Adventure

Peradaban Semesta

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan membahas tentang hal yang tak umum diketahui oleh penduduk Bumi. Sesuatu yang agak rumit atau bahkan mungkin dianggap tak masuk akal dan khayalan. Padahal informasi ini sangat dibutuhkan untuk bisa meningkatkan level kehidupan pribadi. Dan bagi mereka yang tekun dalam pengembaraan ruhani, atau yang tetap sabar dalam menuntut ilmu karena menginginkan kedalaman hakikat, maka jika ia memperhatikan uraian dalam tulisan ini dengan seksama, itu akan membawanya untuk bisa mencapai makrifat, atau mengenal DIRI YANG MAHA ESA dan BERKUASA dengan lebih jelas.

Baca entri selengkapnya »

Bangsa Kalakeya : Orang Asli Nusantara?

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sekali lagi mari kita mengulik kembali tentang sejarah masa lalu, khususnya di negeri tercinta kita ini. Dan semoga hasilnya bisa dijadikan sebagai wacana baru untuk kita semua tentang fakta sejarah yang telah dilupakan hampir seluruh generasi bangsa ini. Tentunya perlu dilakukan evaluasi dan koreksi, agar dapat menghasilkan sebuah kesimpulan yang valid. Sehingga kita pun semakin tahu dengan jati diri kita sendiri dan berusaha untuk bisa membangkitkan lagi kejayaan para leluhur.

Baca entri selengkapnya »

Dharmasuta : Pemimpin Tertinggi Almudras

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sebagaimana yang telah kami sampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa benda pusaka itu merupakan satu kesatuan dengan kehidupan Manusia di muka Bumi ini. Tak bisa dipisahkan, karena Sang Maha Pencipta telah mengaturnya demikian – dengan segala manfaatnya – untuk menemami kisah peradaban di setiap zamannya. Sehingga beruntunglah bagi orang-orang yang memiliki benda pusaka dalam mencapai tujuan. Hanya saja tak boleh menjadikannya sebagai sesembahan, terlalu diagung-agungkan, dan sampai menduakan Tuhan. Sebab, sehebat apapun benda pusaka tersebut hanyalah makhluk yang berfungsi sebagai alat bantu.

Baca entri selengkapnya »

Begawan Atisyara : Sang Pengembara Ilmu

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Pada kurun waktu tertentu, ketika ilmu pengetahuan kian tercemar karena banyak yang telah dikurangi ataupun ditambahi, maka ditunjuklah seorang pemuda untuk menatanya kembali agar menjadi rapi dan sesuai dengan kesejatian. Tujuan kelahirannya adalah untuk meletakkan kebenaran dan keadilan tepat pada tempatnya. Dan sebagai sosok yang terpilih, maka jalan hidupnya pun menarik. Tidak sama dengan kebanyakan orang pada masanya.

Nah untuk mempersingkat waktu, berikut ini kami sampaikan kisah tentang seorang yang termasyhur. Ia dikenal sebagai sosok yang istimewa dan banyak menuliskan kitab ilmu pengetahuan lalu mengajarkannya. Tentulah sebelum itu ia pun sudah menguasainya dengan sempurna.

Baca entri selengkapnya »

Bangsa Amuria : Pusat Kemasyhuran Dunia

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam sejarah kehidupan peradabannya, kebangkitan dan kehancuran sebuah bangsa sering kali terjadi. Di belahan Bumi manapun itu pernah berlaku, di periode zaman yang berbeda pula. Artinya, tak ada yang kekal di dunia ini, sekuat dan sehebat apapun itu. Semuanya akan ada batas waktunya. Tinggal bagaimana sebuah bangsa itu mengakhirinya.

Nah, sebagaimana tulisan sebelumnya, kali ini sengaja kami sampaikan lagi kisah mengenai peradaban kaum terdahulu. Tujuannya agar kita bisa tetap mengambil hikmah dan pelajaran. Untuk kehidupan kita selanjutnya, baik di akhir periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra), ataupun yang ke delapan nanti (Hasmurata-Ra).

Baca entri selengkapnya »

Mahudhala : Kuil Para Kesatria Pilihan Zaman

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Mari sekali lagi kita membahas tentang masa lalu umat Manusia. Dan kali ini fokusnya adalah pada masa akhir periode zaman ke empat (Swarganta-Ra) dan yang di awal periode zaman ke enam (Nusanta-Ra). Dimana pada saat itu kondisi dan model kehidupan di Bumi sudah banyak yang berubah, tak seperti pada masa-masa sebelumnya. Mengenai kemampuan diri Manusianya (kesaktian) juga tidak lagi sehebat generasi yang hidup di periode zaman sebelumnya. Bahkan yang terburuknya lagi adalah kondisi akhlak Manusia yang sangat buruk, terlebih para pemimpinnya.

Ya. Sejak memasuki periode akhir zaman ke empat (Swarganta-Ra), umat Manusia tetap memiliki kemampuan yang istimewa. Hanya saja bila dibandingkan dengan mereka yang hidup di zaman sebelumnya maka jauh berkurang. Mereka juga sangat membutuhkan alat bantu yang berupa benda-benda pusaka bertuah untuk bisa menambah kemampuan dirinya. Hal ini bahkan terus berlanjut sampai di periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra), khususnya pada masa awal dan pertengahan zamannya.

Baca entri selengkapnya »

Sistem Pendidikan Kaum Mahultah

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Apa yang ada di masa kini sebenarnya sudah pernah ada di masa lalu, bahkan banyak hal yang ada dimasa lalu justru belum ada dimasa kini. Contohnya saja tentang alat teleportasi, maka di periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra) masih belum ada orang atau kelompok yang bisa menciptakannya. Jangankan untuk menciptakan alatnya, konsepnya saja masih sangat membingungkan para ilmuwan kelas dunia. Hingga pada akhirnya, sampai kini masih tetap dalam bentuk fiksi ilmiah.

Baca entri selengkapnya »

Assefron : Negeri Impian Para Raja

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ada banyak kisah epic (hebat sekali, mengagumkan, cerita kepahlawanan) dari masa lalu yang bisa diambil hikmahnya. Ada banyak peristiwa yang bisa menyadarkan kita bahwa kita sekarang bukanlah yang terhebat. Ada banyak kaum yang melebihi peradaban kini. Hanya saja tak sedikit dari kisahnya itu yang justru telah hilang dari catatan sejarah dunia. Baik dongeng, legenda ataupun mitos juga sudah tak ada. Semuanya karena rentan waktu yang terlalu jauh, juga oleh sebab memang belum waktunya untuk diketahui lagi.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami diizinkan untuk menyampaikan kembali apa yang terlupakan itu. Dan jangan heran bila ada banyak nama-nama asing yang disebutkan, juga hal-hal yang tak masuk di akal (untuk ukuran orang sekarang), karena yang diceritakan disini memang sesuatu yang luar biasa namun hilang dalam ingatan. Meskipun ini adalah fakta, namun sudah tidak dicantumkan lagi dalam kitab-kitab kuno dan hikayat lama yang masih ada hingga sekarang.

Baca entri selengkapnya »

Dharma Kesatria dan Hakekat Perang Besar

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ketika orang-orang telah mengetahui apa yang menjadi harapan dan kebutuhannya, maka revolusi akan tiba. Siapapun pasti menghadapi pilihan untuk menjadi budak atau bangkit sebagai pribadi yang merdeka. Beruntunglah bagi yang berhasil merdeka, dan rugilah untuk yang tetap sebagai budak – sadar atau tidak disadarinya, sebab ia telah mati walaupun dalam keadaan hidup.

Dan kita memiliki kesempatan bergabung untuk hidup sebagai para kesatria. Sebaliknya, silahkan saja pilih untuk tidak ikut bergabung, alias tetap menjadi budak. Hanya saja itu berarti melawan kaum revolusioner dan menginginkan perang terbuka. Dan memang tak sedikit orang yang hidup saat ini hanya demi mereka (para elit) yang sebenarnya sangat membencinya. Disisi lain mereka itu (para elit) juga takut dan tak ingin banyak orang yang hidup baik dan mengenali diri sejatinya. Mereka (para elit) adalah para penjahat yang hidup di atas tipu daya dan memanfaatkan orang lain. Merekalah para pengabdi kegelapan – meskipun tidak semuanya.

Baca entri selengkapnya »

Kaen ast Amanta : Cinta dan Perjuangan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sejarah peradaban Manusia senantiasa penuh dengan warna-warni yang unik. Tak sedikit yang juga dipenuhi dengan berbagai konflik dan intrik yang rumit. Dan pada dasarnya semua itu disebabkan oleh perilaku buruk dari Manusia-nya sendiri. Berawal dari Manusia dan kembali lagi kepada Manusia-nya juga. Itulah ketetapan yang tak bisa dihindari.

Sungguh Manusia itu pusat dari segala kehidupan di Bumi. Baik dan buruknya keadaan seisi Bumi tergantung dari sikap pribadi Manusia itu sendiri. Tidak perlu banyak orang yang menjadi pemicunya, karena bahkan cukup satu atau dua orang saja maka sudah bisa menentukan damai atau kekacauan di sepenjuru dunia. Dan hal yang semacam ini pernah terjadi berulang kali, baik di Barat maupun Timur, baik yang di daratan ataupun pesisir dan pegunungan.

Baca entri selengkapnya »

Mallagur : Kawah Candradimuka Para Kesatria

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan ini sekali lagi kami akan menyampaikan sebuah kisah masa lalu yang mungkin tidak pernah diketahui selama ini. Sebab jarak waktu yang begitu jauh, kisah ini telah “menghilang” dalam ingatan dan catatan formal. Tak ada lagi yang tahu, dan hal ini terjadi pada periode zaman ke lima (Dwipanta-Ra), lebih tepatnya di masa akhir zaman tersebut. Kisah ini berlangsung lama dalam rentang waktu jutaan tahun. Baca entri selengkapnya »

Multiverse : Bukti Keagungan Tuhan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Langit beserta isinya diciptakan dengan jutaan misteri yang belum kita ketahui. Mungkin ada yang membuat kita takut, tapi misteri itu juga bisa membuat kita semakin bergairah untuk mengetahuinya. Dan siapapun berhak untuk terus mencari tahu atau berusaha untuk semakin memahami seluk beluknya. Tujuannya akan membuat dirinya bisa mengerti tentang kebesaran Tuhannya.

Ya. Dari sekian banyak benda Angkasa, maka selain Planet ada sejumlah Bintang (benda langit yang memancarkan cahaya seperti Matahari dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari Matahari) yang sangat banyak di dalam dan luar Galaksi kita. Adapun yang bisa di deteksi kini baru mencapai ±30 miliar triliun (3×10²²) buah saja, masih banyak lagi yang belum dideteksi. Sehingga perumpamaan Planet-Planet di Angkasa itu seperti ketika kita memungut seluruh pasir dan kerikil di pantai dan ditambah lagi dengan miliaran pantai lainnya seperti yang ada di Bumi ini.

Baca entri selengkapnya »

Negeri Hur ‘Anura: Tersembunyi dan Terpilih

Posted on Updated on

Terdapatlah sebuah negeri yang didalamnya hidup beragam jenis makhluk. Mereka berasal dari berbagai zaman yang terlalui dalam kehidupan dunia ini. Disana semuanya menjalani hidup sesuai dengan hukum dari Hyang Aruta (Tuhan YME) secara murni. Mereka selalu patuh dan memiliki kesadaran diri yang tinggi kepada-Nya. Tak ada yang pernah lalai atau membangkang, karena mereka adalah sosok yang terbaik dari kaumnya.

Sungguh, beruntunglah bagi siapa saja yang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung kesana dan menikmati suasana yang tidak biasa. Betapa tidak, karena apa yang ada disana sungguh jauh berbeda dengan yang umum kita lihat di muka Bumi ini sekarang (alam nyatanya). Ada begitu banyak hal yang bahkan tak ada disini, di seluruh belahan Bumi. Sehingga tak ada yang lebih baik di dunia ini selain bisa tinggal disana.

Baca entri selengkapnya »

Jenis Elemen, Makhluk dan Dimensi Kehidupan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kali ini saya akan sedikit menjelaskan secara umum tentang sesuatu yang tak umum dan semoga bisa menjawab apa yang terbilang khusus. Dan pengetahuan ini bersifat universal, berlaku bagi siapapun. Khususnya bagi mereka yang mau belajar dan ingin terus menambah wawasannya. Sebab ilmu itu sifatnya tak terbatas. Selalu ada yang baru atau yang lain disaat kita mau terus mencarinya.

Ya. Perlu dipahami dulu bahwa ada begitu banyak jenis ciptaan Tuhan di dunia ini, semuanya beragam dan unik. Yang diketahui secara umum kini hanyalah secuilnya saja. Sebab, alam semesta seperti tempat tinggal kita sekarang ini tidak hanya ada satu. Langit “tingkat pertama” itu sangatlah luas ukurannya dan secara umum baru diketahui sebagian kecilnya saja. Dibawah kolong langit itu ada banyak alam semesta, setidaknya ada 6 buah alam semesta lain yang setara dengan tempat tinggal kita, bahkan lebih. Di setiap alam semesta itu tentu ada banyak galaksi, planet dan makhluk lain yang hidup di dalamnya. Mereka juga harus menjalani takdir Tuhan seperti halnya kita. Tetap harus memilih antara patuh atau membangkang perintah Tuhan. Tapi semua pribadi juga telah diberikan hak pilih dan kebebasan untuk itu, samalah dengan kita manusia. Dan nanti pun tinggal menanggung konsekuensi dari setiap pilihan yang telah ia ambil, sama pula dengan kita.

Baca entri selengkapnya »

Keindahan Yang Nyata

Posted on Updated on

images-10Wahai saudaraku. Pada dasarnya setiap diri manusia itu ditakdirkan sebagai pengembara. Namun sayang sekali banyak dari mereka yang justru berhenti dan menetap dalam rasa nyaman dengan semunya duniawi. Kalau pun mereka menjadi pengelana, mereka mengelana dengan tanpa tujuan. Tak ada peta penunjuk arah yang diikuti, bahkan ia tak tahu mau pergi kemana.

Baca entri selengkapnya »

Negeri di Balik Kabut

Posted on Updated on

keindahan kabutWahai saudaraku. Di ujung timur bagian selatan negeri ini ada kota dibalik kabut misteri. Posisinya tidak ada di dalam peta dunia masa kini. Tapi disana ada hamparan rumput hijau yang berlanjut ke dalam hutan permai. Hutan rimba itu beratapkan dahan dan cabang-cabang pohon yang membentuk balairung. Batang-batang pohonnya berdiri tegak bagaikan pilar-pilar yang teramat kokoh.

Kalau engkau bisa kesana, kau akan melihat jalan yang berliku, datar dan juga mendaki. Dibalik cahaya yang temaram, siapapun akan melangkah dalam keheningan yang damai. Bahkan para peri bisa berjalan tanpa suara dan bunyi langkah kaki. Dan ketika kau melihat hutan di kedua sisi yang semakin rapat, jalan pun akan semakin menurun, menuju lembah yang indah. Untuk bisa sampai ke lembah itu, kau harus melewati lipatan bukit dan melalui semak perdu dan hamparan bunga warna-warni yang mewangi.

Baca entri selengkapnya »

Agenda Pendakian Gn. Merbabu (3142 Mdpl)

Posted on Updated on

Setelah kurang lebih 5 tahun, akhirnya saya bisa kembali lagi ke puncak Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali, Jateng. Perjalanan kali ini sudah pasti berbeda kesannya dari pendakian sebelumnya. Sungguh banyak kenangan dan keindahan yang di dapatkan selama pendakian ini. Tersasar karena cuaca yang berkabut tebal sebelum bisa tiba di basecamp (karena sudah sedikit lupa, di tambah cuaca yang berkabut tebal dengan jarak pandang cuma 3 meter, sehingga tidak ada patokan untuk lokasi arah basecamp, di tambah lagi memang basecampnya jauh sekali dari jalan raya), bertemu 5 teman kuliah dulu (Xploit), di hantam badai dan hujan deras sempat kami rasakan. Membuat pendakian kali ini sangat berkesan dan mengingatkan waktu pendakian di Gn. Sumbing, tahun 2007 lalu.

Baca entri selengkapnya »

Agenda Pendakian Puncak Merapi (2965 Mdpl) 08-09 Mei 2010

Posted on Updated on

Siang itu sekitar jam 13.00 WIB dan ketika saya sedang bersantai, teman satu kosan  (Dika) mengajak saya untuk mendaki gunung Merapi. Saya pun langsung menanggapi dengan berkata “Ayo, berangkat…”. Tidak ada keraguan karena inilah waktu yang di tunggu-tunggu setelah terakhir kesana di tahun 2004. Dan sore itu juga kamipun langsung berangkat menuju gunung Merapi.

Baca entri selengkapnya »

Agenda Perjalanan Gunung Lawu (07-09 Maret 2009)

Posted on Updated on

lawu-7-9-mare-09-28 lawu-7-9-mare-09-13 lawu-7-9-mare-09-3

lawu-7-9-mare-09-5 lawu-7-9-mare-09-20 lawu-7-9-mare-09-16

lawu-7-9-mare-09-10 lawu-7-9-mare-09-21 lawu-7-9-mare-09-14 lawu-7-9-mare-09-27

Dalam mengisi waktu liburan dan sekaligus melepas kerinduan akan alam pegunungan, kuhabiskan waktu tiga hari di gunung Lawu. Perjalananku kali ini kalau tidak salah adalah yang kali kedelapannya. Sungguh penuh dengan makna keindahan yang agung.

 07 Maret 2009:
1. Berangkat dari Jogja, jam: 09.00
2. Tiba di basecamb depan masjid An-Nuur, jam: 12.30
3. Istirahat, makan siang, jam: 13.30
4. Shalat, packing, jam: 14.00
5. Mulai jalan jam: 14.30
6. Bayar (@ 5000×2), mengurus perizinan, jam: 14.33
7. Streaching, jam: 14.35
8. Mulai mendaki, jam: 15.00
9. Tiba di pos bayangan 1, jam: 15.20 (istirahat, buat minuman energi)
10. Tiba di pos 1, jam: 16.16 (istirahat, minum)
11. Tiba di pos 2, jam: 18.15
12. Istirahat, shalat magrib, jam: 18.15-18.30
13. Masak kopi dan mie, jam: 18.45-20.27
14. Ngobrol-ngobrol dengan pendaki dari Semarang, Madiun, Solo, Jakarta, Ponorogo, jam: 20-30
15. Packing ulang, jam: 20.35
16. Shalat Isya, jam: 21.07
17. Mulai jalan menuju pos 3, jam: 21.20
18. Tiba di pos 3, jam: 23.15

 08 Maret 2009:
1. Tiba di pos 5, jam: 01.05
2. Tiba di sendang drajat, jam: 01.35
3. Istirahat dan makan buah pir, jam: 01.35-03.55
4. Menuju puncak, jam: 04.00
5. Tiba di puncak, jam: 04.26
6. Foto-foto sunrise di puncak, jam: 05.00
7. Mulai turun, jam: 05.55
8. Singgah di sebuah pendopo, jam: 06.25
9. Tiba di sendang drajat lagi, jam: 06.40
10. Ambil air dan kenalan dengan pendaki wanita dari klaten, jam: 06.40-07.00
11. Tiba di pos 5, jam: 07.25
12. Mendirikan dome, jam: 07.30
13. Memasak nasi, sup, sarden, goren tempe krispi, jam 07.45
14. Makan siang, jam 09.55
15. Istirahat, jam: 10.15
16. Hujan sangat deras, jam 12.05
17. Kebanjiran (tenda sedikit bocor dan air menggenangi bagian bawah tenda dome), jam 12.22
18. Memperbaiki dome, jam: 15.00
19. Ngobrol, diskusi dan makan mie kriyuk, jam: 15.45
20. Menikmati penorama sore yang cerah dan foto-foto, jam: 16.40
21. Makan malam dan buah pir, jam: 19.00
22. Ngobrol dan diskusi, jam: 19.15-20.30
23. Istirahat, jam: 20.15
24. Tidur, jam:

 09 Maret 2009:
1. Menikmati panorama dan foto-foto, jam: 05.00-07.30
2. Sarapan pagi (mie+sosis, sarden), jam: 07.40
3. Packing, jam: 08.50
4. Streaching, jam: 09.30
5. Mulai beranjak turun, jam: 09.45
6. Tiba di pos 3, jam: 10.30
7. Tiba di pos 2, jam: 11.57 (istirahat+ nelpon)
8. Mulai jalan menuju pos 1, jam: 12.05
9. Berhenti karena harus memperbaiki tali carrier yang hampir putus dengan cara menjahitnya menggunakan jarum dan benang yang telah dipersiapkan, jam: 12.50-12.58
10. Tiba di basecamb, jam: 13.00
11. Istirahat dan beli syal, jam 13.15
12. Mulai beranjak pulang, jam: 13.30
13. Berhenti untuk memakai jas hujan, jam: 14.06
14. Berhenti untuk mengambil uang di ATM, jam: 14.52
15. Berhenti untuk memperbaiki motor di bengkel, jam: 15.00
16. Beranjak pulang, jam: 15.15
17. Berhenti di SPBU untuk mengisi bensin, jam: 16.22
18. Tiba di Jogja (minum di burjo), jam: 17.20

Sebuah perjalanan mendaki gunung yang dilakukan berdua saja dan dalam kondisi sangat santai dan bersahaja. Ini adalah perjalanan yang sangat berbeda dari sebelumya karena disini kami banyak berbagi dan berdiskusi tentang banyak hal. Tidak ada batasan dan tentunya banyak pula hikmah dan pelajaran yang dapat diambil.

Pelaku: Oedi`, Dika

Tuban versi Yamaha Jupiter

Posted on Updated on

tuban-3 tuban-1 tuban-4

Pada waktu itu tgl 31 Desember 2008 jam 14.30 aku bersama seorang saudara beranjak menuju Kab. Tuban (Jatim) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter. Perjalanan mengendarai motor kali ini adalah perjalanan keduaku setelah sebelumnya dengan mengendarai sepeda moto Merzy (Kawasaki Binter) adalahJarak yang akan kami tempuh sekitar lebih kurang 300 Km, kira-kira 7 jam perjalanan. Cukup sekali untuk membuat badan jadi pegel-pegel. Bagiku perjalanan kali ini sangat menarik karena ada banyak kejadian dan peristiwa serta pengalama baru yang didapatkan. Dan tentunya berbeda dengan ketika mengendarai sepeda motor Marzy (Kawasaki Binter).
Perlahan kami mulai meninggalkan kota Jogja, berawal dari tempat kos temanku itu yang berada di kaliurang Km 9, kemudian melewati arah stadion sepakbola Sleman terus ke arah Klaten. Setiba di Kab. Klaten ternyata hujan rintik-rintik telah menyambut kami dan lama-kelamaan menjadi agak sedikit deras, hingga setibanya di Kab. Sukoharjo hujan yang menemani kami dari sebelumnya menjadi semakin deras. Kamipun memutuskan untuk berhenti dan menggunakan ponco (jas hujan). Namun satu hal yang membuat kebingungan karena ternyata si sahabat tidak membawa jas miliknya padahal sebelumnya aku sudah memperingatkan untuk membawanya karena cemas akan hujan.
Dalam perjalanan kali ini kami banyak berhentinya karena cuaca yang tidak bersahabat karena hujan dan kami sendiri cuma membawa satu jas hujan. Satu tempat yang lama sekali kami berhenti disana, kami berhenti lebih kurang satu jam karena hujan yang sangat deras sekali disertai angin kencang sehingga memaksa kami untuk berhenti.
Setelah hujan mereda kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Sekali lagi kami harus berhenti lama karena ban motor bagian belakang bocor yang disebabkan bagian sambungan ban dalamnya robek kecil sehingga terpaksa harus di tambal padahal kondisi nhari sudah gelap alias malam, untu. Untung saja tidak jauh dari dari kami berhenti di awal terdapat tempat tambal ban. Setelah kurang lebih 1 jam kami menunggu akhirnya ban siap untuk di perjalankan lagi dan kamipun sigap berangkat terus menuju Tuban.
Setiba di Tuban jam menunjukkan pukul 11-an, Setelah sebentar berbasa basi (ngobrol) akupun menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh yang letih karena perjalanan yang panjang itu.
Esok paginya tanggal 01 Januari 2009 aku dan bersama temanku dan keluarganya (Bapak, Adik dan Sepupu) berangkat ke satu daerah yang sangat menarik untuk diceritak dan sepertinya ini yang menjadi kesan mendalam selama liburan ke Tuban kali ini. Pagi itu setelah memanaskan motor kamipun beranjak menuju tempat tujuan. Tempat yang kami tuju kali ini adalah sebuah desa di Kab. Bojonegoro. Perjalanannya sekitar 30 menit dari rumah sahabatku. dan untuk bisa tiba ditujuan maka sebelumnya tak lupa kamipun harus menyeberangi sungai Bengawan Solo yang terkenal itu dengan menaiki Getek (perahu penyebrangan). Motor yang dikendarai harus naik ke Getek ini karena ini adalah sarana transportasi yang ada disana. Tidak ada jembatan yang menghubungi daerah itu dari dunia luar.
Tujuan kami kesana adalah untuk urut (pijat) dan yang berkeinginan untuk itu adalah sahabatku itu. Selain itu hajat lain adalah untuk soan kepada seorang ulama yang ada disana untuk meminta bimbingan dan nasehat yang berguna untuk hari depan temanku itu.
Setelah semua akhitvitas di Tuban dirasa cukup kamipun beranjak untuk kembali ke Jogjakarta. Sebenarnya ingin sekali diri ini berlama-lama disana tetapi ada beberapa hal dan pekerjaan yang harus juga menjadi prioritas dan tanggungjawan untuk diselesaikan. Sehingga dengan cukup terpaksa kamipun harus pulang ke jogjakarta pada tanggal 02 Januari 2009.
“Sebuah perjalanan yang sungguh membuatku cinta akan negeri ini”

[Mengingat sebuah kenangan indah perjalanan maka kutuliskan kisah ini]