Renungkanlah Saudariku

Posted on Updated on

Wahai saudariku. Jika dirimu adalah wanita sejati maka patutlah engkau merasa rugi bila digilai dan disukai banyak lelaki, kemudian rela berkorban sesuatu apabila ditagih dan di rayu dengan sedemikian manisnya meski katanya atas nama “Cinta”. Padahal tak lama berselang waktu engkau pun di tinggal pergi dengan alasan sudah tidak sejalan dalam pemikiran dan prinsip meski kesucianmu telah terenggut.

Ingat, ada perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Jika lelaki maka ia tidak kehilangan apa-apa biarpun banyak wanita yang berada di sekitarnya. Sedangkan wanita, akan banyak ruginya bila setiap kali ada tangan pria yang mendarat di bagian tubuhmu tanpa alasan syar`i. Hanya dengan sekali sentuh saja, maka keindahanmu akan memudar. Bila dua kali sentuh akan berakibat hilangnya keindahan. Sedangkan kalau sudah tiga kali saja, maka tidak mustahil keindahanmu akan musnah. Akibatnya, jatuhlah harga diri tanpa ada yang mempedulikannya.

Untuk itulah, wanita dijadikan dari tulang rusuk kiri, bukan dari tulang kepala untuk memerintah lelaki dan bukan juga tulang kaki untuk menghambakan diri pada lelaki, tetapi tulang yang paling dekat dengan jantung lelaki untuk bisa merasakan setiap degup jantung lelaki yang mencintainya dengan penuh kehormatan dan kasih sayang.

Namun ingat saudariku, lelaki amat berbangga hati bila dia mendapatkan apa yang diinginkan darimu. Dia akan senang meletakkan tangannya ke atas bagian tubuhmu sedangkan ia sadar melakukannya. Padahal sebenarnya dia tidak berhak berbuat semacam itu. Untuk itu, lihatlah kehidupan dari sudut pandang yang positif. Agar dengannya kau pun dapat memelihara diri dari bermacam godaan kesenangan duniawi yang sementara ini. Atau percobaan lelaki yang hanya ingin meletakkan noda di atas bersihnya dirimu.

Wahai saudariku renungkanlah. Dimanakah nilai dirimu bila ia telah hilang sebelum waktunya? Apakah akan tetap di pandang mulia bila sebelumnya telah terjatuh ke tempat yang kotor (maksiat, zina) dan sayapmu patah sebelum bisa terbang? Kasihanilah dirimu dengan menjadikannya berharga. Sebab, nilai dirimu hanya terletak pada harga diri yang seharusnya hanya sanggup dibayar oleh seorang lelaki dengan nilai kejujuran, keshalihan, cinta yang suci dan iman yang kuat.

O… apalah arti di gilai bila yang menggilai adalah lelaki yang tidak tau diri. Pria-pria yang hanya menjadikanmu sebagai “alat” pemuas kebutuhannya. Engkau pun tidak berharga biarpun tinggi nilainya di mata lelaki hidung belang. Tetapi, bila engkau terus menjaga diri dalam kebenaran prilaku dan akhlak sehari-hari, maka di mata lelaki yang jujur dan shalih kau akan selalu menjadi mutiara yang memancar terang dari puncak keindahan.

Ya. Memang sulit dan sangatlah sedikit dari sekian banyak lelaki yang telah meletakkan cintanya di atas kejujuran dan iman yang kuat. Dan begitu sukarnya pula mencari lelaki yang terbaik, sebab ia satu dari seribu dan tidak selalu ada dimana-mana. Namun sadarilah bahwa akan lebih baik menunggu dengan hati-hati daripada salah pilih. Meski kesabaran selalu menjadi cobaannya, itu tentu lebih baik daripada cepat mendapatkan pendamping tapi kesudahannya hanya mencemarkan kehidupanmu.

Biarlah hidup sendiri tapi mendapatkan nilai budi, daripada hidup berdua tetapi menjadi pencetus dosa Neraka. Biarlah sulit bertemu jodoh tetapi dekat dengan Tuhan, daripada kerap bertemu lelaki tampan namun tidak setia dalam mencintai. Biarlah hidup menyendiri tapi tetap menjaga harga diri, daripada hidup dikelilingi banyak lelaki yang bisanya hanya menghilangkan kesucian.

Yogyakarta, 10 Juni 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

8 thoughts on “Renungkanlah Saudariku

    chandra yuda pratama said:
    Juni 10, 2011 pukul 1:23 pm

    subhanallah layakkah seorang lelaki selalu berbuat sesuka hati dng kaum wanita yg tak berdaya….dan wanita layakkah engkau selalu berpasrah kepada kaum laki2 hanya sebagai pemuas kebutuhan(napsu)…

      oedi responded:
      Juni 10, 2011 pukul 2:20 pm

      Wah dalem nih kata2nya… mantap… benar tuh kata Yuda… dan emang sebagai generasi muda kita haruslah banyak bercermin diri dan terus memperbaiki kesalahan yang mungkin selama ini kerap dilakukan, terutama dengan lawan jenis. “Apakah kita memang benar2 mencintainya dalam arti yang sesungguhnya?” atau malah hanya sebaliknya yang sekedar pemuas kebutuhan (nafsu)?
      Makasih yach udah berkunjung di tulisan ini, semoga bermanfaat. 🙂

    Restu Dewiyanti said:
    Juni 12, 2011 pukul 7:31 am

    alhamdulillah, terima kasih telah diingatkan.. baik saya akan bersabar menunggu supermas yg masih tersesat dalam perjalan menuju rumah hatiku..

      oedi responded:
      Juni 12, 2011 pukul 7:38 am

      Iya sama2 deh, senang banget kalau ada yang bersedia membaca tulisan sederhana ini,.. terimakasih ya, semoga bermanfaat…. 🙂
      Amiin… di doakan semoga cepat bertemu dengan supermasnya… hehe…. 😀

    eka_rora_suci said:
    Juni 16, 2011 pukul 8:53 am

    Alhamdulilah,masih da sang adam di zaman skrg yg begitu menghormati keindahan n khormatan sang hawa^_^,syukron jidan kak sdh di ingatkan, semuanya tinggal menunggu waktu,,setuju emg ksabaran lah rintangan yg trberat dlm menanti takdir/jodoh qita,pi ttp smangatzzz,smoga indah pd akhirnya,amiiiiiiiin y Rabb^^,

      oedi responded:
      Juni 16, 2011 pukul 9:08 am

      Aamiin ya Rabb…
      Apalah arti hidup ini bila tidak bisa saling menghormati, menghargai dan mencintai dg tulus, terutama lawan jenis. Karena hakekat diri ini adalah sangat membutuhkan orang lain untuk bisa melengkapinya, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan semata.
      Iya sama3 deh, makasih juga loh karena udah mau membaca tulisan sederhana ini, semoga bermanfaat. Tak doakan mendapatkan pendamping yg terbaik nanti… seperti cinta Ali bin Abi Thalib RA dan Fathimah Az-Zahra RA.

    EMA SWEETY said:
    Juni 21, 2011 pukul 6:38 am

    alhamdullilah..
    dengan membaca tulisan ini saya akan slalu mnjaga diri dri pria yang tidak bsa mnghormati seorng wanita..
    aku setuju bahwa lebih baik menunggu dripada cepat mndapatkan pria yg blum tntu sifat dan prilakuy,,,
    dan semua itu adalah ksabaran yang sangat dibutuhkan…
    thanks…..

      oedi responded:
      Juni 21, 2011 pukul 9:29 am

      Amiin ya Rabb… semoga demikian adanya… saya doakan yang terbaik untukmu…. 🙂
      Syukurlah kalau mbak Ema sependapat dengan saya, karena tiada ruginya bila kita bersabar… karena sabar adalah sebagian dari iman dan kunci dari kesuksesan…
      Terimakasih juga karena sudah berkenan membaca tulisan sederhana ini, semoga bermanfaat. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s