Ketika Tuhan memilihkan cinta

Posted on

Suatu masa, tersebutlah kisah seorang pemuda yang tampan. Ia kuat beribadah dan sangat rajin menunaikannya. Suatu saat dia berkunjung ke sebuah perkampungan. Disana ia melihat seorang gadis cantik diantara sekian banyak dari yang lain. Gadis tersebut membuatnya jatuh cinta, begitu pula dengan si gadis. Akhirnya, pemuda itu mengutus seorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi, ayah dari si gadis mengabarkan bahwa putrinya telah di jodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.

Si gadis akhirnya mengirimkan surat kepada sang pemuda. Katanya; “Kutahu betapa besar cintamu kepadaku dan betapa besar pula aku di uji dengan mencintaimu. Bila kau setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku”

Surat itu dijawab oleh sang pemuda. Katanya: “Maafkan daku, bukannya aku tidak mencintaimu, namun aku takut bila aku berbuat maksiat kepada Tuhanku, sementara hukuman-Nya begitu berat bagiku. Dan aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya, dan tidak pernah padam kobarannya”

Ketika surat itu disampaikan pelayannya, sang gadis pun berkata: “Rupanya dia lebih taat kepada Allah. Demi Allah, tak ada seorang pun yang berhak melarang seseorang untuk bertakwa kepada-Nya”

Kemudian sang gadis meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun demikian, dia masih menyimpan rasa cinta yang begitu mendalam dan rasa rindu yang menggebu pada sang rupawan yang ia idamkan. Oleh sebab itu, lambat laun tubuhnya mulai kurus menahan gejolak rindu yang begitu mendalam, sampai akhirnya meninggal dunia.

Semenjak kepergiannya, sang pemuda seringkali menziarahi kuburannya. Ternyata ia masih merindui sang gadis. Dia menangis dan mendoakannya hingga pada suatu waktu ia tertidur di atas kuburan sang gadis. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya yang berpenampilan sangat rupawan.

Ia bertanya: “Bagaimana keadaanmu wahai kekasihku? Gerangan apa yang telah kau dapatkan?

Di jawab oleh sang gadis; ”Sebaik-baik cinta wahai kekasihku, adalah cinta-Nya melalui cintamu. Sebuah cinta yang dapat menuntunku menuju kehidupan baru”

Sang pemuda bertanya lagi: ”Jika demikian, kemanakah engkau akan menuju”

Dijawabnya; ”Kan kutuju kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir, yakni keindahan syurga yang tidak akan pernah rusak”

Sang pemuda pun berkata: ”Aku harap engkau selalu mengingatku, sebagaimana aku tidak pernah melupakanmu”

Di jawab oleh sang gadis; ”Demi Allah, aku tak akan pernah melupakanmu. Dan aku memohon pada Tuhanku dan Tuhanmu, agar nanti kita bisa dipertemukan kembali. Oleh karena itu, bantulah aku atas hal ini dengan keikhlasan dan ketulusanmu dalam mengabdi pada-Nya”

”Kapan aku bisa melihatmu?” tanya sang pemuda.

”Tak lama lagi, engkau akan datang menemuiku” jawab sang gadis.

Dan memang benar, bahwa tujuh hari setelah mimpi itu berlalu si pemuda dipanggil oleh Allah menuju keagungan-Nya.

Yogyakarta, 14 Oktober 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Kisah yang di ulang penceritaanya]

8 thoughts on “Ketika Tuhan memilihkan cinta

    Andika said:
    Oktober 15, 2010 pukul 1:55 am

    wah cerita yang bener” menjadi pelajara bagi kita, bahwa cinat kepaa manusia hanya besifat semu.. sedangkan cinta ke pada Allah akan abadi..

    makasi ya mas linknya 🙂

      oedi responded:
      Oktober 17, 2010 pukul 12:04 pm

      Yup… sama2 deh.. makasih juga untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Begitu sekiranya, sejak saat ini kita harus berusaha dengan maksimal tentang apa itu cinta yang sesungguhnya.

    Uncu said:
    Oktober 17, 2010 pukul 2:23 am

    Subehanallah,,,
    Mencintai & dicintai krn Allah, sungguh memberi kemudahan kpd kita tuk kembali kepada fitrahNYA, semoga kita selalu berada dalam Cinta Kasih Suci Allah SWT, amiiin
    Makasih banyak atas linknya ini die,,, ^^

      oedi responded:
      Oktober 17, 2010 pukul 12:09 pm

      Amiiin…
      Sama2… Makasih juga untuk kunjungan dan dukungannya, semoga selalu membawa manfaat.
      Mari kita merenda hari-hari kedepan dengan sebuah bahtera cinta yang sejati. Benar di mata makhluk, dan benar pula di hadapan Allah SWT.

        Uncu said:
        Oktober 17, 2010 pukul 2:32 pm

        Amiin… 🙂

        oedi responded:
        Oktober 17, 2010 pukul 2:35 pm

        Amiiin ya Robbal `alamin…. 🙂

    tedy said:
    Oktober 17, 2010 pukul 4:22 pm

    ceritanya cukup singkat, tapi sangat mengena..
    benar2 menyentil kehidupan dimasa sekarang, dimana banyak manusia yang mengagungkan cinta yang bukan cinta yang hakiki. Mungkin saat ini banyak manusia (termasuk saya) yang lupa bahwa cinta kepadaNya lah cinta yang hakiki dan cinta kepada makhluk merupakan jalan menuju cintaNya.
    Makasih cek sudah mengingatkan..

      oedi responded:
      Oktober 20, 2010 pukul 11:45 am

      Sama2 cek, makasih sudah mau mampir dan memberikan komentar, semoga bermanfaat.
      Benar sekali cek, bahwa kita dalam pencapaian kepuasan duniawi terkadang sering menggadaikan kecintaan yang sejati (cinta kepada Allah SWT), padahal dengan mencintai-Nya bukan membuat kita mengabaikan cinta pada yang lain, malah sebenarnya itulah jalan yg paling baik untuk mencintai makhluk. Sehingga jangan protes kalu nanti selama masih di dunia sering kecewa dalam percintaan, dan di yaumil akhir kita bakal mendapatkan balasan yang setimpal.
      Semoga kita terhindar dari semua yang salah itu. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s