Bulan: April 2020

Ajian Mundi Jati Sasongko Jati : Puncak Ajian Orang Jawa

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, maka diri Manusia itu memiliki kekuatan yang tersembunyi. Baru bisa digunakan setelah berhasil membangkitkannya dengan cara melakukan olah kanuragan dan kadigdayan. Tidak ada cara yang instan, dan harus ditunaikan dengan sabar dan tekun.

Nah, para leluhur kita dulu sudah berhasil membangkitkan kekuatan tersembunyi dalam dirinya dengan sangat baik. Darinya mereka bisa melakukan hal-hal yang luar biasa dan tak masuk akal, yang pada akhirnya disebut ajian. Ada banyak jenis ajian di masa lalu, dan semuanya mereka dapatkan melalui perantara wangsit setelah ber-tapa brata atau justru mereka ciptakan sendiri. Tujuannya bermacam-macam, di antaranya untuk bertahan dan menyerang dalam sebuah pertarungan.

Baca entri selengkapnya »

Bangsa Amuria : Pusat Kemasyhuran Dunia

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam sejarah kehidupan peradabannya, kebangkitan dan kehancuran sebuah bangsa sering kali terjadi. Di belahan Bumi manapun itu pernah berlaku, di periode zaman yang berbeda pula. Artinya, tak ada yang kekal di dunia ini, sekuat dan sehebat apapun itu. Semuanya akan ada batas waktunya. Tinggal bagaimana sebuah bangsa itu mengakhirinya.

Nah, sebagaimana tulisan sebelumnya, kali ini sengaja kami sampaikan lagi kisah mengenai peradaban kaum terdahulu. Tujuannya agar kita bisa tetap mengambil hikmah dan pelajaran. Untuk kehidupan kita selanjutnya, baik di akhir periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra), ataupun yang ke delapan nanti (Hasmurata-Ra).

Baca entri selengkapnya »

Mengosongkan Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kosong adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan tidak adanya sesuatu. Sejak awal hingga akhir seharusnya tetaplah seperti itu. Hanya saja dalam kenyataan waktu yang bergulir, maka keadaan kosong ini bisa berubah, alias bisa saja ada isinya. Dan jika itu sampai terjadi, artinya tidak lagi bisa disebut kosong, alias sudah berisi.

Nah, hal ini jika dikaitkan dengan kondisi seseorang, maka yang disebut mengosongkan diri itu adalah berhasil menghilangkan segala yang ada di dalam diri sendiri. Di antaranya seperti ego, ke-aku-an diri, dan beragam jenis hasrat keinginan. Akal pikiran, bahkan perasaan pun harus menjadi “nol” untuk bisa disebut kosong. Karena itulah diperlukan tingkat penyerahan diri yang tinggi, alias sepenuhnya. Dan siapapun bisa mewujudkannya, asalkan ia tekun dalam mengasah dirinya – secara lahir batin.

Baca entri selengkapnya »