Latihan Spiritual (Olah Kebatinan)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Selama kehidupan di dunia ini masih berlangsung, maka selama itu pula Manusia harus tetap berlatih spiritual (olah kebatinan). Apapun kondisi zamannya, tak ada alasan untuk mengabaikan hal ini. Karena ibarat kendil (periuk nasi dari tanah), maka harus tetap ada tutupnya. Hanya saja kegiatan yang semacam ini telah semakin berkurang, dan orang-orang justru larut dalam hal-hal yang bersifat lahiriah (materi) semata. Spiritual (olah kebatinan) menjadi sesuatu yang tak lebih dari sekedar kata-kata dan teori belaka. Sungguh disayangkan.

Untuk itu, latihan spiritual (olah kebatinan) tidak hanya tentang menempa diri atau meningkatkan kemampuannya, tetapi juga tentang menahan diri dan bersikap rendah hati. Memang hasil yang didapatkan bisa saja luar biasa dan menakjubkan, tetapi bukan itu yang menjadi tujuan utamanya. Karena latihan spiritual (olah kebatinan) itu bukanlah sekedar untuk mengukur tentang seberapa tinggikah pencapaian dari seseorang, tetapi lebih kepada seberapa banyakkah ia bisa memahami yang sejati.

Catatan: Sebagaimana yang dijelaskan pada tulisan yang berjudul Kekuatan Spiritual Manusia, maka secara terminologi kata spiritual itu berasal dari kata “spirit” yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (ruhaniah, batiniah). Sedangkan dari segi etimologi, maka kata spiritual itu berasal dari bahasa Latin yaitu “Spiritus” yang berarti napas dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernapas. Sehingga dengan melihat dari asal katanya tersebut, maka untuk bisa hidup seseorang haruslah bernapas, dan memiliki napas itu berarti memiliki spirit. Nah spirit yang dimaksudkan disini adalah semangat dalam bertingkah laku yang positif agar dapat hidup dalam arti yang sesungguhnya. Dan secara pokok spirit itu tidak hanya sebatas yang terlihat saja, karena merupakan energi yang berbentuk nyata dan goib.

Makanya spirit atau lebih tepatnya spiritual itu selalu dihubungkan dengan faktor kepribadian. Dan definisi spiritual bagi setiap individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, kepercayaan/keyakinan, pengalaman hidup, perkembangan zaman dan ide-ide. Sehingga menjadi spiritualis itu berarti telah mempunyai ikatan yang lebih kepada hal-hal yang bersifat kejiwaan/keruhanian dibandingkan dengan hal-hal yang bersifat fisik dan material.

Oleh sebab itu, spiritual atau yang dalam tradisi Jawa bisa disepadankan dengan istilah “olah kebatinan” itu adalah kebangkitan dan pencerahan diri dalam upaya mencapai makna hakiki dari kehidupan. Di dalam spiritual terdapat hubungan yang erat dengan Yang Maha Kuasa dan Pencipta. Karena spiritual adalah bagian esensial dari keseluruhan napas dan hidup seseorang, sehingga menjadi jalan untuk bisa mengenali diri sendiri dan juga Diri-NYA. Dan spiritual itu pun memiliki kebenaran yang abadi dan berhubungan langsung dengan tujuan hidup manusia. Inilah yang menjadi kekuatan besar bagi seseorang jika ia mau mengasahnya secara rutin.

Inilah kenapa dalam latihan spiritual (olah kebatinan) diperlukan kesadaran diri yang tinggi akan hakekat yang sebenarnya. Karena banyak orang yang salah mengartikan tentang maksudnya dalam olah kebatinan ini. Banyak yang mengira bahwa dengan bisa meraih sesuatu yang tinggi atau yang tidak biasa, maka ia terbukti lebih hebat dan mulia. Padahal apapun yang tinggi atau yang tidak biasa itu takkan ada tanpa yang rendah (dasar). Sesuatu yang dirasa sudah tinggi itu bisa jadi malah justru sangat rendah tanpa adanya pemahaman yang mendalam tentang hakekat yang sebenarnya. Dan hakekat itu pun sifatnya bertingkat-tingkat dalam setiap kasusnya. Satu hakekat yang diketahui bukan berarti itulah semuanya. Masih ada lagi yang lebih hakekat dari pada hakekat yang pertama. Keterbatasan makhluklah yang membuat semua hakekat itu tak bisa diketahui lagi. Butuh usaha yang lebih untuk bisa mendapatkannya.

Makanya sekali lagi harus ditegaskan tentang perlunya kesadaran diri yang hakiki. Teruslah berusaha dan tak perlu memikirkan tentang pencapaian yang tertinggi atau keberhasilan yang sukses. Karena jika dirimu masih memiliki keinginan seperti itu, kau hanya akan terbelenggu oleh keinginanmu sendiri. Kau takkan bisa mendapatkan yang sejati, karena cahaya petunjuk-NYA akan menjauh dan arah jalan yang benar justru kian menghilang dari hatimu. Kau hanya akan diperbudak oleh keinginan yang selalu ditemani oleh nafsu buruk. Hingga akhirnya kau sendiri tenggelam dalam kehinaan yang tersamar.

O.. Hidup ini sejatinya tidaklah rumit dan membingungkan. Sikap dan pemikiran Manusia sendirilah yang membuat apa yang ia kerjakan menjadi tak karuan. Karena tidak istiqomah (tekun) dalam kebajikan dan fokus pada satu tujuan yang benar (Cahaya Ilahi), mereka telah menggali kuburan hatinya sendiri. Mata batinnya selalu ditutup rapat dengan kefanatikan yang sempit, bahkan jiwanya sendiri telah dipaksa untuk mengikuti belenggu duniawi. Akibatnya tanpa disadari ia pun larut dalam kehinaan dan terus mendekat pada kegelapan. Bahkan tanpa disadari telah menuhankannya (kegelapan itu) tetapi masih selalu merasa tetap berada dalam cahaya suci-NYA.

Ya. Karena setiap orang itu berbeda, maka cara dalam latihan spiritual (olah kebatinan)-nya pun berbeda sesuai dengan sifat dasar dan karakternya masing-masing. Tak perlu sama dengan orang lain, karena yang penting itu bisa memenuhi setidaknya ke enam hal berikut ini:

1. Mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan ajaran dari masa lalu.
2. Latihan yang di lakukan harus sesuai dengan kapasitas diri pribadi.
3. Tidak memikirkan hasil, karena yang terpenting itu adalah usahanya.
4. Mempersembahkan segala dharma bhakti hanya untuk Tuhan.
5. Melakukan sesuatu demi meningkatkan pemahaman dari yang kasar (nyata) menuju ke yang halus (goib, tak terlihat mata, supranatural).
6. Berangkat dari yang banyak menuju ke Yang Satu.

Sehingga di dalam latihan spiritual (olah kebatinan) itu seseorang harus terbiasa dengan berbagai tekanan, hinaan, diremehkan, tak dianggap, bahkan dipersalahkan. Semua terjadi bukan karena dirinya berada pada jalan yang salah, tetapi justru lantaran kebenaran sejati yang ia yakini dan terus dijalani. Pun karena hampir semua Manusia itu hanya tahu yang sebatas kulit luarnya saja, mereka tak pernah tahu bahwa ada rahasia dibalik rahasia. Atau sebenarnya tidak mau tahu dan tak ingin mencari tahu yang hakiki. Akibatnya justru hanya menimbulkan rasa tidak suka dan sikap yang tak peduli dengan seseorang (yang tidak dia sukai itu).

Makanya, siapapun yang ingin berlatih spiritual (olah kebatinan) harus tekun dalam kesabaran, sopan santun, dan menjaga harga diri. Tak ada sifat yang iri dengki, kebencian, dendam, amarah, fitnah, dusta, pamrih (suka pamer, riya’), tedeng aling-aling (menyembunyikan sesuatu; niat yang tidak baik dalam perbuatan), amoral, kikir, loba (serakah, tamak), jumawa (angkuh, congkak, sombong) dan apa saja tindakan yang berdampak buruk bagi hati dan pikirannya. Pun harus terbiasa juga dengan beragam jenis tirakat dalam hidup ini. Terutama mengurangi makan, minum, dan tidur agar hati tak terbelenggu oleh keduniawian, sementara pikiran bisa tetap jernih. Jadikanlah itu sebagai kebiasaan untuk menambah kesadaran diri akan kefanaan yang hakiki. Dan lakukanlah dengan sungguh-sungguh, agar kepekaan batin tidak sampai hilang.

Sungguh, ketika engkau tekun berlatih spiritual (olah kebatinan), maka dirimu akan melihat jalan yang lurus, yang bisa mengantarkanmu pada tujuan utama dari hidup ini. Dan sebenarnya latihan spiritual (olah kebatinan) itu sifatnya tak terbatas ruang dan waktu. Semakin dirimu giat berlatih, kapanpun dan dimanapun, maka kebaikannya akan terus kau dapatkan. Tidak untuk membuatmu semakin hebat dan perkasa, tetapi agar bisa menjadi seorang hamba yang tahu diri dan mengerti.

Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang arif bijaksana dengan cara tetap rajin berlatih spiritual (olah kebatinan). Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. 🙏

Jambi, 22 Maret 2020
Harunata-Ra

Bonus instrumental :

8 respons untuk ‘Latihan Spiritual (Olah Kebatinan)

    Asyifa Wahida said:
    Maret 23, 2020 pukul 6:42 am

    Alhamdulillahi robbil alamiin ..
    Matur suwun kagem ilmu pengetahuan yang luar biasa ini enggih mas …
    Mudah2an Kulo sllu Istiqomah dlam berlatih spiritual ini
    Dn matur suwun bonusnya membuat terbuai dlam mbaca sambil diiringi musik kesukaan Kulo dr kecil….serasa masih kecil dn hidup dngn almarhum mbah2e Kulo

      Harunata-Ra responded:
      Maret 24, 2020 pukul 7:03 am

      Nggih mbak Asyifa, nuwun juga loh karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂
      Aamiin.. saya doakan ttp istiqomah dan selalu eling lan waspodo, karena kedepannya hidup akan terasa makin berat..
      Seeplah, emang itu yg jadi harapan, para sedulur bisa baca sambil menikmati intrumen..

    Asyifa Wahida said:
    Maret 25, 2020 pukul 11:13 am

    Sngat kebalik mas …Kulo yg terima kasih sdh diberi kesempatan untuk ikut belajar ilmu2 panjenengan..
    sdh diingatkan terus2an lewat goresan tinta

    Alhamdulillah sngat bermanfaat kagem Kulo dn smg bermanfaat juga untuk saudara2 kita yg lain

    Matur suwun mas …smg kita semua khususnya Kulo diberi kemampuan dn keikhlasan didalam menerima dn mnjalani nya .. aaamiiin

    Enggih mas

      Harunata-Ra responded:
      Maret 26, 2020 pukul 5:12 am

      Okelah kalo gitu.. Semoga kebaikan, anugerah dan keselamatan selalu menyertai mbak dan siapapun yg berkenan.. 🙏

    Asyifa Wahida said:
    Maret 26, 2020 pukul 6:26 am

    Aamiin ya rabbal alamiinn…
    Matur suwun kagem doane enggih mas

      Harunata-Ra responded:
      Maret 27, 2020 pukul 1:35 am

      Nggih sami2lag mbak.. 🙂

      Aqil azis said:
      Juni 3, 2020 pukul 6:20 pm

      Terimakasih guru, sungguh sangat bermanfaat. Semoga aku bisa memahami dan belajar untuk bisa melakukan itu

    […] Latihan Spiritual (Olah Kebatinan) […]

Tinggalkan Balasan ke Harunata-Ra Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s