Meraih Ketenangan Batin

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Seiring berjalannya waktu, kehidupan di atas dunia ini terus dipenuhi dengan lika-likunya yang beragam. Kadang semuanya itu sampai mendesak kita dan akhirnya membuat diri menjadi gundah dan merasakan sedih. Nah, pada saat seperti itulah kita pun menginginkan ketenangan batin, sebab hanya dengan begitulah kita akan mampu bertahan lebih lama.

Ya. Ketenangan batin adalah sesuatu yang indah dan hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri, dengan usaha sendiri. Tidak ada yang dapat membantu untuk mencapainya selain diri sendiri. Karena itulah pikiran menjadi hal yang terpenting untuk dikendalikan. Dan siapapun yang dapat mengendalikan pikirannya, maka ia akan mendapatkan ketenangan.

Hanya saja perlu disadari pula bahwa ketenangan yang didapatkan dari mengendalikan pikiran hanyalah sebatas kegembiraan sesaat. Rasa bahagia yang didapatkan pada tipe ini seperti bahagianya anak kecil yang diberi permen. Ia tak tahu dampak buruk dari memakan permen itu, terlebih ketika masih kecil siapapun akan sebentar tertawa dan sebentarnya lagi menangis. Kegembiraannya hanya pada permukaan emosional saja, karena aktivitas yang di lakukan adalah yang bersifat hiburan semata.

Untuk itu, ada ketenangan yang lebih mendalam yang hanya bisa didapatkan melalui jalan yang sulit. Tidak bisa hanya menurut katanya, karena harus diusahakan sendiri demi hasil yang sebanding. Dan siapapun itu harus bisa melalui ke 10 tahapan latihan diri untuk dapat meraih ketenangan batin yang hakiki. Adapun di antaranya yaitu:

1. Niat yang tulus di hati dan istiqomah (tekun, pantang mundur) dalam usaha.
2. Berusaha mengatur diri (jasmani dan ruhani).
3. Konsentrasi pada satu tujuan.
4. Sabar untuk menunggu.
5. Sering berada dalam kesepian.
6. Berjuang untuk bisa tenang.
7. Terus bergerak mendekati ketenangan hati dan pikiran.
8. Ada dalam ketenangan jiwa.
9. Memasuki dimensi kesunyian.
10. Tiba di alam keheningan.

Jadi, setidaknya ke 10 tahapan itulah yang harus dilalui oleh seseorang agar mendapatkan ketenangan batin yang sesungguhnya. Dan ketika ia bisa sampai pada tahapan yang ke 8 (ada dalam ketenangan jiwa), maka pada saat itulah ia baru bisa merasakan ketenangan yang hakiki. Semakin ia menaiki tahapan selanjutnya, maka akan semakin tenanglah batinnya. Suatu hal yang bahkan tak bisa lagi dijelaskan dengan kata-kata, alias hanya bisa dirasakan dan dipahami oleh siapapun yang pernah mengalaminya sendiri.

Catatan: Untuk bisa mendaki ke 10 tahapan di atas, siapapun harus melakukan tiga hal, yaitu (1) Muhasabah (mengintrospeksi diri), (2) Tadabbur (terus menambah ilmu pengetahuan), (3) Tafakur (merenungi segala sesuatu, meditasi, semedhi). Tanpa ketiganya itu akan berujung sia-sia. Dan terlebih khusus lagi adalah ber-tafakur, karena tindakan ini bisa dikatakan sebagai syarat yang mutlak dipenuhi.

Dan siapapun yang berhasil mendaki ke 10 tahapan itu adalah pribadi yang akhirnya dapat memahami Diri Sejati yang bersemanyam di dalam raganya. Meskipun goib, tetapi dia memiliki wujud yang khas dan bukan tercipta dari unsur alam atau yang menjadi bahan dasar penciptaan Malaikat, Peri, dan Jin. Dan karena keistimewaannya, Diri Sejati itupun hidup kekal dan tak terpengaruh oleh apapun juga. Dia hanya tunduk dan mengikuti kehendak-NYA saja.

Itulah mengapa pribadi yang telah memahami tujuan hidupnya akan selalu mencari tahu keberadaan Tuhannya. Ia ingin terus berdua-duaan dengan-NYA (khalwat) dan tak pernah lagi menjauh dari sisi-NYA. Kesadarannya sangat tinggi, sementara penyerahan diri (tawakal) telah sepenuhnya diberikan kepada-NYA saja. Tak ada lagi hasrat keinginan dan ke-aku-an diri selain tetap berusaha dalam kebersatuan dengan hakekat-NYA. Sungguh indahnya.

Jambi, 19 Februari 2020
Harunata-Ra

[Cuplikan dari buku “Diri Sejati”, karya: Harunata-Ra]

Bonus instrumental:

14 respons untuk ‘Meraih Ketenangan Batin

    Genarasi terakhir BPK ADAM said:
    Februari 19, 2020 pukul 3:45 pm

    Alhamdulillah …..
    Terima kasih untuk ilmu trbarunya bang
    Smg sy bisa mnjlni k 10 nya supaya batin ini tidak terombang ambing oleh sgl kekuatan dunia yg datang silih berganti dalam mnggodanya …..aaaaamiinn

      Harunata-Ra responded:
      Februari 22, 2020 pukul 5:43 am

      Iya sama2lah, terima kasih karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Aamiin.. saya doakan yang terbaik, semoga lancar dan mendapatkan hasil yang sepadan.. 🙂

    guntur satria putra support rt said:
    Februari 20, 2020 pukul 1:33 am

    terima kasih mas udi

      Harunata-Ra responded:
      Februari 22, 2020 pukul 5:40 am

      Iya sama2lah mas Guntur, terima kasih juga atas kunjungannya.. semoga bermanfaat.. 🙂

    poetra said:
    Februari 21, 2020 pukul 12:11 pm

    Trimaksiah sangat telah berkenan membagi ilmunya kang….🙏

      Harunata-Ra responded:
      Februari 22, 2020 pukul 5:41 am

      Iya sama2lah mas Poetra.. terima kasih juga karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Al jalal said:
    Februari 22, 2020 pukul 10:09 pm

    Kang oedi sy kmrn baru dpt info benarkah nabi muhamad bukan anak tunggal ,dan beliau punya saudara kandung tp tdk tinggal di mekah?
    Mungkin kang oedi lbh faham

      Harunata-Ra responded:
      Februari 23, 2020 pukul 2:05 am

      Hmm itu infonya dari mana? Sumbernya sahih gak? Hati2 dg fitnah akhir zaman yg makin byk skr.. Dan setauku beliau itu anak tunggal karena ayah dan ibunya menikah hanya sekali sampai akhir hayatnya.. Keduanya tidak diberi umur yg panjang, alias wafat muda..

    Al jalal said:
    Februari 25, 2020 pukul 1:43 am

    Sbnrnya sy tau cm dr ilham kang .
    Di ilham itu sy cm melihat tulisan di awang awang warna emas pas sy baca tulisan itu menyala dan inti tulisannya menerangkan kalo nabi muhamad itu punya saudara kandung dan tidak tinggal di mekah tp tinggal di tanah jawa.
    Sama halnya tentang kakek nabi yg dr jalur ibu sy taunya jg dr ilham.
    Makanya sy masih nyari tau kebenaranya karna dr catatan sejarah dan hadist jg blm ketemu

      Harunata-Ra responded:
      Februari 25, 2020 pukul 7:53 am

      Hati2 dg yg didapatkan, karena itu blm tentu benar.. Bisa jadi itu malah jebakan yg sengaja utk menyesatkan.. Terlebih skr kegelapan sedang gencar2nya nyari bala pasukan..

    Al jalal said:
    Februari 25, 2020 pukul 3:25 pm

    Ya kang ,makanya hal ini tdk pernah sy ungkapkan ke orang lain br ke kang oedi aja tkt jadi fitnah.

      Harunata-Ra responded:
      Februari 26, 2020 pukul 1:40 am

      Ya kalo udah di blog ini artinya jadi utk publik dong mas.. Bisa jadi saya pun bukanlah yg pertama tau.. Siapapun bisa dg mudah membacanya..

    Al jalal said:
    Februari 27, 2020 pukul 6:13 am

    Sy jg mau menghapus komennya jg gk bisa kang maklum gaptek juga mungkin kang oedi bisa menghapus komen sy .
    Kalau gk bisa ya gpp lagipula itu jg gk bisa di buktikan dr catatan sejarah dan hadist biarlah anggap aja cuma celotehan orang lagi nglindur dan orang bodoh yg gak tau adab.
    Smoga Dengan komen ini smoga gk da yg mau mempercayai atau mendebatkannya.
    Suwun kang

      Harunata-Ra responded:
      Februari 27, 2020 pukul 6:18 am

      Yg bisa hapus komentar di blog ini ya cuma admin, alias saya mas.. Tapi gak perlu lah ampe dihapus.. Mungkin justru bisa jadi bahan wacana baru atau penyadaran ttg pentingnya memahami sejarah yg bener..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s