Ibu…

Ibu…
Aku sungguh rindu padamu…
Dalam belaian dingin malam ini ingin sekali kusampaikan rasa ini lewat angin malam dan terang cahaya bulan.

Oh ibuku…
Aku yang kini telah dewasa karena dirimu, ingin sekali merebah datar di didasar telapak kakimu untuk bersimpuh penuh ikhlas
Ingin sekali kubersujud lagi di bawah kedua kakimu
Karena dulu dipangkuan itulah aku duduk dan belajar untuk bertepuk tangan

Ibuku…
Ingin kucium penuh kasih kedua tanganmu yang mulai keriput
Karena kedua tangan itulah yang dulu selalu menimang dan memegang erat tubuhku yang tak berdaya untuk berdiri dan melangkah…

Oh ibu…ibuku tersayang…
Ingin sekali aku berada dipelukanmu, memelukmu dan mendapatkan rangkulan hangat darimu…
Karena dulu itulah yang dapat menenangkan hati dan jiwaku…

Ibu….
Ingin sekali aku merasakan kembali belaian mesra tanganmu yang lebih halus dari sutra buatan cina
Karena dari tangan halus itulah mengalir syahdu kasih sayangmu yang tiada duanya…

Oh ibu…ibuku…..
Dalam setiap hela napas dan kedipan mataku aku tak akan kuasa melupakan indah wajahmu yang meskipun telah usang dimakan usia
Karena disanalah aku selalu mendapatkan senyuman ikhlas penuh naungan dan kasih sayang yang paling tulus
Dengan senyuman itulah aku senantiasa kau bangkitkan disaat jiwa dan hatiku terpuruk oleh cobaan dan halangan hidup

Oh ibuku yang sangat kusayangi…
Aku sungguh sangat rindu padamu
Tak ada yang melebihinya karena sungguh jujur dari dasar hatiku aku tak pernah merasakan kerinduan yang begitu sangat, selain hanya kepada Allah dan RasulNya

Ibuku…oh ibuku…
Doakan anakmu untuk tidak ikut terseret pada pergaulan dunia yang kini mulai redup dan penuh dengan tipu muslihat
Doakan anakmu untuk dapat lolos dari semua cobaan itu…
Karena aku ingin termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung…doakan aku ibu hingga akhir hayatku…

Ibu…oh ibuku sayang…
Maafkan atas kesalahan yang dulu sering aku lakukan…
Maafkan atas kedurhakaanku padamu…
Maafkan karena aku dulu kerap membantahmu…
Maafkan karena aku dulu sering tidak mengikuti nasehatmu…
Maafkan anakmu ibu….
Maafkan karena aku kurang berbakti padamu selama ini…
Maafkan aku karena sering melupakanmu… tidak ingat akan dirimu karena lebih memilih ingat kepada orang lain…

Oh..ibuku…
Anakmu yang dulu kini telah dewasa…
Anakmu kini terus berusaha untuk tidak pernah mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan
Anakmu kini berusaha untuk menjadi seperti yang kau harapkan
Anakmu akan berusaha menjadi kebanggaanmu….

Ya ibu… oh ibuku…ibu….
Saat ini aku menangis tersedu…karena aku sungguh rindu padamu…
Dan itu semua kupersembahkan untukmu atas bukti sayangku padamu…
terimakasih ibuku…
Doakan selalu anakmu ibu…

Jgy, 22 Des 04
Oedi`

[Kutulis tanpa egois dan dalam deraian airmata karena aku sungguh rindu pada ibuku nun jauh disana…]

Iklan

2 thoughts on “Ibu…

  1. hmmmm, lena juga pernah membuat puisi tentang ibu dg berurai air mata bang….. menyesali semua perbuatan yg telah menyakiti hatinya, semua….. heeee tp bis tu di ulang lagi e bang, terus piye?
    Maafkan anakmu, ibu…

    1. Wow sama dunk…. terus terang waktu nulis puisi ini aku nangis dan sedang rindu banget dengan sang ibu…
      Hmm… jangan di ulang lagi dunk cos takutnya nanti pas lagi punya salah dengan beliau
      ternyata kesempatan untuk meminta maaf udah ga ada lagi… pokoke jangan ampe jadi anak yang durhaka lah… okey…
      chayooo….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s