Belajar dari Orang Lain…

belajar

Setelah seharian bekerja, senja itu setelah shalat magrib kami berdua sengaja mengambil waktu dari aktivitas kerja di CISCO untuk beristirahat. Kemudian sesuai janji aku bersama seorang teman bermaksud untuk pergi ke penerbit NEOTEKNO Jogjakarta untuk bertemu dengan Bapak Samuel Handrik. Kedatangan kami kesana adalah untuk mengambil contoh hasil cetakan buku KSSI yang sudah selesai. Meskipun cukup lama menunggu akhirnya 4 buku yang aku edit, layout dan desain cover ini kelar juga dicetak.

Komputer sengaja dimatikan, pintu ruang kantor di kunci rapat, karena kami akan cukup lama sebelum kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan kerjaan. Dengan mengendarai sepeda motor kami terus melaju kesana karena memang sebelumnya sudah janji akan tiba sekitar jam 18.30 an. Meskipun sedikit telat, tak lama kemudian kamipun tiba disana, setelah dipersilahkan masuk dengan sedikit canggung akhirnya aku berkenalan dengan direkturnya NEOTEKNO itu, gimana gak, wong dianya seorang direktur??? tetapi ternyata aku salah besar, bayanganku telah mengaburkan kenyataan,dimana sebelumnya benar-benar tidak sesuai dengan yang kemudian terjadi.

Kesan pertama sebelum mengenal lebih jauh dengan si Bapak memang terkesan tampak sebagai seorang eksekutif penuh wibawa dan tidak banyak bicara. Perawakannya tinggi besar dengan kacamata bergagang hitam dan kelihatannya memang pendiam sehingga memang terkesan sebagai orang yang tidak suka bercanda alias “cuek dan no comment dech” seperti karakter pejabat pada umumnya.
Waktu terus beranjak dan semakin waktu itu kami lahap maka semakin jelas pula karakter sebenarnya si Bapak, Beliau ternyata orangnya hobi banget guyon/bercanda. Bahkan temanku tidak jarang menjadi bahan guyonaannya. Hoho…beliau ternyata orangnya asik banget, ramah, baik, tidak merasa diri jauh lebih hebat dan tinggi dari orang lain dan satu lagi beliau sangat menghargai tamu. Bahkan malam itu kami ditraktir makan di HotFood jalan Gejayan. Jadi setelah mengenalnya aku hanya mendapatkan keindahan dan kebahagiaan saja.

Saudaraku…
Dari perkenalan ini aku mendapat banyak ilmu dan pengalaman, dimana sekali lagi janganlah kita melihat orang itu dari luarnya saja atau yang tampak didepan mata saja melainkan lihat dia secara menyeluruh. Jangan pula kita merasa bahwa ketika kita tergolong umat Islam maka lantas kita adalah yang terbaik juga. Karena itu tidak benar jika kita masih merasa sombong, merasa paling hebat dan tidak menghargai tamu. Kaji lagi apa yang menjadi kekurangmu dan itu telah dilakukan oleh Pak Samuel dengan kebiasaan.

Saudaraku…
Kita patut banyak belajar dari si Bapak karena jika kebaikan ini juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap kita, maka ini akan bermanfaat untuk Ukhuwah Islamiyah.

Namun ironisnya banyak sekali diantara kita umat Islam tidak melakukan apa yang telah Pak Samuel lakukan. Banyak diantara kita lupa akan beberapa hal yang terlihat simpel dan kecil tetapi sebenarnya itu jauh lebih agung dari yang kita anggap selama ini jauh lebih besar. Coba perhatikan lagi, meskipun dia bukan seorang Muslim namun apa yang dilakukan dan menjadi tabiatnya sungguh jauh lebih mulia dari kebanyakan umat Islam sekarang. padahal tentunya kita umat yang mengaku Islam sudah tentu tahu tentang konsep dasar kebaikan sikap seperti ini karena banyak manfaat yang terkandung didalamnya. Kita terkadang lupa akan tegur sapa,sikap apa adanya, tidak sombong dan menghargai tamu meskipun baru berkenalan. padahal ini juga telah diteladankan oleh Baginda Rasullullah.

Saudaraku…
Belajarlah selagi masih ada kesempatan, yang caranya tidak terbatas dengan mereka yang semisal dengan kita (umat Islam saja) melainkan engkau juga bisa belajar dari kehidupan sosial disekitarmu, ya seperti contoh diatas…!! Yang penting itu sebuah kebaikan dan tidak melanggar syariat. Karena orang baik dan sukses itu adalah mereka yang juga mau memperhatikan dan belajar tidak dengan batasan ruang dan waktu. Mereka adalah orang yang terus belajar dan belajar hingga akhir hayat…

Jgy, 23 Des 08

Oedi`

[Kutulis jam 02.00 dan ketika berada di kantor CISCO, ini kupersembahkan bagi mereka yang ingin banyak belajar dari kehidupan]

Iklan

Ibu…

Ibu…
Aku sungguh rindu padamu…
Dalam belaian dingin malam ini ingin sekali kusampaikan rasa ini lewat angin malam dan terang cahaya bulan.

Oh ibuku…
Aku yang kini telah dewasa karena dirimu, ingin sekali merebah datar di didasar telapak kakimu untuk bersimpuh penuh ikhlas
Ingin sekali kubersujud lagi di bawah kedua kakimu
Karena dulu dipangkuan itulah aku duduk dan belajar untuk bertepuk tangan

Ibuku…
Ingin kucium penuh kasih kedua tanganmu yang mulai keriput
Karena kedua tangan itulah yang dulu selalu menimang dan memegang erat tubuhku yang tak berdaya untuk berdiri dan melangkah…

Oh ibu…ibuku tersayang…
Ingin sekali aku berada dipelukanmu, memelukmu dan mendapatkan rangkulan hangat darimu…
Karena dulu itulah yang dapat menenangkan hati dan jiwaku…

Ibu….
Ingin sekali aku merasakan kembali belaian mesra tanganmu yang lebih halus dari sutra buatan cina
Karena dari tangan halus itulah mengalir syahdu kasih sayangmu yang tiada duanya…

Oh ibu…ibuku…..
Dalam setiap hela napas dan kedipan mataku aku tak akan kuasa melupakan indah wajahmu yang meskipun telah usang dimakan usia
Karena disanalah aku selalu mendapatkan senyuman ikhlas penuh naungan dan kasih sayang yang paling tulus
Dengan senyuman itulah aku senantiasa kau bangkitkan disaat jiwa dan hatiku terpuruk oleh cobaan dan halangan hidup

Oh ibuku yang sangat kusayangi…
Aku sungguh sangat rindu padamu
Tak ada yang melebihinya karena sungguh jujur dari dasar hatiku aku tak pernah merasakan kerinduan yang begitu sangat, selain hanya kepada Allah dan RasulNya

Ibuku…oh ibuku…
Doakan anakmu untuk tidak ikut terseret pada pergaulan dunia yang kini mulai redup dan penuh dengan tipu muslihat
Doakan anakmu untuk dapat lolos dari semua cobaan itu…
Karena aku ingin termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung…doakan aku ibu hingga akhir hayatku…

Ibu…oh ibuku sayang…
Maafkan atas kesalahan yang dulu sering aku lakukan…
Maafkan atas kedurhakaanku padamu…
Maafkan karena aku dulu kerap membantahmu…
Maafkan karena aku dulu sering tidak mengikuti nasehatmu…
Maafkan anakmu ibu….
Maafkan karena aku kurang berbakti padamu selama ini…
Maafkan aku karena sering melupakanmu… tidak ingat akan dirimu karena lebih memilih ingat kepada orang lain…

Oh..ibuku…
Anakmu yang dulu kini telah dewasa…
Anakmu kini terus berusaha untuk tidak pernah mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan
Anakmu kini berusaha untuk menjadi seperti yang kau harapkan
Anakmu akan berusaha menjadi kebanggaanmu….

Ya ibu… oh ibuku…ibu….
Saat ini aku menangis tersedu…karena aku sungguh rindu padamu…
Dan itu semua kupersembahkan untukmu atas bukti sayangku padamu…
terimakasih ibuku…
Doakan selalu anakmu ibu…

Jgy, 22 Des 04
Oedi`

[Kutulis tanpa egois dan dalam deraian airmata karena aku sungguh rindu pada ibuku nun jauh disana…]

Lobang/Celah baru di Internet Eksplorer versi 6 (IE 6)

Di bulan Desembar 2008 ini ada Kabar terbaru dari software raksasa dunia yaitu Microsfot. Kabar tersebut sangat menghebohkan khususnya bagi para programer microsoft dan tentunya akan ikut berimbas bagi semua pengguna internet di dunia.
Seperti yang diketahui bahwasannya salah satu hasil product dari microsoft adalah browser Internet Explorer versi 6 (ie 6), ini sebuah layanan untuk melakukan browsing di internet. Dan bagi para pengguna internet layanan ini sangat familiar bahkan berdasarkan hasil survey dunia mendapatkan bahwa pengguna internet yang memakai Internet Eksplorer sebagai media browsing adalah pengguna terbanyak dan menduduki peringkat teratas dari beberapa media browsing lainnya. Jadi secara otomatis ketika ada masalah dengan media/layanan ini maka akan sangat berpengaruh bagi semua pengguna Internet Ekplorer versi 6 ini.
Dan yang menjadi ketakutan itu pada bulan Desember 2008 ini telah terjadi dimana terdapat semacam lobang/celah keamanan yang suatu saat bisa ditembus oleh para hacker dan cracker.
Sehingga agar tidak menimbulkan masalah yang lebih banyak maka dengan sigap para pakar keamanan internet memperingatkan tentang adanya lubang/celah baru di Internet Explorer versi 6 (IE 6) ini. Celah di browser besutan Microsoft tersebut membuat pengguna dapat diserang dedemit maya sewaktu-waktu (cracker). US Computer (Emergency Response Team (US-CERT) mengatakan, jika cracker berhasil memanfaatkan lubang tersebut, mereka dapat menyelinap masuk dan mencuri data tanpa diketahui si pengguna.
Perusahaan antivirus McAfee pun memberikan peringatan serupa dengan US-CERT. Yichong Lin, peneliti dari McAfee mengatakan, lubang tersebut diketahui pertama kali disingkap dengan sebutan ‘pstzine’.
Meski demikian, dikutip detikINET dari vnunet, Jumat (27/6/2008), browser lain semisal Internet Explorer 7
dan Firefox dikatakan dapat menangkal serangan akibat celah ini.
Sementara bagi IE 6, baik US-CERT dan McAfee sama-sama menyarankan pengguna internet untuk melakukan upgrade agar keamanan berinternet pengguna lebih terjamin.
[Sumber : detikinet.com])

Jgy, 18 Des 2008, Oedi`

Memanfaatkan orang dengan licik

oro-oro-ombo-semeru

Pada masa-masa yang terlewati dan terutama pada masa sekarang aku rasa bahwa selama ini apa yang ku sebut sebuah kebaikan adalah semacam hal yang semu belaka. Aku merasakan bahwa pengorbanan dan kebaikan yang telah kuberikan hanyalah keuntungan yang diambil oleh mereka yang berhati licik.

Wahai engkau yang disana. Ketahuilah bahwa bukan karena tak ikhlas untuk melakukannya, tetapi begitulah kebenarannya, hingga aku heran, dikehidupan yang singkat ini mengapa masih banyak manusia yang selalu mengambil keuntungan yang picik terhadap orang lain? mereka memanfaatkan orang lain dengan jerat kemesraan guna menyelesaikan masalahnya.

Mereka dengan tanpa ragu dan segan menggunakan kesempatan kebaikan dan ketulusan yang dimiliki oleh seseorang melalui cara yang halus dan tidak kentara. Dengan bujukan dan rayuan yang sedikit manja mereka menipu. Kemudian setelah korbanya tidak berdaya mereka lantas menebarkan pesona dan kebohongan yang tidak disadari oleh korbannya sendiri. Dan setelah puas dengan usahanya maka ia meninggalkan sang korban yang larut dalam kekekcewaan yang mendalam.

Kini aku juga jelas merasakan bahwa apa yang ia berikan dulu hanyalah siasat dan kemunafiqkan belaka, padahal jika kedua insan manusia mau dan bisa melakukan sekecil apapun kebaikan dengan niat yang tulus maka meskipun terpisah oleh jarak maka mereka akan senantiasa mengenang kebahagiaan yang pernah teralami menjadi memory yang indah dan tak mungkin bisa dilupakan selama hidup.

Wahai engkau yang ada disana. Jujur aku tidak pernah mengharapkan mereka akan membalas kebaikan yang serupa dengan apa yang telah aku serahkan padanya, karena yang aku lakukan hanya niat tulus saling membantu dan apa yang aku tuliskan ini hanyalah koreksi kepada jiwa untuk tidak menuntut balasan kebaikan yang serupa atas kebaikan yang telah diberikan karena sudah ada Tuhan yang akan memberi balasannya.

Dan akhirnya kepada engkau yang masih berpegang teguh pada kemunafiqkan terhadap hidup manusia maka seyogyanya mulai kini aku pesankan untukmu agar merubahnya kepada jalan yang diridhoi-Nya. Karena aku sungguh mencemaskanmu…

Jgy, 15 Des 08
Oedi`

[Kutulis bagi mereka yang masih memegang teguh pada prinsip memanfaatkan dengan licik kebaikan orang lain]

Atas nama Cinta

Atas nama cinta
Telah banyak terangkai mutiara kata nan indah
Atas nama cinta
Telah banyak hadir kebahagiaan di hati
Atas nama cinta
Telah beriring janji keceriaan hidup
Namun atas nama cinta juga
Telah banyak tertulis untaian bait kekecewaannya
Atas nama cinta
Telah banyak datangnya kesedihan di sanubari
Atas nama cinta
Telah panjang antrian duka lara menunggu
Karena apa demikian??
Karena cinta adalah cinta
Ia akan bisa membuatmu bahagia ataupun duka
Tergantung kau yang memilih

Jgy, 31 Feb 08
Oedi`

[Ini ku tulis ulang disaat diri ingat atas suka dan duka oleh sebab cinta dimana dulu pernah teralami…]

Resah

Kuraba hati dalam kebutaanku
Kupekik waktu dari kebisuan para detik
Mendesah resah di hingar bingar kehidupan
Terbentur pada kesunyian jiwa…

Jgy, 12 Des 08
Oedi`

[Ku tulis ketika menanti motor yang sedang di service di bengkel]