Kebebasan Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Siapakah yang hidup di dunia ini yang tak menginginkan kebebasan? Siapa yang tidak suka dengan hal itu? Tentulah semuanya mau, hanya saja masalahnya apakah seseorang itu sudah benar-benar merasakan kebebasan dalam hidupnya. Atau justru sebenarnya ia tak pernah merasakan kebebasan meskipun tidak hidup dalam masa penjajahan. Dan sesungguhnya kebebasan itu tidak hanya sekedar pemberian dari Sang Pencipta, tetapi lebih kepada pencapaian yang harus diraih oleh setiap pribadi dalam hidupnya.

Ya. Kebebasan itu merupakan elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Dan pada dasarnya diri manusia itu adalah kebebasan itu sendiri. Sebab ia pun bisa menentukan pilihan tanpa ada yang boleh menghalanginya. Hanya saja setiap pilihan itu akan menimbulkan dampak yang beragam, dan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain atau lingkungan disekitarnya. Makanya perlu kebijaksanaan saat menentukan pilihan dalam hidup ini. Karena dengan kebijaksanaan itu pula kemerdekaan yang sesungguhnya baru dapat diraih.

Jadi, terbelenggu atau tidak, dipenjara atau tidak, bukanlah tolak ukur untuk sebuah kebebasan. Seseorang dapat saja merasakan kebebasan sekalipun ia hidup terasing di sebuah tempat yang sempit atau terpencil. Meskipun orang-orang tak mempedulikan dirinya, atau bahkan memusuhinya dengan berbagai dalil, maka ia tetap bisa merasa bebas-lepas. Hati dan pikiranlah yang menjadi kuncinya, tentang bagaimana ia bisa menciptakan kebebasannya sendiri. Tanpa hal itu, maka walaupun ia bergelimang harta, banyak fasilitas, tinggi jabatan dan hidupnya terpandang, hari-harinya akan dilalui hanya dengan rasa sesak. Tak ada lagi kebahagiaan yang semestinya, karena terus diliputi oleh kegelisahan.

Orang yang bebas itu seperti merasa punya sayap untuk terbang melintasi angkasa. Tak ada lagi hambatan di depannya, tak ada lagi yang bisa menjadi penghalang. Kemanapun perginya, maka dengan sayapnya itu ia bisa merasakan kebahagiaan yang tak terkira.

Sungguh, kebebasan itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan apapun selain kebebasan itu sendiri. Karena banyak sekali yang hidup “bebas” di dunia yang luas ini – bahkan sebebas yang ia mau tanpa adanya batasan tentang salah atau benar – namun tetap merasa seperti terpenjara. Ia pun hidup dengan keletihan, sebab hanya terus mengikuti ambisi dan keserakahan yang tiada akhir. Bahkan sampai tak ada waktu lagi untuk sekedar bersantai atau menikmati liburan dengan keluarga tercinta. Dan hari-harinya sampai tertekan dengan mengalami apa yang disebut dengan tersandera oleh banyak kepentingan diluar keinginannya. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, ia hanya bisa manut (sekedar ikutan saja) tanpa kuasa mengelak atau memilih apapun yang sesuai dengan keinginan hatinya. Lambat laun ia pun hidup seperti mati, tanpa keinginan sendiri lantaran hanya bisa mengekor pada orang lain.

Ya. Kebebasan itu artinya bebas dari segala ikatan, khususnya batin. Orang yang bebas adalah yang bisa terlepas dari segala belenggu diri. Dan jika dikaitkan dengan fakta dunia ini, maka orang yang memiliki kebebasan itu adalah yang tidak lagi terikat oleh apa saja, terutama materi. Ia memang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, namun tidak dengan berlebihan, alias hanya secukupnya saja. Hatinya tidak lagi mau terbelenggu oleh semua hasrat keinginan daging, karena yang menjadi tujuan utama dari hidupnya adalah mempersiapkan bekal untuk perjalanan nanti (moksa, Nirwana, Kahyangan, akherat). Yang semuanya itu demi untuk bisa bertemu langsung dengan Sang Kekasih hati: Hyang Aruta (Tuhan YME) dalam kebahagiaan. Dan itulah kerinduan yang tak terkira sekaligus sangat indah.

Oleh sebab itu, untuk bisa meraih sebuah kebebasan yang hakiki maka diperlukanlah kesadaran diri yang tinggi. Dan kesadaran tersebut memerlukan imajinasi yang tinggi pula dalam menggapainya. Hanya saja disini perlu dipahami bahwa imajinasi yang dimaksudkan itu adalah yang bersifat positif dan tetap dalam koridor yang benar, atau yang intinya bisa membangun spiritual ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Sehingga dengan imajinasi itu pula dapat membantu seseorang untuk tetap semangat dalam hidupnya, dalam menggapai cita-citanya, karena disaat berimajinasi maka biasanya seseorang itu punya gairah dalam hidupnya, dan bonusnya ia akan merasa terlepas dari semua belenggu. Ia bisa merasakan bahagia meskipun tak mendapatkan apa-apa secara materi.

Nah, ketika seseorang bisa merasakan bahagia, maka itulah jalan yang lurus menuju pada kesadaran diri. Jelas ini tak cuma sampai disitu saja, sebab kesadaran diri itu merupakan proses yang panjang yang harus dilalui oleh setiap pribadi. Dan sebenarnya ada beberapa cara untuk bisa memiliki kesadaran diri, salah satunya dengan memahami lebih dalam tentang arti sebenarnya dari setiap ciptaan Tuhan lalu “menyatu dengannya”. Darinya akan muncul pengetahuan tentang apa yang harus di lakukan dalam hidup ini, apa yang menjadi prioritasnya. Sebab segala yang ada di dunia ini jelas mengisyaratkan tentang sesuatu yang begitu penting bagi diri kita.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (isyarat-NYA) bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali-Imran [3] ayat 190)

Dan isyarat-isyarat itu terdapat dalam lingkup yang sangat luas yang bisa dipahami dengan salah satu caranya yaitu mendalami apa yang disebut dengan Wahyu Makutha Rama dan tentunya Wahyu Keprabon bagi manusia sebagaimana yang pernah dibahas dalam blog ini. Resapilah kedua hal tersebut dengan seksama dan penuh kesabaran. Sebab bagi siapapun yang bisa memahami dan menjalankannya dengan benar, niscaya akan memiliki peluang yang besar untuk bisa meraih kesadaran diri. Sedangkan hasil yang didapatkan adalah bisa merasakan ketenangan yang hakiki menuju pada kebebasan yang sejati.

Untuk itu, ketika seseorang telah memiliki kesadaran diri, maka terbukalah jalan untuk bisa mendapatkan kebebasan yang paripurna. Selanjutnya, dengan bekal kebebasan seperti itulah ia baru akan mendapatkan kemerdekaan yang sempurna. Sehingga tidak lagi terikat dengan berbagai hal yang tak penting atau yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Setiap yang dikerjakan hanya didasari oleh apa yang tepat (sesuai pada tempatnya) dan ia pun melakukannya dengan niatan yang tulus murni, tanpa adanya pamrih atau tedeng aling-aling. Karena itulah, hasil yang didapatkan bisa maksimal dan membawa keuntungan yang berlebih, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga mereka yang lain. Dan puncak dari itu semua adalah bisa mendapatkan kedamaian yang azali (kekal). Sungguh ini begitu membahagiakan bagi mereka yang mau berusaha mencapainya.

Mugi Rahayu Sagung Dumadi… 🙏

Jambi, 24 Oktober 2019
Harunata-Ra

Bonus Instrumental :

8 respons untuk ‘Kebebasan Diri

    mochjuna said:
    Oktober 24, 2019 pukul 4:35 pm

    Kebebasan yang sulit didapatkan pada era sekarang

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 24, 2019 pukul 5:07 pm

      Betul mas, tapi masih ada harapan kok bagi mrk yg mau berusaha..
      Terima kasih utk kunjungannya mas Mochjuna, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Guntur Satria Putra said:
    Oktober 25, 2019 pukul 6:35 am

    terima kasih mas

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 25, 2019 pukul 12:14 pm

      Sama2lah mas Guntur, terima kasih juga karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 25, 2019 pukul 10:05 am

    subhanallah …
    matur suwun kagem ilmu tentang kebebasan yg sejati enggih mas
    tumben gk bisa komen kulo hehehe

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 25, 2019 pukul 12:18 pm

      Nggih mbak.. nuwun juga atas kunjungannya.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂
      Hmm.. komentar aja mbak, apa aja.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 25, 2019 pukul 3:23 pm

    Sami2 mas ..
    alhamdulillah sangaat bermnfaat kagem kulo dn saudara2 kita yg lain mas ..
    tadi itu habis bacaa terus denger musiknya mas…sblom dennger kn mau komen habbis denger musik apa yg mau dikomenkan lupa semua hehehe …

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 26, 2019 pukul 1:32 am

      Syukurlah kalo gitu mbak.. 🙂
      Ow gitu.. keenakan ya.. hmm coba bacanya sekalian dengerin musiknya, akan lebih berkesan loh.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s