Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara

Wahai saudaraku. Pada periode zaman ke enam manusia (Nusanta-Ra), maka sebelum masa kehidupan Nabi Musa AS, hiduplah kaum yang dulunya tinggal di sekitar Jambi-Palembang sekarang. Kaum tersebut bernama Hilbatar, yang didirikan oleh sekelompok orang yang berasal dari kaum sebelumnya yang bernama Artamia. Sebelum tinggal di Swarnula (penamaan tanah Sumatera waktu itu), dulunya mereka tinggal di sekitar Semarang sekarang, di kerajaan Druwakati. Akibat perang besar yang menghancurkan kerajaan Druwakati, mereka tersebar ke berbagai negeri. Salah satunya adalah mereka yang akhirnya tinggal di Swarnula, atau lebih tepatnya di sekitar wilayah Jambi-Palembang sekarang. Lambat laun di tempat baru itu mereka mendirikan kaum dan kerajaan yang baru yang bernama Hilbatar.

Lanjutkan membaca “Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara”

Lagu Dolanan Anak-Anak: Pesan dan Prediksi Kehidupan Bangsa

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan kali ini mari kita membahas tentang lagu dolanan anak-anak yang ada sejak ratusan tahun lalu. Meskipun hanya sebuah lagu permainan, ternyata di dalamnya menyimpan berbagai pesan dan nasihat yang adi luhung. Dan sebagai sebuah bangsa yang besar, kita patut untuk bisa meresapi dan mengambil hikmahnya. Tujuannya tentu untuk kebaikan dan kemuliaan bersama.

Ya. Dulu ada satu tembang yang berjudul “Dayoh (tamu)” yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk anak-anak di tanah Jawa. Lagu tersebut biasanya di nyanyikan oleh mereka saat bulan suci Ramadhan tiba dan sering diiringi oleh sebuah permainan. Apa yang terkandung di dalamnya sekilas memang tampak sepele, namun sebenarnya merupakan pesan yang sangat mendalam dan prediksi yang akurat untuk perjalanan hidup sebuah negara. Karena itulah, dengan segala kebijaksanaannya, Kanjeng Sunan Kalijaga berniat untuk bisa mendidik anak manusia sejak di usia dini. Caranya ya tentu dengan mengikuti dunia mereka, yaitu dengan cara bermain sambil bernyanyi.

Lanjutkan membaca “Lagu Dolanan Anak-Anak: Pesan dan Prediksi Kehidupan Bangsa”

Syir’anukh Lel Khalifah

Ya halukh. Loh nakh himatar nu’amul syid amur hiyah sikalis mijaz girazakh. Dar iyahi lahu masyente wigali ursahi Bhumi lamihakir dwarukh. Auin sal anakh sun anamun hisarli Swarna Jawi re imarah biseldaru micbiyyah. Nu’ariyah wajihal gwarte marakesh qusri Nusanta-Ra zima liyah ur harumba rekhla hertakh. Leh mewar tekare his demtarul orbucah rakhlo zar’ika illahura syirakhta urbakh. Mirndamu yer’urak mantrali bercumta lawighra sudari remuwah lesere orwalin tarunta keraharikh. 

Muta’at ni seleta rewuni seya bejarhi srimal qir irabinah. Hisalur smaril wraku et erbuna tarihalakh umsa ralukhi. Sya’ilaku uthala ni vashunakh tal Auro, Meuro, Seiro, Hairo, Deuro, Teuro, Vauro, Qiuro sa Nauro. Serulamu ya’anli usmo Nurrataya sa Ainur weral tur harumsik vaitmah. Esbah helaka liyamul isyha lamukh zinkura talbi rakuh syurijal elbantu. Qutroda sunarih nur’amun nel beyahra Hyang Aruta malhi jalkita rukh sal erzurakh. Hedamta zamikatur miyadawil hirakta sedambil turatan wirakhi. Zirsamu ur’ainu rukh siraq wirtafatu barti henukh. Lanjutkan membaca “Syir’anukh Lel Khalifah”

Kumaria: Kaum Akhir Zaman Swarganta-Ra

azab-3Wahai saudaraku. Janganlah pernah sesekali dirimu menyepelekan sesuatu yang pasti kebenarannya; hukum Tuhan. Jangan pernah mengkerdilkan Dzat Tuhan, karena  Dia adalah Yang Maha Besar dan Berkuasa. Janganlah mengabaikan satu saja dari perintah-Nya, sebab semuanya itu hanya untuk kebaikan dirimu sendiri. Dan teruslah menjadi hamba-Nya yang beriman dengan selalu taat mengikuti setiap perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, niscaya kebaikan dan kebahagiaan akan terus menyertaimu. Sementara kemuliaan adalah karunia-Nya untukmu.

Janganlah bersikap seperti kaum Kumaria yang tak pandai bersyukur. Lantaran diberi anugerah hidup yang makmur dan kecerdasan yang tinggi, mereka lalu kufur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Mereka telah menjadi pribadi yang senang menyimpang dalam urusan seksual seperti melakukan perbuatan zina, homo, lesbi dan incest. Selain itu, mereka juga senang melakukan perbuatan korupsi, curang dalam bisnis dan tidak lagi meyakini akan adanya pembalasan di akherat nanti. Bahkan tidak sedikit dari mereka itu yang sebenarnya telah mengabaikan Tuhan Yang Maha Esa, kalaupun ada itu hanya sebatas topeng. Sebenarnya mereka justru menuhankan banyak hal, termasuk harta dan teknologi yang telah mereka buat sendiri. Bahkan ada yang sudah tidak lagi bertuhan, alias ateis.

Lanjutkan membaca “Kumaria: Kaum Akhir Zaman Swarganta-Ra”

Pemuda Yang Terpilih

sang pemudaWahai saudaraku. Sebagai peringatan bagimu, dalam tulisan kali ini akan diberikan sedikit kabar tentang masa depan. Suatu kondisi yang akan dirasakan oleh banyak orang, baik di alam nyata (muka bumi) maupun di alam gaib (dimensi lainnya). Percaya atau tidak, itu semua kembali pada dirimu sendiri. Tidak ada paksaan disini, karena tugasku hanya menyampaikan dan memberikan peringatan saja.

Lanjutkan membaca “Pemuda Yang Terpilih”

Avatar Dalam Berbagai Agama (Hindu, Buddha, Zoroaster, Nasrani, Islam)

AvatarWahai saudaraku. Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan. Sebuah keadaan yang memang kita tidak bisa tahu pastinya, tapi atas izin-Nya kita mampu memperkirakannya meskipun sedikit. Dan karena judul tulisan ini terkait dengan sang Avatar (penegak keadilan dunia), maka tentunya berhubungan pula dengan sosok pemuda yang selama ini – dari zaman ke zaman – telah dinanti-nantikan kehadirannya.

Lanjutkan membaca “Avatar Dalam Berbagai Agama (Hindu, Buddha, Zoroaster, Nasrani, Islam)”

Sang Avatar Nusantara

avatarSudah saatnya para spiritualis di bumi Nusantara ini mulai bersatu kembali dalam satu misi dan visi kehidupan. Segala pertikaian remeh temeh tentang materialisme-spiritualistik harus diselesaikan sekarang juga. Tugas yang sangat penting tengah menanti, bukan sekedar tugas prophetic, tetapi tugas yang benar-benar menyangkut keberlangsungan eksistensi seluruh spesies di tanah bekas Atlantis, di bumi yang indah ini. Tugas ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu dua orang Nabi atau Resi atau Buddha seperti pada masa lalu, tetapi oleh seluruh “manusia biasa” Nusantara. Semua orang harus terlibat di dalam tugas yang sangat penting ini, demi kehidupan bahagia yang menjadi tujuan.

Lanjutkan membaca “Sang Avatar Nusantara”