Transcendence

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam kehidupan ini terdapat banyak hal-hal yang unik dan menakjubkan. Sebagian bisa dilihat, didengar, dan dirasakan langsung oleh manusia, sebagiannya lagi tidak karena butuh cara yang khusus. Dan seseorang itu perlu meningkatkan level pemahaman dan kemampuan dirinya dulu agar apa saja yang sulit dijangkau tersebut dapat juga ia ketahui secara nyata. Sebab akan mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan yang tak terkira.

Nah, dalam hal ini kita akan membahas tentang istilah transcendence.Β Sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berasal dari bahasa Latin yaitu transcendere. Dimana artinya adalah teramat sangat, begitu penting, sukar dipahamkan, diluar pengertian dan pengalaman manusia biasa, atau hal yang melampaui. Sedangkan dalam filsafat dan agama, transcendence itu biasa diartikan tentang apa yang ada di luar persepsi kemanusiaan. Sehingga dalam sebuah pengalaman transcendence, batas-batas kesadaran telah dilampaui dan memasuki hal-hal yang luar biasa, atau diluar batas normal.

Oleh sebab itu, transcendence bisa juga diartikan sebagai cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terdengar, terlihat, dan terasakan di alam nyata semesta ini. Makanya beberapa pengertian lain dari transcendence itu juga berarti lebih unggul, agung, melampaui, superlative (tingkat perbandingan yang teratas), melampaui imajinasi manusia, berhubungan dengan apa yang selamanya melampaui pemahaman terhadap pangalaman biasa dan penjelasan ilmiah. Atau bisa juga berarti menembus, melewati, dan melampaui hal-hal yang normal. Sehingga ketika mengalami yang disebut transcendence itu, manusia akan lupa siapa dirinya sendiri karena terhanyut pada yang transcendence dan menikmati masa perjumpaan dengannya.

Demikianlah setidaknya makna transcendence dari sisi terminologi. Sedangkan dari segi etimologi, maka transcendence itu berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu “trans” yang berarti seberang, atas, atau melampaui, dan kata “scandere” yang berarti memanjat atau mendaki. Sehingga dapat dipahami pula bahwa harus ada upaya serius untuk bisa mengalami apa yang disebut dengan transcendence. Hal ini jelas diluar batasan normal (tidak umum), tidak bisa dengan cara tiba-tiba tanpa adanya sebab-usaha.

Dan untuk itulah perlu dipahami dulu bahwa terdapat unsur-unsur yang ada di dalam transcendence, yaitu:

1. Ketundukan hati dan pikiran seseorang kepada hukum dan aturan universal.
2. Keterbiasaan dalam menjalani laku spiritual-batiniah yang hakiki.
3. Kerinduan seseorang kepada sesuatu yang supranatural, khususnya Sang Adidaya Tunggal (Tuhan).
4. Keterlupaan diri seseorang tentang dirinya sendiri – karena sudah penuh kesadaran diri – lantaran hanya tinggal mengingat-NYA.
5. Kebersatuan rasa diri seseorang dengan hakekat DIRI-NYA.

Karena hanya dengan memiliki kelima unsur itulah kondisi transcendence bisa dicapai oleh seseorang. Sedangkan untuk dapat memenuhinya, maka harus ditempuh dengan melakukan keenam cara berikut ini:

1. Roso rumongso (Muhasabah : introspeksi diri)
2. Nglanglang jagad (Tadabbur : berpetualang mencari ilmu dan wawasan)
3. Semedhi (Tafakur : merenungi segala sesuatu)
4. Tirakat (Khalwat : berdua-duaan dengan Sang Kekasih sejati)
5. Nyepi (Uzlah : mengasingkan diri)
6. Tapa brata (Tahannuts : menyendiri)

Sehingga ketika seseorang mau melakukan keenam hal di atas dengan tekun, sabar, dan konsisten (istiqomah), barulah ia bisa mengosongkan dirinya dan akan merasakan sesuatu yang menakjubkan. Dan jika tetap seperti itu, ia pun bisa merdeka dan menjadi sosok yang waskita. Inilah keadaan dimana seseorang dapat memasuki kondisi transcendence karena telah menemukan YANG SEJATI dalam hidupnya. Dan puncaknya ia bisa merasakan kebebasan yang sebenarnya, sebab telah melalui kelima tahapan berikut ini:

1. Merasa tidak memiliki apapun.
2. Merasa telah buta, tuli dan bisu terhadap apapun selain DIA.
3. Merasa tak menginginkan apapun kecuali DIA.
4. Merasa tidak merasakan apapun kecuali DIA.
5. Merasa telah sirna karena hanya DIA saja yang Ada dan Berkuasa.

Oleh sebab itu, tak ada jalan yang mudah untuk bisa menemukan YANG ILAHI. Semua butuh waktu, ketekunan dan kesadaran yang tinggi. Setiap orang harus melakukan perjalanan spiritual-batiniah (hijrah) sesering mungkin tanpa meninggalkan laku yang lahiriahnya. Pun harus sudah mengalami kondisi transcendence, bahkan pada saat kapanpun juga. Artinya sudah mampu melampaui batas dan sekat-sekat yang ada di dunia ini, juga sudah tidak lagi memihak atau cuma ikut-ikutan orang lain. Dengan begitulah ia pun akan menemukan tujuan sebenarnya dari kehidupan ini. Lalu ketika ia sudah menemukan tujuan itu, barulah ia akan benar dalam hidupnya dan benar pula saat menuhankan-NYA.

Sebab Tuhan yang sejati itu adalah yang melampui dunia ini (transcendence) namun juga yang berada di dalam realitas dunia ini pula (imanen). Karena itulah, pada dasarnya antara kedua prinsip tersebut (transcendence dan imanen) tidak saling bertentangan. Keduanya tetap dalam satu kesatuan yang utuh, sebab Tuhan itu memang ada di dunia ini sekaligus melampaui dunia ini. DIA senantiasa eksis, dan eksistensi-NYA itu tidak bergantung pada dunia ini karena DIA pun tak terbatas dan tidak terhingga. DIA juga bersifat Hillah (tak berwujud), Nahillah (berwujud-tak berwujud), dan Manuhillah (berwujud). Sungguh tiada duanya karena DIA-lah pula Sang Hyang Aruta (Tuhan YME).

Makanya, transcendence itu sesungguhnya adalah upaya dalam menembus batas, melewati ujung, dan melampaui apa yang diketahui selama ini. Caranya dengan melakukan perjalanan spiritual (hijrah) sampai keluar dari hal-hal yang normal. Dan ini adalah bagian yang sah dari fitrah manusia dalam bentuk persentuhan langsung dengan keagungan Tuhan. Sehingga bisa membersihkan dirinya dari kotoran materialisme, hedonisme, dan budaya yang apatis.

Hanya saja banyak dari manusia yang pada akhirnya sebatas puas dengan mendalami hal-hal yang bersifat imanen saja, bahkan yang cuma sekedar materi. Mereka pun sampai lupa – atau justru tidak pernah tahu – dengan yang transcendence. Padahal transcendence itu merupakan kesadaran universal dan inti ketuhanan dari manusia, bukan secara agama saja, tetapi secara makna tentang apa saja yang melampaui akal kemanusiaan – sementara itu adalah hal yang sesungguhnya. Dalam ajaran Islam maka transcendence ini disebut juga dengan tasawuf atau sufisme, yang didalamnya terdapat hal-hal yang mistis (terahasia, tersembunyi). Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun lahir dan batin, serta demi memperoleh kebahagian yang hakiki.

Sehingga beruntunglah bagi siapapun yang mau berupaya untuk bisa mencapai kondisi transcendence ini. Di dunia ia bisa merasakan kebebasan dan kebahagiaan yang sesungguhnya, terlebih lagi di akherat nanti.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. πŸ™

Jambi, 21 Oktober 2019
Harunata-Ra

Bonus instrumental :

20 respons untuk β€˜Transcendence’

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 22, 2019 pukul 7:42 am

    subhanallah….
    Alhamdulillahi rabbil alamiin… Akhirnya apa yg kulo nanti2kan dikeluarkan juga…
    Matur suwun sak ageng2 kagem puncak ilmunya ini enggih mas…
    Doakn kulo supaya saget fokus dn istiqomah dalam berlatih BERTRANSCENDERE enggih mas
    Musiknya keren banget
    ,sekali lagi matur suwun mas.. πŸ™πŸ™πŸ™

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 22, 2019 pukul 8:55 am

      Oh ya toh mbak? Syukurlah kalo ini sesuai harapan mbak Asyifa.. Semoga ttp bermanfaat.. πŸ˜ŠπŸ™

      Nggih mbak.. Mudah2an penjelasan ini bisa membangkitkan semangat utk mencapai kondisi transcendence itu.. Karena jelas sgt indah, bahagia sekaligus mengharukan.. πŸ™πŸ˜Š

      Kita saling mendoakan yg terbaik aja ya mbak.. Semoga yg dicita2kan dpt terkabulkan.. πŸ™

      Iya mbak, tuh musik emg the Best lah.. Cocok utk didengerin pas lagi baca tulisan di atas.. Judulnya pun sama.. Cocok juga utk refleksi dan refresh.. Kalo diresapi bikin merinding sekaligus terharu, berasa terbang jauh.. Saya bahkan sampai bisa merasa seolah sedang berada di masa lalu sekaligus di masa depan.. Luar biasa, salut dg yg bikin aransemennya.. πŸ˜ŠπŸ‘

      Sama2lah mbak.. Nuwun juga karena masih rajin berkunjung.. πŸ˜ŠπŸ™

    asyifa wahida said:
    Oktober 22, 2019 pukul 11:42 am

    Enggih mas dulu pernah terbesit ingin meminta ilmu yg ini tapi takut dn malu hehehe ..
    Alhamdulillah sangat bermanfaat kagem kulo dn mudah2 an kagem saudara2 kita yg lain enggih mas ..aamiinnn

    Dn izin wau kulo bagiin ,…matur suwun

    Alhamdulillahi rabbil alamiin sangat mmbantu bnget mas,apalagi disaat hatikulo sdng bercampur baur gk karu2an…
    Dn kini kerinduan kulo kpd DIA semakin mmbesar dn mmbara tiada taranya mas
    Dn mudah2 an kulo bisa secepatnya berjumpa denganNYA …..aaaaamiiinn ya rabbal alamiin

    Enggih mas pasti kulo doakn yg terbaik kagem panjenengan skluargi khususnya panjenengan mas …

    Aaaaaaamiiiiinnnn matur suwun kagem doane enggih mas

    Enggih tadi kulo dengar 3 kali gk terasa menitikkan air mata …kulo jadi teringat masa2 bahagia hidup bersm2 dngn mbah2e kulo dahulu kala dn berimajinasi sdh bersama dngn DIA YG MNCIPTAKN DN MEMILIKI kulo yg asli mas

    Enggih mas ..alhamdulillah selama panjenengan masih menggoreskan pena didumay kulo akan selalu berkunjung mas ..yaa meskipun telat2

    Sekli lagi matur suwun kagem ilmunya yg super luar biasa niki enggih mas

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 22, 2019 pukul 3:13 pm

      Waah kenapa malu mbak, apalagi takut gitu.. Saya kan gak makan org mbak.. Bilang aja, kalo saya bisa akan saya berikan kok.. 😊

      Syukurlah kalo gitu.. Silahkan di share, gak perlu minta izin malah..

      Hmm knapa ampe campur aduk gak karuan gitu sih mbak? Sing sabar waelah.. Jalani aja dg tawakal.. 😊

      Aamiin.. Saya doakan lekas bertemu.. Tetaplah mempertahankan rasa rindu itu mbak.. πŸ™πŸ˜Š

      Nggih, nuwun juga ya mbak.. Kita saling mendoakan aja ya.. πŸ™

      Wow keren tuh mbak ampe bisa berimajinasi sudah bisa bersama DIA.. Emg tuh musik gak biasa bgt, sgt menyentuh, apalagi juga dengerin judul yg lain tapi sejenis.. Apalagi wkt saya resapi dg sekaligus mengingat ttg perjalanan hidup saya selama ini, juga wkt flashback ke masa lalu dan melompat ke masa depan, ato ke dimensi2 lain.. sungguh bikin luber airmata..

      Iya deh mbak.. Sekali lagi nuwun utk dukungannya selama ini.. Hanya bisa berharap ada byk manfaat dan kebaikannya utk jenengan.. πŸ˜ŠπŸ™

        Asyifa wahida said:
        Oktober 22, 2019 pukul 11:28 pm

        enggih mas nyuwun pangapunten ….
        alhamdulillah sampun kulo bagiin
        alhamdulillah biasa mas ujian godaan cobaan hidup alias tanda cintaNYA yg super luar biasa mas ….😊😊
        matur suwun kagem suport2nya enggih masπŸ™
        Aaaaamiiiiin ya rabbal alamiiin..matur suwun kagem doane enggih mas
        alhamdulillah skrng kerinduan kpdNYA malah semakin mmbesar mas….sekali lagi matur suwun enggihπŸ™
        enggih sami2 mas

        enggih mas pasti yg mnciptakan orang yg luar biasa cerdas😊

        enggih mas sami2,kulo yg maturs suwun sampun diizinin ikut mmpelajari ilmu2 panjenengan slm ini…πŸ™πŸ™πŸ™

        aaaaamiin ya rabbal alamiin matur suwun kagem doane ,bgtu juga kalih panjenengan mugi tetap sehat dn tetap semangat dlam mnyebar mengajak dn menasehati dlam kebaikanπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 23, 2019 pukul 2:02 am

        Ow gitu… ya sing sabar waelah.. πŸ™‚
        Okelah mbak.. ttp semangat dan jg pernah menyerah.. kalo rehat bolehlah agar bisa refresh.. πŸ™‚

    Asyifa wahida said:
    Oktober 22, 2019 pukul 11:46 am

    Coba dijakarta wonten tempat sperti dividio itu enggih mas …sdh pasti aku datengi buat meditasi sampe berhari2 …..alhamdulillah semua tempat sm berisiknya hiruk pikuk manusai2 pada ngejar dunia mas

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 22, 2019 pukul 3:16 pm

      Waaah mana mungkin bisa ada di Jakarta mbak.. Mustahil dg melihat kondisi skr, karena dimana2 udah dipenuhi dg nafsu dan keserakahan manusia.. Itu adanya cuma di pegunungan aja..

        Asyifa wahida said:
        Oktober 22, 2019 pukul 11:30 pm

        enggih mas 。。。。
        sampun rusak semua didarat dn dilaut 😭😭😭

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 23, 2019 pukul 2:03 am

        Ya gitulah faktanya skr.. makanya gak ada alasan utk ttp dipertahankan lagi.. hrs ada revolusi agar dunia kembali harmonis.. πŸ™‚

      Asyifa wahida said:
      Oktober 23, 2019 pukul 8:30 am

      Enggih mas matur suwun kagem saran dn suportnya …πŸ™πŸ™πŸ™

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 23, 2019 pukul 12:51 pm

        Wokelah mbak.. πŸ™‚

    Asyifa wahida said:
    Oktober 23, 2019 pukul 8:37 am

    Enggih mas dn sdh sperti saat zaman nuh sblom dihukum dngn banjir besar yg semua pada mnyembah berhala(emas perak jabatan titel wanita anak2 uang dll) mudah2an direvolusi secepatnya mas…. Aaamiiinn ya rabbal alamiin

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 23, 2019 pukul 12:54 pm

      Sepertinya gitu mbak.. ato mungkin sebenarnya lebih parah..
      Waah semangat bgt neh.. udah siap ya mbak? baguslah kalo gitu.. πŸ™‚

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 25, 2019 pukul 8:23 am

    Enggih mas ..
    klo filling kulo lebih parah dn lebih besar maas…karena apa ?seluruh kejahatan dn seluruh kekejian dr seluruh umat2 zaman dahulu lakukan dilakukan oleh umat2 zaman ini ,contoh homo lesbi lgbt curang dlm takaran timbangan durhaka kpd oranng tua/leluhur nyembah berhala/jbtan uang korupsi nipu snsni bohong dusta dll

    Alhamdulillah jujur enggih lelaaaah hati jiwa pikiran melihat ini semuaa mas

    Alhamdulillah siap lahir batin mas ..
    ntah diri ini selamat atau tidak …yg penting bnyak berharapp berdoa dn yakin kpdNYA
    Enggih mas ….matur suwun

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 25, 2019 pukul 12:16 pm

      Waaah mbaknya semangat bangeet nih.. hehe.. πŸ™‚

        Asyifa Wahida said:
        Oktober 26, 2019 pukul 12:06 pm

        Alhamdulillah enggih mas ….terbara rasa hehehe

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 27, 2019 pukul 4:15 am

        Seeplah kalo gitu hehe.. πŸ™‚

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 31, 2019 pukul 7:16 am

    Enggih mas …matur suwun

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 31, 2019 pukul 11:20 am

      Sami2lah mbak.. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s