Candi Prambanan: Kisah Cinta Yang Terlupakan

Wahai saudaraku. Tanpa mengurangi rasa hormatku kepada para ahli sejarah dan arkeolog, sudah waktunya ku sampaikan kisah tentang berdirinya Candi Prambanan. Memang bangunan candi yang megah ini sudah tidak asing lagi bagi rakyat Nusantara, khususnya orang Jawa. Karena siapa yang tidak tahu tentang kisah pembangunan seribu candi hanya dalam semalam itu? Dan meskipun telah terkubur selama berabad-abad, akhirnya bisa ditemukan kembali pada sekitar tahun 1733 oleh CA. Lons, seorang yang berkebangsaan Belanda.

Lanjutkan membaca “Candi Prambanan: Kisah Cinta Yang Terlupakan”

Bangkit dari Penjajahan

Wahai saudaraku. Mari sejenak kita renungkan tentang apa yang sudah kita lihat, dengar dan rasakan di sekitar kita sekarang, di negeri ini? Jujur dari hatimu, sebenarnya saat ini kau sedang tersenyum manis atau justru miris? Dan apakah salah jika aku mengatakan bahwa saat ini, di negeri kita ini, yang kalah itu bukan lagi sekelompok orang atau sebuah keyakinan, tetapi bangsa Nusantara itu sendiri?

Lihatlah, bahwa kekuatan jahat telah merusak dan merampok kekayaan alam Nusantara. Kegelapan itu pun sudah menjajah pola pikir dan tingkah laku dari generasi bangsa ini (tua-muda, pria-wanita, kaya-miskin, pejabat-bawahan, agamawan-awam, pintar-bodoh, dll). Dan tidak sampai disitu saja, karena sebagian dari warga bangsa kita sendiri menjadi antek (abdi, pesuruh, budak) dari kepentingan asing dan agen-agen konspirasi dunia yang melibatkan kekuatan transnasional. Akibatnya, sudah puluhan tahun ini kekejaman – bahkan pembantaian – telah di lakukan oleh sekelompok orang di negeri ini terhadap WNI lainnya, yang tak kalah kejamnya bila dibandingkan dengan kekejaman kolonialisme yang pernah di lakukan oleh bangsa asing (Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang) dulu.

Lanjutkan membaca “Bangkit dari Penjajahan”

Rumah Dengan 5 Pintu Keindahan

home-2Pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang sedang ber-tahanuts (nyepi) di tengah hutan. Namanya adalah Ruhilas, dan bukan yang pertama kalinya ia menyendiri dari keramaian manusia. Selain ber-tahanuts, ia juga sering ber-uzlah (mengasingkan diri). Tujuannya saat itu adalah untuk menemukan pencerahan batin. Karena hanya dengan begitu, ia pun bisa merasakan arti hidup yang sebenarnya. Dan untuk yang kali ini, maka sudah terhitung 3 tahun lebih Ruhilas menyendiri. Kebiasaan itu ia lakukan di sela-sela urusan duniawinya. Pada setiap selang satu tahun sekali, Ruhilas akan kembali menyendiri, menjauh dari kesibukan duniawi.

Suatu ketika, Ruhilas pun sedang berjalan-jalan di hutan yang ada di lereng gunung Arhima. Setelah cukup lama berjalan, ia pun beristirahat dibawah sebuah pohon yang rindang yang ada di sebidang tanah yang cukup datar. Saat asyik beristirahat, secara tak sengaja Ruhilas melihat ada semacam pintu besar tepat di arah depannya. Makin lama pintu itu terlihat jelas, bahkan lengkap dengan bangunan rumah sederhana yang tak berpenghuni. Karena rasa penasaran, Ruhilas pun mendekati bangunan itu. Saat mendekat, tiba-tiba pintu kayu rumah itu pun terbuka. Tanpa menunggu lagi, sang pemuda pun memasukinya dengan terlebih dulu mengucapkan salam.

Lanjutkan membaca “Rumah Dengan 5 Pintu Keindahan”

Kaum Jalawaya: Umat Terbaik Nabi Idris AS

city-fantasy-1Wahai saudaraku. Ku beri tahu tentang satu hal yang penting. Dimana fakta kehidupan yang tak diketahui lagi tentang Nabi Idris AS adalah bahwa kelahiran beliau itu terjadi setelah beberapa generasi dari Nabi Syis AS namun sebelum generasi Nabi Khidir AS. Tentang periode zamannya, ketiga Nabi tersebut hidup dalam periode yang sama, yaitu di zaman pertama umat manusia (Purwa Duksina-Ra). Nabi Idris AS sendiri adalah generasi keturunan yang ke-9 dari Ayahanda Adam AS. Garis silsilahnya tersambung sampai kepada Ayahanda Adam AS melalui diri Nabi Syis AS. Dan sebagaimana generasi sebelumnya, mulai dari generasi ketiga keturunan Ayahanda Adam AS dan Ibunda Hawa AS, maka di setiap generasi ganjil mereka itu (3,5,7,9,11) selalu ada lima bersaudara yang diangkat menjadi Nabi lalu diutus kepada satu kaum atau mendirikan kaum yang baru di tempat lain. Semuanya berangkat dari kota dimana Ayahanda Adam AS tinggal (Bakkah/Makkah), dan mereka menyebar ke segala penjuru Bumi untuk menyampaikan risalah Tuhan.

Lanjutkan membaca “Kaum Jalawaya: Umat Terbaik Nabi Idris AS”

Ratu Shima: Penguasa Kalingga Yang Tersohor di Nusantara

a-ratuWahai saudaraku. Mari kita kembali mengulik sejarah masa lalu di Nusantara. Kali ini mengenai seorang Ratu yang pernah memimpin sebuah kerajaan yang ada di Jawa Tengah pada sekitar abad ke-7 Masehi. Kerajaan tersebut bernama Kalingga. Sebuah kerajaan yang letak pusat kerajaannya berada di suatu tempat antara kabupaten Pekalongan dan Jepara sekarang.

Kerajaan Kalingga ini telah ada sejak sekitar abad ke-6 Masehi dan tentang keberadaannya bisa diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Karena memang, catatan sejarah formal mengenai keberadaan kerajaan Kalingga ini didapatkan dari dua sumber utama, yaitu dari kronik sejarah Tiongkok, serta catatan sejarah manuskrip lokal, di tambah dengan tradisi lisan setempat yang menyebutkan kisah dari seorang ratu legendaris yang bernama Ratu Shima.

Lanjutkan membaca “Ratu Shima: Penguasa Kalingga Yang Tersohor di Nusantara”

Madisyali Khulafayah

images-11Ya halu. Namang ka haritung kisana bagila muna hiyal wrada sam’an artani. Managh ursasi cancuri gilsya jihwan hiyad tantruwah. Munang sahi ratigha ula usja Bhumi talsina baitta. Gishala kangtha virwal munahti hang dhina lahku urawaruwi pulya. Mnuwa sulan hidar ni Swarna li Jawi li Makiram nurtiya burtansi kalsuri. Rahtim qur caru burtala hiya Nusanta-Ra haidam ultata irtam. Omsya mohrasa hambira di Hyang Aruta lokan zirhati zingkala mudyana. Arwin syalifa din kalsuh winanta bishali maksyara oramu hargi jaluni hagiyanu.

Lanjutkan membaca “Madisyali Khulafayah”

Dinasti Arhilatara: Kebangkitan Kaum Mahusta

animasiWahai Saudaraku. Pada masa pertengahan periode zaman ke-5 (Dwipanta-Ra) atau sekitar ±95.000.000 tahun yang lalu, hiduplah sebuah kaum yang bernama Mahusta. Dulu mereka tinggal di sebelah barat daya pulau Sumatera (kini berada di Samudera Hindia), tepat di sekitar pesisir lautan saat itu. Dulu wilayah itu masih berupa daratan yang sangat luas dan menyatu dengan pulau Jawa dan Sumatera sekarang. Bahkan semua wilayah Nusantara saat itu masih menyatu dengan daratan Asia, dan apa yang kita sebut sekarang dengan Laut China selatan masih belum ada, sebab disana masih terhampar luas hutan dan lembah. Di seputaran wilayah itu, hidup pula beberapa kaum atau kerajaan dengan saling berdampingan. Tetapi karena mendapat azab dari Tuhan, sebagian wilayah tersebut akhirnya tenggelam dan sekarang menjadi lautan yang luas.

Lanjutkan membaca “Dinasti Arhilatara: Kebangkitan Kaum Mahusta”