Ilmu Dasendria: Cara Mencapai Swargaloka

Posted on Updated on

pendekarWahai saudaraku. Selama milyaran tahun ini, ada banyak ilmu tingkat tinggi dalam sejarah kehidupan manusia. Semua ilmu itu tentunya berasal dari Sang Guru Yang Maha Mengetahui; Tuhan YME, lalu diturunkan kepada seorang hamba-Nya untuk diajarkan kepada manusia. Orang-orang pilihan itu bisa dari kalangan Nabi, Wali, Dewa, Resi, atau Buddha. Dari merekalah semua ilmu pengetahuan itu menyebar dan berkembang hingga saat ini.

Lalu dari sekian banyak ilmu tingkat tinggi itu, maka termasuklah apa yang disebut dengan ilmu Dasendria. Selain tingkatnya tinggi, ilmu ini juga sangat jarang dikuasai. Semua itu terjadi karena tidak mudah untuk menguasainya, dan hanya orang-orang yang terbaik dan berjiwa kesatria saja yang bisa memilikinya. Banyak latihan yang harus dijalani dan banyak pula tirakat hidup yang harus di lakukan. Tidak ada jalan yang mudah dalam hal ini. Dan bila seseorang sampai bisa menguasainya, maka ia akan punya kesempatan besar untuk tinggal di Swargaloka (Surga).

Nah, untuk mempersingkat waktu, mari ikuti uraian tentang cara menguasai ilmu Dasendria ini. Yaitu:

Sebelum kita membahas tentang ilmu Dasendria, kita harus memahami terlebih dulu apa itu Swargaloka. Kata Swargaloka itu berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Svar/Swar (cahaya), Ga (gam atau pergi) dan Loka (tempat). Bila disimpulkan, maka Swargaloka itu berarti perjalanan menuju tempat yang bercahaya. Dan bisa dibilang juga bahwa Swargaloka itu adalah dunia ketiga yang penuh dengan sinar cahaya dan kebahagiaan, yang menjadi tempat tinggal bagi orang-orang suci.

Untuk bisa sampai di alam ini, maka seseorang harus melakukan pembersihan diri dengan ber-Karana Sarira (Suskma Sarira yang sudah terurai bersih). Karana Sarira; Manomaya Kosha adalah lapisan diri kita yang tersusun dari pikiran, perasaan dan tindakan. Pikiran haruslah bersih, sikap mestilah penuh welas asih, dan kebaikan harus selalu dalam keadaan tanpa pamrih. Karena itu, untuk bisa mencapai Swargaloka, siapapun harus terlebih dulu membersihkan diri, caranya dengan melakukan Suksma Sarira; yaitu membersihkan keinginan, hawa nafsu, dan emosi yang negatif.

bocah-samadhi

Selain itu, seseorang juga harus melakukan Triantah Karana, yaitu mengendalikan Buddhi (hati, naluri), Manah (akal pikiran) dan Ahamkara (rasa keakuan diri). Dengan bisa melakukan minimal beberapa hal di atas (Karana Sarira, Suksma Sarira, Triantah Karana), seseorang akan bisa menguasai ilmu yang sangat hebat, yaitu Dasendria.

Mengapa bisa begitu? Sebab dengan ber-Karana Sarira, Suksma Sarira dan Triantah Karana, seseorang baru akan bisa mengendalikan Panca Buddhindria dan Panca Karmendria-nya. Keduanya itu adalah syarat utama dalam meraih pencerahan. Adapun di antaranya sebagai berikut:

1. Panca Bunddhindria
Dalam hal ini adalah mengendalikan kelima indera perasa, yaitu: Caksundria (rangsang penglihatan; indera pada mata), Srotendria (rangsang pendengar; indera pada telinga), Ghranendria (rangsang penciuman; indera pada hidung), Jihwandria (rangsang pengecap, indera pada lidah) dan Twakindra (rangsang peraba; indera pada kulit).

2. Panca Karmendria
Dalam hal ini adalah mengendalikan kelima indera penggerak, yaitu: Garbendria (pengerak pada mulut), Panindra (penggerak pada tangan), Padendria (penggerak pada kaki), Payundria (penggerak pada organ pelepasan) dan Upasthendria (penggerak pada alat kelamin).

Jika disatukan, kedua bagian itulah yang disebut dengan Dasendria, atau 10 indera pada diri manusia. Yang ketika seseorang mampu mengendalikannya, maka itu berarti ia sudah menguasai ilmu tingkat tinggi yang bernama Dasendria. Dengan menguasai ilmu ini, artinya terbukalah jalan lurus menuju pencerahan hidup. Dampaknya adalah bahwa seseorang akan mampu membawa kebaikan dalam hidup pribadinya dan juga orang-orang disekitarnya. Kedamaian akan tercipta, keadilan akan terpenuhi dan kesejahteraan akan menemami peradaban. Inilah hal yang terpenting dalam kehidupan dunia ini. Dan saat orang yang menguasai ilmu Dasendria ini meninggalkan kehidupan duniawi ini, ia akan menempuh jalan menuju ke Swargaloka. Tempat tinggal bagi para hamba Tuhan yang terbaik dan penuh cinta.

Kini apakah Anda ingin menguasainya? Silahkan berusaha.

*****

Dalam tulisan ini saya memang sengaja tidak menguraikan tentang ilmu Dasendria yang bersifat ajian kadigdyan. Atau satu ilmu yang bisa membuat orang yang telah menguasainya mampu menirukan setiap jurus dan kesaktian orang lain. Itu karena ilmu ajian Dasendria bukanlah ilmu sembarangan dan tidak bisa seenaknya disampaikan. Harus dari seseorang kepada seorang yang lainnya secara langsung (tatap muka) dan rahasia. Selain itu, dimasa sekarang ini khususnya, ilmu ajian semacam itu hampir tidak mungkin dikuasai oleh seseorang karena beratnya latihan yang harus dilalui. Ia pun harus menyepi di tempat sepi (hutan, gunung) selama waktu yang lama untuk berlatih keras dan bertahap. Satu hal yang hampir tidak mungkin di lakukan oleh orang yang hidup di zaman sekarang. Untuk itu, hal yang lebih penting di tengah keadaan dunia yang sudah kian morat-marit saat ini adalah ilmu yang bisa mengasah kemuliaan dirinya. Dengan ilmu itu siapapun akan menjalani hidup secara baik dan penuh manfaat.

Maka dari itu, saya pun tetap menyampaikan ilmu Dasendria tapi dalam bentuk yang lain, yang tentu akan berguna bagi yang mau mengamalkannya. Tidak terbatas untuk satu atau dua golongan saja, tetapi ini bersifat universal. Terlebih memang apa yang diuraikan dalam ilmu Dasendria di atas juga merupakan hal-hal yang wajib dipenuhi seseorang untuk bisa menguasai ajian Dasendria. Untuk itulah ajian Dasendria ini juga sering disebut ajian kadigdayan yang bisa menguasai 10 indera. Dengan penguasaan diri pada 10 indera itu, ditambah dengan beberapa mantra dan latihan khusus, seseorang akan mampu menirukan setiap jurus dan kesaktian orang lain. Sehingga bisa dikatakan pula bahwa uraian tentang ilmu Dasendria di atas juga merupakan bagian yang harus dikuasai oleh siapa pun yang ingin menguasai ajian Dasendria. Memang tidak mudah, karena itulah ajian Dasendria ini termasuk dalam ilmu tingkat tertinggi.

Akhirnya, dengan telah diuraikannya ilmu Dasendria di atas, maka diharapkan bisa mengantarkan seseorang pada kehidupan yang lebih baik. Terlebih jika ajian Dasendria pun bisa dikuasainya, maka sempurnalah hidup seseorang. Ia pun akan punya kesempatan untuk selamat saat transisi zaman ini terjadi – karena nanti akan terjadi perang dahsyat yang sangat mengandalkan ajian dan kesaktian. Dan di zaman yang baru nanti, ia bisa hidup dalam kemuliaan dan kebahagiaan.

Salam Rahayu.

Jambi, 20 September 2016
Harunata-Ra

9 thoughts on “Ilmu Dasendria: Cara Mencapai Swargaloka

    kuropriest97 said:
    September 20, 2016 pukul 8:49 am

    Bisakah ilmu ini dipelajari tanpa meditasi terlebih dahulu ? Karena saya pernah mendengar ada beberapa ilmu yang tidak perlu bermeditasi terlebih dahulu, mks.

      oedi responded:
      September 21, 2016 pukul 12:25 am

      Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya, moga ttp bermanfaat..🙂
      Salah satu tujuan dari meditasi adalah meningkatkan daya kemampuan dan ketajaman indera seseorang. Karena itu, meditasi menjadi dasar dari mempelajari semua ilmu kebatinan. Nah, ajian Dasendria terkait langsung dengan kemampuan dalam mengendalikan dan meningkatkan kemampuan 10 indera. Karena itu setahu saya sih Ajian Dasendria ini tidak bisa dipelajari apalagi dikuasai dengan tidak bermeditasi.. Memang ada ilmu ajian yang tidak perlu meditasi dulu, salah satu contohnya adalah Aji Gineng yang diwariskan oleh Naga Raja kepada prabu Angling Darma. Salah satu kelebihan dari ajian ini adalah bisa membuat orang yg memilikinya mampu memahami semua bahasa hewan. Ilmu ini cukup diturunkan dari seseorang kepada seorang yg lain dengan cukup menyentuh tubuh atau saling duduk berhadapan dalam meditasi untuk menyalurkan ilmunya. Tapi syaratnya jika ajian ini diturunkan, maka yang menurunkannya harus meninggalkan dunia ini (moksa), begitupun seterusnya. Dan tentunya disini seorang yang akan menerima ilmu ini sudah punya bekal keilmuan yang cukup, meditasi atau bahkan bertapa brata tentu sudah biasa ia lakukan. Tanpa hal itu ia tidak akan siap menerima ilmu Aji Gineng tersebut.

        kuropriest97 said:
        September 21, 2016 pukul 9:32 am

        Ok, mks atas penjelasannya🙂

    wowo said:
    September 20, 2016 pukul 2:41 pm

    Wah keren

    wowo said:
    September 20, 2016 pukul 2:49 pm

    Swargaloka banyak taman,air mancur yg airnya bisa diminum,butiran batu pemata beraneka warna,harum,tidak panas maupun dingin,bisa terbang kemana saja,bangunannya megah,lantainya seperti air,ga ada matahari,tenang,lembut dan damai….

      oedi responded:
      September 21, 2016 pukul 12:31 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya mas, semoga bermanfaat..🙂
      Hmm.. apa yang sampeyan sebutkan itu hanya sebagian dari kondisi Swargaloka. Ada banyak hal lain yang diluar akal dan imajinasi kita. Ada banyak hal yang tidak lagi bisa dibandingkan atau diserupakan dg yg ada di dunia ini… Kalau ada, itu bukan Swargaloka namanya, wong gak ada bedanya dengan duniawi. Kalau masih bisa dibandingkan, lantas apa istimewanya Swargaloka? Buat apa susah-susah untuk datang kesana?

    Meditasi Jiwa Buwana « Perjalanan Cinta said:
    September 22, 2016 pukul 9:06 am

    […] spiritual, meditasi atau semedhi atau tafakur itu merupakan jalan untuk mempertajam kemampuan Dasendria kita. Dengan semakin tajamnya 10 indera yang dimiliki itu, maka akan terbuka pula jalan menuju […]

    kangmasjuqi said:
    Oktober 25, 2016 pukul 9:01 am

    salam kenal kang Oedi,

    maturnuwun tulisannya🙂

    pertama kali dengar aji dasendria dari serial angling dharma yg tayang jaman dulu.. memang sebanding yaa sebuah pencapaian tinggi seperti itu harus dibayar dengan kerja keras dan pengorbanan yg tdk sedikit, gabisa instant atau hanya dgn mahar sekian juta rupiah lalu semuanya didapat, tetapi si pelaku harus mau berkorban menjalani lelaku-lelaku guna mendidik jiwa dan raganya dlm perjalanan menggapai pencapaian tersebut

      oedi responded:
      Oktober 30, 2016 pukul 8:09 am

      Iya mas sama2lah.. nuwun juga karena sudah mau berkunjung, semoga bermanfaat..🙂
      Hehe.. seneng juga toh nonton drama kolosal itu, saya pun suka… dulu hampir gak pernah ketinggalan di setiap episodenya…🙂
      Iya mas, setiap pencapaian itu harus sesuai dengan usaha dan pengorbanannya.. Tapi kini itu yang semakin dilupakan oleh orang-orang, hampir semuanya ingin dapat secara instan, padahal mana bisa yang seperti itu.. Kalau pun ada, maka hasilnya pasti gak beres bahkan menyesatkan.. Apa yang disampaikan dalam tulisan di atas bahkan hanya gambaran umumnya saja, siapapun harus benar-benar serius dan tekun jika ingin menguasai ilmu Dasendria ini.. Tidak bisa sembarangan atau hanya dalam waktu singkat, makanya hasilnya akan luarbiasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s