Sebuah peradaban yang tinggi akan memiliki pengalaman yang luas tentang arti dan makna kehidupan. Salah satu yang paling menonjol dari pengalaman itu adalah terdapatnya kemampuan dalam olah kata. Lihat saja bangsa Yunani yang memiliki kemampuan dalam ilmu sastra dan filsafat. Mereka dalam urusan ini tak perlu diragukan lagi dan memang sudah terkenal di seantero dunia. Begitu pula dengan bangsa Arab, Persia, Romawi, India, China, Indian, dll.
Hikayat Cinta Sejati
Sungguh, takkan ada habisnya bila kita membahas tentang cinta. Tetap saja ada sesuatu yang bisa diungkapkan dalam bentuk keindahan. Baik dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan, tentu selalu ada yang menarik dari cinta. Karena segala sesuatu akan terpengeruh oleh cinta dan tidak akan bisa menghindar dari cengkeramannya barang sejenak.
Mari Jatuh Cinta Lagi
Duhai kekasihku. Dirimu sesungguhnya memiliki potensi untuk dapat berhubungan langsung dengan-Nya. Yang dengannya pula akan menghantarkanmu pada puncak kebahagiaan. Namun, itu tidak akan bisa terwujud bila jiwamu tidak memiliki cinta. Sebab, kebahagiaan yang sejati tidak bisa di peroleh hanya dengan indrawi, tidak pula dengan kesenangan badani. Melainkan hanya dengan kenikmatan yang dirasakan dalam bentuk cinta yang suci.
Renungan Akhir Tahun (Mengingat Akherat)
Kekasihku. Waktu terus beranjak dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 Masehi ini, menuju tahun 2012 mendatang. Sudahkah engkau mengingat semua perbuatan – baik dan buruk – yang telah di lakukan selama ini? Sudahkan engkau mengingat kematian yang pasti datang menjelang? Dan sudahkah dirimu mengingat akherat, yang pastinya akan menjadi tempatmu untuk kembali?
Kumpulan Syair Cintaku (Juli-Desember 2011)
Cukup lama terabaikan tentang syair dan puisi di blog ini. Kangen rasanya. Sehingga kali ini, di malam yang dingin ini, ku cuba menuangkan beberapa bait syair dan puisi yang terekam sejak bulan Juli hingga Desember 2011. Setiap kalimatnya adalah perwakilan dari perasaan yang kerap terlintas dalam mengarungi waktu di kehidupan ini. Ada perasaan cinta, kasih sayang, kecemasan dan tentunya duka lara. Sebagian telah terabadikan dalam karya tulisan artikel dan buku karanganku. Yang semua terangkum lengkap dengan pengalaman pribadi dan tentunya imajinasi.
Kaum yang Terlaknat
Wahai saudaraku. Mampukan dirimu untuk bersabar, karena Allah SWT akan menguatkan dan membuatmu mampu. Tekunlah dalam hal ini, sebab Dia akan memudahkanmu. Engkau akan bertahan, selama masih ada kesabaran di dalam dirimu demi mengagungkan-Nya. Namun jika engkau bersedih, berkeluh kesah, bahkan menentang-Nya, maka Dia akan semakin memberikan ujian yang lebih berat. Bencana dahsyat pun akan datang bertubi-tubi – seperti yang kini sering terjadi – tanpa kenal ampun. Hingga engkau pun termasuk dalam golongan orang yang mati sia-sia dan celaka.
Kisah Takutnya Kekasih Allah SWT
Saudaraku, ketika seseorang telah menangkap indahnya kebenaran Kekasihnya dari dalam hati, maka ia akan memiliki kekuatan yang seimbang. Melalui harapan yang tinggi, ia pun terus merasakan kecintaan yang luar biasa. Sehingga dengan sendirinya akan merasa ketakutan bila menjauh dari Kekasihnya itu. Bahkan menjadi-jadi seiring keimanannya. Semakin hari yang ada hanyalah rasa takut untuk berpisah, namun merindukan perjumpaan yang akan terjadi dalam rupa tiada batasan. Yaitu kebahagiaan negeri akherat (Syurga).
Uzlah (mengasingkan diri) Demi Kebaikan
Saudaraku, pada kesempatan kali ini sengaja saya mengajak kita semua untuk menggali lebih dalam tentang uzlah (mengasingkan diri). Karena barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus menipu.
Hanoman, Sang Pembela Kebenaran
Hanoman, sosok yang mungkin tidak asing lagi bagi para pembaca sekalian. Dia adalah seorang kesatria yang gagah berani dan pembela kebenaran. Meski dalam bentuk fisik sebagai seekor kera putih, tetap saja kisah kehidupannya sangat masyur di dunia. Sebuah kisah yang menceritakan seorang kesatria yang gagah perkasa, tulus, berani, tanggung jawab dan juga welas asih. Ia adalah seorang pahlawan yang senantiasa berada di garis depan bila terdapat ketidakadilan dan keangkaramurkaan.
Kerusakan Zaman dan Kekeruhan Pergaulan
Wahai kekasihku. Jika seseorang memiliki ilmu yang mendalam, maka ia akan menyadari bahwa dari kalangan manusia banyak yang bersikap kufur dan berada di jalan yang tidak benar. Mereka pun memiliki peran yang besar terhadap kerusakan zaman, karena setiap tindakannya mengandung bencana meski tidak berdampak secara langsung saat sekarang.
Keutamaan Berburu Ilmu
Bentuk fisik manusia adalah sesuatu yang berada di luar kendalinya. Ketampanan dan kecantikan atau kejelek dan keburukan rupa adalah sesuatu yang tidak bisa ia kehendaki. Hanya Allah SWT saja yang mengendalikannya, sebab hanya Dia pula Yang Maha Pencipta. Sedangkan merawat dan menghiasnya adalah sesuatu yang menjadi kewajiban seorang pribadi, dan jelas bisa ia lakukan sehari-hari. Atau bahkan semangat dalam melengkapi kekurang diri dengan cara terus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan meskipun sulit.
Ketika Seorang Mukmin Bermaksiat
Seorang yang beriman seyogyanya terus berada di jalan Tuhannya. Dalam situasi apapun, tentunya ia akan gelisah bila tidak bisa dekat dengan Kekasihnya itu. Begitupun saat ia telah mendapati dirinya telah memiliki kecenderungan terhadap duniawi, maka ia pun meminta-Nya untuk segera memalingkannya dari musibah itu. Namun ketika ia melihat dirinya memiliki kecenderungan terhadap akherat, maka ia pun akan meminta-Nya untuk tetap memberikan hidayah agar terus beramal sholeh.
Bencana dan Pembersihan Dosa
Saudaraku. Aku memikirkan bencana luar biasa dan berbagai malapetaka yang kerap menghujam keras di negeri ini. Aku pun terus merenungkan dengan seksama, sehingga yang aku dapatkan adalah keheranan. Ku lihat betapa semua laknat itu terjadi oleh sebab terlalu banyak orang yang menjalani aktivitas kehidupan di dunia ini tetapi sepertinya tidak ada walau mereka sebenarnya ada. Mereka tidak mau mengindahkan aturan Tuhan apalagi mengkaji dalil-dalil ke-Esaan-Nya. Justru mereka menjalani kehidupan sehari-hari laksana kawanan binatang liar di hutan.





