Sikap Islam Terhadap Kaum Perempuan

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum [30]: 21)

Ada sebuah opini di barat yang mengatakan bahwa Islam membolehkan suami untuk memukul istrinya. Dan katanya suruhan itu terdapat di dalam Alqur`an. Ini jelas merupakan tindakan yang jauh dari beradab dan sangat menghina martabat kaum wanita. Begitulah opini mereka. Bagaimana sikap kita umat Islam dalam menghadapi opini tersebut? Bila kita tidak bisa memberikan penjelasan yang benar, maka akan merugikan Islam dan umat Islam.

Opini yang sangat mendiskreditkan itu memang seringkali dilontarkan oleh media Barat. Itu terjadi karena ketidaktahuan mereka terhadap Islam yang sesungguhnya, dan sayangnya banyak masyarakat awam di Barat sana yang menelan mentah-mentah opini itu. Padahal tidaklah benar anggapan yang mengatakan bahwa ajaran Islam menganjurkan kepada umatnya untuk melakukan tindakan tidak beradab seperti itu. Rasulullah bersabda ”la tadhribuu imaalah” yang artinya ”jangan kalian pukul kaum perempuan”. Dan dalam hadits lainnya beliau menjelaskan ”bahwa sebaik-baik lelaki atau suami adalah yang berbuat baik pada istrinya”.

Memang di dalam Alqur`an ada sebuah ayat yang membolehkan seorang suami memukul istrinya. Tetapi harus diperhatikan dengan seksama, alasan apa yang melatarbelakangi kapan seseorang boleh memukul istrinya? Istri yang bagaimana? Dalam situasi seperti apa? Tujuannya untuk apa? Dan cara memukulnya bagaimana?. Ayat tersebut terdapat dalam surat An-Nisa [4] ayat 34 yang artinya ”……. sebab itu, maka wanita yang sholeh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu kuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur dan pukulah mereka. Kemudian jika mereka menaati, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Jadi seorang suami boleh memukul istrinya jika ada indikasi istrinya tersebut telah nusyuz. Nusyuz adalah tindakan atau perilaku seorang istri yang tidak bersahabat pada suami. Dalam Islam suami-istri ibarat satu jasad, jasadnya adalah rumah tangga. Keduanya harus saling menjaga, saling mengingatkan, saling menghormati, saling mencintai, saling menyayangi, saling mengasihi, saling memuliakan dan saling menjaga. Istri yang nusyuz adalah istri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya. Istri yang sudah tidak lagi komitmen pada ikatan suci pernikahan. Misalnya, istri selingkuh dengan pria lain.

Jika seorang suami telah melihat gejala nusyuz dari istrinya maka Al-Qur`an memberikan tuntunan bagaimana mengambil sikap sehingga dapat mengembalikan istrinya ke jalan yang benar. Tuntunan itu terdapat dalam surat An-Nisa ayat 34 seperti yang telah disebutkan diatas. Disitu Al-Qur`an memberikan tuntunan melalui tiga tahapan:

Pertama, menasehati istri dengan baik-baik, dengan kata-kata yang bijaksana, kata-kata yang menyentuh hati. Dan tidak diperkenankan untuk mencela dengan kata-kata kasar. Baginda Rasul sendiri melarang hal itu karena kata-kata yang kasar lebih menyakitkan daripada tusukan pedang.

Kedua, jika cara pertama tidak mempan kemudian coba dengan cara pisah tempat tidur. Sikap ini bertujuan agar sang istri bisa merasa dan instropeksi diri. Dengan teguran seperti ini diharapkan istri bisa kembali sholeh. Karena istri yang benar-benar mencintai suaminya maka ia akan sangat terasa jika sang suami tidak mau tidur dengannya.

Ketiga, namun jika ternyata si istri memang bebal, naruninya telah tertutupi oleh hawa nafsunya dan tidak mau juga berubah setelah kedua peringatan sebelumnya, maka barulah cara ketiga digunakan, yaitu memukul. Nah, yang sering tidak dipahami oleh orang banyak adalah bagaimana ’prosedur’ pemukulan yang dikehendaki oleh Alqur`an itu. Suami boleh memukul dengan syarat: 1) Telah menggunakan kedua cara sebelumnya; 2) tidak boleh memukul muka; 3) tidak boleh menyakitkan (tidak sampai membekaskan luka).

Jadi dalam Islam seorang suami tidak diperkenankan memukul dengan sesuka hatinya. Sang suami harus mengikuti ketentuan yang telah dituntunkan di dalam ajaran Islam, karena jika tidak bukan penyelesaian yang didapatkan tetapi semakin banyaknya masalah yang akan mendera kehidupan rumah tangganya.

Rasulullah SAW sendiri juga pernah memberikan teladan kepada kita dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Diceritakan suatu ketika Beliau pulang larut malam dan ketika itu Siti Aisyah sudah tertidur pulas, Rasul dengan kecintaannya kepada sang istri dan tidak ingin mengganggu, Beliau tidak membangunkannya agar membukakan pintu karena tahu sang istri sedang beristirahat. Kemudian Beliau dengan sabar serta penuh pengertian tidur di luar rumah (bangku) saja. Dan ketika Siti Aisyah terbangun untuk melaksanakan shalat tahajjud tentu saja ia terkejut ketika mendapatkan Rasulullah tidur di luar rumah. Dan ketika Nabi terbangun apa yang dilakukannya? terlebih dahulu Beliau meminta maaf kepada Siti Aisyah karena telah pulang larut malam. Begitulah sikap Rasul yang sangat memuliakan wanita dan ini sesuai dengan ajaran Islam. Dari contoh tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa jika seorang istri diperlakukan seperti yang dilakukan Rasulullah maka tentunya kecintaan dan sikap hormat terhadap sang suami akan semakin bertambah.

Dengan menghayati benar-benar kandungan ayat suci Al-Qur`an dan sikap dari Rasulullah tersebut maka akan jelas sekali seperti apa sebenarnya ajaran Islam. Dan begitulah ajaran Islam dalam menyikapi seorang istri yang berperilaku tidak terpuji. Tetapi coba kita lihat ratusan data tentang perlakuan tidak manusiawi yang telah dilakukan oleh orang-orang Eropa pada istri mereka. Di Inggris beberapa abad yang lalu istri tidak hanya boleh dipukul tapi juga boleh dijual dengan harga beberapa poundsterling saja. Di Roma dengan imperium Romawinya yang sering disebut telah memiliki sebuah peradaban yang tinggi, apakah telah memposisikan kaum wanita sebagaimana seharusnya, apakah mereka telah memanusiakan manusia ketika mereka memperlakukan wanita dengan menperjualbelikannya layaknya hewan peliharaan?

Maka dari itu, apakah seperti yang telah dituduhkan dan diopinikan oleh Barat selama ini yang menyebutkan bahwa Islam telah menganggap rendah martabat kaum wanita itu benar? Apakah tuntunan yang bertujuan untuk menyelamatkan bahtera rumah tangga karena ada gejala istri yang hendak nusyuz kepada suami dan hendak menodai ikatan suci pernikahan dianggap sebuah perbuatan tiada beradab? Apakah mencegah dengan berusaha agar istri tetap sadar dan kembali taat serta tidak berbuat seenak nafsunya dan menghancurkan rumah tangga dianggap sebagai sikap menghinakan martabat kaum wanita? Dan apakah ajaran yang indah dan humanis seperti ini masih juga dianggap tidak adil dan beradab? Coba kita bandingkan dan pikirkan.

Islam sangat memuliakan wanita dan hanya seorang lelaki mulia yang memuliakan wanita. Dan surga itu berada dibawah telapak ibu (kaum wanita). Ini sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang telah diopinikan oleh bangsa Barat. Jika kita kaji lebih jauh sepertinya ada kepentingan-kepentingan tertentu yang telah memboncenginya dengan tujuan merusak opini tentang Islam dan pada akhirnya menghancurkan umat Islam. Dan kita umat Islam yang beriman jangan sampai ikut larut pengaruh yang tidak baik dari orang-orang, kelompok, dan bangsa yang tidak menginginkan Islam menjadi sebuah kekuatan besar seperti dahulu beberapa abad yang lampau, ketika Islam mencapai masa keemasannya.

Untuk mencegah itu semua maka kita umat Islam tidak boleh hanya tinggal diam, mari kita tunjukkan kepada dunia dengan mengabarkan bahwa opini mereka tentang Islam yang tidak menghargai martabat kaum wanita selama ini merupakan suatu hal yang keliru dan perlu dilakukan pembenaran dengan pernyataan dan argumentasi. Kemudian lanjutkan dengan cara memberikan teladan yang baik seperti yang telah di tuntunkan di dalam kitab suci kita Alqur`an dan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu memuliakan wanita serta menjunjung tinggi Al-Qur`an dan As- Sunnah sebagai pedoman untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Wallahu a`lam bish-showwab.

Penulis: Mashudi Antoro, telah diterbitkan di lembar jum`at Al-Rasikh tgl. 15 Juni 2007. [Teruskan ke alamat…]

Cinta Adalah Sumber dari Segala Perbuatan

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Ali-Imran [3]: 31)

“Ada tiga hal, barang siapa yang mendapatkannya maka ia akan merasakan manisnya iman, Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selainnya, ia mencintai karena Allah, ia benci untuk kembali kekafiran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Lanjutkan membaca “Cinta Adalah Sumber dari Segala Perbuatan”

Antara Jogja dan Tuban (versi Kawasaki Merzy)

Hari kamis tgl 29/05/08 Jam 20.30 wib, aku dan temanku beranjak perlahan menaiki motor kawasaki merzy buatan th 1983 menuju kab. Tuban (Jatim). Keberangkatan ku kali ini dengan misi menemani temanku yang harus pulang kampung karena ada enyang putrinya yang sebelumnya tepat jam 21.30 WIB telah berpulang ke rahmatullah.

Selama perjalanan,ada hal yang membuat saya berpikir tentang kebijakan pemerintah terutama tentang pembangunan terutama fasilitas umum. Bagaimana tidak selama perjalanan terutama jalan antara kab. sragen, Ngawi hingga Bojonegoro jalannya banyak yang berlubang alias rusak. Bahkan menurut pandangan saya kondisi jalan yang ada telah sampai pada taraf yang memprihatinkan. Saya terus bertanya, apa yang dilakukan pemerintah selama ini dengan hasil pajak dari masyarakat dan kekayaan alam yang terus ditarik???

Setibanya di Tuban kulihat jam menunjukkan jam 04.08 wib, kami langsung menuju kediaman sang enyang putri, setelah melihat sang enyang dan istirahat sejenak kamipun langsung pulang menuju kediaman mas Misbah di daerah Jatisari. Setibanya di rumah kami mencium bau yang sangat menyengat dari motor dan setelah di cek ternyata berasal dari aki yang kekeringan airnya. wal hasil besok sebelum ke tempat nenek maka aki tersebut harus di cek ke bengkel (Mengisi airnya). Kami masih dengan kegiatan berkumpul dan menunggu waktu shalat subuh. dan setelah shalat kamipun beranjak untuk istirahat/tidur.

Jam 09.00 setelah memperbaiki aki motor dan sarapan, kami beranjak menuju kediaman enyang, rencananya sih untuk bantu-bantu disana. namun setibanya disana ternyata kami sedikit telat karena waktu itu keranda jenazah sudah siap untuk di berangkatkan ke makam. langsung saja saya dan teman saya bergegas mengikutinya. Setibanya di makam satu persatu prosesi di laksanakan dengan hikmat.

Setelah selesai semua prosesi, kamipun satu persatu meninggalkan pemakaman. Aku masih menatap tanah basah pekuburan, dalam hati lahirnya kata-kata dan pemahaman yang kemudian kuwejawantahkan dalm bentuk tulisan “Tuhan sudah sejak lama menentukan berapa lama kau hidup, silahkan saja bersembunyi jika itu maumu, kau takkan hidup lebih lama lagi, dan rasa takut tidak memberikan arti apa-apa bagimu, karena takdirmu sudah di tentukan..”

Sebuah kondisi yang dapat menawanku untuk selalu ingat kepada-Nya, karena Dialah yang Maha Agung. dan tidak ada kekuatan apapun yang bisa mencegah-Nya jika berkehendak dan memutuskan sesuatu hal.

Pada hari itu diperkirakan sekitar 800-an orang hadir disana sungguh suatu hal yang menarik. setelah selesai dengan aktivitas disana kamipun kembali ke kediaman Mas Misbah. tiba disana tak lama kemudian kami langusng dengan persiapan untuk menunaikan shalat Jum`at dengan mandi dsb. setelah shalat, kemudian kami disambut dengan akan siang yang menunya special dan kegemaranku yaitu sambal goreng cumi-cumi. huh..nikmat sekali rasanya. setelah itu kami masih dengan aktivitas masing-masing (SMS, telepon). Kemudian setelahnya kembali beristirahat. karena tubuh ini rasanya sangat butuh untuk istirahat akibat perjalanan dan aktivitas sebelumnya dan sebagai persiapan untuk perjalanan pulang ke jogja.

Bangun dari tidur aku di ajak oleh saudara (adik) mas Misbah untuk bermain Badminton. asyik banget karena cukup berhasil menguras energi dan keringatku namun sangat menyegarkan dan menyehatkan. setelah bermain aku langsung mandi karena sebelum magrib kami harus tiba kembali ke rumah sang almarhumah. Dan setibanya disana kamipun melakukan aktivitas shalat magrib berjamaah, makan malam, dan shalat isya berjamaah lagi. Agenda malam itu adalah tahlilan untuk mendoakan almarhumah. banyak sekali tetangga, kerabat yang datang hingga tidak semuanya tertampung di dalam rumah. Sungguh menarik.

Setelah selesai semua agenda di rumah almarhum malam itu, kamipun beranjak pulang untuk persiapan kembali menuju jogja.

Jam 23.10 kami beranjak dari kediaman Misbah, di awal perjalanan terasa lancar-lamcar saja, namun tak lama kemudian mulai ada masalah dengan lampu depan motor dimana hanya bisa hidup satu saja, dan itupun yang jarak jauh. Kondisi ini cukup berlanjut hingga pada akhirnya di sekitar bojonegoro kamipun berhenti untuk benar2 memperbaikim dan ternyata ada masalah dengan 2 kawat pijar bohlamp lampunya yang menyatu. sehingga kamipun menggantinya dengan bohlamp cadangan. setelah selesai kamipun kembali melanjutkan perjalanan. setiba di Ngawi ada masalah baru dengan sang motor yaitu baut penyanggah knalpot hilang sehingga memaksa kami untuk mengikatnya dengan kawat yang ada.

Setelah selesai kamipun melanjukan perjalanan kembali. dan sekitar jam 5-an kamipun tiba di jogja. Memang sebuah perjalanan/petualangan yang memengasyikkan.

Kompor Tenaga Surya dari Madiun

Metrotvnews.com, Madiun: Jangan pernah menyerah menghadapi hidup. Kata-kata bijak itu kiranya dipegang Bambang Sujatmiko, warga Madiun, Jawa Timur. Di tengah sulitnya memperoleh minyak tanah akibat program konversi minyak tanah ke gas elpiji, Bambang berhasil menciptakan kompor bertenaga surya.

Kompor buatan Bambang ini sangat bermanfaat sebagai alternatif bagi warga untuk keperluan memasak. Yang pasti kompor Bambang tanpa harus menggunakan minyak tanah. Kompor ini terbuat dari potongan kaca serta rangkaian potongan besi yang dirancang khusus dan disesuaikan dengan ukuran diameter tertentu. Rangkaian itu lalu diarahkan ke pusat sinar matahari. Panas yang dihasilkan dari pantulan sinar matahari mampu menggantikan minyak tanah maupun gas sebagai bahan bakar sehari-hari.(DEN)

Robot Cerdas Buatan Mahasiswa Padang

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang mahasiswa di Padang, Sumatra Barat berhasil membuat sebuah robot yang bisa melakukan banyak tugas. Robot ini juga bisa mendeteksi keberadaan bom yang kemungkinan dipasang teroris. Adalah Ferry Dwi Septiawan, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, Padang, yang menciptakan robot itu.

Sejak kecil, Ferry sudah tertarik dengan mainan robot. Ia bermimpi bisa membuat robot sendiri. Impiannya terwujud saat robot yang belum ia beri nama ini dipamerkan ke khalayak. Robot cerdas ini menggunakan bahan akrilik dan dilengkapi dengan motor penggerak bertenaga baterai.

Otak robot ini memakai program algoritma logika fuzzy. Dengan program ini, robot mampu melakukan berbagai hal, antara lain memadamkan api. Untuk melaksanakan tugasnya, robot ini dipasang sensor pengukur jarak sebagai alat indera robot dan sebuah kipas angin mini untuk memadamkan api.

Ferry sedang mengembangkan robotnya agar mampu melakukan lebih banyak lagi pekerjaan. Saat ini ia berniat memasang alat detektor posisi atau kompas dan kamera kecil agar lebih selektif dan fleksibel ketika mengenali objek. Robot ini diharapkan bakal mampu mendeteksi bom yang dipasang komplotan teroris tanpa membahayakan nyawa aparat penjinak bom. Rencananya, robot ini akan diikutsertakan dalam kontes robot cerdas Indonesia di Jakarta, Juni mendatang.(BEY)

Mouse dan Keyboard Nanti Berganti Suara dan Gerak

Metrotvnews.com, Jakarta: Keyboard dan mouse boleh jadi menjadi barang usang di masa mendatang. Microsoft berencana mengembangkan software atau piranti lunak untuk second digital decade. Manusia nantinya tak hanya dapat berinteraksi dengan komputer menggunakan keyboard dan mouse seperti saat ini. Tapi juga dapat dengan suara dan gerakan tubuh. Hal itu diungkapkan Chairman Microsoft Coorporation, Bill Gates dalam acara Presidential Lecture di Jakarta, Jumat (9/5).

Acara Presidential Lecture oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihadiri ribuan peserta. Mereka antara lain terdiri dari para CEO berbagai industri, pejabat pemerintah, perwakilan asosiasi bisnis, lembaga swadaya masyarakat, para rektor dan mahasiswa dari 45 perguruan tinggi serta mitra dan pelanggan microsoft.(BEY)