Kesucian Politik: Agama dan Politik Di Tengah Krisis Kemanusiaan

Posted on Updated on

Penulis: P. Mutiara Andalas, SJ; Penerbit: Libri

Bulan Mei merupakan bulan yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Sejarah yang “cerah” dan sejarah yang “kelam”. Sejarah yang cerah mengimplikasikan suatu momentum historis yang membawa rakyat Indonesia ke suatu paradigma kebangsaan yang baru – sebuah cara pandang bermartabat terhadap nasionnya sendiri. Itulah yang kemudian kita peringati sebagai momentum kebangkitan nasional setiap 20 Mei. Tahun 2008 momentum kebangkitan nasional diperingati dalam kurun 100 tahun (1908-2008).

Baca entri selengkapnya »

Novel “Berakhir Sudah”

Posted on Updated on

Kekasihku…. jujur aku tak pernah menyangka dan tak pernah merencanakan bahwa aku mencintaimu hingga kini, dan saat ini aku tak mau lagi bertanya apakah sama halnya yang terjadi pada dirimu. Apakah engkau memiliki kadar kecintaan yang sebanding denganku? Karena ku tau dengan sendiri waktulah yang akan menjawabnya kelak. Aku juga tidak mau menanyakan dari keluarga yang bagaimana adanya dirimu, miskinkah atau kaya raya? Seperti kebanyakan seloroh para orang tua yang memandang kebahagiaan cinta itu bisa di nilai dengan kegemerlapan harta benda semata. Padahal jauh ada yang lebih berharga yaitu ketulusan dan kejujuran di dalam hati.

Kemudian entah bagaimana cinta itu bisa muncul secara tiba-tiba di dalam hati dan jiwaku, menyapaku, merangkulku, menyergapku, membimbingku, dan merasuki setiap sendi-sendi jiwa raga ini tanpa pernah kuasa untuk aku tolak. Cinta itu masuk entah dari mana di bagian tubuhku ini dan tiba-tiba saja telah diam bersemanyam dengan tenang di dalam ruangan hatiku. Ia kemudian menyatu menjadi jiwa, dan dengan cinta yang telah menjadi jiwa ini aku hidup serta dihidupkanya pula hingga kini.

Kekasihku…. aku sangat bersyukur oleh sebab cinta ini telah hadir dan hidup di dalam diriku, dijiwaku, dihatiku, dalam setiap tarikan nafasku, dalam setiap detak jantungku, dan dalam derasnya aliran darahku. Aku bahagia telah dapat mencintaimu, aku gembira bersanding denganmu dan dekat sekali disisimu, karena dari hidup denganmu itulah aku mengenal kehidupan, berpikir dan menulis, darimulah aku mengenal kelemah lembutan lebih, darimu aku mengenal keindahan lebih, denganmu aku terus merasa lebih bahagia, olehmu aku terus berusaha untuk jauh memperbaiki diri, olehmu aku menyadari sebuah anugerah dan mengingatkan selalu kepada Tuhan, dan karena dirimu pula aku bisa selalu menatap dunia dengan sikap optimis. Bahkan hanya dari dirimulah aku jauh lebih mengenal kesedihan, kerinduan, kecemburuan, kekalutan, kecemasan, tantangan, perasaan muak, kesombongan, jenuh dan tentunya sifat egois. Untuk kemudian mengubahnya kedalam cawan ketabahan dan kesabaran.

<Bagi mereka yang mengagungkan kebesaran sebuah Cinta>

[Cuplikan novel diatas adalah karyaku “Mashudi Antoro”, th 2007-2008]

Novel “Kembali”

Posted on Updated on

Kecantikannya……Tidaklah hanya terletak pada fisiknya saja, tetapi pada kemurnian dan kemuliaanya, bukan pada mata yang syahdu saja, tetapi pada cahaya yang memancar dari keduanya, tidak pada bibirnya yang merekah saja, tetapi pada setiap kata-kata, yang selalu membawa damai di hati, bukan pada putihnya wajah yang bersih saja, akan tetapi pada kesucian jiwanya yang luhur, menyala bagaikan nyala lilin di tengah gelap gulita, dan kecantikannya laksana barisan puisi keindahan, dari seorang penyair yang merindu.

Aku lelah dengan perasaanku selama ini, perasaan yang selalu membuatku berada diantara taman bunga yang terus bersemi akan tetapi aku sendiri tidak menikmati wanginya bunga-bunga itu, aku letih dengan perasaanku yang terus berjalan diantara tirai-tirai kerinduan, dan aku berharap akan tiba saatnya untuk segera menikmati indahnya kasih sayang cinta. Karena telah kurasakan ada sebuah perasaan yang sangat asing menyerbu ruang hatiku lagi.

Cinta merupakan hak yang paling hakiki dan dimiliki oleh setiap manusia, karena cinta bisa mengangkat tinggi jiwa manusia meskipun sulit untuk menggapainya. Dan cinta itu sendiri teramat sulit untuk didefinisikan secara tulisan sebab hanya bisa dirasakan oleh jiwa dan hati yang tulus dan penuh harapan akan diawali dengan kemesraan serta akan diakhiri dengan ketenangan.

Serta biarkanlah nanti waktu yang akan membuktikan jika seandainya cinta itu memang benar adanya telah merasuki hati kita berdua.

[Cuplikan novel diatas adalah karyaku “Mashudi Antoro”, th 2007]

Ziryab, Ikon Mode Umat Muslim

Posted on Updated on

(Ziryab bukan hanya merombak musik namun juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan cara berpakaian manusia di abad pertengahan)

Namanya Abul-Hasan Ali ibn Nafi atau yang lebih dikenal dengan nama Ziryab. Sosok pria kelahiran Irak tahun 789 M ini menadapatkan namanya karena karakter suaranya yang melodius dan warna kulitnya yang gelap.

Baca entri selengkapnya »

Membenarkan dengan Sebuah Keteladanan

Posted on Updated on

(“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”)(QS.Al-Ahzab:21)

Ayat al-qur`an dan hadist di atas menunjukkan bahwa Islam adalah sebuah agama yang menyejukkan dan harmoni. Dan dalam hal keselamatan Imam Ali bahkan berkata, ”Begitu membayar Jizyah, harta mereka sama harus dijaganya dengan harta kita, darah mereka menjadi sama nilainya dengan darah kita.” Begitulah Islam mengajarkan kepada kita umatnya bagaimana memperlakukan kaum non muslim dan para tamu asing yang masuk secara resmi dan baik-baik di negara muslim, apalagi negara kita yang merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Jadi bila mereka telah menunaikan kewajibannya ketika masuk ke wilayah negara kita maka secara otomatis telah menjadi tamu resmi dan tidak ilegal. Maka harta, kehormatan dan darah mereka wajib kita jaga bersama-sama. Jika tidak, jika sampai menyakiti mereka, maka berarti kita sama saja telah menyakiti Baginda Nabi, kita juga telah menyakiti Allah, kalau kita telah lancang berani menyakiti Allah dan Rasul-Nya, maka siapakah diri kita ini?. Masih pantaskah kita mengaku sebagai manusia dan pengikut ajaran Baginda Nabi Muhammad SAW. Baca entri selengkapnya »

Raihlah Kenikmatan Surga

Posted on Updated on

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya……” (QS. Al-Baqarah [1] :25).

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin”. (QS. Ar-Rahmaan [55]:56)

Berbagai kesenangan dan kebahagiaan dunia tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan nikmat dan kesenangan di akherat (surga) kelak. Di sanalah segala keindahan dan kesenangan akan dirasakan dalam bentuk yang murni. Karena di surga setiap orang akan mendapatkan segala kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan selama hidup di dunia ini dan akan abadi selamanya.

Baca entri selengkapnya »

Jangan Bersedih

Posted on Updated on

“Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman” (QS. Al-Hijr:88)

Kesedihan adalah peluang yang sangat luas bagi kecemasan untuk datang menghampiri. Bahkan bisa dikatakan bahwa kesedihan merupakan awal dari kecemasan itu sendiri. Karena kesedihan akan menuntun kita kepada sikap untuk tidak mau melakukan kegiatan yang baru serta selalu pesimis dengan kehidupan yang sedang atau akan dijalani. Oleh sebab itu dalam Al-Qur`an Allah memerintahkan kepada setiap hambanya agar tidak bersedih ”Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati, kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman ” (QS. Ali-Imran [3]:139).

Baca entri selengkapnya »