Jalur dan Tingkatan Nirwana : Langkah Menjadi Manusia Sejati

Posted on Updated on

merbabu 22-24 maret 2012 4Wahai saudaraku. Sesungguhnya tidak ada kata yang tepat untuk menjelaskan tentang Nirwana. Karena Nirwana bukanlah suatu tempat khusus, bukan pula suatu ketiadaan. Nirwana tidak sama dengan Surga atau Kahyangan, tapi merupakan suatu keadaan khusus yang istimewa dan bisa direalisasikan dengan cara melenyapkan loba (keserakahan), moha (kebodohan batin), kesombongan, angkara murka, sifat iri dan kebencian.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Nirwana itu bukanlah suatu tempat atau alam kehidupan tersendiri, melainkan keadaan yang terbebas dari semua kekotoran batin yang menjadi penyebab penderitaan dari setiap kelahiran, penyakit, kesedihan, ratapan, keputus-asaan, usia tua, dan kematian; yaitu loba (keserakahan), moha (kebodohan batin), kesombongan, angkara murka, sifat iri dan kebencian. Dan siapapun punya hak dan kesempatan yang sama untuk bisa meraihnya, tinggal sebatas mana ia mau berusaha dalam kesabaran.

Baca entri selengkapnya »

Jenis dan Tingkatan Meditasi

Posted on Updated on

meditasi - AshramWahai saudaraku. Dalam jangka waktu miliaran tahun, secara perlahan mulai hadir berbagai kesadaran yang sangat tinggi. Di alam semesta kita sendiri (karena ada banyak alam semesta yang lain: multiverse), seiring kehendak-NYA maka berdatanganlah entitas-entitas yang menakjubkan. Lalu di antara para entitas tersebut ada yang menetap di galaksi kita ini meskipun tak diketahui dengan pasti. Merekalah yang mengelola berbagai takdir kehidupan makhluk tanpa disadari. Tentunya hanya atas izin dan perintah-NYA saja.

Baca entri selengkapnya »

Pancasila Bangsa Nusantara

Posted on Updated on

candi sewuWahai saudaraku. Manusia memang saling berbeda. Ada yang reflektif dan ada yang emosional, ada juga yang aktif. Namun demikian, mereka tidak eksklusif. Dimana pada akhirnya pengetahuan, cinta dan kerja itu bercampur menjadi satu. Tuhan sendiri adalah sat (realitas), cit (kebenaran) dan ananda (kebahagiaan). Sehingga bagi mereka yang mencari pengetahuan, maka DIA adalah Cahaya Abadi, yang terang benderang seperti Matahari pada siang hari, dimana tak ada kegelapan; bagi mereka yang memperjuangkan keluhuran budi, DIA adalah Kebenaran Hakiki, yang teguh dan tak memihak; dan bagi mereka yang cenderung bersifat emosional, DIA adalah Cinta Sejati, Keindahan dan Kesucian.

Baca entri selengkapnya »

5 Jenis Kehidupan Manusia

Posted on Updated on

ketenanganWahai saudaraku. Mari kita kembali memahami lebih dalam tentang hakikat diri Manusia, khususnya tentang lini kehidupannya. Karena sebagai makhluk yang sempurna diciptakan, tentunya kita ini akan berbeda dengan jenis makhluk yang lain. Perbedaan itu jelas terlihat dari model kehidupan dan pembagiannya. Bahkan antara diri Manusia yang satu dengan yang lainnya akan berbeda pula. Semua tergantung dari takdir dan atau pilihan yang ia ambil selama hidup di atas muka Bumi ini. Setiap pribadi memiliki hak yang sama untuk menentukan jalan hidupnya sendiri – tentunya dengan hasil dan konsekuensi yang berbeda. 

Baca entri selengkapnya »

13 Wasiat Para Leluhur Yang Bijak

Posted on Updated on

Jalan kebajikanWahai saudaraku. Mari kita menengok lagi ke belakang, tepatnya pada masa leluhur kita yang bijaksana dan waskita. Dimana mereka telah meninggalkan pesan dan nasihat yang sangat baik untuk siapapun. Terlebih untuk yang hidup di akhir zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra). Karena akan sangat bermanfaat untuk bisa mempertahankan kesadaran diri dan perikemanusiaan kita. Sebaliknya akan mendatangkan musibah bila mengabaikan atau justru melupakannya. 

Baca entri selengkapnya »

Kebangkitan Nusantara (1)

Posted on Updated on

city futureWahai saudaraku. Kurangnya pengetahuan tentang kehidupan para leluhur Nusantara membuat orang sekarang menganggap mereka itu kuno dan primitif. Lalu dengannya menimbulkan sikap tidak hormat dan sampai membenci. Inilah sumber utama dari kerusakan dan kebodohan di bangsa ini. Padahal segala bekal dan potensi telah dimiliki, yang bisa menjadi motor penggerak kebangkitan yang gemilang. Kita tinggal mengambil dan menerapkannya lagi.

Baca entri selengkapnya »

Manembah Jati

Posted on Updated on

manembah 2Wahai saudaraku. Ayat-ayat Ilahi itu sesungguhnya terbagi dalam tiga jenis, yaitu Qauliyah, Kauniyah, dan Insaniyah. Sayangnya orang sekarang hanya fokus dan disibukkan dengan yang Qauliyah saja. Ini yang menyebabkan banyak masalah dan mandeg-nya peradaban. Susah untuk bisa maju, atau bangkit dari keterpurukan. Karena yang terjadi justru kemerosotan yang terus menerus, sampai akhirnya bisa membaik hanya ketika dapat menyadari bahwa keduanya itu (Kauniyah dan Insaniyah) juga sangat perlu dipahami.

Baca entri selengkapnya »

Keunggulan Diri Yang Fana

Posted on Updated on

menikmati-lelahWahai saudaraku. Kesadaran diri itu berasal dari dalam diri sendiri, diperjuangkan sendiri, dan dirasakan sendiri tanpa ada hubungannya dengan anggapan atau pun katanya orang lain. Sehingga orang-orang yang tak tahu bagaimana cara berkorban yang benar, maka ia tidak mau berbuat pengorbanan, tidak bisa memahami akhlak, dan tidak layak mengharapkan kebaikan-NYA. Lantas apakah ini cara yang mudah untuk menghadap kepada Yang Ilahi dengan mengatakan bahwa kita orang yang beriman? Sebab orang yang beriman itu adalah sosok yang bijaksana. Dan sosok yang bijaksana itu adalah pribadi yang tidak melupakan tugas dan kewajibannya.

Baca entri selengkapnya »

Ranting Kering

Posted on Updated on

ranting kering 1Betapa aku terlalu sombong dan percaya diri.
Padahal apa yang bisa dibanggakan?
Apa yang perlu dikagumi dalam tubuh yang fana ini?
Sebatang ranting jauh lebih berharga.
Karena ia terus menjalani takdirnya dengan tulus dan konsisten.
Tanpa ada protes atau penyelewengan.
Tetap jatuh ke Bumi, lapuk, dan sirna kembali menjadi tanah.

Baca entri selengkapnya »

Kemuliaan Leluhur Nusantara (2)

Posted on Updated on

candi ratu boko 1Wahai saudaraku. Mari lebih kita pahami bahwa bangsa Nusantara itu adalah sangat besar, sangat agung untuk standar kehidupan yang baik dan maju. Dan tak bisa dipungkiri bahwa peradaban di negeri kita pernah menjadi primadona di dunia ini. Hanya saja rasa itu kian memudar seiring berjalannya waktu. Ditambah pula dengan adanya serangkaian upaya yang sistematis untuk menguasai sumber daya negeri ini. Terlalu banyak konspirasi yang terstruktur untuk terus membodohi bangsa ini dan membuatnya semakin lupa dengan jati dirinya sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Kemuliaan Leluhur Nusantara (1)

Posted on Updated on

Candi SriwijayaWahai saudaraku. Leluhur Nusantara itu memanglah istimewa dan luar biasa. Contohnya saja di Kedatuan Sriwijaya yang pada abad ke 6-7 Masehi telah menjadi pusat dalam pendidikan Buddha. Sedangkan pada tahun 1013 Masehi, seorang tokoh besar yang bernama Atiśa Shrijnana Dipankara, bahkan sengaja berkunjung ke Swarnabhumi (pulau Sumatera) – dalam hal ini Kedatuan Sriwijaya – untuk menerima instruksi langsung dari Suvarnadvipi Dharmakirti. Seorang pangeran dan mahaguru Buddhis paling tersohor pada masa itu, yang juga berasal dari silsilah Sri Vijayendra Raja yang masih termasuk dalam silsilah wangsa Syailendra.

Baca entri selengkapnya »

Kesatuan Hidup

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ada banyak anggapan dan keinginan untuk lebih mengenal hakikat kehidupan ini, lebih-lebih tentang mengenal siapakah Tuhan yang sejati. Hanya saja banyak yang lupa untuk berproses ke arah itu. Mereka telah mengabaikan satu tahapan yang terpenting dalam mengenal dirinya sendiri. Telah sangat banyak urusan duniawi yang melenakan, sehingga ia pun terlupa untuk berusaha dengan sabar dan istiqomah (rajin, tekun, gigih). Dan pada akhirnya memilih jalan instan yang jelas-jelas bisa membuatnya lemah dan tersesat.

Baca entri selengkapnya »

Esensi Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Jangan terbelenggu dengan arti dari sebuah kata dan istilah, sebab keduanya sering menipu. Semua yang ada di dalam dunia ini adalah sumber dari esensi yang sebenarnya. Sedangkan bagi seorang kultivator (pengolah diri), maka untuk bisa mencapai puncaknya ia harus mengkombinasikan arti sebenarnya dari banyak kata dan istilah, juga dari berbagai unsur dan elemen semesta. Ia perlu menggunakan kekuatan murni dan kebijaksanaan sejati dari semua hal. Sisanya harus dipahami sendiri lewat praktek dan pengalaman.

Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Sejarah Nusantara (4)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Pada mulanya ajaran Islam telah sampai ke Nusantara, khususnya pulau Jawa dan Sumatera, sejak awal abad pertama Hijriyah. Para sahabat Nabi Muhammad SAW sendiri yang membawanya, seperti halnya Sayidina Ali bin Abi Thalib RA yang pernah datang ke kerajaan Tarumanagara dan Kendan-Galuh pada sekitar tahun ke 3 Hijriyah/625 Masehi. Sepeninggalnya kemudian ajaran Islam secara perlahan mulai diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang putera Prabu Kertawarman (raja ke-6 Tarumanagara) di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung/Hutan Sancang dan Gunung Nagara). Tokoh selanjutnya adalah Ubay bin Ka’ab RA yang pernah ke kerajaan Malayu, tepatnya di sekitar wilayah Sumatera Barat pada tahun ke 4 Hijriyah/626 Masehi.

Baca entri selengkapnya »

Di Atas Cinta

Posted on Updated on

Sungguh aku telah jatuh cinta. Sebab cinta itu adalah peluruh untuk semua pangkat dan derajat. Menghapus berbagai tanya dan jawaban. Hingga sirna segala ada dan tiada, lalu menjadi makna yang hakiki.

Tetapi cinta itu pun hanyalah tali penghubung antara dua sisi. Jika diri telah saling memiliki, maka tak perlu lagi ada tali penghubungnya. Sebab aku telah menjadi dia, dia pun sudah menjadi aku.

Baca entri selengkapnya »

Arruyas : Impian Para Kesatria Terbaik

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Tak ada habisnya jika kita membahas tentang masa lalu para leluhur. Sangat banyak dan kisahnya sungguh menakjubkan. Mereka dulu adalah sosok yang luar biasa hebatnya, dan sudah sepatutnya kita merasa kagum dan berusaha untuk dapat mengikuti jejak yang telah mereka tinggalkan. Dan sebenarnya ada beberapa hal sangat penting yang sudah mereka wariskan, termasuklah ilmu-ilmu tingkat tinggi yang sangat istimewa. Tinggal bagaimana kita sekarang untuk percaya dan sudi mengambilnya sebagai pedoman hidup.

Nah, untuk mempersingkat waktu mari ikuti penjelasan berikut ini:

Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Sejarah Nusantara (3)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Untuk kesekian kalinya mari kita menelusuri fakta sejarah masa lalu di Nusantara. Tujuannya agar lebih cerah dalam memandang hal-hal yang berkaitan dengan prinsip atau tradisi dalam kultur bangsa kita. Dan memang ada banyak kisah yang perlu dikoreksi, juga direvisi, karena sudah terjadi distorsi (penyimpangan, pemutarbalikkan fakta) selama puluhan bahkan ratusan tahun ini. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang harus melakukan perbaikan? Ayo bergerak!

Nah, untuk mempersingkat waktu mari ikuti uraian berikut ini:

Baca entri selengkapnya »

Punarbhawa : Modal Kebangkitan Peradaban

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Apa yang paling bernilai dalam kehidupan ini? Pencapaian tertinggi apa yang diinginkan oleh setiap orang sebagai gambaran dari keberhasilan puncak dalam hidupnya? Jawabannya akan sangat tergantung dari siapakah yang menjawab pertanyaan tersebut. Namun satu hal yang pasti, dimana faktor inilah yang bisa menimbulkan multi-tafsir dan multi-dimensional terhadap sebuah pemahaman tentang makna kebahagiaan sejati. Setiap orang bisa dan boleh saja memiliki pendapatnya sendiri.

Oleh sebab itu, mari kita bahas judul di atas dalam persfektif pemahaman universal maupun spiritual. Hanya dengan begitulah kita akan dapat mencerna banyak permasalahan dalam kehidupan ini, tidak lagi berat sebelah dan atau memihak. Hasilnya bisa melahirkan kebijaksanaan diri dalam banyak lini kehidupan.

Baca entri selengkapnya »

Suwung : Menuju Pada Kesejatian

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang sesuatu yang sangat berarti. Dan sebagaimana tulisan sebelumnya, kali ini pun tetap berkaitan dengan warisan para leluhur kita dulu. Dimana mereka telah menyampaikan tentang hakikat dari kata “suwung”. Atau sebuah konsep dalam masyarakat Jawa yang menggambarkan tentang rasa hampa lantaran sudah adanya kesadaran diri. Hampa di sini bisa diartikan sebagai kondisi kosong yang arupa alias tidak memiliki bentuk namun “ada sesuatunya”.

Sehingga suwung juga bisa diartikan sebagai kekosongan yang bernuansa pengendalian diri yang sempurna dan kesadaran sejati akan diri pribadi yang berkaitan dengan ke-Tuhan-an. Karena itulah suwung juga dapat dimaknai sebagai suatu kondisi dimana seseorang secara mental dan spiritual merasa keluar dari dirinya sendiri dan akhirnya merasa hilang sirna alias tiada. Ini bukanlah sebatas pemahaman yang ada di otaknya saja, tetapi benar-benar ia rasakan dengan segenap hati sanubarinya. Bahkan pada tahap selanjutnya bisa ia rasakan dan lihat langsung dengan mata ketiganya.

Baca entri selengkapnya »

Peradaban Semesta

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan membahas tentang hal yang tak umum diketahui oleh penduduk Bumi. Sesuatu yang agak rumit atau bahkan mungkin dianggap tak masuk akal dan khayalan. Padahal informasi ini sangat dibutuhkan untuk bisa meningkatkan level kehidupan pribadi. Dan bagi mereka yang tekun dalam pengembaraan ruhani, atau yang tetap sabar dalam menuntut ilmu karena menginginkan kedalaman hakikat, maka jika ia memperhatikan uraian dalam tulisan ini dengan seksama, itu akan membawanya untuk bisa mencapai makrifat, atau mengenal DIRI YANG MAHA ESA dan BERKUASA dengan lebih jelas.

Baca entri selengkapnya »