Tulisan saya kali ini sengaja mengajak Anda sekalian untuk kembali mengulik sejarah masa lalu. Dan yang menjadi bahasan kali ini adalah mengenai kaum barbar yang diberi nama Ya’juj dan Ma’juj. Kaum ini adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati sebuah perkampungan, mereka pun membabat semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenanya, ketika Dzulkarnain datang, penduduk minta dibuatkan benteng agar mereka (Ya`juj dan Ma`juj) tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.
Untuk lebih jelasnya berikut ini diberikan uraian lengkapnya:
1. Asal usul
Kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul ’Arab. Ya’juj dan Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Ya’juj dan Ma’juj diuraikan dua kali dalam Al-Qur`an. Yang pertama diuraikan dalam surat Al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhirya surat Al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dzulkarnain ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.
Di antara tanda kiamat Kubra adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dari kurungannya. Keluarnya mereka sebagai tanda kiamat Kubra akan terjadi dan wajib kita imani karena dalil-dalil telah jelas menetapkannya. Adapun tanda kiamat Kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari RA:
Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa as, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)
Selain itu, Ya`juj dan Ma`juj dalam hadits dari Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), di jelaskan; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
Sedangkan Allah SWT berfirman tentang Ya`juj dan Ma`juj ini:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Anbiyaa` [21] : 96)
Mengenai garis asal usul tentang siapa sebenarnya kaum ini para ulama telah berbeda pendapat, namun mereka sepakat bahwa Ya`juj dan Ma`juj termasuk spesies manusia. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya`juj dan Ma`juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya`juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma`juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat.
2. Ciri-ciri kaum Ya`juj dan Ma`juj
Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Nabi Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain.
Mengenai ciri-ciri mereka terdapat sebuah hadits di Musnad Imam Ahmad (5/271), Al-Haetsami di Majmauz Zawaid (8/9) berkata tentangnya: “Rawi-rawinya adalah rawi-rawi Ash-Shahih.” Hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.
Selain itu Rasulullah SAW berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda:
“Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai” (HR. Ahmad)
3. Sifat dan kelakuan kaum Ya`juj dan Ma`juj
Dalam surat Al-Kahfi, Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berlaku biadab dan berbuat kerusakan di muka bumi, sehingga mereka tidak bisa keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.
Firman Allah SWT:
“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj wa-Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS. Al-Kahfi: 93-98).
Mereka tidak akan keluar darinya sebelum janji Allah tiba, dan itu terjadi di akhir zaman sebagai tanda Kiamat yang sudah diambang pintu. Mereka keluar setelah Isa turun dan membunuh Dajjal. Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam hadits no. 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Ta’ala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata: ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”
Pembicaraan tentang Ya’juj wa-Ma’juj ini ditutup dengan sebuah hadits An-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Dari hadits ini kita mengetahui banyak hal tentangnya.
Rasulullah bersabda: Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam: ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di Ath-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj wa-Ma’ juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata: ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa as dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”
4. Kisah mereka dan Raja Dzulkarnain
Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya. Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar. Pada Al-Qur`an surat Al-Kahfi [18] ayat 94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab, sebagaimana bunyi kalimat berikut: “Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj[892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”
Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk. Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir.
Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu” (QS. Al-Kahfi [18] : 84). Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM–552 M).
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih. Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun sebuah benteng. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.
Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.
5. Beberapa penelitian tentang tembok Ya`juj dan Ma`juj
Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.
Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.
6. Perkiraan lokasi tembok Ya`juj dan Ma`juj berada
Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras (pegunungan Kaukasus). Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tentang tembok penghalang yang dibangun oleh Iskandar Dzulkarnain untuk memenjarakan Ya’juj dan Ma’juj terbuka.
Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu Sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.
Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj dan Ma’juj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj dan Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj dan Ma’juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj dan Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).
Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj dan Ma’juj itu.
Ya’juj dan Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzulkarnain, Raja Macedonia. Dzulkarnain kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.
Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih. Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj dan Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj dan Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.
7. Kisah kaum Ya`juj dan Ma`juj di akhir zaman
Dikisahkan, bahwa nanti menjelang kiamat maka fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh, tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka (golongannya) pun sangat banyak, sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama tujuh tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. Seperti yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas berikut ini:
“Maka saat mereka telah keluar (dari dinding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain), maka Allah SWT berfirman kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hamba-Ku ke Thur (Thursina) ”
“Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah Isa AS beserta para sahabat-nya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini. Kemudian Nabiyullah Isa dan para sahabatnya menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka. Kemudian Isa AS dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun di kota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh” (HR. Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi dari An-Nawwas bin Sam’am)
Dahsyatnya fitnah dan kejahatan kaum Ya’juj dan Ma’juj ini juga digambarkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW sebagaimana berikut:
Rasulullah bersabda : “Dinding pembatas Ya’juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi” (QS . Al Anbiyaa’ : 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, sambil membawa binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Majjuj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian dari mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: “Dulu di sini pernah ada air”. Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka (Ya’juj dan Ma’juj): “Penduduk bumi sudah kita habisi, maka berikutnya yang tertinggal adalah penduduk langit“, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bencana dan fitnah. Maka tatkala rnereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: “Apakah ada seorang laki-laki yang berani mati untuk melihat, apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan tak takut mati, kemudian dia menemukan bahwa mereka semua (Yajuj dan Majjuj) telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (bertumpukan), maka laki-laki tersebut berseru: “Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kalian, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri sudah membinasakan musuhmu”, maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong” (Hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id RA)
8. Penutup
Demikianlah uraian singkat mengenai kaum Ya`juj dan Ma`juj ini. Semoga dengannya bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Terbesit harapan agar kita semua semakin menyadari bahwa sejarah masa lalu itu janganlah pernah di lupakan. Tujuannya adalah untuk kembali mengingatkan kita tentang nilai-nilai kebaikan yang pernah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Atau tentang peringatan-peringatan yang pernah Allah dan Rasulullah berikan bagi kehidupan kita. Selain itu juga untuk mengingatkan diri kita tentang apa yang perlu dilakukan sejak kini hingga masa depan nanti. Sehingga waktu-waktu yang kita lalui nanti tetap berjalan pada arah yang lurus dan benar.
Yogyakarta, 20 Juni 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)
[Referensi: dari beberapa sumber]







Andika
Juni 20, 2011 at 7:03 am
wah sudah ditemukan ya mas…. mas berarti Ya`juj dan Ma`juj itu sebuah kaum nama kaum ya?? bukan nama perorangan hmmm…. mohon penjelasannya
nice info mas…. makasi linknya
oedi
Juni 20, 2011 at 7:13 am
Yup.. Alhamdulillah udah ketemu Dik,
Hmm… kan di dalam tulisan ini udah di jelaskan bahwa mereka ini adalah kaum barbar yg diberi nama Ya`juj dan Ma`juj, jadi jelas bukan nama perorangan…. lalu karena tindakan mereka yg sangat biadab itulah mereka pun ketika di zaman Dzulkarnain di kurung di dalam benteng yg terbuat dari besi. Coba baca lagi deh… hehe…
Okey.. makasih Dik atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
ningnong
Juni 20, 2011 at 10:22 am
nice info, di’.. thx dah sharing..
betul memang di Qur’an sudah dijelaskan..
kog serem yah..
oedi
Juni 21, 2011 at 3:32 am
Makasih ya Nin udah mau berkunjungan di tulisan sederhana ini, semoga tetap bermanfaat…

Hmm… serem po? menurutku biasa aja tuh.. tergantung bagaimana kita bisa menyikapi informasi ini… hehe…
Ya Al-Qur`an itu tidak ada keraguan di dalamnya, jadi pasti semua yg diinformasikan benar dan membenarkan…. makanya kita pun wajib mengkajinya dengan hati yg lapang dan pikiran yg cerdas agar lurus jalan hidup ini dan bisa patuh serta tetap beriman kepada-Nya.
chandra yuda pratama
Juni 21, 2011 at 1:42 pm
apakah ini pertanda ya’ juj ma’ juj mau keluar mas???
oedi
Juni 21, 2011 at 4:18 pm
Oh menurut yg disampaikan Al-Qur`an dan Sabda Rasulullah SAW, maka sekarang belum saatnya mereka keluar, karena di jelaskan bahwa mereka hanya bisa keluar kalau hari kiamat sudah dekat dengan tanda bahwa Dajjal sudah keluar, Imam Mahdi sudah muncul dan nabi Isa AS sudah turun dari langit tingkat dua.
Jadi menurut perkiraan mas sih mereka keluar masih dalam jangka waktu yg lama kedepan…. bukan dalam waktu dekat. Karena tanda-tanda yang telah dijelaskan belum ada hingga sekarang….
Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaanya Yuda, semoga bermanfaat.
Diding Rose
Juni 24, 2011 at 7:16 am
wah mengerikan….
oedi
Juni 24, 2011 at 1:21 pm
Hmm… mengerikan ya? okey… setiap orang boleh berpendapat…
Makasih ya atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
iiman
Agustus 2, 2011 at 2:36 pm
kalo di bayangkan memang serem sih .tapi,, ya karena ini sudah proses dari-Nya kita cuma bisa pasrah ajh kan.toh kita semua udah punya bekal ke alam setelah dunia ini (amal ataupun dosa), yg nentuin masuk dalam golongan apakah kita.intinya nya emang kita harus mengimani adanya hari kiamat itu ..…
…
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:05 am
Ya. Saya setuju dengan pendapat Anda, bahwa semua itu sudah menjadi kehendak-Nya yang menunggu waktu saja yg nanti membuktikanya, tugas kita adalah percaya dengan apa yang menjadi berita di dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits dan terus berusaha membekali diri dengan amal ibadah yang benar…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
ستي رﺑﻌﻪ™
Agustus 5, 2011 at 6:23 am
hiihhh … ;’( yaaa ALLOH aku hanya belindung kepadaMU
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:11 am
Amiin..
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
ستي رﺑﻌﻪ™
Agustus 5, 2011 at 6:46 am
:’(
oedi
Agustus 22, 2011 at 5:06 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
chili
Agustus 7, 2011 at 12:46 pm
kalo menyimak tayangan film The lord of the ring seperti penggambaran diatas yeh,..coba deh..Gandalf itu utusan yg mati setelah melawan Iblis..dia mungkin penggambaran Nabi Isa As..trs Aragorn pewaris tahta kerajaan dia Imam mahdi..klo sosok orang hobith yang membawa cincin itu bagian dari petualangan diri seorang muslim..dan Mata satu sebagai penggambaran Dajjjal..yang mengendalikan mahluk buas perusak Orc yang bisa jadi itu kaum ya’ juj ma’ juj..amatin ending dari kelompok Gandalf yg menyerang benteng Orc.. saat mereka terkepung ada pasukan burung yang membantunya dan mereka tenggelam setelah mata satu tumbang..seperti penggambaran ayat saat Nabi Isa membawa kaum muslim ke thursina.. sedang ring atau cincin itu perlambangan dari sebuah ikatan ..yang diingkari oleh para kaum raja atau pemimpin dan harus di musnahkan..film itu sebuah penggambaran aja..hehheehehe..thx artikel lo keren bos..
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:39 am
Okey bro, makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmm… wah hebat juga nih telaah Anda dan setelah saya ingat2 kisahnya emg ada kemiripannya sih… mungkin dulu penulis trilogi “The lord of the rings” (JRR Tolkin) mendapat inspirasi dari kisah dan penjelasan di kitab suci mengenai nabi Isa AS, dajjal, imam mahdi, dll.. terus mengembangkannya menjadi sebuah kisah epik di dalam novel trilogi..
Bibin Slamet Ar-Riyauwi
Agustus 19, 2011 at 10:00 am
muateepp…
oedi
Agustus 22, 2011 at 4:55 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
ardhy
September 1, 2011 at 5:47 am
ok brow..thank’s infonya…
oedi
September 8, 2011 at 5:28 am
Yoi sama2 bro… moga bermanfaat..
Enrico Dicky Tadarus
September 23, 2011 at 2:06 pm
om ja’juj dan ma’juj itu satu kaum atau dua kaum?
trus kalo ja’juj dan ma’juj itu dau kaum apakah sama ciri-cirinya?
oedi
September 25, 2011 at 6:36 am
Maaf sebelumnya, silahkan Anda baca kembali artikel ini dengan cermat, karena pertanyaan Anda sebenarnya sudah di jelaskan… tapi sedikit saya jelaskan bahwa banyak pendapat tentang asal usul dari kaum ini, tapi saya lebih setuju dengan pendapat Al-Maraghi yang mengatakan bahwa Ya`juj dan Ma`juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya`juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma`juj adalah Al-Maghul (Mongol). Meski mereka satu ayah tapi mereka memiliki ciri fisik yang berbeda, dan yang jelas mereka bisa bersatu karena mereka memiliki kesamaan dalam kejahatannya…
Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya…
mimit
Oktober 9, 2011 at 2:53 am
aku berlindung kepadamu ya Allah swt dari ya’juj dan ma’juj
oedi
Oktober 11, 2011 at 4:44 am
Amiin… Shadakallahuladlimi…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
ely yahya
Oktober 31, 2011 at 5:52 pm
waaaaaaaaaahhhhhhh……
maha besar ALLAH dengan segala ciptanNYA.
serem……
oedi
November 3, 2011 at 6:59 am
Tiada yang sebanding dengan-Nya.
Makasih ya untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Kaka
November 8, 2011 at 5:17 am
Ulasanya lngkap bos, kisah yg lain donk bos!?
oedi
November 10, 2011 at 4:55 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Hmm… silahkan di tunggu saja ya…
cindhi
November 12, 2011 at 6:32 am
mantep bos
ijin repost ke blog ane ya gan…
oedi
November 15, 2011 at 4:03 am
Okey makasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat…
Silahkan saja tapi tolong ikuti etika penulisan (sertakan sumber tulisannya)….
redo
November 13, 2011 at 4:03 am
Apakah di akhir zaman nanti kehidupan akan kembali seperti dzaman rasulullah.?? Atau bukan masyarakat modern lagi.??
oedi
November 15, 2011 at 4:16 am
Hmm… Wallahu`alam… saya kurang tau mengenai hal itu, tapi menurut literatur yang ada (Al-Qur`an dan Hadits) yang jelas di akhir zaman nanti – jika yang Anda maksudkan adalah sebelum kiamat – maka manusia telah diberikan kemudahan dan kenikmatan yang luar biasa oleh Tuhan tapi mereka kufur (tidak mau bersyukur) atas nikmat itu. Mereka dengan getolnya senang melanggar ketentuan-Nya, bahkan menantang Tuhan dalam kehidupan sehari-hari karena terus mengikuti kemauan dari hawa nafsu yang sesat. Jadi tentunya akan bertolak belakang dengan kehidupan di zaman Rasulullah. Memang kejayaan Islam akan kembali bangkit, bahkan telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW bahwa ia akan bangkit dari timur, namun itu bukan di akhir zaman / sebelum kiamat, karena mesti melewati zaman kepemimpinan Imam Mahdi dan Nabi Isa AS.
Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Nadj Gretzky
November 13, 2011 at 7:17 pm
benarkah disitu??
kalo iya, kenapa kaum zionis ga berusaha menjebol tembok besi itu ya, kan mereka berambisi mempercepat datangnya hari kiamat..
oedi
November 15, 2011 at 4:22 am
Ya wallahu`alam, tapi saya yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang luput dari izin Allah SWT. Jadi kalau kaum Zionis tidak berusaha menjebol tembok itu, maka tentunya itu atas kehendak-Nya. Dan kita patut bersykur atas hal ini, karena jika tembok ini berhasil jebol, maka dampaknya akan rusak tatanan kehidupan di dunia ini, bahkan akan banyak kematian dan penderitaan…
Okey, terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat…
Nadj Gretzky
November 13, 2011 at 7:20 pm
oia, maaf..caranya buat share topik ini ke fb gimana ya?
oedi
November 15, 2011 at 4:25 am
Hmm… coba saja Anda copy alamat tulisan ini, contoh: http://oediku.wordpress.com/2011/06/20/penemuan-tembok-yajuj-dan-majuj/, lalu paste kan di kolom “perbaharui status” di halaman facebook Anda, kemudian ikuti saja langkah berikutnya… begitu juga caranya bila Anda ingin mensharenya pada teman2 di facebook…
rembangpati
November 18, 2011 at 3:45 am
yang masih ganjel didalem adalah ketika kaum y/m berada didalam pengasingan dan mereka bermasyarakat seperti kita lalau apakah mereka beragama ?………
apakah mereka mempunyai tehknologi ?…….
terima kasih ……..
oedi
November 19, 2011 at 3:14 am
Hmm… untuk pertanyaan ini, maaf saya belum dapat memberikan jawabannya, karena kurangnya pengetahuan saya… mungkin ada dari pembaca sekalian yang bisa membantu..? terimakasih
adittya yahya
November 22, 2011 at 12:17 pm
apakah ada manusia yang bisa membunuh ma’juj dan ya’juj ? trus apakah yajuj dan majud dapat di bunuh oleh manusia
oedi
November 24, 2011 at 4:46 am
Setau saya yang berlandaskan pada Hadits, maka kaum Ya`juj dan Ma`juj ini bisa dibunuh namun bukan karena tindakan tangan manusia, melainkan dengan perantara malaikat Allah – yang berwujud belalang/ulat -, sebagaimana keterangan hadits berikut ini:
“Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam’an radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: ““Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hambaKu berlindung di ath-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rom-bongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah menge-ring, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar bagi kalian sekarang ini, lalu Nabi Isa ‘Alaihissalam dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher Ya`juj dan Ma`juj, maka mereka mati bergelimpangan seketika seperti matinya satu jiwa. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka (Ya`juj dan Ma`juj). Lalu Nabiyullah Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kain (tenda). Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.” ((Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2048)
Jadi dalam hal ini Imam Mahdi dan Nabi Isa AS nanti hanya akan berjuang mempertahankan diri, mereka tidak kalah dan tidak pula menang dari kaum Ya`juj dan Ma`juj ini. Dan atas kehendak-Nya maka disaat yang sudah ditentukan nanti maka mereka akhirnya bisa terlepas dari ancaman dan gangguang kedua kaum keji ini. Sehingga kedepannya akan membangun peradaban manusia yang gemilang dan penuh dengan ridha-Nya.
Semoga ini bisa menjawab pertanyaan Anda… Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
raudah
November 30, 2011 at 3:33 pm
Izin share di FB yaa, Mas! Bermanfaat bgt ni tulisan,,
oedi
Desember 2, 2011 at 7:58 am
Okey.. silahkan saja, semoga memberikan manfaat..
Makasih atas kunjungan dan dukungannya…
syifaun
November 30, 2011 at 11:35 pm
Bukannya yang jadi penghalang Ya’juj dan Ma’juj hanya sebuah tembok ya. Kalau gak ada atapnya berarti Ya’juj dan Ma’juj sekarang bisa dilihat dari atas, mungkin dari helikopter atau pesawat?
oedi
Desember 2, 2011 at 8:10 am
Hmm.. silahkan baca lebih rinci penjelasan di tulisan ini.. tentang mengapa mereka tidak bisa keluar dari tembok ini (baca bagian: 3. Sifat dan kelakuan kaum Ya`juj dan Ma`juj). Dan tentunya ada kekuatan gaib dari Allah yang membuat tempat/tembok ini beserta isinya (kaum Ya`juj dan Ma`juj) tidak terlihat secara kasat mata..
Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat…
harum
Desember 11, 2011 at 2:48 pm
btw iskandar dzulkarnain itu alexander agung bukan ya? thx
oedi
Desember 12, 2011 at 4:19 am
Hmm.. tentang apakah Iskandar Dzulkarnain dan Alexander Agung adalah sosok yg sama masih dalam perdebatan ilmiah di dunia. Tapi bagi saya, mereka bukanlah sosok yg sama, melainkan dua sosok yg berbeda dan hidup di zaman yg berbeda pula, meski terdapat kisah yg mirip, khususnya tentang wilayah yg berhasil di taklukkan…
Perbedaan yg mencolok dari kedua tokoh ini adalah mengenai sifatnya, dimana Iskandar Dzulkarnain sebagaimana yg di jelaskan di dalam Al-Qur`an adalah sosok yg shalih dan menyembah Tuhan, Allah SWT, sedangkan Alexander Agung adalah penyembah Dewa-dewa, bahkan sesuka sesama jenis (homo sexual). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mereka memang sosok yg berbeda.
Makasih atas kunjungan dan pertanyaannya, semoga bermanfaat..
bisma
Desember 18, 2011 at 10:31 pm
siip, thankz…
oedi
Desember 20, 2011 at 3:31 am
Okey.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
putera syah alam
Desember 21, 2011 at 10:00 am
assalamualaikum wr wb,,,,bagus bngt tulisannya manfaat bngt bagi kita yang awam ini,lanjutkan perjuanganmu kita di sini mendo’a kan semoga rahmat Alloh swt senantiasa menyertai antum.
oedi
Desember 27, 2011 at 4:19 am
Wa`alaikumsalam..
Subhanallah… senang bila tulisan ini bisa bermanfaat… semoga mendatangkan berkah dan ridha-Nya…
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, begitu pun ana harapkan untuk antum..
Alam Alonk
Januari 18, 2012 at 4:32 pm
SADARLAH WAHAI MANUSIA (teman2 ku semua)………
oedi
Januari 22, 2012 at 3:54 pm
Okey.. mari kita senantiasa sadar dan memikirkan apa yang telah diperbuat dan apa yang tengah terjadi di sekitar kita…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
sholahudin
Januari 25, 2012 at 12:09 am
emangx ya’juj dan ma’juj itu sebuah kaum yah
oedi
Januari 25, 2012 at 3:54 am
Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..

Hmm… sepertinya hal itu sudah di jelaskan pada tulisan ini…
Iya, Ya`juj dan Ma`juj ini memang dua kaum yang berbeda tapi mereka kompakan (bersekutu).
rembangpati
Januari 26, 2012 at 4:33 am
Hhhhmmmm apa bisa di bilang ” Bom Waktu ” ya mas…. karena Allah SWT sdh mempersiapkan semuanya ( Maaf bila pertanyaan saya salah )……..
oedi
Januari 28, 2012 at 5:22 pm
Oh gak salah kok, malah bagus kalau suka bertanya…
Ya bisa di bilang begitu.. kita semua ini hanya nunggu waktu yang sudah di sekenariokan oleh Allah dari sejak kita belum diciptakan, agar kita selalu ingat kepada-Nya. Semoga kita tidak termasuk hamba-Nya yang kufur dan celaka..
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Buchol
Januari 28, 2012 at 2:54 am
Mantap
oedi
Januari 28, 2012 at 5:34 pm
Wokey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
oki
Februari 11, 2012 at 5:48 pm
sangat bagus dan jelas terima kasih bung oedi
oedi
Februari 11, 2012 at 9:15 pm
Subhanallah… Syukurlah kalau emang begitu.. senang juga rasanya…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
arman
Februari 12, 2012 at 11:20 pm
Terima kasih Mas Oedi,, beru tau nih tentang Ya’juj dan Ma’juj!!! Semoga Allah SWT selalu meriidhoi Mas Oedi!!
oedi
Februari 14, 2012 at 6:37 am
Iya sama2.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya…semoga bisa bermanfaat..
Oh ya? wah syukurlah kalau sekarang sudah tau.. dan mari kita dari sekarang mempersiapkan diri dan bertaubat nasuha, demi mengagungkan-Nya
syam
Februari 16, 2012 at 1:20 pm
38N 67E tak ada pegunungan tinggi dan dua buah laut yg mengapitnya , gambar yg di tampilkan bukanlah 38N 67E, tapi itu gambar darial gorge yang ada di georgia 42,44N 44,37E yg diapit dua laut laut mati dan laut kaspia dan terdapat pegunungan kaukasus yg membentang sepanjang laut mati dan laut kaspia , sebaiknya di cek kembali apa yg anda posting agar pembaca tidak tersesat jauh .cb dicek dgn google earth .
oedi
Februari 17, 2012 at 7:31 am
???
Wah maaf atas kekurangan ini… saya cuma mengambil dari tulisan yg ada sebelumnya…
Terimakasih atas kunjungan dan masukannya… semoga bermanfaat..
ikhwan
Februari 16, 2012 at 3:48 pm
bagus nih bacaannya ceritanya lengkap,kayanya iskandar zulkarnain itu sama kaya alexander agung ceritanya tuh mirip,apa dia orang yang sama tapi dengan cerita yang berbeda dari orang yunani sampai orang arab.jadi dari zaman ke zaman telah diubah ceirtanya tapi di alquran yang paling benar…
oedi
Februari 17, 2012 at 7:34 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmmm… Menurut sepengetahuan dan keyakinan saya, maka antara Iskandar Dzulkarnain dan Alexander Agung bukanlah orang yang sama. Mereka hidup di dua zaman yg berbeda pula, meski ada kemiripan kisah perjuangan hidupnya…
ikhwan
Februari 16, 2012 at 3:57 pm
saya pernah baca di suatu blog bangsa gog dan magog itu bangsa yajuj dan majuj.bangsa gog dan magog ada daam cerita alexander the great jadi apakah iskandar zulkarnain itu alexander the great.jadi karena beda pengucapan dalam budaya dan negara masing-masing.
oedi
Februari 17, 2012 at 7:34 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmmm… Menurut sepengetahuan dan keyakinan saya, maka antara Iskandar Dzulkarnain dan Alexander Agung bukanlah orang yang sama. Mereka hidup di dua zaman yg berbeda pula, meski ada kemiripan kisah perjuangan hidupnya…
RISKI
Februari 17, 2012 at 1:30 am
PERCAYALAH PADA ALLAH SWT, SUATU SAAT YA’JU & MA’JUJ AKAN KELUAR… MEMBUAT KERUSAKN DIMUKA BUMI INI…
oedi
Februari 17, 2012 at 7:41 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Iya saya percaya kok, karena itu telah Baginda Rasulullah Muhammad SAW jelaskan dalam sebuah sabdanya, seperti yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri atau oleh Imam Ahmad, Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’am.
Semoga kita termasuk hamba-Nya yang beriman dann beruntung dunia dan akherat..
maschoi
Februari 21, 2012 at 5:26 pm
Dalam ebook (terjemahan) karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As sa’di berjudul “Fitnatu Dajjal wa Ya’juj wa Ma’juj”, versinya menceritakan bahwa mereka (ya’juj dan ma’juj) saat ini telah nyata adanya dan pintu besi (baabul hadiid) itu memang sudah terbuka saat ini sampai benar2 terbuka dan hancur sampai detik2 kiamat kubro menjelang. Menurut buku itu dinyatakan bahwa keberadaan golongan mereka (ya’juj wa ma’juj) saat ini adalah bangsa2 berperadaban maju seperti Cina, Jepang, Rusia, Amerika, dan Eropa. Wallohu A’lam
oedi
Februari 22, 2012 at 6:59 am
Hmmm.. wallahu a`lam bishshowwab…
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan informasinya.. semoga bermanfaat..
merdeka90130
Februari 24, 2012 at 4:04 am
ya’juj ma’juj sudah keluar dari dulu. dampaknya sudah bisa dirasakan tetapi golongan mereka masih sedikit sehingga belum terlihat jelas. ini bisa kita lihat dari pemimpin2 kita yang sifatnya seperti itu. nah…….. menurut saya ya’juj ma’juj itu ya manusia-manusia itu sendiri yang mempunyai sifat perusak alam.
oedi
Februari 24, 2012 at 9:15 am
Hmm… dari mana Anda tahu?? Terus bagaimana dengan keterangan dari Rasulullah SAW (sabda) yang termaktub di dalam hadits, yang mengatakan bahwa mereka bisa terlepas/keluar nanti saat Imam Mahdi dan Nabi Isa AS sudah muncul menjelang akhir zaman?
Kalau perumpamaan yg Anda gunakan untuk dikaitkan dg sifat dari para pemimpin kita sekarang, itu menurut saya sah-sah saja, dan memanglah demikian adanya… tapi jangan lantas menjadi pembenaran bahwa Ya`juj dan Ma`juj sudah keluar dunk…
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.. semoga bermanfaat..
BOBOTOH
Februari 24, 2012 at 11:39 am
Dari semua ciri-ciri berakhirnya jaman memang salah satunya yang menarik keluarnya kaum Ya’juj dan Ma’juj karena ternyata kiamat itu sendiri salah satunya ditandai dengan munculnya keturunan manusia yang berprilaku biadab membinasakan sebagian saudaranya sendiri. berabad abad lamanya mereka terkurung dan jelas2 dari dahulu kala hingga sekarang dan nanti saatnya tiba hari kiamat mereka telah benar2 hidup diantara kita hanya dengan kuasa Allah SWT kita tidak mengetahui keberadaan mereka dan sampai kapanpun kita tidak akan mampu mengetahui dimana mereka sebenarnya berada karena Allah SWT melindungi keberadaan mereka sampai tiba waktunya keluar. Secara logika mungkin kita bertanya mengapa Allah SWT. tidak membinasakan mereka dari dulu padahal Allah SWT Maha kuasa & berkehendak, Mengapa pula kaum ini begitu “special” dan masuk dalam “skenario Tuhan” sebagai tanda berakhirnya dunia. Allahu Akbar … Allahu Akbar semoga kita tidak mengingkari apa yang telah ditetapkan oleh-Nya dan tetap mengimani-Nya
oedi
Februari 24, 2012 at 5:10 pm
Wallahua`alam bishshowwab.
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
deckyzo
Februari 27, 2012 at 6:33 am
Allohu Akbar 3x…Begitu besar kuasa Alloh SWT , begitu sayangnya Alloh SWT kepada para hambanya, hingga berbagai petunjuk telah Alloh tunjukan kepada seluruh umat manusia… untuk beriman, untuk besyukur dan bertaqwa hanya padaNya…
Dia lah Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Maha Tunggal senantiasa memciptakan segala sesuatu dengan perhitunganNya….
Dan hanya sedikit umat manusia yang memahami dan beriman kepadaNya…Mengapa ?
Mengapa duniawi saja yang mereka fikirkan?
padahal hidup dinunia ini hanya sebentar…saja
dan bahkan kita mati tak sepeserpun uang yang kita tabung di bank ternama dan bunga terbesar sekalipun tak kita bawa????
Padahal semua itu hanya menipu…
Mari kita perkuat iman kita, perbanyak amal baik kita , perluar syiar islam kita walau hanya sebentar sebelum Ya’juj dan Ma’juj datang mengahncurkan segalanya…
Tualisannya bagus mas… tambah tagnya ….
Salam
oedi
Februari 28, 2012 at 3:12 pm
Subhanallah… syukurlah kalau gitu… terimakasih atas kunjungan dan dukungannnya, semoga bermanfaat..
Ya begitulah Tuhan kita, Yang dengan Maha Pengasih dan Penyayang-Nya maka Dia terus memberikan kita anugerah dan rahmat, tapi sayang seribu kali sayang, bahwa tidak banyak dari hamba-Nya yg mau bersyukur, terlebih membalas kebaikan yang Allah SWT berikan itu dengan perbuatan yang baik dan bermanfaat… Buktinya mereka dengan begitu gandrungnya mencintai duniawi sehingga melupakan akherat, yang pada akhirnya melupakan Tuhan itu sendiri… ini jelas sungguh celaka..
Semoga kita terhindar dari sikap buruk yang seperti itu, dan semoga kita termasuk ke dalam golongan umat Islam yang sejati dan sejak kini sudi memperjuangkan aturan Allah SWT dalam kehidupan kita sehari-hari demi kebangkitan Islam yang kedua…
rachmat faizal
Maret 4, 2012 at 11:22 am
dlam al-hadist ap btul nabi isa.as trun ke bumi yg per
1.menghncurkan salib
2.membunuh babi
3.membunuh dajjal
4.lngsung kiamat d mulai..
oedi
Maret 4, 2012 at 1:49 pm
Hmm.. sebagai seorang Muslim saya menyakini bahwa Nabi Isa AS memanglah akan turun ke bumi dari langit tingkat kedua yang sekarang menjadi tempat beliau berada. Dan sepengetahuan saya, begini bunyi lengkapnya hadits tersebut:
1. Tentang peristiwa turunnya Nabi Isa AS dari langit:
“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa bin Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab; ”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim dan Ahmad)
“Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah. ”Ia menjawab: ”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu” (HR Muslim dan Ahmad)
2. Tentang yang bakal beliau lakukan:
“Demi yang diriku berada ditangan-Nya, sesungguhnya Ibn Maryam (Nabi Isa AS) hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I, Ibn Majah dari Abi Hurairah)
Jadi, beliau ini akan berhadapan dengan dua musuh yang luar biasa, pertama dajjal dan berikutnya adalah Ya`juj dan Ma`juj. Setelah itu maka kehidupan di dunia ini akan kembali tenang dan tenteram, bahkan sejahtera terjadi dimana-mana, sebagai rahmat dari Tuhan. Namun ketika mereka (Nabi Isa AS dan Imam Mahdi) wafat, maka lama kelamaan akhlak manusia akan kembali pada titik nadir, bahkan paling buruk dari yang pernah ada sebelumnya, tidak akan pernah bisa kembali baik. sehingga pada saat itulah kehidupan di alam jagat raya ini hanya tinggal menunggu waktu datangnya hari yang telah dijanjikan-Nya, yaitu Kiamat Kubro.
“Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keledai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (Sahih Muslim)
Semoga bisa menjawab pertanyaannya, dan terimakasih atas kunjungan dan dukungannya..
cs@emeralrugcarpet.com
Maret 5, 2012 at 12:28 pm
info nya sangat menarik
oedi
Maret 5, 2012 at 2:03 pm
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Andi ar dhyaz
Maret 6, 2012 at 12:28 pm
Mau brtanya sob..?
.
.gini mengapa allah swt meciptakan makhluk seperti itu ? Apakah mereka termasuk manusia ???
Gan katakan Dlam hadis nabi isa as yang mebunuh ma’ juj dan ya’juj..,tapi mengapa allah swt yang membunuh mereka dengan cara memerintahkan ulat ??? Apakah kekuatan yang di berikan oleh allah kepada nabi isa tidak dpat mengalahkan mereka ?
.
.kesimpulan.y bukan nabi isa yang mengalahkan mereka melainkan allah swt..! Apakah hadis nabi tersebut salah ??? Karna tidak sesuai dengan kejadian ?
.
.mohon penjelasan.y !
oedi
Maret 6, 2012 at 2:50 pm
Saya akan menjawab semampunya setiap pertanyaan Anda:
1. Mengapa Allah swt menciptakan makhluk seperti itu?
jawab: Mengapa Anda di ciptakan Allah SWT? tentunya punya alasan yang jelas bukan? dan khusus untuk Ya`juj dan Ma`juj ini adalah sebagai ujian dan pembeda dari siapa saja manusia yang benar imannya kepada Allah SWT.
2. Apakah mereka termasuk manusia?
jawab: di dalam tulisan ini sudah saya jelaskan. Silahkan baca lebih teliti.
3. Gan katakan dalam hadis Nabi Isa AS yang membunuh ma’juj dan ya’juj?
jawab: Sepertinya saya tidak pernah mengatakan hal itu. Coba Anda cermati lagi tulisannya, bahkan lihat juga dari komentar saya di atas.
4. tapi mengapa Allah swt yang membunuh mereka dengan cara memerintahkan ulat?
jawab: Itu sudah menjadi kehendak-Nya yang termaktub di dalam skenario-Nya sebelum menciptakan manusia (tercatat di Lauh Mahfuz). Kita tidak perlu mempertanyakannya lagi. Seperti halnya, mengapa bukan Imam Mahdi yang membunuh dajjal, atau misalnya Anda sendiri? tetapi hanya Nabi Isa AS.
5. Apakah kekuatan yang di berikan oleh Allah kepada Nabi Isa AS tidak dapat mengalahkan mereka?
jawab: di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, no 2048 dari An-Nawwas Ibni Sam’an RA bahwa Rasulullah SAW memang telah bersabda bahwa yang akan mengalahkan kaum Ya`juj dan Ma`juj adalah ulat (malaikat yang menyamar). Berikut ini haditsnya:
“Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam’an radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hambaKu berlindung di ath-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rom-bongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah menge-ring, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar bagi kalian sekarang ini, lalu Nabi Isa ‘Alaihissalam dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher Ya`juj dan Ma`juj, maka mereka mati bergelimpangan seketika seperti matinya satu jiwa. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka (Ya`juj dan Ma`juj). Lalu Nabiyullah Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kain (tenda). Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.” (Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2048)
Jadi, ya memang begitulah yang sudah menjadi kehendak dari Allah SWT nanti. Sebagaimana keterangan dari Rasulullah SAW. Kita tidak usah protes.
6. Apakah hadits nabi tersebut salah ??? Karna tidak sesuai dengan kejadian
jawab: Astaghfirullah… mengapa Anda beranggapan demikian, padahal saya telah memberikan hadits2 yang shahih. Silahkan baca lagi dengan lebih teliti. Lagian apakah Anda sudah pernah melihat kejadiannya itu? tentu tidak bukan.
Demikianlah yang bisa saya jelaskan, maaf atas segala kekurangannya, terimakasih…
Opo Wae
Maret 25, 2012 at 6:09 pm
Maap, telat komeng…
Kayaknya yang nanya di atas tu orang lagi salah belok…
Ga baca artikelnya, cuma baca judul… :ngakak
Sori, kalo ngaco…
Die lagi bikin keblinger yang baca artikel ini…
oedi
Maret 26, 2012 at 3:34 am
Hmm… mungkin lagi terburu-buru atau gak fokus bacanya aja… ya semoga lain kali lebih teliti dan serius dalam membaca setiap artikel hingga tuntas, agar jelas tentang apa sebenarnya yg terkandung di dalam tulisan… cos segala sesuatu yag instan itu gak bakal maksimal hasilnya kok… kita harus sabar dan teliti…
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
andri kusman dari man muara enim
Maret 7, 2012 at 1:39 pm
subhannallah,,semoga saja kita tetep dalam keimanan kita di saat mereka (ya’juj & ma’juj) datang,,,aminn
oedi
Maret 11, 2012 at 4:53 am
Amiin ya Rabb. semoga saja demikian adanya, dan kita selalu terlindungi dalam keimanan hanya kepada-Nya, menjadikan setiap perjalanan hidup ini adalah suatu wujud dari selalu mengagungkan Allah SWT. Kita pun harus terus mengintropeksi diri secara internal, agar selalu mawas diri dan terhindar dari kesyirikan… karena itu yang kelak menyelamatkan kita..
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Bejo
Maret 9, 2012 at 5:16 pm
Tolong kirimkan ke emailku
oedi
Maret 11, 2012 at 5:09 am
Maksudnya??
Hasanudin Manusia Dewa
Maret 16, 2012 at 12:00 pm
sae mas..
oedi
Maret 21, 2012 at 12:47 pm
Amiin.. semoga bermanfaat…
Makasih atas kunjungan dan dukungannya..
Henka Okie
Maret 25, 2012 at 2:19 pm
Assalamu’alakum Wr Wb
bang saya mau tanya
apakah ad kaitannya mengenai 21 desember 2012????
yang di katakan bahwa kiamat? ato munculnya ja’juj dan ma’juj??
maaf klo pertanyaan saya slh
oedi
Maret 26, 2012 at 3:00 am
Wa`alaikumsalam…
Oh nyate aja lagi… lebih baik bertanya dari pada bingung yg ga jelas… karena bertanya demi pengetahuan bukan pertanda kebodohan, melainkan itu tandanya seseorang ingin maju dan cerdas..
Hmm… sebagai pribadi, saya menyakini bahwa antara kemunculan Ya`juj dan Ma`juj dan 21 des 2012 itu tidak ada kaitannya… keduanya tidak pada waktu yang sama…. kalau pun 21 des 2012 itu nanti akan terjadinya “kiamat”, itupun hanya dalam kapasitas yang kecil (kiamat sugro) atau semacam bencana besar saja sebagaimana yang pernah terjadi di masa para Nabi terdahulu dengan tujuannya untuk menyadarkan umat manusia yg saat ini memanglah telah rusak akhlaknya… sedangkan untuk kemunculan Ya`juj dan Ma`juj itu nanti, kita harus berpatokan pada sudahkan Imam Mahdi, Nabi Isa AS dan dajjal muncul di dunia ini? karena berdasarkan nash hadits yg ada memang itulah tandanya bahwa kaum Ya`juj dan Ma`juj akan muncul kembali, yaitu harus di dahului dg kemunculan Imamn Mahdi, Nabi Isa AS dan dajjal…
Okey.. makasih atas kunjungan, dukungan dan pertanyaannya, semoga bermanfaat…
Henka Okie
Maret 26, 2012 at 9:41 am
okey mksh atas infonya……
oedi
Maret 26, 2012 at 11:57 am
Seeplah… makasih atas dukungannya…
zandow
Maret 27, 2012 at 3:22 am
sungguh bermanfaat mas , , ,
apa benar tembok besi yajuj majuj ada di situ, bukankah tembok besi itu dibuat gaib oleh Allah swt.
apakah ada tandanya mas…
mohon penjelasanya….
trimakasih….
oedi
Maret 27, 2012 at 4:35 am
Untuk semua pertanyaan Anda itu, silahkan baca tulisan ini sekali lagi dengan lebih teliti dan tuntas… karena IsyaAllah sudah dijelaskan kok..
Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
alan
Maret 29, 2012 at 2:15 am
tanks bro artikelnya keren
oedi
April 6, 2012 at 7:06 am
Wokey bro, makasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
wulan
April 2, 2012 at 3:40 am
Sunhanallah…dapat manfaaat dr membacanya smg bisa menjadi nasehat bagi kami..
oedi
April 6, 2012 at 7:46 am
Amiin, semoga demikian adanya, dan memang itulah tujuan tulisan ini di muat…
Okey, makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Duman Ibnu Mohamad
April 3, 2012 at 2:06 am
Terima Kasih dgn info nya.. Sangat bermanfaat sekali..
oedi
April 6, 2012 at 7:56 am
Okey, syukurlah bila demikian, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Jonnhy Iskandar ForzaPersija Apwg
April 5, 2012 at 8:47 am
trus katanya turun dari segala tempat yang tinggi? lhohh kirain aku ALIEN hehe
oedi
April 6, 2012 at 7:59 am
Hehe.. bukan dunk, tapi yang kedua kaum ini.. sebagaimana penjelasan dalam tulisan ini…
Okey makasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat..
hr
April 16, 2012 at 2:56 pm
kemungkinan alien
garing
April 20, 2012 at 12:36 pm
maaf mas, kalau pada jaman Rasulullah SAW telah terbuka tembok yajuj dan majuj sedikit, sesuai hadist yang mas kutip, masa itu sudah sangat lama. apakah tidak mungkin bahwa sebenarnya sekarang tembok tersebut telah terbuka mengingat rentang waktu yang sangat lama?
oedi
April 22, 2012 at 3:54 am
Hmm… sebenarnya pertanyaan mas Garing sudah dijelaskan di tulisan saya di atas, khususnya pada hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dalam hadits no. 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Yang intinya, tembok itu tidak akan bisa di buka oleh mereka (Ya`juj dan Ma`juj), meski setiap hari mereka berusaha membongkarnya karena setiap kali mereka hampir melihat cahaya matahari, maka Allah akan mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Namun saat waktunya tiba nanti, maka galian mereka tidak dikembalikan seperti semula oleh Allah, yang membuat mereka bisa keluar dari tembok itu untuk membuat kerusakan di muka bumi…
Demikian penjelasan saya, mohon maaf atas segala kekurangan, semoga bermanfaat..
eko ant
April 24, 2012 at 3:49 pm
sukron ilmunya,, sngt brmanfaat.
Mhn izin utk saya share ke tmn2 fb..
oedi
April 25, 2012 at 4:39 am
Iya sama2… terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya..
Oh silahkan saja, saya malah senang bila mas Eko mau membantu mengembangkan dakwah ini, asalkan tetap disertakan sumber tulisannya, semoga bermanfaat..
Nico
April 25, 2012 at 6:16 am
Bang! Adakah penelitian lebih lanjut di peradaban yang modern seperti sekarang ini tentang tembok yang dibuat Raja Dzulkarnain untuk memenjarakan makhluk ini?
Jika sejarawan muslim meneliti lebih lanjut tentang tembok ini dengan pengetahuan atau alat yang modern tentunya bisa sedikit memperjelas dari tulisan abang di point 5 & 6.
Terima kasih,
Wasalam
oedi
April 25, 2012 at 2:35 pm
Hmm.. setau saya belum ada penelitian lebih lanjut tentang tembok ini, terutama dari ilmuwan Islam… entah kenapa saya kurang paham.. tp mungkin saja ini adalah salah satu dari kehendak Allah agar manusia lupa pada tembok dan kaum barbar ini.. terlebih yang telah kita ketahui bahwa setiap kisah itu pada awalnya adalan fakta, lalu menjadi sejarah, terus menjadi legenda dan akhirnya menjadi mitos.. inilah yang telah terjadi pada kisah tembok dan kedua kaum ini, bahwa banyak dari manusia sekarang yang menganggap itu hanyalah mitos…. bahkan tidak sedikit dari mereka – termasuk umat Islam – yang tidak pernah mendengar dan tau tentang kisah kaum ini…
Sehingga dalam kehendak-Nya memang di sengaja tembok ini disembunyikan, karena dengan kemampuan teknologi manusia sekarang akan bisa merusak atau bahkan merubuhkan bangunan tembok ini, sehingga nantinya kaum Ya`juj dan Ma`juj ini bisa keluar untuk merusak kehidupan manusia di bumi ini, padahal belum waktunya… artinya, tidak adanya penelusuran lebih lanjut tentang tembok ini adalah untuk menjaga janji-Nya agar tetap sesuai dengan penjelasan yang dulu pernah di sampaikan oleh Rasulullah SAW, dimana ia akan diketahui dan hancur hanya bila telah datang waktunya, yaitu telah munculnya Imam Mahdi dan Nabi Isa AS serta keluarnya dajjal…
Demikian penjelasan saya, maaf atas kekurangannya, semoga bermanfaat..
Nico
April 27, 2012 at 5:32 am
SUBAHANALLAH
Semua kuasa-Nya
Makasih bang…
oedi
April 27, 2012 at 9:05 am
Iya semua memang adalah kuasa-Nya… tinggal masalah waktu..
Okey.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannnya, semoga bermanfaat..
Jasop
Mei 1, 2012 at 4:34 am
ayo segera dibongkaaarrr gerbangnya
oedi
Mei 1, 2012 at 5:32 am
Haha.. silahkah saja kalau bisa..
Murid Gas'ah
Mei 15, 2012 at 11:34 am
dia dalam goa mencari makan nya gmn?
oedi
Mei 17, 2012 at 5:32 am
Wallahu`alam… itu semua sudah di atur sama Sang Maha Pengatur kehidupan para makhluk-Nya…
Makasih atas kunjungan dan pertanyaannya.. semoga bermanfaat..
Nuriya Sri Nuryatin
Mei 24, 2012 at 8:11 am
mas makasih banget ya penjelasannya….lengkap se x,memang benar mas,selama ini saya hanya tahu dan mendengarnya saja kisah tentang Dajjal,Ya`juj dan Ma`juj ini,tapi belum pernah sampai sedetail ini……subhanalloh sangat bermanfa`at,,,jadi bertambah ni ilmu saya..insyaalloh nanti jika dah pulang bisa…menjelaskan pada anak2,karena ini sangat penting se x ,pa lagi untuk ummat muslim harus tahu sedikit banyak tentang SKI,jangan cuma ikut2an dan ndak py dasar…..aneh bukan ??? sama saja dg bohong belaka….ibarat kita pergi tapi tak tahu tu7annya ke mana……hehehehehe, cuma ngekor doang…..terus bersyiar mas oedi…!!! karya2mu berikutnya…..selalu q tunggu……^_^