Puisi_ku

Dharma Kesatria dan Hakekat Perang Besar

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ketika orang-orang telah mengetahui apa yang menjadi harapan dan kebutuhannya, maka revolusi akan tiba. Siapapun pasti menghadapi pilihan untuk menjadi budak atau bangkit sebagai pribadi yang merdeka. Beruntunglah bagi yang berhasil merdeka, dan rugilah untuk yang tetap sebagai budak – sadar atau tidak disadarinya, sebab ia telah mati walaupun dalam keadaan hidup.

Dan kita memiliki kesempatan bergabung untuk hidup sebagai para kesatria. Sebaliknya, silahkan saja pilih untuk tidak ikut bergabung, alias tetap menjadi budak. Hanya saja itu berarti melawan kaum revolusioner dan menginginkan perang terbuka. Dan memang tak sedikit orang yang hidup saat ini hanya demi mereka (para elit) yang sebenarnya sangat membencinya. Disisi lain mereka itu (para elit) juga takut dan tak ingin banyak orang yang hidup baik dan mengenali diri sejatinya. Mereka (para elit) adalah para penjahat yang hidup di atas tipu daya dan memanfaatkan orang lain. Merekalah para pengabdi kegelapan – meskipun tidak semuanya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kesucian Diri (1)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Mereka yang sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, tentunya tidak akan rakus dengan harta, jabatan, popularitas, dan kesenangan, apalagi perbuatan yang sia-sia, yang jahat dan menyimpang dari kebenaran. Ia memang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi semua itu hanyalah sebatas kendaraan saja, bukan tujuan utamanya. Dan saat mengamalkan kebaikan dalam hidupnya, seorang yang telah sadar diri itu selalu berpikir bahwa kematian akan datang esok hari, hingga kemalasannya pun menghilang.

Baca entri selengkapnya »

Panggilan Ibu Pertiwi

Posted on

Asal kami dari tanah, hidup kami dari lautan.
Tumbuh kami dari udara, dewasa kami dari api yang membara.
Dan cahaya sinar telah merasuki jantung hati.
Semangat juang makin beriak tak pernah diam.

Baca entri selengkapnya »

Sang Pengembara Cahaya

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Izinkanlah diri ini untuk menyampaikan bahwa ada sosok yang tidak sekedar menjalani kehidupan, karena ia telah berjalan penuh di atas kehidupan ini. Apa yang dilakukannya adalah untuk menggapai dan menyampaikan. Misinya adalah mengingatkan, visinya adalah keharmonisan. Dan ia terus mengembara secara lahir maupun batinnya. Dengan tujuan yang jelas, maka ia takkan peduli terhadap anggapan orang lain kepadanya, bahkan tentang tuduhan dan hinaan mereka. Dan ia pun takkan segan untuk meninggalkan apa yang dimiliki, apa yang dicintai. Semuanya demi menemui Sumber Cahaya yang selalu dirindukannya.

Baca entri selengkapnya »

Ku Ingin Bersamamu

Posted on

Melihatmu adalah penghiburanku.
Memandangmu adalah kesenanganku.
Dan akupun merasa bahagia bila didekatmu.
Kau yang begitu indah dan mempesona.
Kau yang teramat menarik dan tiada duanya.
Sungguh ku ingin terus bersamamu.

Baca entri selengkapnya »

Qwindalas : Lembah Keabadian

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Setelah sekian lama aku teringat akan sebuah keindahan yang bahagia. Tak ada lagi kesedihan, karena yang tertinggal hanyalah kedamaian. Dan aku sungguh ingin kembali berada di sana, di sebuah tempat yang menyadarkan diri ini untuk segera “menyatu lalu menghilang”. Tempat yang teramat menakjubkan, yang disebut dengan nama Qwindalas.

Baca entri selengkapnya »

Sepasang Kekasih

Posted on

Dengan sepenuh hati dan jiwa,
Dengan mencintai setulusnya,
Maka tak ada perpisahan bagi sepasang kekasih.
Dan perpisahan itu sesungguhnya hanya bagi yang mencintai dengan matanya saja.
Hanya untuk yang melihat apa yang terlihat saja.
Tidak untuk mereka yang memiliki cinta sejati.

Baca entri selengkapnya »