Hukum Keseimbangan Dunia

Wahai saudaraku. Sekali lagi kami mengajak untuk kembali merenungi bahwa Alam senantiasa menempatkan hukum kebebasan bagi Manusia pada posisi yang pertama tapi bukanlah yang utama. Karena bagaimana pun itu, keseimbangan dan keharmonisan hidup menjadi hal yang terpenting. Dan jika tiba waktunya, Alam Semesta justru akan membantu tujuan moral Manusia agar bisa terpenuhi dengan jalan bencana dan atau perang besar. Terlebih saat Manusia telah semakin lupa akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Khalifah di Bumi, maka disinilah akan ada proses seleksi yang ketat dan menjurus pada satu tujuan, yaitu memilih siapa saja yang layak hidup di zaman yang baru. Dengan begitu, maka kehidupan dunia akan normal kembali dan berlangsung secara damai.

Lanjutkan membaca “Hukum Keseimbangan Dunia”

Iklan

Kota Syamhana : Benteng Pertahanan Terakhir Bumi

Wahai saudaraku. Pada kesempatan kali ini izinkanlah kami menyampaikan satu lagi kisah masa lalu yang luar biasa. Ada hikmah yang bisa diambil bagi kita yang hidup di akhir zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra). Karena hakekat dari masa lalu itu adalah guru yang memberikan pelajaran yang sangat berharga. Dan kehidupan Manusia di muka Bumi ini akan senantiasa silih berganti, ada kebangkitan dan ada pula kehancurannya. Bahkan yang pernah terjadi di masa lalu bisa saja akan terjadi kembali di masa kini.

Sebab, kehidupan dunia ini tidaklah linear, melainkan circle. Akan terus berulang hingga pada akhirnya berhenti lantaran Hari Kiamat pun datang. Semuanya akan berakhir pada masa itu, dan siapapun akan melanjutkan kehidupannya yang abadi di akherat. Disanalah semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atas segala yang pernah ia lakukan di dunia ini. Yang patuh akan mendapatkan kebahagiaan, sementara yang membangkang akan menerima siksaan yang sangat perih. Demikianlah ketetapan yang telah Hyang Aruta (Tuhan YME) atur bagi semua makhluk. Tak ada yang mampu menghindarinya, karena takkan ada pula yang bisa melawan kehendak-Nya.

Lanjutkan membaca “Kota Syamhana : Benteng Pertahanan Terakhir Bumi”

Keseimbangan Perilaku

Wahai saudaraku. Dalam kehidupan yang sejati itu ada yang disebut dengan lahiriah dan batiniah. Keduanya merupakan laku hidup yang tak terpisahkan, bagaikan napas dan kehidupan dari seorang makhluk. Sehingga jika ditunaikan dengan benar, maka yang di dapatkan adalah kebahagiaan dan keselamatan. Sebaliknya, jika salah melakoni atau tidak memahaminya, maka hanya akan menyebabkan kerugian.

Karena itu berhati-hatilah dengan berbagai perangkap kehidupan ini. Di antaranya seperti tubuh (jasadiah), akal pikiran, dan hasrat keinginanmu. Ketiganya itu akan terus merasakan hal-hal yang bersifat rendah (materi, syahwat, keduniawian), bahkan amat terikat dan sangat cinta kepadanya. Tak ada cara untuk lepas darinya, kecuali dengan tetap menggunakan hati nurani yang bersih. Dan jika ini terus saja di lakukan dengan tekun, maka dirimu bisa mencapai kesempurnaan hidup.

Lanjutkan membaca “Keseimbangan Perilaku”

Safaru : Para Pengawas Bumi

Wahai saudaraku. Ada banyak hal yang telah di lupakan dari masa lalu Manusia. Bahkan ada banyak peristiwa yang sebenarnya fakta tapi kini hanya dianggap sebatas dongeng dan mitos belaka. Karena itulah, sekali lagi kami mengajakmu untuk kembali mengulik kisah peradaban dunia. Dan sebagaimana tulisan sebelumnya, kali ini masih tentang apa yang pernah terjadi di kawasan Nusantara dan sekitarnya. Memang ada banyak kisah di tempat lainnya, tapi dalam hal ini kami sengaja memberikan yang khusus di sekitar tempat tinggal kita sekarang.

Dan pada dasarnya ada begitu banyak kisah dan fakta sejarah Manusia yang pernah tinggal di kawasan Nusantara dan sekitarnya ini. Ada banyak keunikan dan fenomena yang luar biasa mengagumkan. Namun harus diakui bahwa semua itu telah sirna dalam catatan sejarah formal, atau bahkan ingatan Manusia kini.  Padahal di setiap periode zamannya selalu ada yang memukau dan tentunya bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Sehingga tak ada ruginya bila kita masih tetap mau menggali atau pun mengetahui ceritanya.

Lanjutkan membaca “Safaru : Para Pengawas Bumi”

Assariya : Penguasa Agung Malapiyas

Wahai saudaraku. Pada kesempatan ini sekali lagi kami mengajakmu untuk kembali mengulik kisah masa lalu Manusia, khususnya yang hidup di kawasan Nusantara. Ada banyak peristiwa besar dan menakjubkan yang bisa kita ambil hikmahnya. Karena pada dasarnya kehidupan dunia ini selalu berulang dari zaman ke zaman. Apa yang terjadi di masa kini, sebenarnya pernah terjadi di masa lalu.

Lanjutkan membaca “Assariya : Penguasa Agung Malapiyas”

Derajat Orang Jawa

Wahai saudaraku. Untuk kesekian kalinya mari kita mengulik sejarah warisan leluhur yang paripurna. Adalah kebanggaan tersendiri untuk bisa mengetahuinya, apalagi bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab apa yang akan dicapai nanti merupakan puncak dari peradaban Manusia yang sebenarnya. Kejayaan tentu akan diraih, asalkan bangsa ini mau kembali sadar akan jati dirinya sendiri.

Nah untuk mempersingkat waktu, mari ikuti uraian berikut ini:

Lanjutkan membaca “Derajat Orang Jawa”

Kota Syinastra : Kehidupan Syurga di Bumi

Wahai saudaraku. Pada dasarnya pusat peradaban dunia itu selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu bangsa ke bangsa lainnya. Tak ada yang selalu menetap di satu tempat, atau hanya dipegang oleh satu bangsa/ras saja. Karena itulah tak usah heran bila dikatakan bahwa dulu bangsa Nusantara pernah berulang kali memimpin dunia. Hanya saja kita pun tak perlu ngotot dengan mengatakan bahwa bangsa yang tinggal di Nusantara ini ya selalu seperti kita (ciri fisiknya). Karena sebenarnya sering berganti-ganti di setiap zaman yang berbeda. Ras kita ini (Mongoloid) hanyalah salah satunya saja.

Dan karena memang sudah waktunya, maka sesuai protap yang ada, disini kami akan menjabarkan lagi tentang sejarah masa lalu di Nusantara. Tentang sebuah kerajaan besar yang sangat berjaya dan pernah memimpin dunia dari Tenggara-Selatan. Peradabannya sangat tinggi, sehingga patut untuk dijadikan contoh teladan dalam kehidupan ini.

Lanjutkan membaca “Kota Syinastra : Kehidupan Syurga di Bumi”