Puisi_ku

Kau Yang Terindah
Kepadamu yang terindah.
Bintang malam yang paling terang.
Kau penuntun jiwaku yang tersesat.
Kau segarkan semua yang layu dijiwaku.
Laksana secawan air
Pelepas dahaga musyafir.
Tak ada syair.
Tak ada puisi.
Tak ada yang mampu ungkapkan indahmu.
Tak mampu lagi ku berkata.
Bibirku telah tersumbat kagumku.
Kepadamu sekuntum bunga surga kurangkai dengan indah.
Terangilah… tuntunlah…
Segarkan jiwaku.

Jogjakarta, 25 April 2005
Harunata-Ra

Tentang Dirimu
Dindaku…
Tak ada rangkaian bunga
Seindah tutur bahasamu.
Karena dirimu memancarkan indahnya Syurga.
Keelokan akhlak dan parasmu,
Mewakili cantiknya sang bidadari.
Hingga siapa pun akan bahagia bila di dekatmu.
Aku pun inginkan itu.
Melebihi bahagianya orang lain.
Karena kaulah yang terindah.
Dan aku selalu ingin kamu.
Itu saja…

Jogjakarta, 05 September 2004
Harunata-Ra

Karena Dirimu
Aku bahagia telah dapat mencintaimu.
Aku gembira bersanding denganmu dan dekat sekali disisimu.
Karena dari hidup denganmu itulah aku mengenal kehidupan, berpikir dan menulis.
Darimulah aku mengenal kelemah lembutan lebih.
Darimu aku mengenal keindahan lebih.
Denganmu aku terus merasa lebih bahagia.
Olehmu aku terus berusaha untuk jauh memperbaiki diri.
Olehmu aku menyadari sebuah anugerah dan mengingatkan selalu kepada Tuhan,
Dan karena dirimu pula aku bisa selalu menatap dunia dengan sikap optimis.
Bahkan hanya dari dirimulah aku jauh lebih mengenal kesedihan,
kerinduan, kecemburuan, kekalutan, kecemasan, tantangan, perasaan muak,
kesombongan, jenuh dan tentunya sifat egois.
Untuk kemudian mengubahnya ke dalam cawan ketabahan dan kesabaran.

Jogjakarta, 01 Mei 2006
Harunata-Ra

Cinta Yang Tak Sempurna
Duhai kekasihku.
Memang kisah cinta kita tak sempurna.
Banyak kekurangannya, karena kita bukanlah orang hebat.
Tapi kehadiranmu telah membuatku bisa menemukan bahagia.
Kau telah memberiku alamat untuk kembali.
Kau pun selalu mengizinkan aku untuk ada di dalam hatimu.
Dan inilah hal yang sangat indah dalam hidupku.
Karena butuh waktu bertahun-tahun sebelum aku bisa bertemu denganmu.

Jambi, 07 Februari 2016
Harunata-Ra

Ungkapkanlah Cintamu
Dindaku…
Cinta akan berteriak dan menangis bila tak terjamah.
Dan kita pun akan merana bila terus diam dan bertapa di antara tirai-tirai kerinduan.
Jangan risau akan bertepuk sebelah tangan.
Segeralah ungkapkan.
Ungkapkan cinta dengan bahasa cinta yang kau rangkai seiring setia jelang bersamanya.
Rangkai dengan indah dan memikat,
Sebelum ia keburu disuguhi bahasa cinta oleh orang lain.
Sekarang untuk apa lagi kau bimbang,
Dalam kesendirian dan kebisuan…??

Jogjakarta, 02 Juni 2004
Harunata-Ra

Terima Kasih Cinta
Di saat hatiku mulai rapuh,
Teruntukmu ku ucapkan kata pujian dan terima kasih.
Aku tak mampu lagi berkata apa.
Tak ada lagi ungkapan yang sepadan dengan perhatianmu.
Karenamu, kini aku tetap hidup, berpikir dan menulis.
Dan kau buat aku untuk selalu percaya tentang hakikat cinta.
Bahwa cinta itu tetap berkuasa atas segalanya.
O.. Dunia mungkin telah membenciku.
Zaman mungkin terus menghardikku.
Dan orang-orang banyak yang telah menghinaku.
Tapi kau selalu ada disisi, menyejukkan hatiku.
Kau terus ada disisi, memotivasi aku untuk bangkit.
Dan ketika telah habis waktuku nanti.
Ku ingin ada cinta yang lebih banyak untukmu.
Ku ingin sisa hidupku hanya untukmu,
Ku ingin pula akhir hidupku ada di pelukanmu.
Duhai kekasihku.

Jambi, 03 Juni 2017
Harunata-Ra

Cintai aku
Adalah cinta yang membawaku ingin selalu bersamamu.
Waktu yang tak pernah berhenti, hari yang tak pernah tertukar.
Tak ingin ku jauh darimu.
Tak bisa ku lupakan dirimu.
Kau adalah yang terindah.
Kau yang bisa menghilangkan dahaga dan laparku.
Dekaplah aku dalam hangatnya pelukanmu.
Cintai aku dengan kasih sayangmu.
Oh kekasihku.

Jambi, 21 Juni 2017
Harunata-Ra

Jiwaku
Salah satu yang paling membuat hatiku menjadi lapang dan tenang,
Adalah ketika aku bisa merasakan setiap ciptaan Allah yang Maha Agung.
Melihat, mendengar, merasakan serta menikmati,
Setiap jengkal alam pegunungan.

Jogjakarta, 25 Maret 2008
Harunata-Ra

Kesedihan wanita
Dia adalah wanita cantik,
Tercantik dari keturunan para ratu.
Tapi entah apa yang harus ku katakan tentang dia.
Karena ketika sekali lagi melihatnya dan menyadari kesedihannya,
Rasanya dia seperti sekuntum bunga layu yang tertunduk lesu.
Ia tak lagi indah seperti bunga krisan yang terkena embun pagi.
Namun rusak, bagaikan teratai yang hancur diterjang gajah liar.
O.. Tak ku sangka sebelumnya.
Perempuan cantik itu kini seperti baja yang di tempa oleh pandai besi.
Keras dan tak sebanding dengan lemah gemulainya bangsa Peri.
Dan senyumannya tak lagi murni.
Tawa candanya pun terasa dipaksakan.
Demikianlah ia hidup dalam pahitnya kehidupan ini.
Meskipun tetap cantik dipandang mata,
Namun itu takkan bertahan lama tanpa kawan untuk berbagi.
Tanpa sosok yang mengerti dan mencintai dirinya dengan tulus.
Dan ia akan terus terpukul, hancur.
Lalu jatuh sakit dan mati dalam kesedihan.
Oh.. Sungguh memilukan,
Dan aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kecuali turut berduka dan ikut berdoa untuk kebaikannya.

Jambi, 23 September 2017
Harunata-Ra

Perang dan kesedihan
Aku tak begitu paham tentang kebijaksanaan perang.
Aku juga tak ingin adanya perang.
Karenanya aku tenggelam dalam pikiranku sendiri.
Larut dalam nestapa, di saat menjelang hari itu tiba.
Ya. Saat ini aku berada di antara kemenangan dan kekalahan.
Penuh kecemasan dan duka di dalam hatiku.
Aku juga tak tahu apakah harus menang atau kalah dalam pertempuran itu.
Tapi siapapun nanti yang binasa, akan ku tangisi.
Walau kadang aku tak menyukai mayoritas manusia,
Tapi aku tak ingin mereka menderita dan tewas mengenaskan.
Tak ingin ku lihat mereka mati sebelum sadar dan kembali ke jalan Yang Hakiki.
Dan sebelum atau sesudah perang dahsyat itu terjadi nanti,
Ku selalu berdoa yang terbaik.
Tidak untuk mereka yang baik saja,
Namun juga mereka yang telah lalai dan lupa.

Jambi, 19 April 2017
Harunata-Ra

Menara Kejayaan
Kini, siang tak lagi bercahaya dan malam pun tak lagi bersinar terang.
Semua kian meredup dan terasa pekat menuju gulita.
Ini bukan karena mega yang menutupi Bumi,
Tapi hati yang tak peduli lagi pada hikmah kesadaran diri.
O.. Begitu banyak yang lupa bahwa hidup itu tak cuma sekali.
Apa yang di lakukan saat ini adalah untuk diterima nanti.
Hingga aku pun berkata: “takkan ku bilang telah usai hari ini”.
Sebab perjuangan itu akan berlanjut dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dari sedikit orang sampai ke begitu banyaknya.
Dari yang ringan-ringan sampai ke yang berat dan mengerikan.
Dan perang besar itu akan datang,
Alam pun ikut bergerak tegas menyeleksi semua orang.
Tak ada yang dapat menghindar, sehebat apapun dia.
Semua hanya akan mengikuti, mau atau tidak mau.
Dan meskipun aku harus berbaring di akhir perjalanan ini,
Aku tetap ingin bisa tiba di negeri yang gemilang itu.
Tidak perlu lama, cukup untuk istirahat sore dan tetirah.
Semoga cepat berdiri menara yang kuat dan tinggi itu.
Di atas kemenangan dan mewujudkan kejayaan yang abadi.

Jambi, 31 Juli 2017
Harunata-Ra

Persiapan diri
Sungguh, ada kegelapan lain yang lebih kuat akan datang,
Karena para penjahat di Bumi ini hanyalah sebatas pelayan.
Dan kekuatan kita nyaris tak cukup untuk menepis serangan besar pertamanya nanti.
Lalu yang berikutnya akan lebih besar dan sangat mematikan.
Sehingga perang itu seperti tanpa harapan dan keputusasaan menjadi sama.
Maka kemenangan tak bisa dicapai hanya dengan senjata,
Entah kau berdiri di tempatmu untuk menahan serangan demi serangan,
Atau maju keluar sampai kewalahan di tengah perjuangan itu.
Kau hanya punya pilihan yang hampir semuanya buruk.
Hampir tak ada lagi bantuan kecuali pertolongan-Nya.

Jambi, 05 Oktober 2017
Harunata-Ra

Jalan panjang
Perjalanan ini memang panjang,
Sebuah arah yang baru menuju gerbang rahasia.
Jalurnya rumit dan terdapat banyak lika-likunya.
Berat mendaki tapi suatu hari nanti,
Maka akan datang saatnya aku pun berdiri dibalik tikungan tajam.
Disanalah aku menunggu peradaban yang sesungguhnya.
Yang dinantikan dari zaman ke zaman.
Yang di rindukan dari generasi ke generasi.
Itulah negeri di barat bulan dan di timurnya matahari.

Jambi, 06 Agustus 2017
Harunata-Ra

Dibawah ini adalah puisi-puisiku yang lainnya, silahkan baca dengan meng-klik [baca…]:

Akankah [baca…]

Syahdu Malam [baca…]

Sunyi Jiwaku [baca…]

Menyesal [baca…]

Keraton Putih [baca…]

Pujian & Cobaan [baca…]

Semua karena cinta [baca…]

Ruang Cinta [baca…]

Rinduku [baca…]

Hakekat Iman [baca…]

Jemari Cinta [baca…]

Terimakasih Cintaku [baca…]

Mendalam Rinduku [baca…]

Resah [baca…]

Atas Nama Cinta [baca…]

Memanfaatkan Orang dengan Licik [baca…]

Diam dan Bicaraku…[baca…]

Ibu… [baca…]

Ayo Kekasihku… [baca…]

Kesunyian Jiwa [baca…]

Perpisahan Cinta [baca…]

Aku Bermohon [baca…]

Selamat [baca…]

Kasih Sayang dan Cintaku [baca…]

Engkau yang Tauhid [baca…]

Jika Aku Jatuh Cinta [baca…]

Aku Ter… [baca…]

Keinginan [baca…]

Lanjutkan Hidupmu [baca…]

Tahap Mencintai [baca…]

Katakan, Bidadariku [baca…]

Pribadi yang Baik [baca…]

Tak Layak [baca…]

Wujud Cinta [baca…]

Kekasih, Cinta itu… [baca…]

Cinta Bertabur Nirwana [baca…]

Mengapa…?? [baca…]

Setia Bersamamu [baca…]

Puisiku [baca…]

Coretanku [baca…]

Alam Kemuliaan Cinta [baca…]

Ketika [baca…]

Luweh Becik [baca…]

Cinta dan Kebahagiaan [baca…]

Datang dan Hadirlah [baca…]

Cermin Diri [baca…]

Puisi u/ kekasihku [baca…]

Puisi u/-Mu [baca…]

Saat bersama dulu [baca…]

Cinta kita kini [baca…]

Aku dan Kamu, Tulus… [baca…]

Indah dirimu… [baca…]

Aku dan kamu, dulu… [baca…]

Miliki-lah Hatiku Sepenuhnya [baca…]

Hakekat Cinta [baca…]

Jangan pernah menghindari cinta [baca…]

Mungkin [baca…]

Katakan benci atau cinta [baca…]

Pesonamu [baca…]

Berdiam dan menyendiri [baca…]

Aku tau dan yakin… [baca…]

Cinta pertama [baca…]

Pemahamanku padamu [baca…]

Kidung Cinta [baca…]

Keheningan Jiwa [baca…]

Siapakah dia… ? [baca…]

Arti Kebersamaan [baca…]

Hadir-Mu [baca…]

Tangisan masa muda [baca…]

Cinta… [baca…]

Terpaan waktu [baca…]

Singgasana Cinta [baca…]

Rindu mendaki [baca…]

Pertanda di Ijabahnya do`a [baca…]

Belenggu yang berkah [baca…]

Makna dan karunia [baca…]

Aku tak ingin [baca…]

Kesunyian hidup [baca…]

Bukan penyair [baca…]

Aku memohon ya Allah [baca…]

Terbang bebas [baca…]

Menghadapi tekanan [baca…]

Bait puisi cinta [baca…]

Kenangan [baca…]

Fokus pada usaha [baca…]

Keburukan menanti [baca…]

Senyum Bidadariku [baca…]

Cinta yang sempurna [baca…]

Cintaku [baca…]

Perihal Cintaku (kumpulan puisi) [baca…]

Permohonan cintaku [baca…]

Kau dan aku [baca…]

Cinta dan kejujuran [baca…]

Derap langkah diri yang fitri [baca…]

Cinta yang perih [baca…]

Kesedihan cinta [baca…]

Keindahan cinta [baca…]

Pencari cinta [baca…]

Dedah cinta dan makna bait keheningan [baca…]

Rindu cinta [baca…]

Surat cinta untuk kekasihku [baca…]

Surat cinta untuk kekasihku II [baca…]

Surat cinta untuk kekasihku III [baca…]

Surat cinta untuk kekasihku IV [baca…]

Surat cinta untuk kekasihku V [baca…]

Surat cinta untuk jodohku [baca…]

Surat cinta untuk jodohku II [baca…]

Kumpulan syair cintaku (Juli-Desember 2011) [baca…]

Panggilan sang kekasih [baca…]

Ratapan seorang pecinta [baca…]

Manusia dan hewan [baca…]

Pakaian kecantikan dan keburukan [baca…]

Ketika kesedihan dan kebahagiaanku hadir [baca…]

Cinta bukan jodoh [baca…]

Detik-detik penantian [baca…]

Puisi cinta romantis [baca…]

Izinkan aku mencintaimu [baca…]

Kekuatan cinta sejati [baca…]

Puisi cintaku [baca…]

Jatuh cinta yang sejati [baca…]

Pertemua dan perpisahan cinta [baca…]

Kedamaian cinta [baca…]

Muhasabah cinta [baca…]

Kekuatan cinta sejati [baca…]

Puisi cintaku [baca…]

Jatuh cinta yang sejati [baca…]

Hakekat cinta sejati [baca…]

Perang besar universal [baca…]

Iklan

33 thoughts on “Puisi_ku

  1. we’eeee…..puisi2nya tmbah sweet nech….aq jd bener2 iri nech……
    ^_^
    pasti saat ni anda lg punya cewek y??ato bahkan dh punya wife y???
    hehehehehehehe….

  2. wks..
    waduh maaf banget baru balas komentnya….
    salam petualangan juga untuk mbaknya…
    makasih banget sudah memberi komentar….
    syukur deh kalau emang seneng dengan puisi-puisiku itu…”ikut senang buanget”
    memang sebenarnya ada yang aku buat ketika mendaki di beberapa gunung…tetapi tidak saya masukkan di page ini dan menurutku cukup terarsip di dalam buku kumpulan puisiku aja…
    chayoo…

  3. Ga diragukan lagi keahlian seorang oedi ciptain puisi,, dari yang romantiz,,religius,,en sampe puisi patah hati,,puisi2 cinta,,pengalaman hidup,, tp sekali2 buatlah puisi yang berbau humor biar agak nyleneh lah,,masa serius terus….. SALAM MANYUN dari indri,, hehe PIZZ!!!!

  4. untuk indri:
    wah jd mau terbang nech dpt koment kaya gitu…hehehe…
    masa sih In segitunya??? biasah ajah ah…
    tp mungkin salah satu hobiku dari dulu kali ya makanya bisa lahir tuh puisi-puisi…hihihi…
    puisi humor?? hmm kayanya itu tantangan berat dech cos belum pernah buat puisi semacam itu…
    tp tar deh dicoba,,, hehe….
    okey kembali salam tp gau mau ah salam mayun… cos maunya salam Senyum penuh kebahagiaan untukmu aja deh…. ^_^

  5. ass.. hahahaha… emg dasar pujangga cinta… hmhmhm… mas, puisinya tu dalem2 bgt… ntar mkin byk cwe yang lengket,,, lengket ma puisinya tp ,, bkn orngnya.. hahaha….

    LOVE U MY BROTHER…..

    1. Wks….
      Hmm.. akhirnya mau juga ksh koment di blog mas… makasih yach.. 🙂
      Hehe… iya po dalam?? biasa aja ah menurut mas pa lagi sapa yang bilang kalau as pujangga cinta??…
      Tapi ya baguslah kalau berpandangan seperti itu dan diambil pelajaran yang berharga aja dech… mas yakin banyak kok yang bisa di jadikan referensi utk perjalanan hidup…
      Pokoke chayoo aja dech… n kpn bisa menyusul nulis kaya mas…hehe..

    1. Sebelumnya aku minta maaf cos baru skr bisa ngebalas coment-nya…
      Makasih ya da mau baca tulisan2 ku… hehe…
      Hmm… aku rasa Arlin punya banyak kosa kata tapi mungkin kurang di latih aja…
      aku juga ga punya banyak kosa kata tapi nekad aja coba-coba menuangkan ide ke dalam tulisan,
      salah benar ga perduli yang penting nulis… tar belakangan baru di koreksi….
      cobain dech… pasti bisa…
      chayoo…

  6. .,ea mpunn…so sweet bgt cie puisix……..quw ampe t’ksan…..buat lagi donk ,, tpi jgan yg bertema cinta…….klo bsa sieh yg temax tentang kehidupan manusia yg lalai menjalani hidupx …thank’z…dear anjani,,,

  7. Wah bakal ada kahlil gibran era baru nich…….
    Saluut bro…. sudah tuangkan isi hati dan isi kepala melalui kata-kata bersayap.
    Selama berkarya maju terus n succes selalu

    1. Subhanallah… syukurlah kalau senang dengan tulisan2 sederhana saya…
      Oh… ngeblog dg wordpress itu gampang banget kok, bahkan menurut saya paling gampang dari pada penyedia blog gratis lainnya… tinggal rajin explore aja pasti bisa dan lancar kok…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat. Tetap SEMANGAT yach… 🙂

  8. Dalam diam dan keheningan malam..lahirlah Imajinasi..
    dari semua layar kehidupan, jadilah sebuah kata yang tersusun
    rapi dari seorang penyair… itulah Puisi..

    saya senang dengan puisinya kang oedi.,
    soalnya saya juga senang berpuisi dan berimajinasi.,
    salam dari Gorontalo., the hidden paradise

    1. Subhanallah… kata yang bermakna… Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
      Senang rasanya ada yang turut gemar dengan puisi… karena darinya kita bisa bebas mengapresiasikan rasa yang ada di hati tanpa batasan yang kaku. Itulah cahaya yang berkilauan dalam heningnya kehidupan dunia…
      Salam kenal juga… semoga tetap terjalin silaturahim ini demi kebaikan… 🙂

  9. hem…… puisi mas Oedi memberikan nuansa sejuk di hati.. memberikan warna tersendiri… indah dan bermakna…
    trs berkarya ya! semangat dan…. i love ur poems!!

    1. Subhanallah… makasih ya atas kunjungan dan dukungannya…demikian pula untukmu…
      Syukurlah bila demikian.. ikut senang deh… semoga bermanfaat ya.. 🙂

    1. Subhanallah.. alhamdulillah… ikutan seneng deh..
      Syukurlah bila demikian, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

  10. (puisi pendek) kidung dunia: Aku terlahir di keluarga setan..bapa pemuja setan juga ibu berupa dasamuka..benar dikatakan salah..salah dikatakan benar..harta jadi sembahan mereka..makin tua makin menggila..tidak sadar usia semakin tua renta..padahal ajal kian tiba. (bdg 29/03/12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s