutnya meneruskan silsilah beliau…

       
  23. Aki nolednad

    September 4, 2014 at 1:12 pm

    Aku heran dengan cerita orang tua dulu ”Bahwasanya pada
    jaman yang telah
    lampau sekali, tatar
    Sunda adalah daerah
    perairan yang hanya
    terdapat satu daratan
    yang tidak terlalu luas
    (jaman air). Daerah
    tertinggi dari daratan
    itu adalah puncak dari
    sebuah gunung yang
    kini disebut
    Galunggung. Pada
    jaman itu puncak
    Galunggung adalah
    daratan tertinggi di
    tatar Sunda. Pada hari
    yang diberkahi, tibalah
    sebuah perahu besar
    yang memuat banyak
    sekali manusia dan
    hewan peliharaan.
    Sebagian orang-orang
    perahu itu turun dan
    tinggal menetap
    membangun komunitas
    manusia yang baru.
    Itulah nenek moyang
    manusia Sunda
    sekarang.” entah bener tidak karna kaya saur sepuh. seolah pendaratan umat nabi Nuh yg ikut perahu bertahap yg akhirnya di gunung judiy.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 157 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: