Hakekat Iman

Sungguh aku bermohon kehadirat Allah Swt
Agar menancapkan hatiku untuk selalu beribadah dengan tidak takut akan neraka, atau karena hanya menginginkan surga
Melainkan hanya cinta, patuh dan takut padaNya selalu
Karena aku juga takut seperti mereka yang mengaku setia dan beriman
Akan tetapi lupa pada hakekat yang sebenarnya

Jgy, 08 Des 08
Oedi`

Iklan

Rinduku…

oedi-gitar

Dalam heningya malam
Dan dari tiap kedipan mataku
Entah mengapa pada saat yang bersamaan bayangan indah wajahnya berkelebat terus di dalam memori otakku
Meskipun sesaat, namun gejolak yang ditimbulkannya seakan-akan memaksa diri untuk tidak mengatakan tidak
Bahwasannya aku sungguh rindu padanya
Yang dulu selalu memberikan kesegaran disaat hatiku mulai gundah
Yang dulu kerap memberikan senyum indahnya disaat perjumpaan
Yang dulu sering memberikan motivasi disaat ku terpuruk oleh waktu yang melelahkan
Oh Tuhan…
Aku rindu dengan senyumannya
Aku rindu dengan tatapannya
Aku rindu dengan tawa dan candanya
Aku rindu dengan sikap manjanya
Aku rindu dengan keluhuran dan keanggunan sikapnya
Aku rindu dengan apa yang ada di dirinya
Dan aku sungguh rindu dengan dirinya…

Jgy, 05 Des 08
Oedi`

[Sebuah puisi bagi mereka yang rindu akan sebuah cinta dan sang kekasih]

pic_0066

Dalam waktuku yang sunyi
Duka kepedihan merangkul erat dalam hati yang gersang
Menyeret jiwa yang kerontang dan kekeringan
Memaksaku untuk meninggalkan apa yang telah mulai aku sayangi
Menendangku jauh agar bisa lari dari yang sudah aku cintai kini
Semua itu karena cinta, cintaku padamu…
Hai kekasih jiwaku…

Jgy, 03 Des 08
Oedi`

Pujian & Cobaan

b

Dindaku… Kata sanjungan dan pujian  memang terasa begitu indah dan memikat bahkan tak heran jika kita akan berbesar hati karenanya. Merasa puas terhadap sebuah hasil yang telah diperoleh. Merasa kaulah yang terbaik dan tidak ada yang lebih dari dirimu selama ini…

Tetapi ingatlah… Jika kita tidak pandai dalam memanajemen hati dan terus bercermin dengan itu semua, maka ia akan membutakan mata hatimu, ia akan membawamu mengarungi dunia kesombongan dan kemunafikan… Kau akan berkubang bersama lembu dusta dan kehinaan serta khayalan yang mengggilakan….

Jadi sebaiknya terimalah sebuah pujian dan sanjungan itu sebagai sebuah cobaan… cobaan yang dialamatkan pada kita sendiri. Yang akan membuat kita terus berusaha untuk menjaga sebuah kepercayaan atau bahkan amanah yang telah diberikan orang lain.

Dengan demikian kitapun akan selalu terpancing dalam upaya memperbaiki setiap kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh diri.

Karena jika demikian, maka itulah satu contoh prilaku orang yang bijaksana…

[Oedi, Nopember 2008]

Nafas Hidup dan Kehidupan

jalan-sempit01-copy

Wahai engkau yang berhati jernih…. Ketahuilah bahwa dalam setiap tarikan nafas hidup, maka disanalah ada kesempatan besar harapan kepada diri kita untuk dapat dengan leluasa mendapatkan kebahagiaan. Meskipun dengan berjuta kesedihan dan penderitaan yang dilalui, namun jika kita cermat dalam mengambil kesimpulan dan makna yang terkandung di dalamnya maka seiring itu pula akan hadir kebahagiaan dan keindahan didalam hidup ini. Meskipun secara logika itu tidak akan menunjukkan sebuah keadaan yang baik karena banyak kepedihan yang beriring bersamanya namun sadarilah bahwa terkadang keindahan itu akan jauh lebih indah dan berkesan ketika ia hadir dengan wajah kesedihan. Tinggal saja kita yang harus lebih cermat dan pandai dalam menentukan sikap dan perilaku untuk kemudian mengambil sebuah kesimpulan.

Dan ketahuilah juga bahwa dalam tiap-tiap hembusan nafas hidup itu telah terangkai indah cita-cita dan harapan merajut kisah sebuah keabadian, menoreh pada kesejatian cinta. Namun entah mengapa pada suatu ketika, suatu masa yang terlewati, penyesalan kerap kali membelenggu kepada jiwa yang terus menghampa dan akhirnya turut menjerumuskan hati pada lembah dusta dan kemunafiqkan saja. Sungguh sia-sia… ketika raga berucap kebenaran sedangkan hati dan akhlakmu masih cinta pada kebathilan dan ruang penuh dosa.. (Sebuah puisi yang di tulis di Jenon, Klaten, 08 Agustus 2008).

Memang benar adanya bahwa manusia banyak memiliki kekurangan dan kekhilafan selama menjalani kehidupan ini, tetapi sebagai mahkluk yang oleh Tuhan diberikan anugrah akal dan pikiran maka sudah seyogyanya untuk kita menjalani setiap kehidupan dengan cara sebagai mahkluk yang paling sempurna. Karena hikmah yang terkandung didalamnya akan jauh lebih berharga dan berkelas baik selama masih didunia maupun kelak ketika di kehidupan yang kedua. Begitupun yang akan ada ketika kita menjalani sebuah cinta bersama orang yang paling dikasihi, keindahan dan kenikmatannya akan jauh terasa ketika sikap wajar dan apa adanya terus diusung kepada hati dan jiwa keduanya. Meskipun akan banyak perselisihan dan perbedaan di dalamnya tetapi terkadang justru itu akan semakin menambah keindahnya. Bahkan ketika perpisahan dan kematian merentangkan jarak antara keduanya maka sungguh tidak akan mempengaruhi rasa yang telah tertanam di kalbu masing-masing. Dan dari waktu yang terlewati maka semua akan turut pula memupuk kebersamaan dan keagungan cinta.

Begitupun sebaliknya jika kita lakoni, maka bersamaan ataupun sesudahnya akan turut pula hadir penyesalan dan kekecewaan. Dan ini juga akan terus menghimpit hati dan jiwamu hingga pada batas terendah untuk bertahan. Sungguh sebuah keadaan dan peristiwa yang sangat tidak mengenakkan baik dalam jangka waktu singkat ataupun panjang. Karena akan tetap dirasakan hingga kaupun bosan dengan sendirinya.

Itulah keindahan dan penderitaan cinta yang bisa dijabarkan dalam bahasa manusia. Karena sesungguhnya masih banyak lagi yang dapat di jelaskan tetapi terkadang sangat sulit untuk di beritakan. Dan meskipun singkat, dengan penjelasan diatas tadi maka sebenarnya kesemuanya telah turut mewakili sebagian dari makna sebuah cinta. Tergantung kita sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna untuk dapat mengambil sebuah kesimpulan yang berharga. Karena semenjak ruh di tiupkan kedalam jasad maka sejak saat itu pula kita oleh Tuhan diberi kesempatan untuk memilih diantara dua pilihan. Antara kebaikan dan kebathilan, yang dengannya nanti kita akan menerima hikmahnya. Namun terkadang entah mengapa banyak sekali jiwa yang tersesat dan terus tenang pada sebuah ruang yang gelap dan hina dimana dengan besarnya cinta yang kau usung kepada kekasih terkadang kau jerumuskan jiwamu pada lembah dosa, dalam kasihsayang besar kepada kekasih bahkan itu bisa menjatuhkan harga dirimu ketempat terendah, kau tau mengapa?? itu karena cinta dan kasihsayang yang kau beri hanya nafsu dan belum halal bagimu.. (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 07 Agustus 2008). Sehingga pada suatu ketika maka pikiranku ruet dan berjubel dalam kondisi yang ada belakangan ini, peristiwa yang tampil di hadapanku sering sederetan dengan kemunafiqkan belaka oleh mereka, padahal mereka mengaku setia dan beriman. Sulit untukku menuntun dan berdakwah kepada jiwa-jiwa yang tidak haus akan cahaya kemuliaan (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 10 Agustus 2008).

(Oedi`, 14 Nop 2008)

[Tulisan diatas adalah sebuah penggalan cerita dari novel terbaruku]

Kedewasaan Sikap

puncak-merbabu

Dalam perjalanan hidup ini… Kreatifitas merupakan jalan menuju sebuah cita-cita dan keinginan… Dan itu semua haruslah diperjuangkan dengan cara yang benar dan diridhoi…

Dindaku… Jika kita ingin sukses dan berhasil dalam kehidupan ini, maka sikap optimis, pantang menyerah disertai sabar, tabah dan tawakal merupakan sikap yang harus di tanamkan sejak dini. Karena dapat memacu semangat dan rasa tanggungjawab kita yang tidak hanya pada diri sendiri melainkan pada orang tua, anak, istri, teman, bahkan mungkin dalam ruang lingkup yang jauh lebih luas lagi.

Dindaku… Dalam hidup ini sebagai manusia biasa seyogyanya kita pasti pernah merasakan sedih, kecewa, bahkan sakit hati karena sebuah kegagalan yang seolah-olah selalu mendera kita dan tentunya kita sangatlah mengharapkan sebuah keberhasilan darinya namun apalah daya waktu terkadang berkehendak lain dan kita tidak dapat menggapainya bahkan telah kandas terlebih dahulu di tengah perjalanan dan kitapun belum sempat untuk melangkah lebih jauh lagi.

Jangan takut dindaku… justru dengan demikian kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang berharga dengan merenungkan kembali kesalahan yang telah kita perbuat selama ini dan itu merupakan tolak ukur yang sangat akurat untuk menghindari dampak negative yang akan timbul dan menjadi tembok penghambat keberhasilan kita kelak di kemudian hari.

Dindaku… Bukankah ada satu pepatah lama berwasiat kepada kita bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda…??

Jadi Dindaku…. Guru yang paling baik adalah pengalaman kita dalam menyikapi setiap permasalahan, kemudian didukung oleh usaha menghindari masalah-masalah yang baru datang, Karena upaya untuk mempersempit ruang masalah akan membuka peluang sukses yang jauh lebih besar…

Demikian pula sebaliknya, namun jika satu permasalahan datang menerpa janganlah lari darinya tetapi hadapilah dengan sikap arif dan bijaksana…

Ingatlah dindaku… Jika semakin banyak seseorang dapat menyelesaikan permasalahan maka dengan sendirinya akan terbentuklah kedewasaan….

Dan aku yakin kaupun memilikinya…. Karena itulah dirimu…