Buku_ku

Tata Kehidupan Leluhur: Cara Menuju Kejayaan Nusantara

Posted on Updated on

ajaran-leluhur-nusantaraWahai saudaraku. Dalam menjalani kehidupan ini, tentu harus ada aturan yang ditata sedemikian rupa, teratur dan dipatuhi dengan sepenuh hati. Tanpa hal itu, niscaya kehidupan di muka Bumi ini akan timpang dan kacau. Karena itulah para leluhur kita, khususnya yang tinggal di Jawa bagian barat, telah menata dan mengajarkan prinsip utama hidup sebagai tata perilaku manusia. Jika diikuti dan diterapkan oleh setiap pribadi, niscaya kemakmuran dan kesejahteraan hidup akan terwujud. Kehidupan di bumi Nusantara ini akan terasa di Syurga.

Baca entri selengkapnya »

Mahidara: Kesatria Penguasa Cincin Humaril

Posted on Updated on

kesatriaKisah ini terjadi pada masa pertengahan periode zaman ke-5 (Dwipanta-Ra), atau sekitar 150 juta tahun silam. Pada masa itu, seluruh wilayah Nusantara masih menyatu dalam satu daratan yang sangat luas. Belum ada lautan dan selat, yang ada saat itu hanya samudera luas yang kini disebut dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik saja. Wilayah Nusantara saat itu hanya di apit oleh kedua samudera itu saja.

Secara umum, hampir semua daratan di Bumi saat itu sudah dihuni oleh manusia. Mereka juga sudah membentuk wilayah kerajaannya masing-masing dengan ciri khas, ras dan budayanya sendiri. Meskipun tak sepadat penduduk dunia pada masa sekarang, jumlah manusia pada saat itu sudah sangat banyak dan beragam. Jika di total seluruhnya, maka tak kurang dari 2,5 milyar orang di seluruh dunia. Semuanya masih bisa hidup rukun dan damai, tapi terkadang memang harus ada perang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca entri selengkapnya »

Haldir: Pusaka Sakti Penyebab Malapetaka

Posted on Updated on

black-crystalWahai saudaraku. Ada banyak kisah yang hilang dari catatan sejarah dan terlupakan dalam ingatan manusia. Meskipun itu sangat penting dalam kehidupan ini, bahkan untuk masa depan yang akan datang, tetap saja ia terkubur jauh dalam misteri. Butuh waktu ribuan tahun untuk kembali diketahui dan itu semua hanya atas izin dan kehendak-Nya.

Ya. Pada kesempatan kali ini akan ku ceritakan sebuah kisah masa lalu. Satu peristiwa yang terjadi ketika Nusantara masih dalam satu daratan dan gunung-gunung raksasa masih menjulang tinggi menembus awan. Saat itu masih di periode zaman ketiga manusia yang disebut Dirganta-Ra. Dan jauh sebelum itu, tidak kurang dari satu milyar tahun lamanya, ada satu kaum yang berhasil menciptakan pusaka sakti. Terdiri dari dua serangkai yang berbentuk bola kristal warna-warni (hitam dan putih). Atas petunjuk langit, kedua pusaka itu lalu disebut Haldir atau yang berarti kuat dan memandang jauh.

Baca entri selengkapnya »

Ilmu Sastra Cetha: Warisan Rahasia Nabi Adam AS

Posted on Updated on

ilmu-kunoWahai saudaraku. Ada banyak ilmu tingkat tinggi yang sayangnya sudah hampir tak diketahui oleh banyak orang sekarang. Dan di antara ilmu yang hampir punah itu adalah ilmu yang disebut dengan nama Sastra Cetha. Dari sudut pandang bahasa, kata “shastra/sastra” itu berarti pengetahuan, sementara kata “cetha” berarti jelas atau terang benderang. Sehingga Sastra Cetha bisa diartikan sebuah ilmu pengetahuan yang jelas atau terang benderang.

Namun bila dilihat dari sudut pandang sifatnya, maka ilmu Sastra Cetha ini merupakan ilmu tingkat tinggi yang tak tersurat (samar, goib) secara langsung. Sastra Cetha sendiri adalah sebuah informasi tak terbatas yang sudah atau belum digambarkan oleh alam semesta secara jelas, begitu samarnya sehingga sampai tidak dapat terlihat bila kita menggunakan daya penangkapan yang terlalu rendah. Oleh sebab itu, yang mendapatkan kejelasan disini sebenarya adalah orang yang telah menguasai ilmu purba ini dan setelah ia bisa mengetahui apa yang tersembunyi dibalik yang nyata.

Baca entri selengkapnya »

Kirasadatu: Asal Usul Kesatria Akhir Zaman

Posted on Updated on

knigh-battleWahai saudaraku. Semua yang lahir dan hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari hukum sebab-akibat. Pikiran, ucapan dan tindakan kita merupakan benih tanaman yang akan dipanen jika sudah waktunya. Sehingga tak ada dharma (keutamaan) yang lebih besar selain kebenaran. Dan Dia Yang Maha Esa itu adalah kebenaran yang mutlak yang ada dimana-mana. Janganlah menghina Diri-Nya dalam dirimu dengan menyimpang dari kebenaran.

Ya. Perang antara kebaikan dan kejahatan selalu terjadi sejak dahulu kala. Demikian pula yang terjadi dengan peperangan antara kebaikan dan kejahatan di dalam diri manusia. Karena itu, menjaga keseimbangan hidup dan membuang ego harus terus di lakukan agar kesadaran tetap terjaga.

Baca entri selengkapnya »

Meditasi Jiwa Buwana

Posted on Updated on

meditation-universeWahai saudaraku. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kini begitu banyak manusia yang telah lupa diri, lupa akan kesejatian dirinya sendiri. Dan alasan mengapa banyak yang lupa, itu karena lebih banyak yang tertarik pada semua keindahan di sekeliling dunia materi ini. Meskipun semua itu hanyalah ilusi, tetapi mereka sangatlah mempesona dan begitu indah. Tapi apakah hal itu adalah segalanya? Apakah itu semua adalah puncaknya? Karena dapatkan kita bayangkan betapa lebih indah dan lebih mempesonanya dunia yang nyata.

Ya. Semua yang ada didepan mata, yang kita lihat dan rasakan di dunia ini adalah tiruan dan bersifat sementara (fana). Dunia ini hanyalah tiruan dan refleksi akan keberadaan dunia yang nyata. Seperti cermin, maka bayangan pada cermin itu adalah refleksi dari diri kita sendiri. Meskipun bukanlah yang sebenarnya, tetap saja ia tampak rupawan. Namun kita jangan pernah terjebak hanya pada keindahan cermin yang palsu itu. Karena itu hanya akan membuat hidup dalam kecelakaan.

Baca entri selengkapnya »

Panca Karya: Cara Hidup Yang Damai

Posted on Updated on

damai-3Wahai kekasihku. Aku membayangkan bila manusia di muka Bumi ini bisa hidup seperti dulu lagi. Karena dengan segala karunia dan anugerah Tuhan pada hidupnya, manusia itu tentunya bisa hidup dalam keharmonisan universal (mikro dan makrokosmos). Keharmonisan itulah yang sangat dibutuhkan semua makhluk di alam jagat raya, terlebih di akhir zaman ini.

Ya. Untuk mewujudkan itu semua, maka tiada pilihan bagi setiap pribadi kecuali terlebih dulu membebaskan dirinya sendiri dari segala keterikatan. Ia harus mampu memerdekakan hati dan jiwanya sendiri dari segala kemunafikan. Karena itu, apa yang ia lakukan haruslah berdasarkan pada kesadaran diri, bukan atas dasar doktrin semata, apalagi hanya sebatas kata orang lain saja. Caranya dengan melakukan berbagai laku spiritual, seperti Panca Karya berikut ini:

Baca entri selengkapnya »