Puisi_ku

Mengosongkan Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kosong adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan tidak adanya sesuatu. Sejak awal hingga akhir seharusnya tetaplah seperti itu. Hanya saja dalam kenyataan waktu yang bergulir, maka keadaan kosong ini bisa berubah, alias bisa saja ada isinya. Dan jika itu sampai terjadi, artinya tidak lagi bisa disebut kosong, alias sudah berisi.

Nah, hal ini jika dikaitkan dengan kondisi seseorang, maka yang disebut mengosongkan diri itu adalah berhasil menghilangkan segala yang ada di dalam diri sendiri. Di antaranya seperti ego, ke-aku-an diri, dan beragam jenis hasrat keinginan. Akal pikiran, bahkan perasaan pun harus menjadi “nol” untuk bisa disebut kosong. Karena itulah diperlukan tingkat penyerahan diri yang tinggi, alias sepenuhnya. Dan siapapun bisa mewujudkannya, asalkan ia tekun dalam mengasah dirinya – secara lahir batin.

Baca entri selengkapnya »

Diri Yang Terpilih

Posted on Updated on

Tidak semua jiwa berada dalam ketenangan hakiki. 
Tidak semua hati yang tercerahkan.
Siapapun akan diseleksi dengan ketat.  
Setiap orangnya akan mengikuti ujian berat.
Alam yang menjadi jurinya. 
Bumi yang memilih siapakah yang tetap berpijak padanya.

Ya. Alam yang menanti,
Alam yang menyiapkan segalanya,
Dan alam pula yang memberikan pertanda-NYA.
Sebuah isyarat bagi dunia.  
Isyarat untuk setiap kehidupan di Bumi.
Tentang kisah lama yang sering diabaikan,
Namun kini semakin terbukti kebenarannya.

Baca entri selengkapnya »

Tahu Diri

Posted on Updated on

Seperti anganku untuk menyatu dengan dirimu.
Apa yang lebih alami dari pada air mata yang membasahi pipi?
Sungguh tak ingin diriku mengikuti hampa dalam hidup ini.
Tak mau pula aku menjauh darimu yang telah menyihirku.

Namun, meskipun seberapa kuatnya hasrat yang ku miliki.
Kau tak ubahnya permata di tempat yang sangat tinggi.
Sulit untukku mengapaimu, seberapa pun aku telah berusaha.
Kau terus menjauh tanpa bisa ku ikuti.

Baca entri selengkapnya »

Meraih Ketenangan Batin

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Seiring berjalannya waktu, kehidupan di atas dunia ini terus dipenuhi dengan lika-likunya yang beragam. Kadang semuanya itu sampai mendesak kita dan akhirnya membuat diri menjadi gundah dan merasakan sedih. Nah, pada saat seperti itulah kita pun menginginkan ketenangan batin, sebab hanya dengan begitulah kita akan mampu bertahan lebih lama.

Baca entri selengkapnya »

Menuju Keheningan

Posted on

Wahai saudaraku. Terkadang kita sulit untuk menentukan keinginan diri sendiri karena terpengaruh oleh anggapan dan pemahaman orang lain. Semuanya terjadi lantaran kita telah jarang berdiskusi dengan diri kita sendiri, bahkan mungkin tak pernah sama sekali. Dan itu bisa dibuktikan dengan tidak rajinnya kita dalam ber-muhasabah (introspeksi diri), tadabbur (menambah ilmu pengetahuan), dan tafakur (merenung, meditasi, semedhi). Sebab, orang yang rajin melakukan ketiganya itu akan terbimbing jalan hidupnya. Ia pun dapat berbuat yang sesuai dengan kebenaran sejati.

Baca entri selengkapnya »

Sell Emrah

Posted on Updated on

Ya asmina. Nasy’asikan hunakayabinah abwayarukhin surayatunis bharahuwayah kisharutayamus nahikantadha. Renudiyatuka urtavadaras syahikantasum rewastinamun irfatanuwasa huryabanusin. Ratikanuyah mabusyiraham uswahayaniya lastahinabaswa rudhamayaruh. Modettanayal henakataram wirdhanabasya ulnatahiyawarunggha sellahaniyasah.

Baca entri selengkapnya »

Liburan Panjang

Posted on Updated on

Meskipun tak terlihat, aku terus merasakannya di dalam hati bahwa diri ini kian hampa.
Tak ada lagi pelipur yang dapat membuatku bertahan.
Lebih lama maka aku tak kuasa dengan kondisi ini.
Aku lelah, bagai tiang yang keropos termakan waktu.
Aku butuh liburan panjang,
Liburan yang tak perlu untuk kembali. 

Baca entri selengkapnya »