Bukti Nusantara Pusat Peradaban Dunia

Posted on Updated on

Saudaraku. Masih melanjutkan perbahasan sebelumnya, yaitu mengenai kejayaan Nusantara, maka berikut ini saya tambahkan informasi Anda sekalian tentang bukti-bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia. Saya yakin Anda sekalian akan semakin kagum dengan prestasi yang pernah ditorehkan oleh para leluhur kita. Sehingga harapannya adalah bahwa kita tidak lagi minder atau merasa bahwa kita hanyalah bangsa yang kecil dan terus saja mengekor pada bangsa lain di dunia. Melainkan bangkit dengan semangat yang tinggi dan berusaha untuk kembali meraih kejayaan seperti dahulu kala.

Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penelurusan berikut ini:

A. Misteri arsitektur candi Penataran
Ketika Eropa masih berada di abad kegelapan, ternyata leluhur Nusantara telah berhasil membangun sebuah mahakarya seperti yang bisa dilihat pada Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran. Sebuah karya agung yang sangat rumit dipandang dari keindahan seninya, maupun tingkat kesulitan pembuatannya. Siapa yang bisa menunjukkan ada bangunan di peradaban lain yang lebih indah dengan detail yang rumit di abad itu? Apalagi Nusantara adalah wilayah tersubur di bumi karena ada banyak gunung berapi.

Candi Penataran

1. Sejarah candi Penataran
Candi Panataran ditemukan pada tahun 1815, tetapi sampai tahun 1850 belum banyak dikenal. Penemunya adalah Sir Thomas Stamford Raffles (1781-1826), Letnan Gubernur Jenderal pemerintah kolonial Inggris yang berkuasa di Negara Indonesia. Raffles bersama-sama dengan Dr.Horsfield seorang ahli Ilmu Alam mengadakan kunjungan ke Candi Panataran, dan hasil kunjunganya dibukukan dalam buku yang berjudul “History of Java” yang terbit dalam dua jilid. Jejak Raffles ini di kemudian hari diikuti oleh para peneliti lain yaitu : J.Crawfurd seorang asisten residen di Yogyakarta, selanjutnya Van Meeteren Brouwer (1828), Junghun (1884), Jonathan Rigg (1848) dan N.W. Hoepermans yang pada tahun 1886 mengadakan inventarisasi di komplek percandian Panataran.

Komplek Candi Penataran

2. Lokasi candi Penataran
Candi Penataran terletak di desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Koordinat GPS : 8° 00’59.06 S 112° 12’34.90″. Lokasinya yang terletak di kaki gunung Kelud, menjadikan area Candi Penataran berhawa sejuk.

3. Keunikan candi Penataran
Candi Penataran adalah kompleks percandian terbesar dan paling terawat di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Candi ini merupakan candi yang kaya dengan berbagai macam corak relief, arca, dan struktur bangunan yang bergaya Hindu. Adanya pahatan Kala (raksasa menyeringai), arca Ganesha (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Candi Penataran adalah candi Hindu.

Prasasti Palah yang terdapat di area Candi Penataran mengabarkan bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 1194, pada masa pemerintahan raja Syrenggra yang memerintah kerajaan Kadiri, dan selesai pada masa kerajaan Majapahit. Dengan demikian candi ini melewati masa tiga kerajaan besar Nusantara yaitu Kadiri, Singosari, dan Majapahit. Candi Penataran memegang peranan cukup penting bagi kerajaan-kerajaan tersebut, yaitu sebagai tempat pengangkatan para raja dan tempat untuk upacara pemujaan terhadap Sang Pencipta.

Berbagai kajian oleh para sejarawan terhadap teks-teks kuno, kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, misalnya, dijelaskan bahwa Candi Penataran sangat dihormati oleh para raja dan petinggi kerajaan besar di Jawa Timur. Candi Penataran pernah menyimpan abu dari raja Rajasa (Ken Arok) pendiri kerajaan Singasari, dan juga abu dari raja Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) pendiri kerajaan Majapahit. Bahkan konon, menurut legenda rakyat setempat, sumpah sakral Mahapatih Gajah Mada untuk menyatukan seluruh Nusantara dalam kekuasaan Majapahit, yang dikenal dengan nama “Sumpah Palapa”, diucapkan di Candi Penataran.

4. Misteri relief di candi Penataran
Keunikan arsitektur bangunan candi yang ada di Nusanatara, khususnya di pulau Jawa adalah bukti akan kehebatan nenek moyang bangsa Nusantara. Sistem pertanian yang canggih telah ada sejak dahulu kala. Belum lagi ditinjau dari kekayaan hasil tambangnya. Karya agung semacam candi lengkap dengan arca dan reliefnya hanya dapat dihasilkan oleh bangsa dengan kebudayaan yang tinggi. Dan bangsa dengan kebudayaan tinggi sangat mungkin memiliki kekuatan militer yang unggul.

Mari kita perhatikan relief yang terdapat di Candi Penataran ini. Ada sebuah pertempuran antara pasukan yang bisa dianggap berasal dari bangsa Nusantara, dan yang satu lagi adalah pasukan yang berdandan mirip dengan bangsa Amerika, seperti halnya bangsa-bangsa Aztec dan Maya.

Tidak percaya? Baiklah. Sekarang coba kita perbandingkan busana pasukan yang mirip orang Amerika tersebut dengan gaya berbusana orang-orang suku Aztec dan Maya yang berasal dari benua Amerika.

Apakah kemiripan itu hanyalah kebetulan? Baiklah. Mari kita tengok detail dari relief ini. Silakan perhatikan baik-baik pahatan yang dilingkar merah.

Menyerupai apakah pahatan tersebut? Ya. Menyerupai tanaman kaktus. Bandingkan dengan foto tanaman kaktus di sebelahnya. Mirip bukan? Masalahnya, berasal dari manakah tanaman kaktus? Apakah di wilayah Nusantara pada waktu itu telah ada tanaman kaktus? Jawabannya tidak! Tanaman kaktus hanya ada di benua Amerika!

Masih berkilah bahwa itu hanyalah kebetulan yang dimirip-miripkan? Mari kita lihat kembali foto-foto di bawah!

Lihat foto relief wajah dengan lidah menjulur yang ada relief Candi Penataran! Bandingkan dengan arca kepala dengan lidah menjulur yang ada di  Tlaltechutli, Mexico City! Adakah kemiripan di sana? Bandingkan juga dengan topeng Rangda ala Bali.

Masih kurang yakin? Nah, foto-foto di bawah ini bisa membungkam ketidakyakinan orang-orang skeptis. Perhatikan kedua foto di bawah ini.

Foto di sebelah kiri adalah arca Dwarapala (raksasa penjaga pintu gerbang) yang berada di Candi Penataran. Akan tetapi terletak di manakah “arca Dwarapala” pada foto sebelah kanan? Jawabannya terletak di kompleks kuil Chichen Itza peninggalan suku Maya, yang saat ini terletak di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah. Bukankah foto ini menunjukkan kemiripan yang luar biasa?

Bukti lainnya ada di foto-foto berikut.

Foto pertama adalah “piramida” yang terdapat di Candi Sukuh yang terletak di desa Karanganyar, kabupaten Surakarta, Jawa Tengah. Foto disampingnya adalah piramida suku Aztec yang terdapat di Tenochtitlan, Mexico. Ini menunjukkan adanya koneksi yang luar biasa antar kedua peradaban tersebut.

Selain itu masih banyak relief lain di Candi Penataran yang menggambarkan orang-orang yang “diduga” berasal dari peradaban bangsa lain.

5. Penelurusan lebih lanjut di candi Penataran
Sangat banyak relief yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenal. Sosok-sosok tersebut selalu digambarkan sebagai sosok yang seolah-olah takluk kepada yang berkuasa di Candi Penataran.Sayang sebagian relief sudah rusak, namun untungnya beberapa bagian masih dapat dikenali.

Beberapa relief di Candi Penataran yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenali : Pada relief ini terlihat ada tiga orang di belakang orang yang sedang duduk, dan di depannya ada dua orang yang sedang menyembah. Kalau diperhatikan dengan jeli, orang yang paling kiri seperti orang yang berpakaian dari suku bangsa Han [China], lalu di depannya mirip orang yang tergambar di Angkor Vat [Bangsa Campa], dan di depannya lagi mirip orang dari Maya, Inca atau Copan yang berasal dari Amerika Latin. Sedangkan salah satu yang berjongkok di depan [paling kanan] terlihat orang yang bertutup kepala seperti orang Yahudi. Dari gambar ini bisa diperkirakan yang disembah adalah yang duduk dan tiga orang yang berdiri di belakang yang duduk adalah pengawalnya.

Dari gambar di bawah, terlihat ada dua relief yang seperti menggunakan peci. Pakaian seperti ini bisa kita temui di daerah Turki, India sampai dengan Pakistan.

Pada relief di bawah terlihat ada tiga orang yang bukan berpakaian ala kerajaan kita, posis mereka menyembah dan duduk di bawah, sepintas dari cara berpakaiannya mirip orang Mesir.

Siapakah mereka dan sedang apa disana? Setelah dicermati dengan lebih jeli, relief tersebut diperkirakan adalah gambaran dari tiga orang wanita. Perkiraan tentang mereka adalah karena wanita dalam relief tersebut tidak berjanggut.Kalau dianggap wanita Jepang ataupun Korea ada ketidaksamaan yang terletak di model tutup rambut dan apabila dikatakan mirip sorban dari India, maka biasanya yang menggunakan adalah laki-laki yang selalu digambarkan berjenggot.

Dari ketiga gambar di atas hampir mirip dengan relief-relief yang ada di candi Penataran. Jadi dapat diperkirakan yang ada di relief itu adalah sosok wanita Mesir.

Pada gambar di bawah terlihat relief seorang putri yang sedang disembah atau mungkin sedang dilayani. Di latar belakang sosok putri tersebut terdapat raut wajah yang agak rusak namun dari tutup kepalanya seperti tutup kepala orang Romawi. Ada yang mengira itu adalah pohon palem, namun tidak ada pohon palem yang bentuknya melengkung seperti itu. Juga bukan merupakan ornament atau hiasan karena tidak ada ornamen pendukung yang dapat mendefinisikan itu apa.

Namun bila diperhatikan seperti seorang prajurit Romawi yang sedang mengawal seorang putri dengan rambutnya yang agak bergelombang yang merupakan ciri khas dari putri-putri di Romawi.

Beberapa model rambut Romawi yang dapat kita temukan di relief di candi Penataran,terutama di urutan ke-3 dari kiri. Masalahnya, kenapa dalam sejarah nasional tidak ada penjelasan seberapa luas Negara kita dahulu?

Pada relief-relief yang berada di tingkat dua bangunan Sitihinggil yang ada di Candi Penataran sangat jelas menunjukkan penaklukan suatu bangsa yang mirip dengan bangsa Indian.

Leluhur Nusantara berhasil mengambil alih salah satu kereta berkuda dan memanah ke arah lawan.

Leluhur Nusantara berhasil menusuk panglima dari bangsa Indian di benua Amerika

Penambahan pasukan Indian untuk menyerang leluhur Nusantara

Kelihatan bala bantuan Indian terburu-buru dan berlari menuju ke medan perang

Pasukan Indian yang mempunyai kekuatan pasukan gajah di sinilah letak ukuran tahunnya

Penobatan leluhur Nusantara sebagai adipati

Terlihat di relief bahwa daerah yang dikuasai adalah daerah yang ada pohon kaktusnya. Padahal kaktus diketahui berasal dari benua Amerika. Dengan bukti relief gajah dan kaktus, maka dapat diperkirakan bahwa bangsa yang ditaklukkan leluhur kita adalah bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di negara Honduras.

Relief Gajah yang terdapat di Candi Penataran

Relief dan gambar Gajah di atas terdapat di daerah Copan – Honduras yang sejenis dengan yang digambarkan leluhur kita di Candi Penataran; menurut para ahli di Amerika, gajah sudah punah 6500 tahun yang lalu.


Pertanyaannya adalah: “Apakah leluhur kita sudah punya peradaban di 6500 tahun yang lalu?”. Menurut saya, tentu ada dan bahkan lebih tua dari itu. Baca: Nusantara, pusat peradaban dunia atau Asal usul bangsa Nusantara, asli keturunan Nabi Nuh AS.

Relief ini adalah sosok prajurit dari benua Amerika yang terdapat di Candi Penataran.

Patung sosok prajurit bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di Honduras.

Pada satu sisi di bagian bawah dari Sitihinggil di Candi Penataran terdapat relief raksasa [buto] yang kesamaannya ada pada patung-patung dan topeng Rangda di Bali.

Kesamaan bentuk dan wajah terdapat pula pada patung relief raksasa yang ditemukan di Mexico City, di mana disebutkan oleh para arkeolog bahwa sosok itu merupakan raja Aztec.

Pada relief ini kita juga dapat melihat ada sosok yang bertutup kepala tapi tidak menunjukkan berasal dari Indonesia. Sepertinya ini raja bangsa Indian?

Selain itu, pada jaman berdirinya Candi Penataran dapat disimpulkan bahwa telah ada tiga jenis spesies yang sudah mempunyai peradaban, yaitu: bangsa manusia, bangsa raksasa, dan bangsa manusia kera yang berdiri tegak.

Dalam tata cara kematian, manusia pada jaman dahulu kalau meninggal akan diperabukan, sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Cara perabuan berbeda-beda ritualnya di berbagai wilayah, dan saat ini ragam cara perabuan masih dapat kita temukan di banyak tempat di berbagai belahan Bumi.

Jadi dapat diperkirakan; fosil manusia kera yang berdiri tegak bukanlah bangsa manusia, begitu juga fosil seperti manusia yang bertaring dan bertubuh tinggi juga bukan merupakan ras yang menurunkan manusia di masa sekarang.

Pembuktian awal dari misteri yang ada di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran ini sejalan dengan indikasi-indikasi yang dinyatakan olehProfesor Arysio Nunes dos Santos dari Brazilia yang menyatakan bahwaAtlantis itu benar-benar ada, dan berada di Indonesia.

Prof. Arysio Nunes dos Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk membuktikan dari catatan Plato tentang keberadaan peradaban Atlantis,semua hasil penelitian mengarah ke Indonesia, sebagai anak bangsa hanya akan tinggal diamkah kita menyikapi hasil penelitian kelas dunia tersebut ? apalagi bukti-bukti secara empiris yang secara paralel mendukung hasil penelitian tersebut dapat dilihat langsung di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran.

6. Penutup
Setelah mengamati penjelasan diatas, apakah benar bahwa leluhur Nusantara pernah terhubung dengan bangsa-bangsa di seantero dunia? Kemudian apakah leluhur Nusantara yang berhasil menapakkan kaki (menaklukkan) di benua Amerika atau bangsa Amerika yang pernah mengunjungi Nusantara? Faktanya adalah tidak pernah ada catatan sejarah yang menjelaskan bahwa bangsa Amerika memiliki tradisi maritim yang hebat. Sebaliknya, leluhur Nusantara adalah pelaut-pelaut ulung. Sebagaimana dapat didengar pada lagu tradisional Nusantara, “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera ..”.

Begitu pun terhadap bangsa-bangsa di benua Asia (Campa, Pakistan, India, China, Persia, Sumeria, Yahudi) benua Eropa (Romawi, Turki) dan benua Afrika (Mesir). Apakah memang bangsa Nusantara pernah memiliki wilayah kekuasaan sampai kesana, sehingga di candi Penataran ini bisa digambarkan secara gamblang tentang beragamnya karakter dan budaya bangsa-bangsa di seantero dunia itu? Yang jelas ini bukanlah kebetulan, karena tidak ada kebetulan itu.

Ya. Terlepas dari benar dan salahnya (karena masih dalam proses menyimpulkan sejarah yang sebenarnya), tetaplah sebagai putra dan putri Nusantara, kita patutlah berbangga dan terus bersemangat demi kemajuan. Kita mesti menyakini bahwa bangsa kita dulu pernah tiba di puncak kejayaan peradaban manusia. Sehingga marilah kita kembali pada jati diri kita sendiri yang sejatinya sangat berpotensi menjadi bangsa yang terbesar dan terbaik di seluruh dunia. Karena hanya dengan begitulah kehidupan dunia ini akan kembali teratur dan penuh dengan keridhaan-Nya.

Yogyakarta, 15 Nopember 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Referensi:
* http://rezzka-misterisejarah.blogspot.com/2011_10_01_archive.html
* http://www.purnamaserulingpenataran.com/misteri-candi-penataran/
* http://atlantissunda.wordpress.com/2011/05/10/misteri-candi-penataran/

112 thoughts on “Bukti Nusantara Pusat Peradaban Dunia

    Andika said:
    November 15, 2011 pukul 8:07 am

    sungguh sebenarnya indonesia / nusantara kaya akan peradaban yang memiliki keanekaragaman yg bisa kita temukan di negara laen. bisa jadi nusantara pernah menjadi tolak ukur peradaban dunia yang dulu pernah hilang catatan sejarahnya sehingga perlahan” bukti tersebut muncul kepermukaan untuk di temukan. artikel yang bagus mas menambah wawasan ne.. makasi linknya mas…

      oedi responded:
      November 15, 2011 pukul 8:58 am

      Ingatkan bahwa kita dulu pernah di jajah oleh Belanda selama 350 tahun lamanya? kenapa semua itu bisa terjadi? itu salah satunya karena sejarah kehidupan di Nusantara telah mereka hilangkan/rubah sedemikian rupa agar bangsa ini tidak menyadari keunggulannya… bahkan sebagiannya lagi ada di negeri mereka. Dengan tujuan untuk menghilangkan jejak kejayaan bangsa Nusantara.
      Makasih Dik cos masih bersedia berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat… 🙂

        Yopi Indra Setiawan said:
        April 28, 2014 pukul 4:34 pm

        Benar Mas Oedi. Saya senang masih ada orang seperti Mas yang peduli thd kejayaan nusantara. Saya memulai hal yang sama melalui pekerjaan saya,,,sebagai guru. Semoga ada di antara generasi muda kita yang akan melibas generasi korup ini dan menggantikannya dengan kejayaan nusantara.

        oedi responded:
        April 30, 2014 pukul 7:13 am

        Ya kalau bukan kita siapa lagi mas? Bahkan menurut saya sudah waktunya sekarang bagi buku2 sejarah di sekolah untuk di revisi kebenaran sejarahnya… jangan terus2an mengekor pada catatan sejarah buatan bangsa kolonial dulu… toh mereka itu juga dulunya punya tujuan politik pecah belah dan penjajahan kok.. makanya Nusantara selalu diposisikan sebagai bangsa yang masih “bau kencur”, dengan bukti sebelum perhitungan Masehi orang2 di Nusantara masih sangat primitif.. padahal sebenarnya tidaklah demikian.. karena bangsa kita ini dulunya lebih maju dari seluruh bangsa di dunia, bahkan bangsa2 lain di dunia itu dulunya belajar dari bangsa kita untuk membangun peradabannya.. Saat bangsa Eropa masih tinggal di goa dan makan hanya dari hasil berburu, maka bangsa kita sudah mengenal ketatanegaraan yang kompleks, lengkap dengan hukum dan perundang-udangannya yang masih tetap diterapkan hingga pada zaman Majapahit. Yang ketika itu telah disusun dan dilengkapi oleh Gajah Mada, sehingga diberi nama Kutara Manawa.
        Hmm.. saya yakin bahwa sebentar lagi bangsa ini akan bangkit seperti dulunya.. Nusantara akan jaya kembali meskipun harus dilalui dengan revolusi yang berat… karena memang dengan jalan revolusi itulah maka bangsa ini akan bisa kembali ke jati dirinya sendiri, sehingga baru bisa bangkit dan memimpin dunia sekali lagi..
        Okey, terimakasih mas Yopi atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

        Beyong Javani said:
        Juni 14, 2016 pukul 7:31 am

        Ada solusi ilmiah yaitu metode umur atom atau penanggalan radiokarbon untuk mengetahui umur suatu benda.Situs-situs di Indonesia seperti Candi-candi Borobudur,Prambanan,Penataran,dll diteliti umurnya secara seksama dengan metode penanggalan radiokarbon pada secara menyeluruh bukan sample satu patung atau satu bagian.Ada kemungkinan penambahan oleh generasi berikutnya.Dan melihat satu sisi watak orang nusantara yang mau mengklaim,seperti contoh musik keroncong,alat musik ukulele diakui sebagai budaya nusantara padahal dibawa orang portugis,atau kegemaran negara Malaysia mengklaim budaya Indonesia,maka ada kemungkinan prasasti yang ditemukan juga hanya klaim orang-orang pasca masehi yang sebenarnya hanya menemukan peninggalan leluhur seperti kita.

    beny maulana said:
    November 15, 2011 pukul 8:39 am

    terimakasih mas atas link nya waaahhhh bener-bener hebat dulunya nusantara ini..semakin bangga jadinya sama bangsa ini bahwa dulunya memang benar telah menjadi pusat peradaban dunia.se x lagi terimakasih mas oedi..^_^

      oedi responded:
      November 15, 2011 pukul 9:22 am

      Iya Ben sama2 deh… semoga tetap mendatangkan manfaat… 🙂
      Ayo mulai dari sekarang kita bangkit untuk tanah pertiwi yang sudah terlalu lama tertidur pulas… menyongsong kegemilangan peradaban Nusantara sekali lagi… 😀

    Agie Putera said:
    November 15, 2011 pukul 11:03 am

    Luar-luar biasa….Nusantara ini…
    makasih ya mas Oedi…link_x
    sangat bermanfaat ini…. 🙂

      oedi responded:
      November 19, 2011 pukul 3:02 am

      Iya sama2 Gi, semoga dengan ini bisa membuat kita semakin bersemangat dan terus bangkit menuju kejayaan seperti sedia kala…
      Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap mendatangkan manfaat… 🙂

    yuda said:
    November 16, 2011 pukul 7:19 am

    semakin jelas aja mungkin udh saatnya nusantara berjaya lagi seperti zaman-zaman terdahulu terima kasih mas atas infonya yang sangat berharga ini… ditunggu info-info berikutnya mas tetap semangat!!!

      oedi responded:
      November 19, 2011 pukul 3:06 am

      Iya Yuda, makasih juga karena masih sudi berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat… 🙂
      Yup, menurut mas pribadi bahwa sudah saatnya Nusantara ini bangkit seperti sedia kala dan memimpin dunia dalam peradaban yang jauh lebih baik…
      Okey, silahkan di tunggu info berikutnya… 😀

    arif said:
    November 18, 2011 pukul 1:26 am

    hebat ya

      oedi responded:
      November 19, 2011 pukul 3:07 am

      Ya memang demikian adanya…
      Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

    arif said:
    November 18, 2011 pukul 1:28 am

    apa mungkin ya kisah nusantara termaktub jg di Al,Quran,kan banyak menceritakan tentang suatu kaum yg kuat yg akhirnya punah oleh Azab Allah. yg pd akhirnya masih meninggalkan sisa2nya.

      oedi responded:
      November 19, 2011 pukul 3:12 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Hmmm.. menurut saya, ada sih kisah Nusantara yg termaktub di dalam Al-Qur`an. Dan menurut saya kisah itu adalah tentang umat Nabi Luth AS yang oleh Allah SWT ditenggelamkan dalam satu malam (gempa bumi, tsunami, gunung meletus) karena mereka sangat kufur meski telah diberikan kenikmatan dunia yang berlimpah. CObalah cermati ttg lokasi tinggalnya kaum Saddum yg dijelaskan di dalam Al-Qur`an dg letak geografis Nusantara? Tentunya ada banyak kesamaan bila di bandingkan dengan laut hitam seperti selama ini yg diyakini oleh para ahli dan ilmuwan. Wallahu`alam.

    Shazarayya Atmaja said:
    November 21, 2011 pukul 6:55 pm

    MANTAP

      oedi responded:
      November 24, 2011 pukul 4:28 am

      Okey… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    melly said:
    Desember 2, 2011 pukul 4:06 am

    Sukaa…sekali baca sejarah ini.
    terima kasih yah.

      oedi responded:
      Desember 2, 2011 pukul 8:28 am

      Okey.. syukurlah bila demikian… ikutan seneng deh…
      Makasih juga karena masih mau berkunjung di blog ini.. semoga tetap mendatangkan manfaat.. 🙂

    melly said:
    Desember 2, 2011 pukul 5:27 am

    orang Indonesia emang jago2 bikin patung, ukiran, relief dan sebagainya..bisa jadi bakat itu memang di turunkan dari peradaban dahulu.

      oedi responded:
      Desember 2, 2011 pukul 8:30 am

      Yup, itu memang benar sekali, semua kemampuan yang dimiliki oleh bangsa ini memang telah diwariskan oleh para leluhur terdahulu… sebagaimana sifat yang akan di turunkan dari orang tua kepada anaknya melalui genetika…

    yulianto said:
    Desember 29, 2011 pukul 2:43 am

    Luar biasa ternyata sejarah nenek moyang bangsa kita, thanks atas artikelnya, rencana mau main2 ke sana libur akhir tahun ini

      oedi responded:
      Desember 29, 2011 pukul 5:17 am

      Oh ya.. wah bagus banget tuh.. semoga disana nanti Anda bisa menambah ilmu dan wawasan ttg Nusantara.. kalu bersedia bagi2 informasinya ya nanti… 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

        yulianto said:
        Juni 8, 2012 pukul 8:56 am

        Saya berkunjung ke Penataran pas tanggal 31 Desember 2011, dan menyaksikan sendiri keunikan relief – relief di sana. Meskipun masih jadi bahan perdebatan soal relief2 tsb, bagi saya tidak membuat perbedaan apa2. Candi Penataran merupakan salah satu peninggalan sejarah yg menjadi bukti kejayaan nenek moyang kita di masa lalu. Itu yang gak bisa dibantah

        oedi responded:
        Juni 16, 2012 pukul 1:49 am

        Oh ya? wah bersyukurlah kalau Anda sudah pernah berkunjunga kesana, perlu banyak lagi orang seperti Anda ini.. 🙂
        Ya.. tidak bisa di pungkiri lagi bahwa candi Penataran adalah bukti kehebatan dan kejayaan nenek moyang kita dulu… masalah perbedaan pendapat tentang makna relief yang ada adalah bagian dari pembangunan karakter bangsa ini lagi, meski misteri tetapi justru akan membuat lebih banyak lagi yang meneliti tentang kejayaan bangsa ini di masa lalu, bahkan akan cepat membangkitkan rasa kepercayaan diri bangsa ini lagi untuk memimpin dunia..
        Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    panca said:
    Januari 24, 2012 pukul 11:58 am

    Salam kenal. Artikelnya sangat bagus. Saya termasuk orang yang meyakini bahwa Nusantara sebagai pusat peradaban dunia.

    Salam

      oedi responded:
      Januari 24, 2012 pukul 7:12 pm

      Salam kenal kembali…
      Oh syukurlah bila demikian adanya, senang ada yang memberikan tanggapan positif dengan tulisan ini, semoga terus menjadi motivasi kita bersama untuk segera bangkit dari keterpurukan, menuju peradaban yang gemilang…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    hadipurnomo said:
    Februari 3, 2012 pukul 12:47 pm

    harus banyak lagi orang seperti mas oedi karena sudah waktunya karma sejarah menjadi kebangkitan sejarah kemasa depan untuk menjadi pelaku sejarah penerus warisan leluhur gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta rahardja kembali ke karakter bangsa nusantara seperti yang tertera dalam sejarah madjapahit.

      oedi responded:
      Februari 9, 2012 pukul 5:00 pm

      Amiin.. semoga saja kian banyak yang sadar dari bangsa ini, terutama akan sejarah dan jati diri sendiri… karena denganya akan cepatlah kebangkitan itu akan terwujud, sedangkan kebahagiaan dan ridha Ilahi akan jelas terwujud dalam kehidupan ini…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    gandjardewa said:
    Februari 17, 2012 pukul 3:17 pm

    Apa yang saudara Oedi terangkan sangat berkaitan dengan buku yg ditulis Stephen Oppenheimer “The EDEN in the EAST”dengan bukti DNA, Geology, muasal beras, dll, bahwa semua kebudayaan di dunia berasal dari Asia tenggara, tepatnya Indonesia. Terbukti dengan ditemukannya Piramida 10000 thn SM, lebih tua 7000 thn dibanding Piramid Giza di Mesir oleh yayasan Turangga Seta di Garut, dan kemudian terjadi banjir besar yg menenggelamkan Asia tenggara. Sebelum air bah itu terjadi semua manusia dari Afrika (Africanus purba) ke jawa dan china dgn alasan tanah yg subur (Mojokertensis, homojavanicus). Setelah kebudayaan maju (Atlantis) mereka berpencar ke India, China, Eropah. Lalu terjadilah air bah itu, yang kemudian menenggelamkan seluruh manusia nuswantara. Oleh karena itu relief candi Penataran mengukir dalam reliefnya yang menggambarkan bahwa hampir semua suku yg pernah maju di dunia berasal dari Jawa seperti paparan yg di jelaskan oleh saudara Oedi. Aneh, rasanya manusia sangiran purba yg telah hidup 3-5 jt thn di jawa hingga tahun 0 masehi tidak terjadi perkembangan budaya yang signifikan, mengingat Sriwijaya berdiri thn 600 M dan Majapahit 1300 M. Artinya ada “missingling” kebudayaan sepanjang periode thn nol ke 6-5 jt thn, atau kalau kita hubungkan dengan Piramida Garut (10000 SM) artinya bencana air bah itu terjadi diantara 7000-5000 thn SM. Moga2 pemerintah mau dengan segera melakukan ekskavasi bukit piramid di Garut, jawatengah, sumatera dll.

      oedi responded:
      Februari 18, 2012 pukul 6:18 am

      Okey terimakasih mas Dewa atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂
      Tapi sebenarnya tulisan ini bukan murni karya saya sendiri, melainkan atas bantuan temen2 blogger lainnya… sehingga saya bisa menyajikan sedemikian detil dalam tulisan ini…
      Wah… apa yang mas Dewa sampaikan ini menarik sekali dan pastinya menambah wawasan saya lagi… dan tentu akan sejalan dengan tulisan saya yg lainnya seperti: https://oediku.wordpress.com/2011/10/08/asal-usul-bangsa-nusantara-asli-keturunan-nabi-nuh-as/#more-4147 atau https://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/ atau https://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/#more-4307
      Jadi memanglah kita ini sebenarnya bangsa yang besar dan cerdas, buktinya saja bisa membangun candi Borobudur yang demikian megahnya… cuma saja hingga kini masih byk kekuatan asing yang terus berusaha untuk menjadikan bangsa ini (terutama manusianya) tidak bisa bangkit dan berjaya. Ini jelas terjadi sejak masa kolonialisme Belanda, Inggris, Portugis, Jepang dulu… dan sekarang dilanjutkan dengan kapitalisme, liberalisme, sekularisme, dll… sehingga bangsa ini selalu menjadi budak dari bangsa lainnya… dan yang namanya budak, maka jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa termasuk mengenali jati dirinya sendiri… lalu bagaimana mungkin bisa bangkit??
      Semoga saja bangsa ini (terutama para pemimpinya) cepat sadar dan mau membangkitkan kejayaan yg dulu pernah dimiliki oleh leluhur kita, karena tentunya akan lebih membawa pada kebaikan dan kesejahteraan..

    buuyuung said:
    Februari 19, 2012 pukul 8:27 am

    saya tidak mengerti banyak soal sejarah, tapi saya sangat menikmati blog sampean 🙂

      oedi responded:
      Februari 21, 2012 pukul 3:50 am

      Oh syukurlah kalau begitu, gak masalah ngerti apa tidak tentang sejarah, sudah mau membaca aja susah sangat baik kok, nanti lama-lama akan paham sedniri kok…
      Okey… terimakasih ya atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Ayahnya Zie said:
    Februari 21, 2012 pukul 4:38 am

    amazing mas, tertegun saya dibuatnya…
    sungguh tulisan yang memotivasi dan mencerahkan…
    smg data dan fakta ini tdk hanya terhenti hanya di ranah wacana semata, namun lebih jauh dr itu dpt menjadi sebuah “trigger” bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan yang mendera…
    amin…

      oedi responded:
      Februari 21, 2012 pukul 12:39 pm

      Subhanallah… semua atas izin dan kehendak-Nya
      Syukurlah bila masnya beranggapan begitu, terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga bisa bermanfaat.. 🙂
      Amiin.. semoga memang tidak hanya sebatas wacana tetapi lebih kepada penerapan dalam dunia nyata… terutama bagi siapa saja yang kini memegang kendali di negara ini… demi kemajuan yang selama ini kita inginkan… 🙂

    Ayahnya Zie said:
    Februari 22, 2012 pukul 7:00 am

    sekedar konfirmasi mas…
    tulisan ini dikutip dari tulisannya Agung Bimo Sutejo & Timmy Hartadi dari Yayasan Turangga Seta yang berjudul “Misteri Di Candi Cetho Dan Candi Penataran” ya? atau sebaliknya?

      oedi responded:
      Februari 23, 2012 pukul 1:31 pm

      Hmm.. jika Anda membaca dengan teliti tulisan ini, sebenarnya sudah saya cantumkan dari mana saja saya mengambil referensi, pada bagian bahwa tulisan tepatnya… jadi ini bukan murni hasil karya tulisan saya, tetapi dari bantuan teman-teman blogger lainnya… 🙂
      Okey.. terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Ray said:
    Maret 10, 2012 pukul 8:14 am

    Semoga blog ini akan selalu update dan jalan!
    Saya dukung penuh semua ini!

      oedi responded:
      Maret 11, 2012 pukul 5:15 am

      Amiiin ya Rabb, semoga saja demikian, karena memang itulah yang menjadi harapan saya… 🙂
      Okey… Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga selalu mendatangkan manfaat.. 😀

    Andy Sri Wahyudi said:
    Maret 11, 2012 pukul 4:12 pm

    terimakasih…

    diam-diam saya pamerkan tulisan mas oedi ini kepada estri saya, teman saya, keluarga saya, tetangga saya, tanaman saya, hewan kesayangan saya, lalu dibahas bersama. Agar semua bangga hidup di atas tanah air nusantara ini. agar menyerap spirit hidup leluhur dan bangkit mandiri, berdikari. berani!

    🙂

      oedi responded:
      Maret 11, 2012 pukul 6:03 pm

      Subhanallah… luarbiasa yang mas Andy lakukan… saya dukung banget itu mas, bangsa ini butuh orang2 yg seperti mas Andy ini, karena itu adalah usaha yang pasti demi mengembalikan jati diri bangsa ini, demi kebangkitan kejayaan tanah pertiwi ini lagi, dan demi kebaikan, kesejahteraan, dan kemakmuran kita bersama… sebelum Tuhan benar-benar menurunkan bencana besar akibat bangsa ini yang tidak mau bersyukur kepada-Nya.
      Benar mas, kita ini adalah keturunan orang-orang hebat, leluhur kita adalah pribadi yang menjadi inspirasi di seluruh dunia – baik di daratan, lautan dan udara – di sekian periode zaman yg lalu… tanah air kita ini dulunya pernah berulang kali menjadi pusat peradaban dunia… sehingga kenapa tidak kalau kita yang hidup di zaman ini berusaha mengembalikan itu lagi? Dan kita pasti bisa kok… 🙂
      Okey.. terimakasih mas atas kunjungan, dukungan dan kesediaannya untuk membantu menyebarluaskan informasi ini.. semoga terus bermanfaat.. 🙂

    bagus said:
    April 3, 2012 pukul 2:17 pm

    Q bangga dgn moyang kita

      oedi responded:
      April 6, 2012 pukul 7:57 am

      Ya. Tiada alasan bagi kita untuk tidak bangga pada nenek moyang kita, karena mereka adalah orang-orang hebat dan pencetus peradaban dunia..
      Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    pramudyawardhana said:
    Juni 8, 2012 pukul 2:56 am

    sangat agung NUSANTARA kita semoga saya bisa bertemu langsung dgn anda untuk belajar sejarah NUSANTARA bersama sungguh ini sangat menarik

      oedi responded:
      Juni 16, 2012 pukul 1:45 am

      Ya. Itulah sebenarnya Nusantara ini, sebuah kawasan dan bangsa yang agung dan memiliki karakteristik yang paling unik, tapi lantaran kebodohan para pemimpinnya kini, malah makin terbelakang dan lupa dengan jati dirinya sendiri hingga terus bersedia menjadi budak bangsa lain..
      Wah mas.. belum layak saya ini, masih perlu banyak belajar… kita belajar bareng aja deh, itu lebih enak.. semoga bisa suatu saat nanti.. 🙂
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Wisnu Tiang Jawi said:
    Juni 26, 2012 pukul 5:11 pm

    Salam kenal mas Oedi, bravo!!artikel yg bagus sekali, sayang skali banyak orang2 asli nuswantara/ indonseia kurang mengetahui tentang candi panataran, seharusnya pemerintah merespon artikel ini,, kemudian dimasukan dlm buku sejarah untk pendidikan seluruh rakyat indonesia, atau setiap murid sekolah diwajibkan membuka blog dr mas oedi… matur suwun utk artikel2nya.
    Salam Kejayaan Nuswantara….

      oedi responded:
      Juni 27, 2012 pukul 1:51 am

      Salam kenal kembali mas Wisnu, terimakasih sudah mau berkunjung di blog ini, semoga mendatangkan manfaat.. 🙂
      Ya, benar itu mas, bahwa sangat di sayangkan banyak dari komponen bangsa ini terutama pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasionalnya, kurang menaruh perhatian tentang hal seperti artikel ini, bahkan menurut saya perlu secepatnya di lakukan revisi terhadap kurikulum dan buku-buku sejarah di sekolah-sekolah di Indonesia, karena banyak yg sudah tidak sesuai lg dengan catatan sejarah dan hasil penemuan dan penelitian terbaru.. tujuannya agar semakin menyadarkan khususnya generasi muda Indonesia akan kehebatan bangsa ini, dimana sasarannya adalah tidak lain untuk segera membangkitkan fanatisme kebangsaan dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan menuju kejayaan yang gemilang dan pernah di torehkan oleh leluhur Nusantara dulu.. semoga itu semua dapat segera terwujud.
      Salam Nusantara..

    Tiwi Jumonk Biebers Cllu said:
    Juni 27, 2012 pukul 8:20 am

    Subkhanalloh,benar 2 tidak dan belum terpikir oleh kita ,ini akan menjadi spirit generasi muda ,terima ksh kpd masOEDI salam damai salam sejahtera dan SALAM NUSANTARA

      oedi responded:
      Juni 27, 2012 pukul 1:03 pm

      Aamiin.. semoga memang benar adanya, bahwa tulisan ini bisa memberikan gambaran nyata akan kehebatan bangsa ini sebenarnya, guna memberikan spirit bahwa kita harus maju dan kembali meraih kejayaan masa lalu itu… dan saya yakin bila kita mau dan berusaha, maka semua itu akan cepat terwujud… 🙂
      Okey.. salam kenal kembali, makasih atas kunjungan dan dukungannya, tetap SEMANGAT!!

    Ilham Novianto said:
    Juli 13, 2012 pukul 12:55 pm

    Saya suka tulisan Pak Oedi dan saya yakin atlantis yang terkubur akan muncul di NUSANTARA.

      oedi responded:
      Juli 14, 2012 pukul 11:28 am

      Subhanallah.. syukurlah bila mas Ilham suka dengan tulisan ini, karena besar harapan kepada bangsa ini untuk senang terhadap hal-hal yg berbau sejarah kejayaan masa lalu bangsa ini, tujuannya tiada lain adalah untuk kembali membangkitkan semangat untuk bisa mengulangi kejayaan leluhur kita di masa lalu.. yg tentunya akan lebih meningkatkan kesejahteraan dan peradaban manusia Nusantara, tidak hanya seperti sekarang yg tidak jelas kemana arahnya..
      Ya, saya pun menyakini itu, dan bila memang sudah waktunya, maka peninggalan kejayaan Nusantara di masa lalu akan muncul dengan sendirinya… dan saat itulah akan menjadi awal dari kebangkitan Nusantara sekali lagi, meski harus melalui kehancuran terlebih dulu…
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    imam mucholis said:
    Juli 23, 2012 pukul 1:55 am

    sebagai orang blitar, tentu tak asing dengan candi ini,,,, semoga artikel ini menambah semangat kita semua , sebagai penghuni nusantara, untuk terus berkarya berprestasi dan membuat peradaban baru yang lebih baik…… menjadi orang yang menciptakan kejayaan, bukan sebagai penikmat kejayaan,,,,, Semangat, semangat, semangat…

    Prily Rizky said:
    Agustus 3, 2012 pukul 10:15 am

    Izin share ya mas ke FB saya. artikelnya bagus sekali. Menambahkan rasa semangat saya. semoga Allah selalu memberi keberkahan kepada mas oedi. Aamiin.

    Neriatu said:
    Agustus 14, 2012 pukul 10:59 pm

    Good job broo.. hehe… ane tertarik dngn artikel ini juga.. oiya, mau request dong mas tolong bahas tentang peta piri reis, dan ekspedisi caysel dong dan tentang bulan yang dibuat oleh manusia.. saya pikir akan sangat menarik jika mas oedi yang mengkajinya..

    Hindu Youth Council said:
    Agustus 27, 2012 pukul 9:07 am

    Hello, can u translate the pictures given as comparison in English?

    jangkisok said:
    Agustus 29, 2012 pukul 2:44 pm

    salam kenal pak oedi,,,

    anda luar biasa !!
    entah kenapa, saat saya baca artikel ini, ada sebuah semangat dan rasa optimis yg makin lama makin kuat hingga ke ujung artikel.

    saya semakin yakin wilayah nusantara kita ini dulunya memang salah satu kawasan peradaban tinggi di muka bumi ini.
    hanya saja saya meragukan bahwa penduduk dg peradaban yg tinggi itu -mungkin- bukanlah nenek moyang dari kita yg hidup hari ini diatas bekas peradaban ‘mereka’.
    ini murni keraguan dan kegalauan saya pribadi. melihat sikap pesimisme, mudah didikte bangsa lain, tak berdaya mempertahankan hak miliknya yg diakui bangsa lain serta sederetan sikap dan karakter anak bangsa ‘pewaris tanah berperadaban maju’ seperti kita saksikan belakangan.

    bagaimana menurut pak oedi?
    (maaf, jika tulisan saya ada yg kurang berkenan ya pak,,,)

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:25 am

      Salam kenal kembali… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Subhanallah… Allah lah yang luarbiasa, saya bukanlah siapa-siapa…
      Bangsa Nusantara ini adalah keturunan dari bangsa-bangsa yang luar biasa di waktu dulu, mereka pernah berkali-kali memimpin dunia dengan kegemilangan. Namun sayang, mereka juga harus menerima azab lantaran kufur dan durhaka kepada Tuhan.. mereka di tenggelamkan dan dimusnahkan, sehingga hilang dari permukaan bumi dan sebagiannya masih berada di dasar lautan.
      Untuk masalah asal usul, yakinlah bahwa kita sekarang ini memang asli keturunan bangsa-bangsa yang hebat di masa lalu yang pernah ada di tanah Nusantara ini, dan mengenai keraguan masnya, mungkin masnya lupa bahwa sebelumnya prabu Joyoboyo dan prabu Siliwangi pernah berpesan bahwa suatu saat nanti bangsa kita ini akan dijajah oleh bangsa asing, baik fisik, ekonomi maupun pikirannya… ini tertuang di dalam Jongko Joyoboyo dan Unggah Wangsit Prabu Siliwangi. Jadi intinya adalah bahwa memang bangsa kita sekarang ini sedang dalam masalah yang pelik, di antaranya terus saja terjajah bahkan sudah menjadi budak dan penjilat bangsa lain, hanya sedikit orang yang masih berpegang teguh dengan kearifan lokal.. sedangkan yang lainnya, sudah kebarat-baratan atau kekorea-koreaan..
      Insya Allah, bangsa ini akan tetap bangkit kembali bahkan melebihi nenek moyangnya dulu.. tetapi memang harus ada kehancuran terlebih dulu, bahkan NKRI pun akan bubar dan hanya akan meninggalkan sejarah, karena ia akan berganti dengan sistem ketatanegaraan yang baru. Orang-orangnya tetap sama seperti sekarang, tetap sebagian dari kita, tapi dengan sikap dan pribadinya yang baru..
      Untuk itu, yakin dan optimislah, bahwa tidak akan lama lagi bangsa ini akan bangkit dan menata dunia… 🙂

    andremuslim said:
    September 9, 2012 pukul 3:56 pm

    Masya Alloh. syukron Mas

    andremuslim said:
    September 9, 2012 pukul 4:04 pm

    Masya Alloh
    syukron Mas
    mungkin sgt benar apa yg Mas tulis…
    tapi sayang jg mungkin nenek moyang kita akhirnya termasuk dlm Firman Alloh…yaitu kaum yg mendustakan nikmat dan berbuat melampaui batas.
    mungkin yg tercantum dlm Qur’an dan menjadi contoh negeri yg dulunya indah…kaya…adlah Nusantara ya Mas…
    Wallohualam

      oedi responded:
      September 10, 2012 pukul 6:51 am

      Sama2 mas Andre, terimakasih juga karena masih mau berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Iya, kehancuran sebuah bangsa dan peradaban, bahkan hingga mereka musnah tertelan bumi disebabkan oleh kekufuran mereka terhadap nikmat dan anugerah yang telah Tuhan berikan… termasuklah di Nusantara ini, patah tumbuh hilang bergantinya peradaban, sangat dipengaruhi oleh tingkat syukur dan kekufuran setiap pemilik peradaban…
      Tapi, yakinlah bahwa tidak akan lama lagi bangsa Nusantara akan kembali bangkit dan merubah sejarah dan peta peradaban dunia…

    M Zaini said:
    September 18, 2012 pukul 1:52 pm

    Mas Oedi saya talah baca artikel ini sebelumnya, kayaknya mas oedi ini ikut bergabung dengan teman-teman GN. Grup yang memperjuangkan kembalinya kejayaan Nusantara. Maaf kalau tidak benar

      oedi responded:
      September 20, 2012 pukul 7:41 am

      Oh ya? wah syukurlah bila mas Zaini telah pernah membaca tulisan ini… tetapi maaf saya tidak bergabung dengan organisasi manapun, dan mengenai tulisan ini atau beberapa tulisan yang terkait dengan Nusantara di blog ini adalah karena saya memang senang dengan sejarah dan arkeologi, sedangkan tujuan saya menulis tentang Nusantara adalah sebagai harapan agar semakin banyak dari kalangan bangsa ini – terutama generasi mudanya – untuk menyadari kembali tentang kejayaan leluhur kita dulu, tentang siapa sebenarnya diri kita ini yang sebenarnya memiliki kemampuan di atas bangsa lain di dunia. Selain itu saya pun berharap bahwa Nusantara ini bisa kembali bangkit, berjaya dan memimpin dunia sekali lagi di waktu yang akan datang… dengan sebuah tatanan yang lebih baik dan teratur untuk di dunia dan akherat..
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. Chayooo… 🙂

    Didik Riyadi said:
    Oktober 18, 2012 pukul 5:39 pm

    jadi pengen ke candi penataran…
    terima kasih atas ulasannya, hmmm…suka bgt..!

      oedi responded:
      Maret 14, 2013 pukul 7:11 am

      Wah silahkan saja.. tar bagi-bagi info ya.. hehe.. 🙂
      Okey.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Ego susanto said:
    Oktober 30, 2012 pukul 5:36 pm

    Tulisan menarik….. saya jadi ingat ”WONG KONO” yang pernah bercerita soal kemegahan majapahit dengan sangat detil, dan crita itu tidak saya temukan dalam tulisan buku sejarah. Uniknya ”WONG KONO” slalu saja naik darah dengan spontan jika ada yang merendahkan sosok Gajah mada. Apakah saat ini sudah ada kajian ilmiah mengenai keterkaitan Majapahit dengan Proklamator Indonesia Sukarno….? Di tunggu……………

      oedi responded:
      Maret 14, 2013 pukul 7:16 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂
      Hmm… saya belum tahu tentang itu, tapi setahu saya keterkaitan antara Sukarno dengan Majapahit itu sudah jelas ada, terlebih dia sendiri masih keturunan dari Kesultanan Mataram Islam yang notabene masih berasal dari garis keturunan raja-raja Majapahit, khususnya dari Prabu Brawijaya…

    gadingx6 said:
    Februari 23, 2013 pukul 9:10 am

    bagus menakjupkan……..memang nusantara peradaban dunia, wawasan kita jd nambah ni.. thanks mas oedi

      oedi responded:
      Maret 14, 2013 pukul 7:21 am

      Iya sama2…. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya… Alhamdullah kalau suka dengan tulisan ini, semoga bermanfaat… 🙂
      Benar sekali, Nusantara memanglah pusat peradaban dunia, tapi memang bukti2 secara fisik masih perlu ditemukan agar orang-orang yg sekarang hanya mendasarkan semuanya dengan bukti fisik bisa lebih percaya…
      Tunggu aja, tidak akan lama lagi bukti-bukti fisik itu akan muncul, bahkan dengan sendirinya tanpa perlu di gali oleh para arkeolog, karena memang sudah waktunya…

    joseph said:
    Maret 15, 2013 pukul 12:50 am

    ayo kembali kuasai dunia

    suhendra said:
    Maret 15, 2013 pukul 4:59 am

    semoga saja pariwisata di Indonesia semakin maju dan Indonesia semakin dikenal oleh dunia

    Majulah Indonesia….

    nargansalmun@yahoo.com said:
    Maret 29, 2013 pukul 8:00 am

    NUSANTARA OR ARCHIPELAGO,,,BRAVO AMIGO…KUN FAYAKUN.
    TRUZ BERJUANG KISANAK,,ALLAH SLL MENMYERTAI TIAP LANGKAH N DESAH NAFASMU…AMIN ALLAH HUMA AMIN.

      oedi responded:
      Maret 31, 2013 pukul 7:59 am

      Wa`alakumsalam…
      Ya biarlah banyak orang yg berpandangan miring.. kita gak usah peduli, toh mereka itu memang tidak/belum mengetahui bahwa banyak rahasia di alam jagat raya ini, ya gak bisa dijelaskan dg ilmiah, karena hanya bisa dijangkau dengan mata batin dan indera keenam… sedangkan di dalam sana, jauh melebihi apa2 yg ada di alam dunia nyata ini… dan hanya bisa dirasakan dan lihat oleh orang2 terpilih… jadi sekali lagi gak usah peduli dg mereka yg gak nyambung, tugas kita cukup menyampaikan saja dari setiap kebenaran itu..
      Mari kita berjuang bersama, lewat akal, pikiran, tenaga dan doa, semoga kebangkitan Nusantara akan segera terwujud sehingga dunia akan kembali di tata dg teratur, indah dan sesuai dengan hukum Tuhan yang Azali.
      Okey, terimakasih untuk masnya karena sudah mau berkunjung di tulisan ini, semoga Tuhan membalasnya dengan kebaikan dan anugerah-Nya.. 🙂

    Gede said:
    Juli 30, 2013 pukul 2:38 am

    Terima kasih atas informasinya, kami di Bali akan tetap mempertahankan kearifan Nusantara, kami akan selalu menghargai karya leluhur kami.. kami tdk akan tunduk pada pendapat yg mengatakan leluhur kami salah.. krn dgn pemaparan apa yg ada pd candi ini membuktikan.. leluhur kami pernah jadi penguasa 2/3 bumi..
    Ini baru bukti candi2… blom ilmu pengetahuan yg msh terpendam di bumi nusantara ini.. ilmu yg pernah jaya di jaman itu… kalau saudara sempat mempelajarinya.. anda akan melebihi alien..

      oedi responded:
      Agustus 17, 2013 pukul 4:08 pm

      Sama2 mas… semoga bisa bermanfaat… 🙂
      Hmm… kita tidak usah peduli dengan anggapan keliru orang lain, terlebih bangsa lain, karena yang penting kita tidak pernah mau berlaku adharma dan terus mempertahankan tradisi ketimuran yang sudah diwariskan oleh leluhur kita… karena bangsa kita ini dulu adalah penemu ilmu kesaktian yang tiada bandingnya, salah satunya adalah ilmu Kundalini yang ditemukan oleh seorang Maha Resi dari Jawa yang bernama………. (maaf tidak bisa saya sebutkan namanya disini) setelah beliau bertapa selama kurang lebih 2000 tahun. Saat itu, ilmu ini tidak seperti sekarang yang bahkan sudah dijajakan dimana-mana, termasuk internet, karena bagi siapa saja yang bisa menguasainya ia akan bisa mengendalikan semua elemen di alam (api, air, udara, tanah, dll) untuk digunakan sebagai penghancur atau membangun. Untuk itu, ilmu ini tidak umum dikuasai orang, apalagi oleh selain orang Nusantara, karena hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang berhati suci dan dipilih oleh sang guru sejati… ilmu inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa bangsa kita dulu bisa menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, lah wong kesaktiannya sangat luarbiasa…
      Selain itu, dulu bangsa kita juga pernah menguasai teknologi yang bahkan mengalahkan teknologi kita sekarang, sehingga karena ini juga bangsa kita pun menjadi pusat peradaban dunia… Dulu itu kendaran yang bisa terbang bukanlah hal yang aneh, karena nenek moyang kita saat itu sudah menguasainya dengan banyak kelebihannya bila di bandingkan dengan teknologi kita sekarang, salah satunya tanpa polusi udara dan suara… sumber energinya pun bukan dari fosil atau uranium dan plutonium, tetapi dari kristal putih dan biru… dengan bekal sumber energi kristal luarbiasa dan teknologi yang super canggih itulah nenek moyang kita pun sudah pernah menjelajahi planet-planet di dalam tata surya kita, bahkan beberapa galaksi di jagat raya..
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, saya sangat mendukung sikap masnya tentang kearifan lokal, karena yakinlah Nusantara ini akan kembali bangkit – tidak akan lama lagi karena tanda-tandanya sudah jelas – dan akan kembali memimpin dunia, yang tentunya dengan kebudayaannya sendiri… 🙂
      Tetap SEMANGAT!

        Joey007 (@andri_widjaya) said:
        Mei 16, 2016 pukul 2:00 am

        gak usah sungkan sebutkan aja namanya kita semua tau kok siapa yg di maksud yaitu “SULAIMAN AS”

    Gus Jelantik said:
    Agustus 1, 2013 pukul 12:39 am

    Sejarah memang harus tegak sesuai dengan apa adanya. Tidak dipelintir untuk kepentingan orang/golongan tertentu karena Hal itulah yg membuat bangsa ini terpuruk. bangsa yg tidak bisa menghargai dan emnghormati karya leluhur tidak Akan pernah menjadi bangsa yg besar. Jayalah Nusantara… Bangkitlah…..

      oedi responded:
      Agustus 17, 2013 pukul 4:24 pm

      Ya benar sekali… karena sadarlah wahai saudaraku semuanya, bahwa kita dulu itu pernah di jajah oleh bangsa Barat dengan tujuan memeras kekayaan dan mengkerdilkan semangat putra-putri bangsa ini agar tidak bangkit melawan mereka… jadi sedikit banyak penggalian situs arkeologi dan sejarah tentunya ada tujuan politik penjajahan… makanya kebanyakan yang kita tahu selama bahwa nenek moyang kita itu dulunya adalah orang-orang primitif yang selalu bertelanjang badan atau hanya bisa tinggal di dalam goa dan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan tentunya tidak pula memiliki peradaban yang besar sekelas dunia….. padahal tidaklah demikian, karena banyak peradaban besar dan pernah ada di Nusantara ini. Lihatlah kota Sriwijaya yang ternyata untuk gapura kotanya saja terbuat dari emas atau perunggu lengkap dengan ukirannya yang indah, sementara atap bangunannya ada yang bahkan menggunakan perak atau perunggu…. itu belum lagi yang lainnya, karena tentunya lebih mengagumkan..
      Untuk itulah, jangan pula kita terlalu percaya dengan apa yang telah ditulis oleh para ahli sejarah Barat, terutama dari zaman kolonial dulu… cukuplah sekedar dijadikan perbandingan tetapi bukan untuk patokan utama, karena kecurigaan saya banyak di antaranya sudah dipelintir sedemikian rupa demi melanggenggkan penjejahan mereka di tanah Nusantara ini…. mereka itu sangat takut bila bangsa kita ini mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya, karena itu akan mengancam penjejahan mereka…. makanya cepat-cepatlah mereka menggondol bukti-bukti peninggalan sejarah kerajaan Medang, Kahuripan, Dhaha, Kediri, Singosari, Wilwatikta/Majapahit, dll ke negeri mereka, seperti yang telah di lakukan Inggris, Portugal, Netherland/Belanda, bahkan Amerika.
      Percayalah dengan diri kita sendiri, bahkan percayalah dengan beberapa legenda atau mitos yang selama ini ada di tempat kita, karena itu dulunya adalah fakta dan pernah terjadi atau di lakukan oleh nenek moyang kita… Bangkitlah! Semangatlah! Karena kita sebenarnya adalah orang-orang hebat dan akan kembali memimpin dunia…
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

    ihsankl said:
    September 4, 2013 pukul 4:41 am

    Reblogged this on and commented:
    selalu suka temuan-temuan macem ini

    ihsankl said:
    September 4, 2013 pukul 4:43 am

    gali terus sejarahnya mas! 😀

      oedi responded:
      September 15, 2013 pukul 2:46 am

      Okey… saya akan terus berusaha.. doakan saja lancar.. 🙂
      Makasih atas kunjungan dan dukungannya, moga bermanfaat… 🙂

    siswanto said:
    Februari 20, 2014 pukul 5:13 am

    kmu pasti bisa,

      oedi responded:
      Februari 24, 2014 pukul 7:22 am

      Tentu bisa, karena dulu bangsa ini pernah bisa…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    muhammad shofwan said:
    Maret 23, 2014 pukul 5:37 am

    Mas Oedi, tolong uraikan diaspora ketiga anak Nuh. Khususnya Yafid dan Ham.Apakah Ham yang menurunkan bangsa Dravida di India dan terus ke Nusantara bagian timur. Ini hanya dugaan saya saja.Atau bagiamana penyebaran keturunan Yafid di Asie Tenggara dan bagaimana dengan istri Nabi Ibrohim Qontura yang menurunkan banga Madyan…apakah Qontura juga dari Nusantara ( Asia Tenggara dimana tepatnya ). Jazakallahu khoir wa barokallahu fik.

      oedi responded:
      April 1, 2014 pukul 6:59 am

      Hmm.. permintaan masnya ini sangat sulit untuk saya penuhi, karena memang terkendala dengan kurangnya data dan informasi… dan saya gak mau asal jelaskan saja, takutnya malah ikut mengaburkan sejarah… tapi bila saya sudah mendapatkan data dan keterangannya, maka secepatnya akan saya posting di blog ini…
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    R.Sasranegara said:
    April 14, 2014 pukul 2:52 am

    masah Allah…..tulisan yg hebat!!!

      25mei2002 said:
      April 17, 2014 pukul 6:09 am

      ohhhhhhhhhhhhhhhhhh gitu yyyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

        oedi responded:
        April 19, 2014 pukul 6:50 am

        Okey terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, moga bermanfaat.. 🙂

      oedi responded:
      April 19, 2014 pukul 6:37 am

      Subhanallah.. syukurlah kalau senang dengan tulisan ini, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    25mei2002 said:
    April 17, 2014 pukul 6:00 am

    ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gitu yahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    jafar ngabalin said:
    Mei 13, 2014 pukul 11:49 am

    buat semua saudara yang berjuang untuk kebangkitan peradaban Indonesia yang kami sebut peradaban Pancasila, kami sdg mengajak semua untuk terlibat dalam gerakan kebangkitan peradaban Pancasila, kontak kami di 081218106222, jafar_ngabalin@yahoo.co.id

      oedi responded:
      Mei 15, 2014 pukul 7:44 am

      Okey terimakasih atas kunjungan, dukungan dan informasinya, semoga bermanfaat.. 🙂

    juraidah Asyari said:
    Oktober 30, 2014 pukul 5:26 am

    Semoga nusantara jaya lg Amiin…

    Muy Oi said:
    Desember 12, 2014 pukul 8:12 pm

    mau nanya ni mas kira-kira nusantara rajanya di pimpin siapa ya kok bisa hebat bagat ya

      oedi responded:
      Desember 14, 2014 pukul 5:47 am

      Hmm… wah kalau di tanya siapa maka jawabannya banyak sekali.. karena sejarah bangsa ini bukanlah baru kemaren sore, sangat lama, bahkan sesungguhnya lebih tua dari Yunani dan Mesir… Menurut saya, di antara raja besar itu seperti Sri Rama dan Yudistira, karena bagi saya mereka sesungguhnya dulu berada di Nusantara. Kota Ayodya itu berada di tanah Jawa, sedangkan Alengka berada di tanah India. Begitu pun Indra Prasta atau Amarta juga berada di tanah Jawa, sedangkan Hastinapura berada di tanah India. Namun untuk raja-raja besar yang ada di Nusantara terhitung sejak perhitungan Masehi misalnya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa (pendiri kerajaan Sriwijaya) dan Hayam Wuruk (raja Majapahit). Keduanya adalah raja besar yang mendunia dan disegani oleh banyak raja besar dan bangsa besar di dunia.. saat mereka memimpin, bangsa kita telah hidup dalam peradaban yang tinggi lengkap dengan kemakmurannya…
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    sinto said:
    Desember 17, 2014 pukul 3:22 am

    Mas, pernah tau nggak kalau di pulau jawa ada sebuah bukit jika dilihat dari strukturnya ternyata bukit itu dulunya adalah sebuah bangunan yang mirip piramida seperti di mesir.
    Dan kalau saya perhatikan dari cerita-cerita jawa, saya mengambil kesimpulan kalau pulau jawa itu awal mulanya dihuni oleh suku bangsa raksasa/danawa (buto) yang rajanya bernama prabu dewatacengkar. Sebelum kedatangan ajisaka yang berasal dari india, belum ada orang-orang seperti kita ini di pulau jawa dan juga belum ada agama pertama di jawa yaitu hindu dan budaya-budaya jawa-hindu seperti gamelan, wayang dan lain sebagainya. Penghuni pulau jawa yang asli adalah bangsa para raksasa yang sudah memiliki tata pemerintahan terbukti dengan adanya raja raksasa bernama dewatacengkar. Selanjutnya datanglah suku bangsa manusia dari india yang diawali kedatangan ajisaka dan orang-orang buangan dari india yang nantinya membawa budaya-budaya hindu india seperti benda-benda dari kuningan (gamelan, perhiasan pakaian kuningan, dan sebagainya), aksara jawa yang mirip aksara india, budaya “wayang” dan budaya sesaji kepada dewa-dewa. Kalau ada keliru mungkin bisa memberitahukan pada saya sehingga wawasan saya bisa bertambah untuk ngutak atik awal mula “JAWA” dan serba serbi tentang jawa di pulau ini.

      oedi responded:
      Desember 25, 2014 pukul 7:23 am

      Hmm… kalau itu menurut saya salah satunya adalah gunung Padang atau gunung lalakon yang ada di Jawa Barat. Karena kalau di perhatikan memang mirip/membentuk piramida. Bahkan saat saya berada di puncak gunung Semeru dulu, saya juga melihat ada sebuah bukit yang kalau di perhatikan sangat mirip dengan piramida.. artinya, ada banyak kemungkinan bahwa nenek moyang kita dulu sudah pernah membangun piramida bahkan jauh sebelum bangsa Mesir dan Indian.
      Wah kalau itu, saya kurang sependapat dengan masnya, karena menurut saya dahulu kala tanah Jawa ini tetaplah di huni oleh Manusia biasa, hanya saja ukurannya lebih besar dari kita, karena memang manusia ini dari zaman ke zaman semakin lama semakin mengecil.. Dewata Cengkar itu bukan seorang raksasa, tapi manusia biasa yg bersikap bak raksasa karena suka memakan manusia.. Hal itu karena pengaruh kutukan dan ilmu yg dia miliki.. Untuk itulah, mengapa Arya Saka atau yg lebih di kenal sekarang dengan sebutan Aji Saka datang ke tanah Jawa, yaitu untuk membebaskan rakyat Jawa dari kezaliman seorang raja yang bernama Dewata Cengkar itu.
      Perlu di luruskan bahwa Arya Saka atau Aji Saka itu bukanlah orang buangan, karena sesungguhnya dia seorang putra mahkota dari sebuah kerajaan yg ada di tanah India bagian selatan. Kerajaan itu bernama Hindustapala. Dia adalah pewaris tahta namun memang tidak menginginkannya, karena lebih memilih hidup sebagai seorang Rsi/Resi dan hijrah ke tanah Jawa karena mendapat satu misi penting – salah satunya membebaskan rakyat dari raja yg bernama Dewata Cengkar.

    esa said:
    Januari 17, 2015 pukul 12:26 am

    Dahulu hnya ada 1 daratan sangat luas dgn lautnya,1 bahsa aksara, pnduduk2nya brmcm2 prawakn rupa,kna banjir bsar,trpcah2 trpisah mnjadi bnua2 n pulau2 kcil,mmulai kmbali dr awal mmbangun pradaban msg2. Slh 1 bnua trpisah brhsil mmbangun pradaban trtinggi dibandingkn dgn n mmpngaruhi bnua2 lainya, kna banjir lokal,trpcah2 trpisah mnjadi bbrapa pulau bsar n ribuan pulau kcil. Brsambung,he..he…

    esa said:
    Januari 17, 2015 pukul 12:59 am

    Stlah trpcah2 trpisah mnjadi bbrapa pulau bsar ribuan pulau kcil,kmbali msg2 dr awal mmulai mmbangun pradaban utk mngejar ktrtinggalan dgn pradaban bnua2 lain yg sblumnya pradaban2nya dipngaruhi oleh pradaban bnua trpisah yg kna banjir lokal. Brsuku2,brbahsa2 braksara2, sbagian kcil brpindah ke semenanjung n pulau2 bnua lainya. Yg tdk brpindak sbagian kwin campur dgn pndatang2 bangsa2 dr bnua2 lain(arab,india,cina,afrika,dll bahkn eropa) mnjadi ‘ras campuran’ sehingga ‘pnampaknnya’ brbda2 ttapi ttap asalnya satu bangsa dgn ‘ras murni’. Datang bangsa2 pnjajah dr ‘bnua brsalju’ n pnjajah lainya, ras murni n campuran mlakukn prlawanan perang trhdap ‘ras2 pnjajah’ sampai mrdka namun blm spenuhnya ‘merdeka’ sampai skrang. Tdk masalah ras murni atau campuran yg mndiami pulau2 atau bagian pulau2 ttapi yg jadi masalah bsar adalah timbulnya adanya ‘ras ke 3′(‘ras pngotor) yg sangat kurang punya ‘budaya malu’ n pun juga mnjadi ‘budak2 setia pnjajah’. ‘Ras pngotor’ itu mngotori ‘ksucian tanah ibu prtiwi pusaka abadi nan jaya’ di semua segi khidupan n mnjadiknnya ‘psakitan’ dunia. Siapa2kah nantinya se2orang, sahbatnya,pndukung2nya,rakyatnya’ yg akan ‘mmbrsihkn’ ‘smua yg mngotori’ krn tidak sadar2?.

    Kreno said:
    Maret 23, 2015 pukul 7:48 am

    Sejarah dan Candi di Nusantara

      Kresno said:
      Maret 23, 2015 pukul 7:49 am

      Gimana Bung dengan situs gunung padang…apakah ada korelasinya ..?

        oedi responded:
        Maret 27, 2015 pukul 11:46 am

        Hmm.. tentu ada, tapi saya rasa tidak terlalu banyak dan signifikan… namun itu tidak menjsdi soal, karena bangsa Nusantara ini memiliki berjuta kemampuan dan sangat banyak pula peradaban yang besar yang pernah ada di masa lalu… ya salah satunya situs di Gunung Padang itu.. 🙂

      oedi responded:
      Maret 27, 2015 pukul 11:44 am

      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    […] ON NOVEMBER 15, 2011 UPDATED ON NOVEMBER 15, […]

    armandfathir said:
    Agustus 3, 2015 pukul 5:59 pm

    Suatu saat Bangsa ini akan menunjukkan jati dirinya.Pusat peradaban Dunia di akhir zaman.Bukan hayalan,bukan ramalan tapi takdir yang menentukan demikian.

    Suyitno said:
    April 14, 2016 pukul 6:54 pm

    Apakah temuan bapak sudah dibukukan..?

      oedi responded:
      April 20, 2016 pukul 1:53 am

      Oh tentang buku, sebenarnya sudah ada tapi masih dalam proses penulisan dan terus menambahkan materinya.. terlebih yang dibahas di dalam buku saya itu bukan hanya tentang Nusantara, tetapi dunia sekaligus, bahkan sejarah manusia dari zaman ke zaman yang berlangsung selama milyaran tahun belakangan… jadi sekarang ya belum di terbitkan.. doakan saja bisa kelar dalam waktu dekat.. 🙂
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Joey007 (@andri_widjaya) said:
    Mei 16, 2016 pukul 1:56 am

    yaya itu semua adalah kisah nabi sulaiman as yg memang asli dari jawa karena satu2nya nabi yg menaklukan seluruh bangsa yg ada di dunia ini atas izin Allah swt,dan maaf mas penulis blog itu sebenarnya bukan kaktus tapi lafad ALLAH SWT yg disembah,…tidak ada bangsa lain yg memakai kata depan nama SU selain bangsa jawa>dan org2 dari barat bilang bukan sulaiman tapi solomon itu semua karena nabi sulaiman adalah org jawa asli,dan bangunan candi2 yg ada adalah bangunan yg di buat oleh jin jin atas perintah nabi sulaiman>boleh cek di dalam kitab suci alquran

    2ji said:
    Juli 26, 2016 pukul 5:32 am

    Sorry nimbrung…
    Untuk berubah, mulinya dimana?
    Mungkin benar harus mulai dari nama negara kita Indonesia, karena kata Indonesia yang berarti “negeri budak” sebagai warisan dari orang Swedia (?) -seorang jurnalis jaman kolnial- untuk mengidentifikasi kepulauan Nusantara. Menurut DR Arkand (ahli metafisika) konon kata Indonesia disusun dengan ‘aksara’ yang energinya negatif bahkan diprediksi tahun 2020 kemungkinan akan “berakhir” (silahkan kunjungi arkand.com). Sementara Nusantara adalah nama yang diwariskan oleh leluhur kita dan dari segi metafisika energinya sangat positif. Dengan nama Nusantara sangat berpotensi akan mencapai kejayan seperti di masa lalu.
    Salam Nusantara.

    ardaardi said:
    Oktober 7, 2016 pukul 9:51 am

    Reblogged this on demimasadepan and commented:
    MasyaAllah.. takjub nusantara adalah Atlantis dari Alam kekayaan, posisi negara, kemajuan masyarakat, kecanggihan infrastruktur, Harus bongkar fakta2 ini keranah media televisi biar lebih banyak yang paham dan demi masa depan yang lebih baik.. Aamiinn

      oedi responded:
      Oktober 30, 2016 pukul 7:55 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Hmm lebih tepatnya Atlantis itu yang berada di Nusantara mas. Atlantis bahkan hanya di antara peradaban besar yang pernah ada di Nusantara.. Dulu ada peradaban yang lebih besar dan lebih maju dari Atlantis, dan mereka sama2 di Nusantara kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s