Pusaka Jayahida dan Perang Akhir Zaman

Wahai saudaraku. Kisah ini terjadi setelah masa kehidupan Nabi Musa AS tapi sebelum masa kehidupan dari Nabi Sulaiman AS. Adapun peristiwanya berlangsung di suatu wilayah yang sekarang dikenal sebagai Nusantara. Dan karena hal ini bukanlah sesuatu yang biasa, maka dampak dan pengaruhnya sampai menyebar ke seluruh Bumi. Ribuan tahun silam, peristiwa ini sangat dikenal oleh bangsa-bangsa yang ada. Namun seiring berjalannya waktu yang begitu lama (puluhan ribu tahun), kisahnya pun hilang dan jauh dari ingatan. Terkubur bersama dengan keagungan peristiwanya sendiri.

Tidak kurang dari 60.000 tahun lalu kisah ini pun dimulai. Semua diawali dengan adanya sebait kalimat syair yang diabadikan dalam ingatan dan tutur cerita para leluhur. Sejak 5.000 tahun sebelumnya, terdapatlah satu nubuwat yang mengatakan akan bangkit satu kejayaan besar di tanah Malayanura (penamaan Nusantara kala itu) pada saat dunia dalam kondisi yang kacau balau. Dari seorang pemuda yang terpilih, maka hal itu bisa terwujud. Semua orang akan bahagia, karena ada kesatria utama yang memimpin mereka. Sang kesatria adalah sosok yang hebat, dari keturunan utama, dan ia adalah pilihan Tuhan serta pewaris benda pusaka yang agung. Dia akan menata dunia dengan hukum Tuhan yang sejati.

Continue reading “Pusaka Jayahida dan Perang Akhir Zaman”

Kaum Aryadinah dan Kekaisaran Nurasanggara

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan ini, kami mengajak Anda sekalian untuk kembali mengulik sejarah masa lalu. Masa dimana manusia sudah hidup dalam keteraturan dan peradaban yang tinggi. Dan kaum yang akan kita bahas kali ini bernama Aryadinah. Atas prakarsa dari seorang pemuda, kaum ini lalu mendirikan sebuah kekaisaran yang bernama Nurasanggara. Kerajaan besar itu berpusat di Milanura, sebuah kota yang dulu pernah ada di sekitar antara Serang-Banten, Ujungkulon dan Sukabumi sekarang.

Ya. Kaum ini hidup pada masa akhir periode zaman ke enam (Nusanta-Ra), tepatnya di sekitar antara 150.000 – 160.000 tahun silam. Kaum yang terpandang ini pernah dipimpin oleh Syam Aire, pendiri kekaisaran dan seorang raja yang termahsyur. Sementara sosok yang menjadi cikal bakal berdirinya kekaisaran ini bernama Syam Hiyadala. Setelah berjuang cukup lama, akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan bernama Sanggara yang berlokasi di sebuah kawasan di antara Bengkulu dan Lampung sekarang. Di masa keturunannya, secara perlahan tapi pasti, peradaban yang dimiliki oleh kaum ini beranjak maju dan terpandang. Sampai pada akhirnya mereka bisa mendirikan kekaisaran Nurasanggara yang berpusat di antara Serang-Banten, Ujungkulon dan Sukabumi sekarang. Sejak saat itu, negeri mereka bahkan menjadi pusat peradaban dunia.

Continue reading “Kaum Aryadinah dan Kekaisaran Nurasanggara”

Kerajaan Aryawina: Kejayaan dan Kehancuran Leluhurku

Wahai saudaraku. Pada pertengahan periode zaman keenam (Nusanta-Ra), atau sekitar ±425.000 tahun silam berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Aryawina. Kerajaan ini terbilang sangat besar dan memiliki wilayah yang sangat luas karena meliputi daerah mulai dari negara Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kepulauan Andaman, Vietnam, Kambodia, Laos, Malaysia, Selat Malaka, Laut Karimata, Laut Jawa, sebagian dari Laut China Selatan, pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa sekarang. Dan pada masa itu, bisa dikatakan bahwa kerajaan Aryawina ini adalah sebuah kekaisaran yang besar.

Kehidupan di kerajaan Aryawina ini penuh dengan kemakmuran dan keamanan. Siapapun yang hidup didalamnya akan merasakan kebahagiaan lantaran semua kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi. Selain dengan bangsa-bangsa yang ada di Mallayara (penamaan Nusantara di masa itu), mereka juga telah berinteraksi dengan bangsa-bangsa dari belahan Bumi lainnya, seperti mereka yang hidup di daratan Syanin (China), Widrah (India), Hirab (Timur Tengah) dan Masri (Afrika bagian utara).

Continue reading “Kerajaan Aryawina: Kejayaan dan Kehancuran Leluhurku”

Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara

Wahai saudaraku. Pada periode zaman ke enam manusia (Nusanta-Ra), maka sebelum masa kehidupan Nabi Musa AS, hiduplah kaum yang dulunya tinggal di sekitar Jambi-Palembang sekarang. Kaum tersebut bernama Hilbatar, yang didirikan oleh sekelompok orang yang berasal dari kaum sebelumnya yang bernama Artamia. Sebelum tinggal di Swarnula (penamaan tanah Sumatera waktu itu), dulunya mereka tinggal di sekitar Semarang sekarang, di kerajaan Druwakati. Akibat perang besar yang menghancurkan kerajaan Druwakati, mereka tersebar ke berbagai negeri. Salah satunya adalah mereka yang akhirnya tinggal di Swarnula, atau lebih tepatnya di sekitar wilayah Jambi-Palembang sekarang. Lambat laun di tempat baru itu mereka mendirikan kaum dan kerajaan yang baru yang bernama Hilbatar.

Continue reading “Kaum Hilbatar: Perang Dunia dan Kejayaan Nusantara”

Kaum Artamia: Bangkit dan Hancurnya Leluhurku

Wahai saudaraku. Pada masa-masa awal periode zaman ke-6 (Nusanta-Ra), atau sekitar ±800.000 tahun silam, hiduplah sekelompok masyarakat yang tinggal di sekitar Jawa Timur sekarang. Mereka ini di antara manusia yang selamat dari bencana dahsyat pada saat transisi zaman sebelumnya. Atas bimbingan seorang Nabi yang bernama Awila AS, mereka pun kembali membangun peradaban yang maju.

Dalam sejarahnya, mereka ini berasal dari kaum yang sebelumnya tinggal di sekitar pulau Sulawesi bagian barat sekarang. Nama kaum tersebut adalah Karimala dan sudah hidup disana selama 1 juta tahun lebih. Namun menjelang masa transisi zaman ke-5 (Dwipanta-Ra) menuju ke zaman ke-6 (Nusanta-Ra), mereka lalu mendapatkan informasi bahwa zaman akan segera berganti baru. Yang memberi kabar saat itu adalah seorang Maharesi yang bernama Ranatasya. Melalui begawan itu pula kaum Karimala ini mendapatkan petunjuk tentang apa yang harus mereka lakukan sebagai persiapan untuk menghadapi bencana dahsyat itu. Karena mau dengan sadar diri mengikuti setiap petunjuk dari Maharesi Ranatasya, akhirnya mereka bisa selamat pada saat pemurnian total sedang terjadi di muka Bumi. Selanjutnya, di kemudian hari mereka mengganti nama kaumnya menjadi Artamia. Semua hanya atas petunjuk Tuhan melalui seorang utusan-Nya yang bernama Awila AS.

Continue reading “Kaum Artamia: Bangkit dan Hancurnya Leluhurku”

Jalan Keikhlasan

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Continue reading “Jalan Keikhlasan”

Jenis Elemen, Makhluk dan Dimensi Kehidupan

Wahai saudaraku. Kali ini saya akan sedikit menjelaskan secara umum tentang sesuatu yang tak umum dan semoga bisa menjawab apa yang terbilang khusus. Dan pengetahuan ini bersifat universal, berlaku bagi siapapun. Khususnya bagi mereka yang mau belajar dan ingin terus menambah wawasannya. Sebab ilmu itu sifatnya tak terbatas. Selalu ada yang baru atau yang lain disaat kita mau terus mencarinya.

Ya. Perlu dipahami dulu bahwa ada begitu banyak jenis ciptaan Tuhan di dunia ini, semuanya beragam dan unik. Yang diketahui secara umum kini hanyalah secuilnya saja. Sebab, alam semesta seperti tempat tinggal kita sekarang ini tidak hanya ada satu. Langit “tingkat pertama” itu sangatlah luas ukurannya dan secara umum baru diketahui sebagian kecilnya saja. Dibawah kolong langit itu ada banyak alam semesta, setidaknya ada 6 buah alam semesta lain yang setara dengan tempat tinggal kita, bahkan lebih. Di setiap alam semesta itu tentu ada banyak galaksi, planet dan makhluk lain yang hidup di dalamnya. Mereka juga harus menjalani takdir Tuhan seperti halnya kita. Tetap harus memilih antara patuh atau membangkang perintah Tuhan. Tapi semua pribadi juga telah diberikan hak pilih dan kebebasan untuk itu, samalah dengan kita manusia. Dan nanti pun tinggal menanggung konsekuensi dari setiap pilihan yang telah ia ambil, sama pula dengan kita.

Continue reading “Jenis Elemen, Makhluk dan Dimensi Kehidupan”