Buku_ku

Rumah Dengan 5 Pintu Keindahan

Posted on Updated on

home-2Pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang sedang ber-tahanuts (nyepi) di tengah hutan. Namanya adalah Ruhilas, dan bukan yang pertama kalinya ia menyendiri dari keramaian manusia. Selain ber-tahanuts, ia juga sering ber-uzlah. Tujuannya saat itu adalah untuk menemukan pencerahan batin. Karena hanya dengan begitu, ia pun bisa merasakan arti hidup yang sebenarnya. Dan untuk yang kali ini, maka sudah terhitung 3 tahun lebih Ruhilas menyendiri. Kebiasaan itu ia lakukan di sela-sela urusan duniawinya. Pada setiap selang satu tahun sekali, Ruhilas akan kembali menyendiri, menjauh dari kesibukan duniawi.

Suatu ketika, Ruhilas pun sedang berjalan-jalan di hutan yang ada di lereng gunung Arhima. Setelah cukup lama berjalan, ia pun beristirahat dibawah sebuah pohon yang rindang yang ada di sebidang tanah yang cukup datar. Saat asyik beristirahat, secara tak sengaja Ruhilas melihat ada semacam pintu besar tepat di arah depannya. Makin lama pintu itu terlihat jelas, bahkan lengkap dengan bangunan rumah sederhana yang tak berpenghuni. Karena rasa penasaran, Ruhilas pun mendekati bangunan itu. Saat mendekat, tiba-tiba pintu kayu rumah itu pun terbuka. Tanpa menunggu lagi, sang pemuda pun memasukinya dengan terlebih dulu mengucapkan salam.

Baca entri selengkapnya »

Dinasti Arhilatara: Kebangkitan Kaum Mahusta

Posted on Updated on

animasiWahai Saudaraku. Pada masa pertengahan periode zaman ke-5 (Dwipanta-Ra) atau sekitar ±95.000.000 tahun yang lalu, hiduplah sebuah kaum yang bernama Mahusta. Dulu mereka tinggal di sebelah barat daya pulau Sumatera (kini berada di Samudera Hindia), tepat di sekitar pesisir lautan saat itu. Dulu wilayah itu masih berupa daratan yang sangat luas dan menyatu dengan pulau Jawa dan Sumatera sekarang. Bahkan semua wilayah Nusantara saat itu masih menyatu dengan daratan Asia, dan apa yang kita sebut sekarang dengan Laut China selatan masih belum ada, sebab disana masih terhampar luas hutan dan lembah. Di seputaran wilayah itu, hidup pula beberapa kaum atau kerajaan dengan saling berdampingan. Tetapi karena mendapat azab dari Tuhan, sebagian wilayah tersebut akhirnya tenggelam dan sekarang menjadi lautan yang luas.

Baca entri selengkapnya »

Tata Kehidupan Leluhur: Cara Menuju Kejayaan Nusantara

Posted on Updated on

ajaran-leluhur-nusantaraWahai saudaraku. Dalam menjalani kehidupan ini, tentu harus ada aturan yang ditata sedemikian rupa, teratur dan dipatuhi dengan sepenuh hati. Tanpa hal itu, niscaya kehidupan di muka Bumi ini akan timpang dan kacau. Karena itulah para leluhur kita, khususnya yang tinggal di Jawa bagian barat, telah menata dan mengajarkan prinsip utama hidup sebagai tata perilaku manusia. Jika diikuti dan diterapkan oleh setiap pribadi, niscaya kemakmuran dan kesejahteraan hidup akan terwujud. Kehidupan di bumi Nusantara ini akan terasa di Syurga.

Baca entri selengkapnya »

Mahidara: Kesatria Penguasa Cincin Humaril

Posted on Updated on

kesatriaKisah ini terjadi pada masa pertengahan periode zaman ke-5 (Dwipanta-Ra), atau sekitar 150 juta tahun silam. Pada masa itu, seluruh wilayah Nusantara masih menyatu dalam satu daratan yang sangat luas. Belum ada lautan dan selat, yang ada saat itu hanya samudera luas yang kini disebut dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik saja. Wilayah Nusantara saat itu hanya di apit oleh kedua samudera itu saja.

Secara umum, hampir semua daratan di Bumi saat itu sudah dihuni oleh manusia. Mereka juga sudah membentuk wilayah kerajaannya masing-masing dengan ciri khas, ras dan budayanya sendiri. Meskipun tak sepadat penduduk dunia pada masa sekarang, jumlah manusia pada saat itu sudah sangat banyak dan beragam. Jika di total seluruhnya, maka tak kurang dari 2,5 milyar orang di seluruh dunia. Semuanya masih bisa hidup rukun dan damai, tapi terkadang memang harus ada perang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca entri selengkapnya »

Haldir: Pusaka Sakti Penyebab Malapetaka

Posted on Updated on

black-crystalWahai saudaraku. Ada banyak kisah yang hilang dari catatan sejarah dan terlupakan dalam ingatan manusia. Meskipun itu sangat penting dalam kehidupan ini, bahkan untuk masa depan yang akan datang, tetap saja ia terkubur jauh dalam misteri. Butuh waktu ribuan tahun untuk kembali diketahui dan itu semua hanya atas izin dan kehendak-Nya.

Ya. Pada kesempatan kali ini akan ku ceritakan sebuah kisah masa lalu. Satu peristiwa yang terjadi ketika Nusantara masih dalam satu daratan dan gunung-gunung raksasa masih menjulang tinggi menembus awan. Saat itu masih di periode zaman ketiga manusia yang disebut Dirganta-Ra. Dan jauh sebelum itu, tidak kurang dari satu milyar tahun lamanya, ada satu kaum yang berhasil menciptakan pusaka sakti. Terdiri dari dua serangkai yang berbentuk bola kristal warna-warni (hitam dan putih). Atas petunjuk langit, kedua pusaka itu lalu disebut Haldir atau yang berarti kuat dan memandang jauh.

Baca entri selengkapnya »

Ilmu Sastra Cetha: Warisan Rahasia Nabi Adam AS

Posted on Updated on

ilmu-kunoWahai saudaraku. Ada banyak ilmu tingkat tinggi yang sayangnya sudah hampir tak diketahui oleh banyak orang sekarang. Dan di antara ilmu yang hampir punah itu adalah ilmu yang disebut dengan nama Sastra Cetha. Dari sudut pandang bahasa, kata “shastra/sastra” itu berarti pengetahuan, sementara kata “cetha” berarti jelas atau terang benderang. Sehingga Sastra Cetha bisa diartikan sebuah ilmu pengetahuan yang jelas atau terang benderang.

Namun bila dilihat dari sudut pandang sifatnya, maka ilmu Sastra Cetha ini merupakan ilmu tingkat tinggi yang tak tersurat (samar, goib) secara langsung. Sastra Cetha sendiri adalah sebuah informasi tak terbatas yang sudah atau belum digambarkan oleh alam semesta secara jelas, begitu samarnya sehingga sampai tidak dapat terlihat bila kita menggunakan daya penangkapan yang terlalu rendah. Oleh sebab itu, yang mendapatkan kejelasan disini sebenarya adalah orang yang telah menguasai ilmu purba ini dan setelah ia bisa mengetahui apa yang tersembunyi dibalik yang nyata.

Baca entri selengkapnya »

Kirasadatu: Asal Usul Kesatria Akhir Zaman

Posted on Updated on

knigh-battleWahai saudaraku. Semua yang lahir dan hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari hukum sebab-akibat. Pikiran, ucapan dan tindakan kita merupakan benih tanaman yang akan dipanen jika sudah waktunya. Sehingga tak ada dharma (keutamaan) yang lebih besar selain kebenaran. Dan Dia Yang Maha Esa itu adalah kebenaran yang mutlak yang ada dimana-mana. Janganlah menghina Diri-Nya dalam dirimu dengan menyimpang dari kebenaran.

Ya. Perang antara kebaikan dan kejahatan selalu terjadi sejak dahulu kala. Demikian pula yang terjadi dengan peperangan antara kebaikan dan kejahatan di dalam diri manusia. Karena itu, menjaga keseimbangan hidup dan membuang ego harus terus di lakukan agar kesadaran tetap terjaga.

Baca entri selengkapnya »