Kematian Yang Dilupakan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Mengapa orang-orang sering lupa bahwa ia akan mati pada akhirnya? Mengapa ia bahkan tak peduli, padahal kematiannya itu hanya masalah waktu. Ibarat seorang terpidana mati, maka hari-hari yang dilalui cuma sebatas membawanya untuk semakin dekat dengan masa eksekusi. Dan sesungguhnya umur dari sekalian makhluk itu teramat singkat, bahkan sebagiannya hanya dihabiskan dalam tidur, sakit, berbagai masalah, dan masa tua. Tak ada yang istimewa.

Ya. Semua makhluk terperangkap dalam siklus hidup dan mati. Oleh karena itu, bagi siapapun yang merasa bisa terbebas dari kematian dan mampu hidup abadi, ia boleh saja tak peduli. Sedangkan bagi mereka yang pasti akan mati dan tidak bisa hidup abadi, maka apa gunanya ia bermalas-malasan dalam mempersiapkan bekal akheratnya. Karena waktu tak pernah menunggu, dan sebaik-baiknya orang itu adalah yang terus memanfaatkan waktunya dalam kebajikan. Ia tak pernah menyia-nyiakan kesempatan itu, seperti sedang tergesa-gesa dan ingin segera menyudahinya.

Pertanda seseorang tidak melupakan kematiannya, maka ia akan terus disibukkan dengan urusan bekal akheratnya. Sebaliknya, jika hanya sibuk dalam urusan duniawi, artinya ia sudah lupa dengan kematiannya. Dan ini merupakan kerugian yang teramat banyak

Sungguh, semua makhluk hidup itu khususnya manusia terus diikuti oleh kematian, dimana pun ia berada. Waktunya sudah ditetapkan, sehingga jika belum takdirnya meskipun ia sudah terluka parah maka takkan bisa mati. Sebaliknya, walaupun cuma terkena duri kecil saja tapi jika sudah waktunya maka ia akan segera mati. Tak ada yang bisa mencegah atau menghindarinya walau sekejap. Karena kekuatan dari kematian itu jauh melebihi kekuatan setiap makhluk.

Namun demikian, kenapa terlalu banyak dari manusia yang terus melakukan kesenangan-kesenangan egoistiknya dengan menghalalkan segala cara? Mengapa tidak sedikit dari manusia yang lupa jati dirinya sendiri dengan terus mengikuti hasrat keinginan daging? Sungguh dimana-mana kian banyak yang takabbur dengan usia mudanya yang sehat dan jumawa (sombong) dengan harta yang berlimpah atau kedudukan yang tinggi atau popularitas yang meroket. Semakin banyak pula yang berbuat nista meskipun ia berilmu tinggi dan banyak gelarnya. Padahal semua itu takkan bisa menghindarinya dari kematian. Cepat atau lambat kematian itu akan tetap datang menjemput dalam kondisi apapun diri seseorang, tanpa memberi kabar.

Dan masalahnya, apakah seseorang itu sudah siap bekal disaat kematiannya datang menjemput? Apakah ia tidak sampai terlena dengan semua urusan duniawinya itu? Inilah yang seharusnya dicemaskan karena godaannya sangat berat. Tak banyak yang berhasil lulus dengan predikat sebagai orang yang zuhud (zahid). Dan kenyataannya memang begitu. Semakin banyak yang justru tak peduli dengan kematian dan terlalu senang dengan semunya kebahagiaan dunia ini tanpa ia sadari. Mereka telah lupa, dengan terus menyibukkan dirinya dalam berbagai urusan yang sebenarnya bukanlah hal yang utama, bukan sesuatu yang berarti untuk kehidupannya nanti (di akherat).

Bagi mereka yang cerdas, maka dengan mengamati kondisi sekarang ini ia akan bergegas untuk menjauh dari hiruk pikuk duniawi. Ia memilih untuk mengasingkan diri (ber-uzlah) meskipun tak sampai hidup terasing. Tujuannya adalah agar terhindar dari fitnah dan kejahatan. Terlebih memang sudah merambah dimana-mana beragam jenis energi kegelapan. Yang semuanya itu bisa menyesatkan dan membuat hidup jauh dari kebenaran Ilahi

Padahal tidak kekallah apapun yang ada di dunia ini. Masa remaja, dewasa, kecantikan, popularitas, pekerjaan, jabatan, dan kepemilikan harta, semuanya akan ditinggalkan. Inilah yang harus diperhatikan dengan seksama oleh mereka yang berakal dan bebaskanlah dirimu dari semua ikatan-ikatan itu dengan sikap yang bijaksana. Jangan terus terbelenggu olehnya, karena itu akan membuat hati gelisah dan mendatangkan penyesalan. Takkan ada ketenangan yang hakiki, lantaran terus ditemani dengan sesuatu yang bukan tujuan dari kehidupan ini.

Dan jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan cara segera berbuat kebajikan dan kebenaran tanpa pamrih (riya`). Tunduklah hanya kepada perintah dan larangan-NYA saja. Niscaya akan ada artinya kehidupan ini.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. 🙏

Jambi, 20 Oktober 2019
Harunata-Ra

8 respons untuk ‘Kematian Yang Dilupakan

    Asyifa wahida said:
    Oktober 21, 2019 pukul 5:38 am

    Subhanallah …Matur suwun kagem ilmu peringatannya ,ajakn dn nasehat2nya enggih mas
    Smg diri ini termasuk dr salah satu hambanya yg sdh tersadarkan dn sdh mampu mmpersiapkn bekal kematian nnti.. Aaammmmmiiiiiin

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 21, 2019 pukul 6:32 am

      Nggih mbak Asyifa, sami2lah.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Iya, ttg kematian ini kita harus terus ingat dan mengingatkannya.. terlebih kita pun sudah hidup di penghujung zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra), gak ada waktu lagi untuk berlehah-lehah..

      Aamiin.. semoga kita termasuk dari kalangan orang2 yg ttp mengingat mati dan sadar utk terus mempersiapkan bekalnya, karena itu akan sgt baik utk kehidupan ini.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 22, 2019 pukul 7:47 am

    Enggih mas
    Alhamdulillah sangat bermanfaat kagem kulo dn kagem saudara2kita semua mas..

    Enggih mas kulo sllu berdoa supaya zaman k 7 secepatnya berlalu dn berganti dngn zaman k 8 supaya diseluruh alam dn seluruh isinya mnjadi seimbang lagi.. Aamiiinnn

    Enggih mas matur suwun kagem nasehatnya dn suportnya…. Tetap semangat diujung akhir ini enggih mas 🙏💪💪💪💪

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 22, 2019 pukul 9:01 am

      Syukurlah kalo gitu.. Ttp semangat ya.. 🙏💪😊

      Betul mbak, zaman ke tujuh ini gakkan lebih baik.. Makin byk pengkhianatan dan keserakahan.. Angkara murka yg berkuasa dan mrk justru di anggap mulia.. Lain halnya dg di zaman ke delapan nanti, semuanya berkebalikan dg skr..

      Okey.. Ttp sama2 semangat ya.. Ttp istiqomah dalam kebajikan.. 😊

    Asyifa wahida said:
    Oktober 22, 2019 pukul 11:53 pm

    enggih mas matur suwun kagem suportnya 🙏🙏🙏
    enggih mas pandangan pendengaranya sdh kebalik semua dn gk ada yg mau berusaha untuk sadar dn mnyadarkan diri sendiri mas 😭
    mugi2 zaman hasmurata/ke8 datang secepat kilat bhkn kalo boleh sy meminta saat ini juga aaaamiiiinn ya raabbal alamiiinn

    sekali lagi matur suwun kagem suportnya enggih mas 🙏insyaallah mas ….bgtu juga panjenengan tetap semangat enggih 💪💪💪

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 23, 2019 pukul 2:09 am

      Ya gitulah mbak skr.. dan ini sesuai dg firman-NYA yg berbunyi:

      لَهُمۡ قُلُوبٞ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡيُنٞ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانٞ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ
      Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.” (QS. Al-A’raf [7] ayat 179)

      فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
      Artinya: “Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj [22] ayat 46)

      Aamiin.. semoga gitu ya mbak.. jujur pengen bgt rasanya cepat terjadi.. 🙂

      Nggih sami2lah mbak.. nuwun juga utk doa dan suportnya.. 🙂

        Asyifa Wahida said:
        Oktober 31, 2019 pukul 6:07 am

        Enggih pas dn cocok banget ..
        nyuwun sewu maas nembe blas ..
        enggih mas mugi2 Hyang aruta mndengar dn mngabulkan sgl keinginan kitaa semua ..aamiinn

        Sami2 mas …

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 31, 2019 pukul 11:19 am

        Ow gitu..
        Waah nyante ajalah mbak.. Kapan sempatnya aja..
        Aamiin.. Semoga demikian ya mbak.. 🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s