Diri Yang Terpilih

Posted on Updated on

Tidak semua jiwa berada dalam ketenangan hakiki. 
Tidak semua hati yang tercerahkan.
Siapapun akan diseleksi dengan ketat.  
Setiap orangnya akan mengikuti ujian berat.
Alam yang menjadi jurinya. 
Bumi yang memilih siapakah yang tetap berpijak padanya.

Ya. Alam yang menanti,
Alam yang menyiapkan segalanya,
Dan alam pula yang memberikan pertanda-NYA.
Sebuah isyarat bagi dunia.  
Isyarat untuk setiap kehidupan di Bumi.
Tentang kisah lama yang sering diabaikan,
Namun kini semakin terbukti kebenarannya.

O.. Mereka yang sejak lama berpagutan dengan kebajikan dan kebijaksanaan.
Mereka yang setia pada dharma bhakti hanya kepada-NYA.
Sungguh beruntunglah dia karena telah hidup dalam kehidupan ini.
Dan itu bisa memisahkan dirinya dengan setiap pribadi yang tidak terpilih,
Dengan siapapun yang tak diperkenankan lagi oleh alam kehidupan ini.
Di akhir zaman yang ke tujuh ini (Rupanta-Ra).

Maka, bagi mereka yang telah menempuh jalan suci meskipun teramat sulit.
Jalan pengasingan diri yang begitu berat dan menyedihkan.
Tak pelaklah ia pun jadi berbeda.
Terpisahkan dari mereka yang tidak akan terpilih dan tak diperkenankan lagi oleh kehidupan.
Mereka pun terselamatkan dari jurang yang menganga lebar.
Yang bisa menjadi akhir dari kisah hidupnya dalam penyesalan.

Sungguh beruntunglah mereka yang sudah memilih untuk dipilih.
Dialah pribadi yang selalu peduli dan bersikap mawas diri.

Jambi, 26 Maret 2020
Harunata-Ra

Bonus instrumental :

10 respons untuk ‘Diri Yang Terpilih

    Hendra Gunawan said:
    Maret 26, 2020 pukul 7:51 pm

    Hatur Nuhun Matur Suwun Kang Mas Oedi Harunata Ra 🙏

      Harunata-Ra responded:
      Maret 27, 2020 pukul 1:36 am

      Sami2lah kang, nuhun juga karena udah berkunjung, semoga bermanfaat.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Maret 27, 2020 pukul 1:40 pm

    Merinding bcaanya mas ….
    Matur suwun mas .. mugi2 kita semua mnjadi hamba2NYA yg untuk dipilih .. aaaaamiinn ya rabbal alamiinn

      Harunata-Ra responded:
      Maret 29, 2020 pukul 2:16 am

      Oh ya? Aamiin.. semoga begitu, karena sungguh celaka bila tak dipilih..
      Sami2lah mbak, nuwun juga karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Paitun Gundul 87 said:
    Maret 28, 2020 pukul 12:49 pm

    Cakrawala telah terbentang
    Kisah kisah akan tergelar
    Suka duka akan mewarnai
    Dalam balutan balutan yang tak kau sadari
    Diam kan tergerus
    Diam kan terlumat
    Dalam permainan hidup
    Dalam permainan takdir
    Bergerak meski terasa pelan
    Berputar walau terasa berat
    Jangan kau ragu
    Jangan kau bimbang
    Jangan kau takut
    Kesanalah kau bersandar
    Kesanalah kau berpijak
    Dalam jalan Illahiyah

      Harunata-Ra responded:
      Maret 29, 2020 pukul 2:17 am

      Waah puisi yg bagus mas/mbak Paitun Gundul 87, terima kasih atas kunjungannya.. 🙂

    Said Nurdin (@arkananta49) said:
    April 3, 2020 pukul 10:16 am

    Sangat mengispirasi dan menggugah spirit dalam relung jiwa, seakan mewakili kedaannya yg tercammpakkan oleh sifat hubbud dun’ya. izin share kang Oedi

      Harunata-Ra responded:
      April 4, 2020 pukul 7:05 am

      Syukurlah kalo gitu mas Said Nurdin, terima kasih atas kunjungannya.. 🙂
      Silahkan aja di share mas, semoga bermanfaat..

    Yoga Setya said:
    April 4, 2020 pukul 12:30 pm

    Ascension bumi sudah dimulai, seleksi manusia terpilih yang selalu di gemborkan mas oedi untuk hidup dijaman baru nanti pun sudah dimulai, bahkan kabarnya para mahluk low vibration sudh diungsikan dalam masa ascension ini
    Oo menyesalnya hati ini selalu membaca tulisan dan petuah2 dari mas Oedi tapi tk bisa mengamalkan nya dalam kehidupan sehari2 😭😭
    Ku masih menanti buku mas oedi untuk diterbitkan smoga bisa teruwujud keinginan tuk membacanya sebelum jaman berganti 😭

      Harunata-Ra responded:
      April 6, 2020 pukul 3:57 am

      Iya mas Yoga, sudah lama saya mengingatkan ttg hal itu, berulang kali pula di blog ini.. 🙂
      Betul, disadari atau tidak, maka sebagian yg terus mempersiapkan dirinya sudah diungsikan.. mrk akan kembali setelah transisi zaman ini selesai, dimana periode zaman yg baru sudah dimulai…
      Hmmm.. yg penting masih ada rasa “menyesal” itu daripada gak sama sekali mas.. ttplah berusaha, sedikit aja dulu, gak perlu semuanya, dan gak usah mikirin hasilnya juga.. yg penting LAKUKAN yg dirasa baik dan sreg.. 🙂
      Ttg buku, sebenarnya ada bbrp yg udah kelar, tp blm skr waktunya untuk diterbitkan.. Silahkan tunggu aja ya mas.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s