Ketenangan Jiwa

Wahai saudaraku. Hidup ini adalah penantian yang panjang. Bila kau berada di dalam sesuatu hal, jangan mengharapkan hal yang lain. Jangan menginginkan yang lain, baik itu lebih tinggi atau yang lebih rendah. Tetaplah dalam keadaanmu yang sekarang dan jangan berpindah kecuali terpaksa. Terpaksa disini artinya kau sudah diperintahkan oleh-NYA terus menerus sampai kau tak dapat lagi menolaknya. Tapi janganlah ini dianggap sebagai izin khusus, karena bisa jadi itu hanya sebagai jebakan-NYA saja. Jebakan halus untuk terus mengujimu sampai kau lulus dalam pendidikan-NYA.

Continue reading “Ketenangan Jiwa”

Iklan

Menaklukkan Diri Sendiri

Wahai saudaraku. Bila kau melihat dunia, maka berhati-hatilah terhadapnya. Waspadalah dengan tipuannya tentang kenikmatan yang seolah-olah indah tetapi sebenarnya sangat buruk dan merugikan. Jika menyentuhnya, siapapun bisa terkecoh dan mengabaikan kemudharatan lalu senang dengan janji palsunya. Akibatnya, seseorang hanya akan terus mengikuti hasrat keinginannya, senang menonjolkan diri dan selalu pamrih, sehingga tanpa sadar mengeluarkan bau busuk. Yang kian lama semakin bertambah busuk, menyengat dan sangat menjijikkan.

Maka dari itu, palingkanlah penglihatanmu dari segala kepalsuan dunia ini. Tutuplah penciumanmu dari kebusukan syahwatnya, agar engkau aman darinya dan segala tipu dayanya; sedangkan bagianmu menghampiri segera dan engkau pun menikmatinya. Dan sadarkanlah dirimu dengan lenyap dari pandangan makhluk, dari kemauanmu, dan dari dirimu sendiri. Hiduplah dalam bahtera cinta-NYA yang murni, dengan sepenuhnya memutuskan diri dari makhluk dan dunia ini. Buanglah segala upaya memperoleh sarana-sarana duniawi dan berhubungan dengan mereka demi suatu manfaat. Tetapi pasrahkan semua itu hanya kepada-NYA, karena DIA-lah pemilik dari segalanya sejak awal hingga akhir.

Continue reading “Menaklukkan Diri Sendiri”

Perang Besar Universal

Lihatlah wahai semua!
Matahari terbenam dikelilingi api hitam yang berkobar.
Meskipun negeri manusia telah lama berada dibawah perlindungan para kesatria,
Aku khawatir pertempuran dahsyat itu akan segera terjadi disini.
Dan heningkanlah ciptamu lalu rasakan dengan hatimu,
Bahwa kini senja membawa pertanda akhir dan kejatuhan dari banyak perkara,
Sementara perubahan keadaan dunia akan kembali terjadi,
Lebih keras dan tanpa bisa dihindari lagi.

Continue reading “Perang Besar Universal”

Nur`amunatanam

Ya anmu. Antabahikam inmanuya wamanilam sabhiyalam kuwasar’ina, mijbahu libantaru syifanari uswarinta wratinti hallaikah. Airatama hinamagna syiyalasa ambahani relikal atartura maniyakana jaihikan. Masbihali raksamaya miridabum urtamfari hanikmaratwa lekadayani mahisananta. Swalutas ruhisa vranami latukandiya arwanumagna parudahis al’atani ruhiyanumasya. Continue reading “Nur`amunatanam”

Alfaruq Hiyadi Alfatah

Ya nauli. Halbiyani asuktah nammaru dirhamna biswaril yahanikmatasya sullabinu, hargiyani tartarun sigalayakasyi. Mindayali arbiyanila surtanu nihmatiyahi lilbarus Swarnula-Jawi hijayari. Watuqa rihlatasya isbanturi namila Nusanta-Ra riksyalawi nabunirata zangkurtinahasyi. Wallinabuya rimadhani asma’unhiya swadurilaha ustafaruq alfaruq hiyadi alfatah Bhumiyasya. Isymakayun nurhayyun lilbasharisy wijayakurman silbahubana hanikasya. Continue reading “Alfaruq Hiyadi Alfatah”

Jalan Keikhlasan

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Continue reading “Jalan Keikhlasan”

Syir’anukh Lel Khalifah

Ya halukh. Loh nakh himatar nu’amul syid amur hiyah sikalis mijaz girazakh. Dar iyahi lahu masyente wigali ursahi Bhumi lamihakir dwarukh. Auin sal anakh sun anamun hisarli Swarna Jawi re imarah biseldaru micbiyyah. Nu’ariyah wajihal gwarte marakesh qusri Nusanta-Ra zima liyah ur harumba rekhla hertakh. Leh mewar tekare his demtarul orbucah rakhlo zar’ika illahura syirakhta urbakh. Mirndamu yer’urak mantrali bercumta lawighra sudari remuwah lesere orwalin tarunta keraharikh. 

Muta’at ni seleta rewuni seya bejarhi srimal qir irabinah. Hisalur smaril wraku et erbuna tarihalakh umsa ralukhi. Sya’ilaku uthala ni vashunakh tal Auro, Meuro, Seiro, Hairo, Deuro, Teuro, Vauro, Qiuro sa Nauro. Serulamu ya’anli usmo Nurrataya sa Ainur weral tur harumsik vaitmah. Esbah helaka liyamul isyha lamukh zinkura talbi rakuh syurijal elbantu. Qutroda sunarih nur’amun nel beyahra Hyang Aruta malhi jalkita rukh sal erzurakh. Hedamta zamikatur miyadawil hirakta sedambil turatan wirakhi. Zirsamu ur’ainu rukh siraq wirtafatu barti henukh. Continue reading “Syir’anukh Lel Khalifah”