Perang Besar Universal

Lihatlah wahai semua!
Matahari terbenam dikelilingi api hitam yang berkobar.
Meskipun negeri manusia telah lama berada dibawah perlindungan para kesatria,
Aku khawatir pertempuran dahsyat itu akan segera terjadi disini.
Dan heningkanlah ciptamu lalu rasakan dengan hatimu,
Bahwa kini senja membawa pertanda akhir dan kejatuhan dari banyak perkara,
Sementara perubahan keadaan dunia akan kembali terjadi,
Lebih keras dan tanpa bisa dihindari lagi.

Continue reading “Perang Besar Universal”

Iklan

Orwakulam Yarukh

Ya suli. Magurai yal ahmarukh sinok lakunta ghairun birakah urtah. Himsal aruk marukto sinoambali hasingra garukh. Lah tinu masarbu albarukh sindala bir’amura hitalukam sradal. Hern tal isy matra urah joyuko ramudiya. Lans nowaide galgali amukhi rasbusu lirtabahu saddur. Magam samule gaye lakura hirakna maruk syilamur artu makarile. 

Lalha malture jahik manukam rislah ertafandu birmatu lalkunu hirama istanikah. Macbhahagi waruka silamu wayasri qushanis karulnata iltabun hadyarisya. Olhana yasirah tarfanturu varnami ziharukh drawanim hanim. Kos’alamik reyaslatih hertansa Lel, Nel, Sel, Kel, Zel, Wel, Hel, Del, an Ael lilbarut amarutah kwarasam. Jamilkatabuh herakusyar simah rahtarah kisla munnao lushtal minja lekudiyakh. Hariyal namut irharam swadulla orbaya nikmatabu drawilatun haratunsah.

Continue reading “Orwakulam Yarukh”

Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara

Wahai saudaraku. Pada periode zaman ke enam manusia (Nusanta-Ra), maka sebelum masa kehidupan Nabi Musa AS, hiduplah kaum yang dulunya tinggal di sekitar Jambi-Palembang sekarang. Kaum tersebut bernama Hilbatar, yang didirikan oleh sekelompok orang yang berasal dari kaum sebelumnya yang bernama Artamia. Sebelum tinggal di Swarnula (penamaan tanah Sumatera waktu itu), dulunya mereka tinggal di sekitar Semarang sekarang, di kerajaan Druwakati. Akibat perang besar yang menghancurkan kerajaan Druwakati, mereka tersebar ke berbagai negeri. Salah satunya adalah mereka yang akhirnya tinggal di Swarnula, atau lebih tepatnya di sekitar wilayah Jambi-Palembang sekarang. Lambat laun di tempat baru itu mereka mendirikan kaum dan kerajaan yang baru yang bernama Hilbatar.

Continue reading “Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara”

Lagu Dolanan Anak-Anak: Pesan dan Prediksi Kehidupan Bangsa

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan kali ini mari kita membahas tentang lagu dolanan anak-anak yang ada sejak ratusan tahun lalu. Meskipun hanya sebuah lagu permainan, ternyata di dalamnya menyimpan berbagai pesan dan nasihat yang adi luhung. Dan sebagai sebuah bangsa yang besar, kita patut untuk bisa meresapi dan mengambil hikmahnya. Tujuannya tentu untuk kebaikan dan kemuliaan bersama.

Ya. Dulu ada satu tembang yang berjudul “Dayoh (tamu)” yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk anak-anak di tanah Jawa. Lagu tersebut biasanya di nyanyikan oleh mereka saat bulan suci Ramadhan tiba dan sering diiringi oleh sebuah permainan. Apa yang terkandung di dalamnya sekilas memang tampak sepele, namun sebenarnya merupakan pesan yang sangat mendalam dan prediksi yang akurat untuk perjalanan hidup sebuah negara. Karena itulah, dengan segala kebijaksanaannya, Kanjeng Sunan Kalijaga berniat untuk bisa mendidik anak manusia sejak di usia dini. Caranya ya tentu dengan mengikuti dunia mereka, yaitu dengan cara bermain sambil bernyanyi.

Continue reading “Lagu Dolanan Anak-Anak: Pesan dan Prediksi Kehidupan Bangsa”

Syir’anukh Lel Khalifah

Ya halukh. Loh nakh himatar nu’amul syid amur hiyah sikalis mijaz girazakh. Dar iyahi lahu masyente wigali ursahi Bhumi lamihakir dwarukh. Auin sal anakh sun anamun hisarli Swarna Jawi re imarah biseldaru micbiyyah. Nu’ariyah wajihal gwarte marakesh qusri Nusanta-Ra zima liyah ur harumba rekhla hertakh. Leh mewar tekare his demtarul orbucah rakhlo zar’ika illahura syirakhta urbakh. Mirndamu yer’urak mantrali bercumta lawighra sudari remuwah lesere orwalin tarunta keraharikh. 

Muta’at ni seleta rewuni seya bejarhi srimal qir irabinah. Hisalur smaril wraku et erbuna tarihalakh umsa ralukhi. Sya’ilaku uthala ni vashunakh tal Auro, Meuro, Seiro, Hairo, Deuro, Teuro, Vauro, Qiuro sa Nauro. Serulamu ya’anli usmo Nurrataya sa Ainur weral tur harumsik vaitmah. Esbah helaka liyamul isyha lamukh zinkura talbi rakuh syurijal elbantu. Qutroda sunarih nur’amun nel beyahra Hyang Aruta malhi jalkita rukh sal erzurakh. Hedamta zamikatur miyadawil hirakta sedambil turatan wirakhi. Zirsamu ur’ainu rukh siraq wirtafatu barti henukh. Continue reading “Syir’anukh Lel Khalifah”

Kumaria: Kaum Akhir Zaman Swarganta-Ra

azab-3Wahai saudaraku. Janganlah pernah sesekali dirimu menyepelekan sesuatu yang pasti kebenarannya; hukum Tuhan. Jangan pernah mengkerdilkan Dzat Tuhan, karena  Dia adalah Yang Maha Besar dan Berkuasa. Janganlah mengabaikan satu saja dari perintah-Nya, sebab semuanya itu hanya untuk kebaikan dirimu sendiri. Dan teruslah menjadi hamba-Nya yang beriman dengan selalu taat mengikuti setiap perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, niscaya kebaikan dan kebahagiaan akan terus menyertaimu. Sementara kemuliaan adalah karunia-Nya untukmu.

Janganlah bersikap seperti kaum Kumaria yang tak pandai bersyukur. Lantaran diberi anugerah hidup yang makmur dan kecerdasan yang tinggi, mereka lalu kufur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Mereka telah menjadi pribadi yang senang menyimpang dalam urusan seksual seperti melakukan perbuatan zina, homo, lesbi dan incest. Selain itu, mereka juga senang melakukan perbuatan korupsi, curang dalam bisnis dan tidak lagi meyakini akan adanya pembalasan di akherat nanti. Bahkan tidak sedikit dari mereka itu yang sebenarnya telah mengabaikan Tuhan Yang Maha Esa, kalaupun ada itu hanya sebatas topeng. Sebenarnya mereka justru menuhankan banyak hal, termasuk harta dan teknologi yang telah mereka buat sendiri. Bahkan ada yang sudah tidak lagi bertuhan, alias ateis.

Continue reading “Kumaria: Kaum Akhir Zaman Swarganta-Ra”

Pemuda Yang Terpilih

sang pemudaWahai saudaraku. Sebagai peringatan bagimu, dalam tulisan kali ini akan diberikan sedikit kabar tentang masa depan. Suatu kondisi yang akan dirasakan oleh banyak orang, baik di alam nyata (muka bumi) maupun di alam gaib (dimensi lainnya). Percaya atau tidak, itu semua kembali pada dirimu sendiri. Tidak ada paksaan disini, karena tugasku hanya menyampaikan dan memberikan peringatan saja.

Continue reading “Pemuda Yang Terpilih”