Teleskop James Webb

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dari waktu ke waktu perkembangan teknologi antariksa semakin maju. Dan gagasan penempatan teleskop luar angkasa khusus di orbit Bumi untuk pengamatan dalam spektrum infra merah pertama kali muncul pada pertengahan tahun 1990-an. Hingga pada akhirnya terciptalah gagasan untuk membangun sebuah teleskop yang melebihi kemampuan teleskop canggih sebelumnya yang bernama Hubble. Teleskop tersebut lalu diberi nama James Webb, yang awalnya dijadwalkan meluncur pada tahun 2007. Namun dikarenakan ada banyak masalah teknis, maka hal itu tidak bisa terlaksana dan harus diundur hingga tahun 2018. Dan ternyata di tahun 2018 pun masih belum siap, hingga terpaksa diundur lagi sampai tahun 2021 mendatang.

Teleskop James Webb atau lengkapnya adalah James Webb Space Telescope mulai direncanakan sejak tahun 1996. Proyek ini merupakan kolaborasi internasional dari sekitar 17 negara yang dipimpin oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan dengan kontribusi signifikan dari ESA (European Space Agency) dan CSA (Canadian Space Agency). Teleskop ini merupakan administrator kedua NASA, yang berperan penting dalam Program Apollo. Rencananya, teleskop ini akan diluncurkan dengan roket Ariane 5 pada tahun 2019 silam. Hanya saja ini harus diundur sampai tanggal 30 Maret 2021 mendatang.

Ya. Teleskop dengan biaya pembangunan sebesar 10 miliar USD ini akan dijadikan sebagai observatorium orbital terbesar, terkuat, dan kompleks yang digunakan ke luar angkasa. Dengan tujuh kali kapasitas pengumpulan cahaya teleskop Hubble dan kemampuan infra merah tingkat lanjut, para ilmuwan berharap untuk mendapatkan sesuatu yang baru tentang benda-benda langit yang jauh, termasuk yang sudah tidak aktif sebelumnya.

Selain itu, teleskop yang direncanakan untuk bisa diluncurkan tahun 2021 ini diperkirakan akan mengubah cara manusia dalam melihat alam raya. Teleskop yang menggunakan sinar infra merah ini akan memungkinkan para pakar melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Gelombang sinar infra merah tidak menyebar seperti cahaya lain yang bisa kita lihat, ketika gelombang itu melalui lapisan gas dan debu antar bintang. Karena itu teleskop James Webb ini akan bisa melihat lebih jauh dan lebih jelas.

Proses pembuatan dan perakitan teleskop James Webb oleh NASA dkk.

Teleskop James Webb ini juga jauh lebih baik dari teleskop Hubble yang telah berada di orbit sejak tahun 1990, karena tidak mengunakan cermin optik, tapi lempengan cermin utama berlapis emas. Cermin dari materi beryllium sebagai cermin paling kuat dan cermin utama dari lapisan emas yang dapat menyerap cahaya infra merah lebih baik. Dan untuk membawanya ke orbit Bumi, teleskop ini harus dilipat karena ukurannya terlalu besar dengan cermin ukuran 6,5 meter. Di luar angkasa, teleskop ini akan terbuka seperti biasa, berbeda dengan teleskop Hubble yang tertutup dan berbentuk tabung dengan sistem cermin optik.

Dan teleskop James Webb ini mempunyai cermin yang lima kali lebih besar dari yang dipasang pada teleskop Hubble, dan dilengkapi dengan 4 sensor. Setelah diluncurkan, ia akan ditempatkan di titik L2, atau kira-kira 1,5 juta kilometer dari Bumi, sehingga bisa melihat benda-benda Langit yang lebih redup.

Ya. Teleskop Hubble sudah tua dan sudah mencapai batas kemampuannya. Pengantinya adalah teleskop James Webb yang dilengkapi sensor infra merah karena untuk melihat benda yang lebih jauh dari Hubble. Sedangkan halangan terbesar untuk meluncurkan teleskop ini adalah ukurannya yang besar dan penempatannya harus jauh dari Bumi. Terlebih teleskop James Webb ini pun harus tetap dijaga dengan suhu yang sangat dingin untuk membuat pengamatan obyek yang akurat. Karena targetnya adalah Galaksi paling jauh yang tidak terdeteksi dengan jelas oleh Hubble.

Teleskop ini jelas memerlukan waktu pembangunan dan peluncuran yang tepat. Karena nantinya akan berada sangat jauh dari Bumi, dan bila sudah di atas sana maka tidak bisa diperbaiki jika terjadi masalah. Berbeda dengan Hubble yang berada di orbit 500 kilometer, dimana masih cukup dekat untuk di lakukan reparasi bila terjadi kerusakan. Bahkan sempat diperbaiki dan dipasang instrumen baru sebanyak 4 kali. Dan yang terakhir dengan penambahan instrumen pada tahun 2002. Sedangkan posisi James Webb berada sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Satu posisi yang tak ada yang bisa pergi kesana bila terjadi masalah. Karena jarak tersebut mencapai 4x jauhnya dari Bumi ke Bulan.

Teleskop James Webb (kiri), dan teleskop Hubble (kanan).

Adapun ukuran teleskop James Webb mencapai 24x12x12 meter, sementara teleskop Hubble hanya 13,2 meter, dengan diameter 4,2 meter ditambah panel surya 2,45×7,56 meter. Rancangan pelindung panas dari radiasi matahari mencapai lebar lapangan tenis. Cermin harus tetap mampu berada di suhu sangat dingin untuk bekerja. Dan bila dibandingkan dengan ukuran cermin Hubble yang hanya berukuran 2,4 meter, maka cermin milik James Webb mencapai 6,5 meter. Sehingga ukuran zoom James Webb memiliki focal lenght sebesar 131 meter, atau 131.000 mm, sedangkan Hubble cuma memiliki focal length 13,2 meter atau 13.200 mm.

Dan kabar terbaru menjelaskan bahwa telah di lakukan pengujian di dalam ruangan yang sangat dingin untuk memastikan apakah cermin mampu bekerja maksimal. Karena di luar angkasa sana harus menghadapi suhu yang sangat dingin sekitar -233° C (-388° F). Semua detil pengujian yang lain pun di lakukan untuk memastikan kesiapannya diluncurkan pada tahun depan. Jika tidak terjadi perang dunia ke-3 (yang mungkin saja dipicu oleh perang antara Amerika dan Iran), maka hal itu akan terwujud. Semoga saja.

Sungguh luar biasa, dan dengan desain yang seperti itu, maka apa yang dapat dilihat oleh teleskop James Webb? Charles Bolden dari tim NASA mengatakan bahwa teleskop James Webb memiliki kekuatan 100x lebih kuat dari teleskop Hubble. Lalu apa yang dapat dilihat oleh teleskop ini? Setidaknya dapat melihat benda yang berada sejauh 13,5 miliar tahun cahaya. Seakan melihat waktu masa lalu jauh ke belakang. Karena itulah teleskop James Webb menjadi teleskop yang paling kuat dan paling sensitif di luar angkasa. Mendampingi teleskop terbesar lain yang sedang dibangun di Bumi (permukaan Bumi) dan baru akan selesai pada tahun 2020 sampai 2022 mendatang.

Catatan: 1 detik cahaya setara dengan jarak 300.000 kilometer. Maka 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365,25 hari/tahun = 9.467.280.000.000 kilometer (atau 9,46 x 1012).

***

Wahai saudaraku. Jika Manusia bisa menggunakan kemampuannya secara maksimal, maka hal-hal yang luar biasa pun dapat terwujud. Lihatlah betapa kini ada teknologi yang sangat canggih untuk mengetahui lebih banyak tentang rahasia Alam Semesta. Dan inilah yang disebut dengan anugerah pendidikan dalam peradaban dunia. Karena teleskop James Webb itu, yang merupakan salah satu instrumen tercanggih dalam bidang astronomi, adalah hasil karya dari orang-orang yang berpendidikan. Tidak mungkin bisa tanpa hal itu.

Untuk itu, sudah menjadi keharusan bagi setiap insan Nusantara, terlebih pemerintah kita untuk terus mengembangkan kemampuan teknologi, khususnya antariksa. Ada banyak putra-putri terbaik bangsa ini yang punya kemampuan bertaraf internasional – hanya saja mereka tidak diberikan ruang dan kesempatan untuk berkarya. Jangan lagi hanya disibukkan dengan urusan yang tidak penting dan terus-terusan saling tuding, fitnah dan menjatuhkan. Jangan habiskan energi bangsa ini hanya untuk urusan politik dan kekuasaan saja. Marilah bersatu dalam upaya memajukan peradaban bangsa sendiri, karena kita memang sudah tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lainnya (Eropa, Amerika, Canada, China, India, Jepang, dll). Padahal menjadi mercusuar dunia adalah cita-cita luhur dari para pendiri bangsa ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Rahayu… 🙏

Jambi, 08 Januari 2020
Harunata-Ra

[Disarikan dari berbagai sumber]

Bonus video :

7 respons untuk ‘Teleskop James Webb

    Generasi terakhir BPK ADAM said:
    Januari 8, 2020 pukul 7:34 am

    Keren bnget ya bang ….

    Smg para petinggi negeri ini ada yg ikut melihat dn mmbaca nya ..supaya mereka sadar gk ngurusin kantong masing2 dn nafsu syahwatnya terus …..

      Harunata-Ra responded:
      Januari 8, 2020 pukul 9:19 am

      Iya mbak, semoga aja begitu.. kita punya potensi SDA dan SDM yg berlimpah, tapi gak maju2 juga setelah 70an tahun merdeka.. Masalahnya terletak di regulasi pemerintah dan ego politik para pembesar bangsa ini sendiri.. geregetan jadinya..

      Oh ya, nuwun ya mbak karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

        Generasi terakhir BPK ADAM said:
        Januari 9, 2020 pukul 5:54 am

        Aamiin ..pasti bermanfaat bang oedi
        Makanya bang sngat diperlukan revolusi total dlm sgl hal secepaatnya …
        Mudah2an HYANG ARUTA segera datang dngn sgl KEBESARAN DN KEKUASAAANYA ya bang

        Harunata-Ra responded:
        Januari 17, 2020 pukul 1:29 am

        Syukurlah kalo gitu mbak.. 🙂
        Iya, emang perlu adanya revolusi total, dan pertandanya semakin jelas kok.. persis dg apa yg pernah terjadi di periode zaman sblmnya.. Dan disini Hyang Aruta gak akan datang, buat apa juga? toh semuanya kan ada digenggaman tangan-NYA.. para utusan-NYA saja yg datang dan melakukan perubahan.. Dan itu pun gak utk menunjukkan kebesaran atau kekuasaan-NYA, gak perlu.. karena DIA adalah SANG MAHA dan tak ada perbandingannya..

    Guntur Satria Putra said:
    Januari 9, 2020 pukul 3:12 am

    mantap semoga bisa melihat alien

      Harunata-Ra responded:
      Januari 17, 2020 pukul 1:22 am

      Haha.. semoga saja mas.. 🙂

    […] dengan sangat jelas sampai sejauh puluhan miliar tahun cahaya (jauh melebihi kemampuan teleskop Hubble dan James Webb pada masa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s