Aku Bermohon…

puncak-semeru-oedi

Ya Tuhan Sang Maha pengasih
Dalam kehinaanku aku memohon…
Cungkil-lah keluar perasaan rinduku padanya
Buang jauh-jauh hasrat diri ini untuk kembali menatap indah wajahnya seperti dulu
Kubur setiap keindahannya bersama memori yang telah berlalu
Dan tinggalkanlah kenangan kami itu hanya bersama waktu yang telah terlewati
Agar diri ini bisa menerima cinta yang lain
Dan menampung kebahagiaan yang baru bersama gadis pujaan…

Jgy, 29 Des 08
Oedi`

[Puisi ini kutulis ketika diri terkurung pada kenangan masa lalu]

Iklan

Perpisahan Cinta

Senja itu kudekap jiwanya, kubelaikan jemari kasihku diwajah hatinya untuk yang terakhir kali. Dengan penuh kasihsayang kujamah juga rasa yang bersarang di relung kalbunya dalam keikhlasan dan kejujuran cinta.
Pada waktu itu semua kenangan indah yang dulu pernah terabadikan di hati ingin sekali kutinggalkan bersama saat kepergiannya. Beberapa kenangan indah yang sempat menetap di dalam kehidupan kami berdua. Namun entah mengapa setelah berselangnya waktu yang menggunung semua keindahan kami dulu itu tetap tak mau beranjak dari pelataran ruang hatiku. Semua tercekal dengan sendirinya di bawah bayangan atap sanubariku.
Oh… Tuhan yang Maha Pengasih, dalam kenestapaan izinkan aku sedikit menculik kembali kenikmatan-Mu, biarkan aku melaju bersama kebahagiaan dari-Mu lagi. Biar kenangan manis dulu tidak memeras rasa rindu untuk terus bertemu denganya, Agar rasa sepi dan gundah tidak terus menghantui jiwaku lagi.
Oh… Tuhan Sang Maha Agung, perkenankanlah doaku ini…

Jgy, 30 Des 08
Oedi`

[Kutulis bersama doa tulus kehadirat-Nya]

Ayo Kekasihku…

sunset-sundak-oedi

Engkau boleh saja berlindung

Di balik kesunyianku

Tetapi janganlah bersembunyi

Di dalam tirai kerinduanku

Engkau boleh hilang dari pandanganku

Akan tetapi kumohon

Janganlah pergi jauh dari hatiku

Yang kini mulai merapuh…


“Tidakkah sebaiknya kita pergi ke taman dan duduk berdampingan untuk menatap hari depan dan indahnya cahaya kasih sayang? Atau apakah memang engkau ingin selamanya kita berdua berteduh di bawah bayang-bayang ketidakpastian dan engkau pasti tau itu tidak bisa membuat hati nyaman dan tenang. Ataukah mungkin engkau menginginkan kegelapan selalu menyembunyikan cahaya indah sanubari kita berdua selamanya? Tidakkah kau ketahui selama ini aku selalu mengiringi dan memperhatikan setiap sikap-sikap jiwamu padaku. Itu sungguh mengusik dan membuat hati tak pernah tenang di setiap penghujung malam yang sunyi dan dingin.

Ayo kekasihku….

Mari kita bersama duduk ditaman keindahan seperti yang kau impikan, mari kita berlabuh ke tepian pantai kebahagiaan setelah letih mengarungi luasnya samudra ketidakpastian ini. Mari kita mencoba untuk mencapai sebuah puncak keagungan cinta yang sebelumnya telah mulai kita daki meskipun sementara ini sedang beristirahat lama.”

(Oedi`)

 

[kutulis dalam kenangan keindahannya…]

Belajar dari Orang Lain…

belajar

Setelah seharian bekerja, senja itu setelah shalat magrib kami berdua sengaja mengambil waktu dari aktivitas kerja di CISCO untuk beristirahat. Kemudian sesuai janji aku bersama seorang teman bermaksud untuk pergi ke penerbit NEOTEKNO Jogjakarta untuk bertemu dengan Bapak Samuel Handrik. Kedatangan kami kesana adalah untuk mengambil contoh hasil cetakan buku KSSI yang sudah selesai. Meskipun cukup lama menunggu akhirnya 4 buku yang aku edit, layout dan desain cover ini kelar juga dicetak.

Komputer sengaja dimatikan, pintu ruang kantor di kunci rapat, karena kami akan cukup lama sebelum kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan kerjaan. Dengan mengendarai sepeda motor kami terus melaju kesana karena memang sebelumnya sudah janji akan tiba sekitar jam 18.30 an. Meskipun sedikit telat, tak lama kemudian kamipun tiba disana, setelah dipersilahkan masuk dengan sedikit canggung akhirnya aku berkenalan dengan direkturnya NEOTEKNO itu, gimana gak, wong dianya seorang direktur??? tetapi ternyata aku salah besar, bayanganku telah mengaburkan kenyataan,dimana sebelumnya benar-benar tidak sesuai dengan yang kemudian terjadi.

Kesan pertama sebelum mengenal lebih jauh dengan si Bapak memang terkesan tampak sebagai seorang eksekutif penuh wibawa dan tidak banyak bicara. Perawakannya tinggi besar dengan kacamata bergagang hitam dan kelihatannya memang pendiam sehingga memang terkesan sebagai orang yang tidak suka bercanda alias “cuek dan no comment dech” seperti karakter pejabat pada umumnya.
Waktu terus beranjak dan semakin waktu itu kami lahap maka semakin jelas pula karakter sebenarnya si Bapak, Beliau ternyata orangnya hobi banget guyon/bercanda. Bahkan temanku tidak jarang menjadi bahan guyonaannya. Hoho…beliau ternyata orangnya asik banget, ramah, baik, tidak merasa diri jauh lebih hebat dan tinggi dari orang lain dan satu lagi beliau sangat menghargai tamu. Bahkan malam itu kami ditraktir makan di HotFood jalan Gejayan. Jadi setelah mengenalnya aku hanya mendapatkan keindahan dan kebahagiaan saja.

Saudaraku…
Dari perkenalan ini aku mendapat banyak ilmu dan pengalaman, dimana sekali lagi janganlah kita melihat orang itu dari luarnya saja atau yang tampak didepan mata saja melainkan lihat dia secara menyeluruh. Jangan pula kita merasa bahwa ketika kita tergolong umat Islam maka lantas kita adalah yang terbaik juga. Karena itu tidak benar jika kita masih merasa sombong, merasa paling hebat dan tidak menghargai tamu. Kaji lagi apa yang menjadi kekurangmu dan itu telah dilakukan oleh Pak Samuel dengan kebiasaan.

Saudaraku…
Kita patut banyak belajar dari si Bapak karena jika kebaikan ini juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap kita, maka ini akan bermanfaat untuk Ukhuwah Islamiyah.

Namun ironisnya banyak sekali diantara kita umat Islam tidak melakukan apa yang telah Pak Samuel lakukan. Banyak diantara kita lupa akan beberapa hal yang terlihat simpel dan kecil tetapi sebenarnya itu jauh lebih agung dari yang kita anggap selama ini jauh lebih besar. Coba perhatikan lagi, meskipun dia bukan seorang Muslim namun apa yang dilakukan dan menjadi tabiatnya sungguh jauh lebih mulia dari kebanyakan umat Islam sekarang. padahal tentunya kita umat yang mengaku Islam sudah tentu tahu tentang konsep dasar kebaikan sikap seperti ini karena banyak manfaat yang terkandung didalamnya. Kita terkadang lupa akan tegur sapa,sikap apa adanya, tidak sombong dan menghargai tamu meskipun baru berkenalan. padahal ini juga telah diteladankan oleh Baginda Rasullullah.

Saudaraku…
Belajarlah selagi masih ada kesempatan, yang caranya tidak terbatas dengan mereka yang semisal dengan kita (umat Islam saja) melainkan engkau juga bisa belajar dari kehidupan sosial disekitarmu, ya seperti contoh diatas…!! Yang penting itu sebuah kebaikan dan tidak melanggar syariat. Karena orang baik dan sukses itu adalah mereka yang juga mau memperhatikan dan belajar tidak dengan batasan ruang dan waktu. Mereka adalah orang yang terus belajar dan belajar hingga akhir hayat…

Jgy, 23 Des 08

Oedi`

[Kutulis jam 02.00 dan ketika berada di kantor CISCO, ini kupersembahkan bagi mereka yang ingin banyak belajar dari kehidupan]

Ibu…

Ibu…
Aku sungguh rindu padamu…
Dalam belaian dingin malam ini ingin sekali kusampaikan rasa ini lewat angin malam dan terang cahaya bulan.

Oh ibuku…
Aku yang kini telah dewasa karena dirimu, ingin sekali merebah datar di didasar telapak kakimu untuk bersimpuh penuh ikhlas
Ingin sekali kubersujud lagi di bawah kedua kakimu
Karena dulu dipangkuan itulah aku duduk dan belajar untuk bertepuk tangan

Ibuku…
Ingin kucium penuh kasih kedua tanganmu yang mulai keriput
Karena kedua tangan itulah yang dulu selalu menimang dan memegang erat tubuhku yang tak berdaya untuk berdiri dan melangkah…

Oh ibu…ibuku tersayang…
Ingin sekali aku berada dipelukanmu, memelukmu dan mendapatkan rangkulan hangat darimu…
Karena dulu itulah yang dapat menenangkan hati dan jiwaku…

Ibu….
Ingin sekali aku merasakan kembali belaian mesra tanganmu yang lebih halus dari sutra buatan cina
Karena dari tangan halus itulah mengalir syahdu kasih sayangmu yang tiada duanya…

Oh ibu…ibuku…..
Dalam setiap hela napas dan kedipan mataku aku tak akan kuasa melupakan indah wajahmu yang meskipun telah usang dimakan usia
Karena disanalah aku selalu mendapatkan senyuman ikhlas penuh naungan dan kasih sayang yang paling tulus
Dengan senyuman itulah aku senantiasa kau bangkitkan disaat jiwa dan hatiku terpuruk oleh cobaan dan halangan hidup

Oh ibuku yang sangat kusayangi…
Aku sungguh sangat rindu padamu
Tak ada yang melebihinya karena sungguh jujur dari dasar hatiku aku tak pernah merasakan kerinduan yang begitu sangat, selain hanya kepada Allah dan RasulNya

Ibuku…oh ibuku…
Doakan anakmu untuk tidak ikut terseret pada pergaulan dunia yang kini mulai redup dan penuh dengan tipu muslihat
Doakan anakmu untuk dapat lolos dari semua cobaan itu…
Karena aku ingin termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung…doakan aku ibu hingga akhir hayatku…

Ibu…oh ibuku sayang…
Maafkan atas kesalahan yang dulu sering aku lakukan…
Maafkan atas kedurhakaanku padamu…
Maafkan karena aku dulu kerap membantahmu…
Maafkan karena aku dulu sering tidak mengikuti nasehatmu…
Maafkan anakmu ibu….
Maafkan karena aku kurang berbakti padamu selama ini…
Maafkan aku karena sering melupakanmu… tidak ingat akan dirimu karena lebih memilih ingat kepada orang lain…

Oh..ibuku…
Anakmu yang dulu kini telah dewasa…
Anakmu kini terus berusaha untuk tidak pernah mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan
Anakmu kini berusaha untuk menjadi seperti yang kau harapkan
Anakmu akan berusaha menjadi kebanggaanmu….

Ya ibu… oh ibuku…ibu….
Saat ini aku menangis tersedu…karena aku sungguh rindu padamu…
Dan itu semua kupersembahkan untukmu atas bukti sayangku padamu…
terimakasih ibuku…
Doakan selalu anakmu ibu…

Jgy, 22 Des 04
Oedi`

[Kutulis tanpa egois dan dalam deraian airmata karena aku sungguh rindu pada ibuku nun jauh disana…]