Alfaruq Hiyadi Alfatah

Ya nauli. Halbiyani asuktah nammaru dirhamna biswaril yahanikmatasya sullabinu, hargiyani tartarun sigalayakasyi. Mindayali arbiyanila surtanu nihmatiyahi lilbarus Swarnula-Jawi hijayari. Watuqa rihlatasya isbanturi namila Nusanta-Ra riksyalawi nabunirata zangkurtinahasyi. Wallinabuya rimadhani asma’unhiya swadurilaha ustafaruq alfaruq hiyadi alfatah Bhumiyasya. Isymakayun nurhayyun lilbasharisy wijayakurman silbahubana hanikasya. Lanjutkan membaca “Alfaruq Hiyadi Alfatah”

Jalan Keikhlasan

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Lanjutkan membaca “Jalan Keikhlasan”

Syir’anukh Lel Khalifah

Ya halukh. Loh nakh himatar nu’amul syid amur hiyah sikalis mijaz girazakh. Dar iyahi lahu masyente wigali ursahi Bhumi lamihakir dwarukh. Auin sal anakh sun anamun hisarli Swarna Jawi re imarah biseldaru micbiyyah. Nu’ariyah wajihal gwarte marakesh qusri Nusanta-Ra zima liyah ur harumba rekhla hertakh. Leh mewar tekare his demtarul orbucah rakhlo zar’ika illahura syirakhta urbakh. Mirndamu yer’urak mantrali bercumta lawighra sudari remuwah lesere orwalin tarunta keraharikh. 

Muta’at ni seleta rewuni seya bejarhi srimal qir irabinah. Hisalur smaril wraku et erbuna tarihalakh umsa ralukhi. Sya’ilaku uthala ni vashunakh tal Auro, Meuro, Seiro, Hairo, Deuro, Teuro, Vauro, Qiuro sa Nauro. Serulamu ya’anli usmo Nurrataya sa Ainur weral tur harumsik vaitmah. Esbah helaka liyamul isyha lamukh zinkura talbi rakuh syurijal elbantu. Qutroda sunarih nur’amun nel beyahra Hyang Aruta malhi jalkita rukh sal erzurakh. Hedamta zamikatur miyadawil hirakta sedambil turatan wirakhi. Zirsamu ur’ainu rukh siraq wirtafatu barti henukh. Lanjutkan membaca “Syir’anukh Lel Khalifah”

Madisyali Khulafayah

images-11Ya halu. Namang ka haritung kisana bagila muna hiyal wrada sam’an artani. Managh ursasi cancuri gilsya jihwan hiyad tantruwah. Munang sahi ratigha ula usja Bhumi talsina baitta. Gishala kangtha virwal munahti hang dhina lahku urawaruwi pulya. Mnuwa sulan hidar ni Swarna li Jawi li Makiram nurtiya burtansi kalsuri. Rahtim qur caru burtala hiya Nusanta-Ra haidam ultata irtam. Omsya mohrasa hambira di Hyang Aruta lokan zirhati zingkala mudyana. Arwin syalifa din kalsuh winanta bishali maksyara oramu hargi jaluni hagiyanu.

Lanjutkan membaca “Madisyali Khulafayah”

Kebangkitan Raja Kegelapan

demon-1Wahai saudaraku. Dahulu kala, saat peradaban manusia masih muda dan belum ada hitungan untuk minggu, raja kegelapan hampir sepenuhnya menguasai dunia ini. Ada banyak raja manusia dan jin yang menjadi pelayannya. Ada banyak pula rakyat jelata yang dijadikan sebagai budaknya. Mereka semua diberi kekuatan, tapi untuk kejahatan yang luarbiasa. Hanya sebagian manusia dan bangsa peri yang melawan, karena mereka itu takkan pernah mengabdi kepada raja kegelapan itu. Mereka mungkin takut padanya, tapi mereka takkan mau melayaninya. Sebagai seorang kesatria mereka tetap berjuang dan mempertahankan diri dengan segala upaya. Dan karena sikap itu, mereka dapat bantuan yang tak terkira, yang bisa mengalahkan penguasa kegelapan itu dan semua bala pasukannya.

Lanjutkan membaca “Kebangkitan Raja Kegelapan”

Negeri di Balik Kabut

keindahan kabutWahai saudaraku. Di ujung timur bagian selatan negeri ini ada kota dibalik kabut misteri. Posisinya tidak ada di dalam peta dunia masa kini. Tapi disana ada hamparan rumput hijau yang berlanjut ke dalam hutan permai. Hutan rimba itu beratapkan dahan dan cabang-cabang pohon yang membentuk balairung. Batang-batang pohonnya berdiri tegak bagaikan pilar-pilar yang teramat kokoh.

Kalau engkau bisa kesana, kau akan melihat jalan yang berliku, datar dan juga mendaki. Dibalik cahaya yang temaram, siapapun akan melangkah dalam keheningan yang damai. Bahkan para peri bisa berjalan tanpa suara dan bunyi langkah kaki. Dan ketika kau melihat hutan di kedua sisi yang semakin rapat, jalan pun akan semakin menurun, menuju lembah yang indah. Untuk bisa sampai ke lembah itu, kau harus melewati lipatan bukit dan melalui semak perdu dan hamparan bunga warna-warni yang mewangi.

Lanjutkan membaca “Negeri di Balik Kabut”