Buku_ku

Mulsyar : Dunia Para Naye, Sinu dan Vali

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sudah lama sekali rasanya ingin menyampaikan hal-hal yang tidak biasa. Mengapa begitu? Karena apa yang kami ceritakan disini tidak lagi berlangsung di Bumi ini, bahkan tidak juga di Alam Semesta kita. Dan tak bisa dipungkiri bahwasannya ada banyak Dimensi dan Alam Semesta lainnya selain tempat keberadaan kita ini. Semuanya merupakan satu ketetapan dari setiap kehendak-Nya. Tak ada yang bisa menolaknya, meskipun ada saja yang tetap berusaha menafikannya.

Karena itu, sebelum engkau membaca lebih jauh isi dari tulisan ini, bukalah dulu cakrawala hati dan pikiranmu seluas mungkin. Lepaskan ikatan yang membelenggu selama ini (doktrin, dogma) agar mampu menerima apa saja yang disampaikan kali ini. Persiapkan dirimu dengan banyak wawasan yang tidak biasa (anti mainstream). Jika tidak, maka sebaiknya jangan dilanjutkan membacanya. Itu tidak baik untukmu, karena engkau nanti hanya akan mencela dan menolaknya.

Baca entri selengkapnya »

Menuju Keikhlasan (1)

Posted on

Sesungguhnya tidaklah sampai seseorang itu bila ia tidak pernah mengetahui tentang cara dalam menjalani keikhlasan. Terlebih tentang jalan keikhlasannya, maka siapapun harus tahu terlebih dulu apa dan bagaimana keadaan jalannya. Barulah setelah itu ia akan bisa melintasi jalan-jalan keikhlasan hingga bisa menuju pada keikhlasan dalam arti yang sebenarnya.

Banyak yang ingin menuju keikhlasan dalam hidupnya, tetapi sayang ia lupa bahwa dirinya harus mengetahui dulu tentang bagaimana caranya untuk bisa menjalani keikhlasan itu. Ibarat ingin membangun sebuah rumah yang megah, maka perlu dirancang sesuai dengan kaidah yang benar dalam bidang arsitektur dan pertukangannya. Karena tujuan tidak akan pernah tercapai bila cara dan jalannya tidak diketahui. Begitulah kodrat yang telah ditetapkan oleh Sang Penguasa Jagat di dalam setiap bentuk kehidupan dunia ini.

Baca entri selengkapnya »

Kebebasan Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Siapakah yang hidup di dunia ini yang tak menginginkan kebebasan? Siapa yang tidak suka dengan hal itu? Tentulah semuanya mau, hanya saja masalahnya apakah seseorang itu sudah benar-benar merasakan kebebasan dalam hidupnya. Atau justru sebenarnya ia tak pernah merasakan kebebasan meskipun tidak hidup dalam masa penjajahan. Dan sesungguhnya kebebasan itu tidak hanya sekedar pemberian dari Sang Pencipta, tetapi lebih kepada pencapaian yang harus diraih oleh setiap pribadi dalam hidupnya.

Baca entri selengkapnya »

Transcendence

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam kehidupan ini terdapat banyak hal-hal yang unik dan menakjubkan. Sebagian bisa dilihat, didengar, dan dirasakan langsung oleh manusia, sebagiannya lagi tidak karena butuh cara yang khusus. Dan seseorang itu perlu meningkatkan level pemahaman dan kemampuan dirinya dulu agar apa saja yang sulit dijangkau tersebut dapat juga ia ketahui secara nyata. Sebab akan mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan yang tak terkira.

Baca entri selengkapnya »

Kematian Yang Dilupakan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Mengapa orang-orang sering lupa bahwa ia akan mati pada akhirnya? Mengapa ia bahkan tak peduli, padahal kematiannya itu hanya masalah waktu. Ibarat seorang terpidana mati, maka hari-hari yang dilalui cuma sebatas membawanya untuk semakin dekat dengan masa eksekusi. Dan sesungguhnya umur dari sekalian makhluk itu teramat singkat, bahkan sebagiannya hanya dihabiskan dalam tidur, sakit, berbagai masalah, dan masa tua. Tak ada yang istimewa.

Baca entri selengkapnya »

Kekuatan Spiritual Manusia (1)

Posted on

Wahai saudaraku. Manusia diciptakan dalam kesempurnaan lahir dan batinnya. Selain dibekali dengan kekuatan akal-pikiran, maka ia juga dibekali dengan kekuatan spiritual. Keduanya memiliki kadar yang sama, bahkan jika seseorang mampu membangkitkan energi spiritual yang ada di dalam dirinya, maka kekuatannya pun semakin besar melebihi kekuatan akal-pikirannya. Dan ini sangat baik baginya.

Baca entri selengkapnya »

Kesucian Diri (1)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Mereka yang sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, tentunya tidak akan rakus dengan harta, jabatan, popularitas, dan kesenangan, apalagi perbuatan yang sia-sia, yang jahat dan menyimpang dari kebenaran. Ia memang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi semua itu hanyalah sebatas kendaraan saja, bukan tujuan utamanya. Dan saat mengamalkan kebaikan dalam hidupnya, seorang yang telah sadar diri itu selalu berpikir bahwa kematian akan datang esok hari, hingga kemalasannya pun menghilang.

Baca entri selengkapnya »