Tak Layak

Sungguh tak layaklah bagi kita membahagiakan orang lain
Sebelum membahagiakan kedua orang tua
Tak pantas diri kita menghargai orang lain
Jika kedua orang tua sendiri tidak di muliakan
Sayangi mereka…
Kasihi mereka…
Dan cintai mereka…
Sebagaimana mereka terhadapmu
Tanpa pamrih…

Jgy, 09 Feb 09
Oedi`

Iklan

Pribadi yang Baik

Berdirilah engkau tepat disampingku
Karena saat ini aku sedang berusaha menjadi pribadi yang baik
Dan sesuai dengan yang kuinginkan
Jabatlah erat jiwaku
Kemudian berikan sentuhan halus penumbuh motivasi disana
Karena kita berdua tidak sempurna

Jgy, 08 Feb 09
Oedi`

Dzikir Ku

puncak-semeru-13-jul-071

Saat kuhadapkan wajah ini kearah kiblat maka bersamaan itu pula telah kudapatkan sesuatu yang kunanti selama ini. Sesuatu yang telah menguakkan tabir rahasia di pencarianku. Cahaya itu adalah keindahan, ia adalah warna-warni yang memedarkan pemandangan penuh selaksa makna. Keheningan yang membaluti diri saat itu telah berbalik melukiskan kebahagiaan akan perjumpaan. Dan ruhku terus menerawang ke batas angkasa yang hanya bisa di masuki oleh hati yang khusyuk. Karena sejatinya akan menuju pada ruang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan yang dahsyat.

Terus memahami kehinaan sebagai seorang hamba, dan menghitung nikmat yang telah diberikan akupun segera menapakkan langkah di pertobatan nasuha. Mempersembahkan pengabdian yang tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun kepada yang lain. Meskipun sebelumnya kumengira telah menemukan obatnya namun sesungguhnya penyakit dan kehampaan itu belum bisa ku buang jauh-jauh. Karena tersadarku dari khayalan semu bahwa selama ini bukan cinta sejati yang ku lakoni melainkan sesuatu yang tak mampu menutupi celah dihati ini barang secuil. Dan aku sendiri belum menemukan sesuatu yang hakekat dan sejati.

Namun kini telah lurus kuarahkan padangku pada palung ketenangan, kuletakkan diri di sudut kesunyian dan kupasrahkan hati pada puncak keheningan yang murni. Menghadap dzat yang tiada dua dan membandingi, untuk memadu cinta yang maha tinggi agar tiba di puncak keindahan dalam tersenyum.

Jgy, 08 Januari 2009
Oedi`

[Kutuliskan ini dalam keheningan jiwa yang indah]

Bidadari Ku (Part 3)

Nuansa indah di keharibaan sang waktu, berlanjut rapat sekali bersama kebahagiaan yang kita rasakan saat ini. Kau manis sekali, karena tersenyum dalam suka cita. Kau cantik sekali saat ini wahai bidadari ku. Oh jiwa-jiwa yang bersih, senandungkanlah kidung-kidung penggugah cinta dan kasih sayang sejati lagi kepada kami. Tebarkan wangi Syurgawi dan tampilkan juga indahnya nirwana. Agar kekasihku ini terus menyunggi kesenangan dan kegembiraan di setiap langkah hidupnya. Palingkan kenestapaan, karena aku yakin kami tetap akan setia berdampingan erat dalam pelukan hangat cinta dan kasih sayang.

Lanjutkan membaca “Bidadari Ku (Part 3)”

Bidadari Ku (Part 2)

Kepadamu yang menebarkan wangi hidup dan cerahnya hari, maka kubelaikan makna indah mayapada ini khusus untukmu. Kutebarkan kesukaannya dalam peraduan kita yang satu di puncak kemuliaan, karena sikap setia dan menerima apa adanya telah sejak awal membaluti hati serta jiwaku yang bersamaan kepuyaanmu. Ku selami semua yang menjadi bagian dari hidupmu, karena itu telah menjadi milik kita bersama. Ku syukuri kegembiraanmu dan tentu akan ku tangisi pula penderitaanmu, karena kita adalah satu.

Lanjutkan membaca “Bidadari Ku (Part 2)”

Bidadari Ku (Part 1)

Wajah cerah hari memberikan segudang kebahagiaan dan menampakkan gelora begitu membara di dalam kalbu seorang anak manusia. Itu terjadi oleh karena ia sendiri telah lama hening menantikan bahagia kehidupan. Satu dua napas terus bersusulan menapaki setiap detik kepada hari. Menyatukan larik hati dalam peraduan keindahannya. Saat kangen dan asa telah menyatukan semua harapan,  maka disaat bersamaan pula telah hadir seberkas cahaya penuh makna. Ia melenggang masuk tanpa basa-basi, kepada hati yang sedikit meredup sunyi oleh waktu. Dengan riang gembira, jilatan cinta pun membalur di setiap inci hati, kemudian mengusik kenestapaan untuk segera menjauh pergi. Ah… sungguh betapa indahnya sebuah perjumpaan yang menjadi warna-warni perjalanan kisah ini.

Lanjutkan membaca “Bidadari Ku (Part 1)”