Kau dan Aku

Dalam masa yang bergulir ke depan, nikmati selagi kesempatan meraih cinta sejati ada pada kita. Dalam dua jasad dan dua bentuk, padukan jiwa kita bersama anugrah Sang Maha Pencipta.

Kau dan aku.
Ukir niat dalam menjaga cinta yang hanya kita saja mengetahuinya. Bahagiakan hari dalam masa-masa penantian ini. Namun bersedihlah bila telah melanggar fitrah diri dalam aturan-Nya.

Kau dan aku.
Tebarkan wewangiyan yang menyumbul sukma dalam keikhlasan. Warnai taman hati dengan bunga-bunga kejujuran. Senandungkan nyanyian syahdu penggugah selera ibadah. Dengan dzikir yang terucap di sepanjang gerak-gerik kehidupan.

Kau dan aku.
Di dunia ini aku merasakan dua kedekatan. Satu hanya keyakinan pada Tuhan dan satunya lagi dalam cinta yang suci. Karena rahmat-Nya itulah, meski jarak memisahkan namun ia tidak bisa melepaskan hati kita.

Kau dan aku.
Aku selalu tenang dalam sanubarimu. Bila kau mencari aku, carilah di singgasana hatimu. Temui aku disana, sebab tempat dudukmu akan persis di sebelahku. Jemarimu pun akan berpegangan erat dengan jemariku.

Kau dan aku.
Aku tidak bersembunyi, namun waktulah yang menjadikan tirai ini belum terbuka lebar.  Sedangkan mungkin engkau sendirilah yang menjadikan cadar tak menampakkan pesona wajahmu?

Kau dan aku.
Jika kau ingin kita bertemu, teruslah tidak meragui hakekatku. Tepislah semua kebimbanganmu. Penuhi hatimu dengan kepercayaan diri yang luas. Kenalilah aku sejak pertama kita bertemu.

Kau dan aku.
Janganlah kau memperhatikan aku dari jasad yang akan menua dan mati oleh usia. Sebab aku tidak melihatmu hanya dalam raga yang rupawan, melainkan keshalihan di setiap helaan perasaan hatimu.

Kau dan aku.
Lampauilah segala bentuk zahir. Lepaskan ikatan-ikatan duniawi yang semu. Temukanlah makna persandingan kita dihadapan cinta yang agung. Kemudian lihat, bahwa kebijaksanaan telah Tuhan restui sebagai langkah hidup kita.

Kau dan aku.
Jika kau dapat menghancurkan segala penjara jasad, engkau pasti akan dapat mengepakkan sayapmu untuk terbang ke langit kesempurnaan. Karena aku telah menunggu dalam cinta yang makrifat.

Kau dan aku.
Berlarilah mendekat pada kebenaran dan jauhi segala macam kejahatan. Pertahankan keindahan haq dan buang jauh-jauh tipu daya kebathilan. Pisahkan diantara keduanya. Agar kita bisa menetap dalam anugerah dan rahmat-Nya.

Kau dan aku.
Tidak di daratan, tidak di lautan, tidak di awan dan tidak pula di langit. Pertemuan kau dan aku akan tepat dalam kehendak-Nya. Engkau akan melengkapi apa yang tidak aku miliki, sedangkan aku akan memberikan apa yang tidak engkau punyai.

Kau dan aku.
Kita akan menebarkan rasa cinta. Engkau akan memberikan gambaran nyata keindahan kasih sayang, sedangkan aku akan larut dalam membangkitkan jiwa-jiwa yang redup pada gairah kehidupan.

Kau dan aku.
Kita akan menuju puncak keabadian. Kita akan mengabarkan pada mereka. Menunjukkan bahwa sang fajar akan terlihat lebih indah di waktu paginya. Bintang Syurga pun tampak terpancar gemerlap dalam malam-Nya.

Kau dan aku.
Mari meniadakan antara kau dan aku, sebab hakekat kau dan aku adalah satu. Pertemuan kita telah dulu disaksikan langit sebagai kodrat-Nya. Menjadi satu wujud dalam rasa rindu kita.

Kau dan aku.
Cinta kita adalah satu dalam cinta-Nya.

Yogyakarta, 15 Oktober 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Sebuah syair cinta untuk kekasihku]

Iklan

6 thoughts on “Kau dan Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s