Katakan, Bidadariku…

bidadari_ku4

Katakan sesuatu padaku
Karena diammu sang bidadari
Tak membuat alam semesta tersenyum
Jujurlah padaku
Karena doa dan penghaturan ke Illahi Robbi
Akan menaungi ruhmu dalam kebahagiaan…

Jgy, 2008
Oedi`

Iklan

Aroma Ijab Kabul

Pagi itu ku perhatikan disekitarku ada semacam aroma kebahagiaan yang terkubur bersama keramaian suasana. Keindahan yang harusnya tampak jelas didepan mata ternyata hilang begitu saja dari harapan. Menguap tanpa meninggalkan kesan yang mendalam bagi jiwa dan memori otak setiap anak manusia.

Kala itu semangatpun perlahan beranjak menjauh dan hilang seiring sikap yang kau berikan pada jiwaku yang sejatinya telah meredup. Sinar yang dulu senantiasa kau berikan disaat sunyi dan gundahku telah menyicil pergi jauh dari sisi kanan dan kiriku saat ini. Sebuah tarikan makna yang sulit untuk diambil karena begitu menyakitkan oleh siapapun yang terkuat didunia ini. Oh betapa semuanya tidak pernah sedikitpun terlintas di otakku untuk mengharapkan semua ini bisa terjadi. Jangankan mengalami dan melakukannya, berniatpun tak pernah sedikit kulakukan. Karena sejak pertama hatiku akan terus terpaut dan menempel rapat pada hati dan jiwamu. Kesetiaan yang selama ini telah terbangun takkan hilang terkikis oleh waktu bahkan ia senantiasa akan selalu tegar menghadapi kerasnya deru ombak kehidupan ini. Aku akan selalu berusaha karena yang kutau kau adalah terindah dari yang pernah aku kenal selama hidup ini.

Waktu terus bergulir dari tempat awalnya dan terus melewati rentang yang telah menjadi kodratnya untuk beranjak. Kesunyian yang melanda jiwaku terus sepi dan seolah-olah mengajakku kedalam ruang yang hanya kelam tanpa sinar cerah kebahagiaan. Dan di pagi itulah kebahagiaanmu tak seiring dengan kebahagiaan yang ada di hatiku. Wahai gadis, kesenanganmu tak sejalan dengan kegembiraan yang aku dapatkan. Suka citamu tak mencerminkan kepedihan hatiku. Karena pagi itu kau terbalut bahagianya akan persandingan, pagi itu kau ternaungi di bawah ijab kabul pernikahan dan di pagi itu juga kau telah resmi menjadi nyonya tuan rumah selamanya.

Aku hanya diam dan terpaku lemas di sudut bangku yang tak jauh dari per-sumpahan setia itu. Setiap perkataan yang meluncur dari bibir sang lelaki itu telah seraya menusuk-nusuk hatiku. Dan kata-kata kepastian serta keyakinan untuk menikahi gadis itu telah pula menyesakkan dadaku ini hingga terpaksa untuk mencuri pandang kepadanya pada saat-saat terakhir yang mungkin bisa kulakukan. Setelah berkesempatan melihatnya maka entah mengapa tampak jelas dari matanya mengalir airmata yang tak ku tau apa maknanya. Mungkin saja itu adalah pengejawantahan atas kebahagiaannya dengan pernikahan itu atau mungkin saja bisa sebaliknya. Itupun jika rasa yang didalam sanubarinya telah sama dengan rasa yang memenuhi ruang hatiku saat itu.

Oh.. semua yang menyelimuti hatiku saat itu adalah kepedihan, kesedihan, kekecewaan, dan kesunyian yang begitu dalam melekat pasti. Sehingga olehnya tak kuasa lagi diri ini untuk bertahan hadir di pelataran ijab kabulnya. Akupun sigap beranjak kesisi lainnya yang jauh lebih lapang dari kebahagiaan pernikahannya itu. Aku melangkah pergi dalam kepedihan dan kebahagiaan yang menjadi satu. Kepedihan oleh perpisahan dan kebahagiaan karena hingga akhir pertemuan itu maka kesetiaan yang dulu pernah kujanjikan padanya telah bisa terus kupenuhi.

Selamat atasmu dan kebahagiaan selalu aku haturkan kepada Tuhan untuk langkah yang telah kau pilih. Pesanku padamu, maka jadilah istri yang sholehah.

Jgy, 28 Jan 09
Oedi`

[Kutulis entah karena apa aku bisa merangkainya…]

Tuban versi Yamaha Jupiter

tuban-3 tuban-1 tuban-4

Pada waktu itu tgl 31 Desember 2008 jam 14.30 aku bersama seorang saudara beranjak menuju Kab. Tuban (Jatim) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter. Perjalanan mengendarai motor kali ini adalah perjalanan keduaku setelah sebelumnya dengan mengendarai sepeda moto Merzy (Kawasaki Binter) adalahJarak yang akan kami tempuh sekitar lebih kurang 300 Km, kira-kira 7 jam perjalanan. Cukup sekali untuk membuat badan jadi pegel-pegel. Bagiku perjalanan kali ini sangat menarik karena ada banyak kejadian dan peristiwa serta pengalama baru yang didapatkan. Dan tentunya berbeda dengan ketika mengendarai sepeda motor Marzy (Kawasaki Binter).
Perlahan kami mulai meninggalkan kota Jogja, berawal dari tempat kos temanku itu yang berada di kaliurang Km 9, kemudian melewati arah stadion sepakbola Sleman terus ke arah Klaten. Setiba di Kab. Klaten ternyata hujan rintik-rintik telah menyambut kami dan lama-kelamaan menjadi agak sedikit deras, hingga setibanya di Kab. Sukoharjo hujan yang menemani kami dari sebelumnya menjadi semakin deras. Kamipun memutuskan untuk berhenti dan menggunakan ponco (jas hujan). Namun satu hal yang membuat kebingungan karena ternyata si sahabat tidak membawa jas miliknya padahal sebelumnya aku sudah memperingatkan untuk membawanya karena cemas akan hujan.
Dalam perjalanan kali ini kami banyak berhentinya karena cuaca yang tidak bersahabat karena hujan dan kami sendiri cuma membawa satu jas hujan. Satu tempat yang lama sekali kami berhenti disana, kami berhenti lebih kurang satu jam karena hujan yang sangat deras sekali disertai angin kencang sehingga memaksa kami untuk berhenti.
Setelah hujan mereda kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Sekali lagi kami harus berhenti lama karena ban motor bagian belakang bocor yang disebabkan bagian sambungan ban dalamnya robek kecil sehingga terpaksa harus di tambal padahal kondisi nhari sudah gelap alias malam, untu. Untung saja tidak jauh dari dari kami berhenti di awal terdapat tempat tambal ban. Setelah kurang lebih 1 jam kami menunggu akhirnya ban siap untuk di perjalankan lagi dan kamipun sigap berangkat terus menuju Tuban.
Setiba di Tuban jam menunjukkan pukul 11-an, Setelah sebentar berbasa basi (ngobrol) akupun menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh yang letih karena perjalanan yang panjang itu.
Esok paginya tanggal 01 Januari 2009 aku dan bersama temanku dan keluarganya (Bapak, Adik dan Sepupu) berangkat ke satu daerah yang sangat menarik untuk diceritak dan sepertinya ini yang menjadi kesan mendalam selama liburan ke Tuban kali ini. Pagi itu setelah memanaskan motor kamipun beranjak menuju tempat tujuan. Tempat yang kami tuju kali ini adalah sebuah desa di Kab. Bojonegoro. Perjalanannya sekitar 30 menit dari rumah sahabatku. dan untuk bisa tiba ditujuan maka sebelumnya tak lupa kamipun harus menyeberangi sungai Bengawan Solo yang terkenal itu dengan menaiki Getek (perahu penyebrangan). Motor yang dikendarai harus naik ke Getek ini karena ini adalah sarana transportasi yang ada disana. Tidak ada jembatan yang menghubungi daerah itu dari dunia luar.
Tujuan kami kesana adalah untuk urut (pijat) dan yang berkeinginan untuk itu adalah sahabatku itu. Selain itu hajat lain adalah untuk soan kepada seorang ulama yang ada disana untuk meminta bimbingan dan nasehat yang berguna untuk hari depan temanku itu.
Setelah semua akhitvitas di Tuban dirasa cukup kamipun beranjak untuk kembali ke Jogjakarta. Sebenarnya ingin sekali diri ini berlama-lama disana tetapi ada beberapa hal dan pekerjaan yang harus juga menjadi prioritas dan tanggungjawan untuk diselesaikan. Sehingga dengan cukup terpaksa kamipun harus pulang ke jogjakarta pada tanggal 02 Januari 2009.
“Sebuah perjalanan yang sungguh membuatku cinta akan negeri ini”

[Mengingat sebuah kenangan indah perjalanan maka kutuliskan kisah ini]

Keinginan

Ia ingin memberikan kebahagiaan kepada kekasih pujaan dengan ketegarannya karena bagaimana dia bisa menularkan kebahagiaan sedangkan dirinya sendiri tetap dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Sungguh bukan itu yang diinginkannya karena Bayu hanya ingin kehadirannya nanti disisi Dyah hanya akan membawa samangat yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Dan ia ingin melihat sang kekasih menatap kehadirannya dengan penuh senyuman keindahan dan teriknya cahaya keceriaan.
Kekasihku, maafkan jika aku telah mengecewakanmu saat ini, tetapi aku memohon padamu agar tidak salah paham karena dihatiku hanya ada dirimu, aku mencintaimu setulusnya hingga tak seorangpun akan dapat menggantikannya. Kau adalah hal terindah yang pernah kurasakan, dan betapa bersyukurnya aku kepada Tuhan karena sudi mengirimkan dirimu untuk jadi kekasih dihatiku. Menjadi lentera yang terus menerangi hatiku dengan cahaya kasih sayang nan sejati. Kekasihku… aku ingin memberikan semua yang kau inginkan, sungguh aku akan berusaha untuk memenuhinya, dan jika saat ini bisa kubelah hatiku maka seketika itu pula aku ingin memperlihatkan isi hatiku ini padamu. Bahwa didalamnya hanya ada dirimu yang kucintai

[Tulisan diatas adalah cuplikan dari novel terbaruku]

Aksara Jawa Kuno

hanacaraka-jawa

Hallow dunia…
Telah sekian lama aku tidak menulis serangkaian kata sederhana yang berisi target dalam perjalanan hidup ini. Sehingga pada kesempatan kali ini aku akan menelurkannya bersama blog Perjalanan Oedi` ini.

Kisah indah ini bermula dari hadirnya seorang gadis yang datang di sore hariku yang penuh dengan aktivitas seperti biasa. Ia datang menghampiriku dengan membawa sebuah janji yang pernah ia sanggupi yaitu membawa contoh aksara jawa kuno. Setelah lembaran kertas yang berisi contoh huruf jawa itu ia berikan kepadaku maka bersamaan dengan itu pula ia menyemangatiku dengan mengatakan “Di`, ini huruf nanti dipelajari ya, dan PR buatmu adalah menuliskan namamu sendiri dengan menggunakan huruf palawa ini, wajib bisa loh” (Hmm… dipaksa nih ceritanya??)

Jujur bahwasannya aku sangat bahagia mendapatkan kesempatan yang langka ini, kesempatan untuk bisa memperoleh waktu dalam mempelajari huruf yang indah ini sebagai hasil karya anak bangsa yang agung. Dan sesungguhnya memang inilah yang telah sekian lama aku nantikan karena sudah sejak dari awal telah menjadi cita-citaku untuk bisa menulis dan memahami setiap aksara jawa kuno ini.

Terimakasih banyak kepada seorang gadis bernama Nin-q yang telah kembali membuka mata dan motivasi diri ini untuk bisa mempelajari huruf jawa kuno ini. InsyaAllah aku akan berusaha semaksimal mungkin. Dan ucapan terimakasih juga aku haturkan karena berkat dia sekarang aku sudah sedikit bisa menuliskan karya puisiku dalam rangkaian aksara jawa ini.

Berikut adalah huruf-huruf jawa kuno tersebut:

Nb:
* Untuk Nin-q, nanti tolong dikoreksi ya dimana kekurangannya. Karena memang belum ada yang mengajarkannya secara detail.
* Download font hanacaraka: http://hanacaraka.fateback.com/dok&down.htm

Yogyakarta, 20 Januari 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)