Negeri Hur ‘Anura: Tersembunyi dan Terpilih

Terdapatlah sebuah negeri yang didalamnya hidup beragam jenis makhluk. Mereka berasal dari berbagai zaman yang terlalui dalam kehidupan dunia ini. Disana semuanya menjalani hidup sesuai dengan hukum dari Hyang Aruta (Tuhan YME) secara murni. Mereka selalu patuh dan memiliki kesadaran diri yang tinggi kepada-Nya. Tak ada yang pernah lalai atau membangkang, karena mereka adalah sosok yang terbaik dari kaumnya.

Sungguh, beruntunglah bagi siapa saja yang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung kesana dan menikmati suasana yang tidak biasa. Betapa tidak, karena apa yang ada disana sungguh jauh berbeda dengan yang umum kita lihat di muka Bumi ini sekarang (alam nyatanya). Ada begitu banyak hal yang bahkan tak ada disini, di seluruh belahan Bumi. Sehingga tak ada yang lebih baik di dunia ini selain bisa tinggal disana.

Continue reading “Negeri Hur ‘Anura: Tersembunyi dan Terpilih”

Iklan

Kitab Negarakertagama: Naskah Asli dan Terjemahannya

Wahai saudaraku. Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan kitab yang bernama Negarakertagama. Satu kitab yang mashur yang telah diakui oleh UNESCO sebagai memori dunia pada tahun 2008 silam. Mengapa begitu? Sebab kitab ini merupakan peninggalan yang sangat berharga dari kerajaan Majapahit dan telah terbukti kesahihannya.

Namun demikian, tentu tidak semua dari kita yang pernah membaca secara lengkap/detil isi dari kitab tersebut. Dan memang informasi lengkap tentang isi dari kitab ini tidak mudah untuk ditemukan, bahkan di perpustakaan umum sekalipun. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang sejarah dan isi dari kitab agung tersebut. Tujuannya tentu untuk kembali menyadarkan diri kita tentang arti dari sejarah dan hebatnya para leluhur kita dulu.

Continue reading “Kitab Negarakertagama: Naskah Asli dan Terjemahannya”

Langkah Kesedihan

Wahai kekasihku. Setiap aktifitas dalam keseharian kita adalah bentuk nyata dari tindakan. Tanpa kerja, hidup seseorang tidak akan bertahan lama. Karena selama itu pula ia pun tidak bisa menghidupi raganya secara normal dan sesuai kodrat-Nya. Padahal tak seorangpun yang bisa melepaskan diri dari tindakan atau hukum kehidupan.

Semua yang di lakukan adalah tindakan, bahkan berpikir pun juga satu bentuk tindakan. Untuk itu, tindakan tidak bisa dielakkan meskipun telah berusaha melakukannya. Sebab, selama manusia hidup dan bernyawa itu juga merupakan sebuah tindakan.

Continue reading “Langkah Kesedihan”

Zalya: Sang Kesatria Utama

Wahai saudaraku. Pada masa dahulu, di akhir periode zaman ke enam (Nusanta-Ra) atau tepatnya di sekitar 25.000-35.000 tahun silam kisah ini pun terjadi. Satu peristiwa yang besar yang menunjukkan tingginya ego dan keserakahan manusia. Bagaimana tidak, sebab setelah peradaban mereka semakin maju dan penuh dengan kemakmuran, banyaklah dari mereka itu yang justru merasa tidak puas dan kufur nikmat. Para penguasa bahkan saling bersaing dengan berbagai cara demi menunjukkan siapa yang terbaik di antara mereka. Mereka tak peduli lagi dengan kebaikan budi dan larut dalam kesenangan duniawi. Dengan begitu, mereka bahkan merasa bisa menjadi yang terhormat dan paling mulia.

Continue reading “Zalya: Sang Kesatria Utama”

Tapa Brata Leluhurku

Wahai saudaraku. Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah tapa brata. Kegiatan ini dulu banyak di lakukan oleh para leluhur kita, di berbagai strata sosial. Tujuannya bisa saja bermacam-macam, sesuai dengan niat yang bersangkutan. Hanya saja kemudian hakekat dari tapa brata itu sendiri telah bergeser atau sering disalahartikan. Baik oleh mereka yang tak memahami atau bahkan anti terhadap kegiatan ini, juga oleh para pelaku tapa brata itu sendiri.

Mungkin banyak yang merasa hal ini tidak penting, terlebih kita sekarang hidup di masa kecanggihan teknologi. Tapi perlu diketahui, bahwa tapa brata itu tidak kuno dan tidak pula berarti memundurkan peradaban. Pada masa lalu justru tapa brata ini berhasil meningkatkan peradaban manusia ke jenjang yang tertinggi. Manusia yang rutin ber-tapa brata – secara benar – terbukti memiliki wawasan yang luas dan berilmu tinggi. Sebab makna tapa brata itu sendiri jauh lebih esensi dan mendalam bagi kehidupan manusia. Tidak memandang ras, bangsa dan keyakinan yang dianut. Karena tapa brata yang sejati itu bersifat universal dan berlaku bagi siapapun dengan tujuan kebaikan dan kemuliaan.

Continue reading “Tapa Brata Leluhurku”

Pusaka Jayahida dan Perang Akhir Zaman

Wahai saudaraku. Kisah ini terjadi setelah masa kehidupan Nabi Musa AS tapi sebelum masa kehidupan dari Nabi Sulaiman AS. Adapun peristiwanya berlangsung di suatu wilayah yang sekarang dikenal sebagai Nusantara. Dan karena hal ini bukanlah sesuatu yang biasa, maka dampak dan pengaruhnya sampai menyebar ke seluruh Bumi. Ribuan tahun silam, peristiwa ini sangat dikenal oleh bangsa-bangsa yang ada. Namun seiring berjalannya waktu yang begitu lama (puluhan ribu tahun), kisahnya pun hilang dan jauh dari ingatan. Terkubur bersama dengan keagungan peristiwanya sendiri.

Tidak kurang dari 60.000 tahun lalu kisah ini pun dimulai. Semua diawali dengan adanya sebait kalimat syair yang diabadikan dalam ingatan dan tutur cerita para leluhur. Sejak 5.000 tahun sebelumnya, terdapatlah satu nubuwat yang mengatakan akan bangkit satu kejayaan besar di tanah Malayanura (penamaan Nusantara kala itu) pada saat dunia dalam kondisi yang kacau balau. Dari seorang pemuda yang terpilih, maka hal itu bisa terwujud. Semua orang akan bahagia, karena ada kesatria utama yang memimpin mereka. Sang kesatria adalah sosok yang hebat, dari keturunan utama, dan ia adalah pilihan Tuhan serta pewaris benda pusaka yang agung. Dia akan menata dunia dengan hukum Tuhan yang sejati.

Continue reading “Pusaka Jayahida dan Perang Akhir Zaman”

Kaum Aryadinah dan Kekaisaran Nurasanggara

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan ini, kami mengajak Anda sekalian untuk kembali mengulik sejarah masa lalu. Masa dimana manusia sudah hidup dalam keteraturan dan peradaban yang tinggi. Dan kaum yang akan kita bahas kali ini bernama Aryadinah. Atas prakarsa dari seorang pemuda, kaum ini lalu mendirikan sebuah kekaisaran yang bernama Nurasanggara. Kerajaan besar itu berpusat di Milanura, sebuah kota yang dulu pernah ada di sekitar antara Serang-Banten, Ujungkulon dan Sukabumi sekarang.

Ya. Kaum ini hidup pada masa akhir periode zaman ke enam (Nusanta-Ra), tepatnya di sekitar antara 150.000 – 160.000 tahun silam. Kaum yang terpandang ini pernah dipimpin oleh Syam Aire, pendiri kekaisaran dan seorang raja yang termahsyur. Sementara sosok yang menjadi cikal bakal berdirinya kekaisaran ini bernama Syam Hiyadala. Setelah berjuang cukup lama, akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan bernama Sanggara yang berlokasi di sebuah kawasan di antara Bengkulu dan Lampung sekarang. Di masa keturunannya, secara perlahan tapi pasti, peradaban yang dimiliki oleh kaum ini beranjak maju dan terpandang. Sampai pada akhirnya mereka bisa mendirikan kekaisaran Nurasanggara yang berpusat di antara Serang-Banten, Ujungkulon dan Sukabumi sekarang. Sejak saat itu, negeri mereka bahkan menjadi pusat peradaban dunia.

Continue reading “Kaum Aryadinah dan Kekaisaran Nurasanggara”