Kekuatan Spiritual Manusia (1)

Posted on

Wahai saudaraku. Manusia diciptakan dalam kesempurnaan lahir dan batinnya. Selain dibekali dengan kekuatan akal-pikiran, maka ia juga dibekali dengan kekuatan spiritual. Keduanya memiliki kadar yang sama, bahkan jika seseorang mampu membangkitkan energi spiritual yang ada di dalam dirinya, maka kekuatannya pun semakin besar melebihi kekuatan akal-pikirannya. Dan ini sangat baik baginya.

Lantas apa itu spiritual? Secara terminologi kata spiritual itu berasal dari kata “spirit” yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (ruhaniah, batiniah). Sedangkan dari segi etimologi maka kata spiritual itu berasal dari bahasa Latin yaitu “Spiritus” yang berarti napas dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernapas. Sehingga dengan melihat dari asal katanya tersebut, maka untuk bisa hidup seseorang haruslah bernapas, dan memiliki napas itu berarti memiliki spirit. Nah spirit yang dimaksudkan disini adalah semangat dalam bertingkah laku yang positif agar dapat hidup dalam arti yang sesungguhnya. Dan secara pokok spirit itu tidak hanya sebatas yang terlihat saja, karena merupakan energi yang berbentuk nyata dan goib.

Makanya spirit atau lebih tepatnya spiritual itu selalu dihubungkan dengan faktor kepribadian. Dan definisi spiritual bagi setiap individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, kepercayaan/keyakinan, pengalaman hidup, perkembangan zaman dan ide-ide. Sehingga menjadi spiritualis itu berarti telah mempunyai ikatan yang lebih kepada hal-hal yang bersifat kejiwaan/keruhanian dibandingkan dengan hal-hal yang bersifat fisik dan material.

Oleh sebab itu, spiritual atau yang dalam tradisi Jawa bisa disepadankan dengan istilah “olah kebatinan” itu adalah kebangkitan dan pencerahan diri dalam upaya mencapai makna hakiki dari kehidupan. Di dalam spiritual terdapat hubungan yang erat dengan Yang Maha Kuasa dan Pencipta. Karena spiritual adalah bagian esensial dari keseluruhan napas dan hidup seseorang, sehingga menjadi jalan untuk bisa mengenali diri sendiri dan juga Diri-NYA. Dan spiritual itu pun memiliki kebenaran yang abadi dan berhubungan langsung dengan tujuan hidup manusia. Inilah yang menjadi kekuatan besar bagi seseorang jika ia mau mengasahnya secara rutin.

Ya. Di dalam spiritual bisa saja terdapat kepercayaan terhadap agama, namun yang lebih dititik-beratkan disini adalah pengalaman pribadi yang bisa didapatkan hanya setelah melalui sebuah proses, bukan cuma sebatas katanya atau dogma belaka. Spiritual itu adalah bentuk ekspresi dari laku kehidupan seseorang yang dipersepsikan lebih tinggi, lebih kompleks, atau lebih terintegrasi dengan hal-hal yang adidaya di luar diri seseorang. Tidak hanya yang bersifat inderawi, tetapi juga yang dalam bentuk metafisika (diluar fisika atau dibalik hal yang nyata) dan supranatural (diluar batas normal).

Dan pengertian dari spiritual itu lebih sulit menjelaskannya ketimbang tentang religion (agama). Sebab bila dibandingkan dengan religion (agama), spiritual itu lebih bersifat intim dan personal. Religion (agama) merupakan praktek hidup tertentu yang dihubungkan dengan sebuah kepercayaan/keyakinan yang telah dinyatakan oleh institusi tertentu, sementara spiritual bersifat universal, tanpa embel-embel nama, dan bentuk kesadaran diri dari indivual tentang asal-usul, tujuan hidup dan takdir. Agama adalah kebenaran mutlak dalam kehidupan yang bermanifestasi fisik (mewujud) di atas dunia ini, sedangkan spiritual adalah cara untuk bisa menjalankan kebenaran mutlak tersebut. Agama pun memiliki kesaksian iman, perkumpulan (komunitas), dan kode etik (protap), sementara spiritual cukup memberikan jawaban tentang apa yang harus dikerjakan dan apa yang menjadi prioritas dalam kehidupan – jelas tidak akan bertentangan dengan nilai-nilai agama. Karena setiap orang itu bisa mengikuti/mengamalkan ajaran agama tertentu, namun tidak berarti ia langsung memiliki spiritualitas. Orang-orang bisa saja menganut agama yang sama, tetapi belum tentu mereka telah memiliki jalan dan tingkat spiritual yang sama. Butuh pengamalan, penghayatan dan pengalaman yang lebih dari sekedar seremonial-ritual belaka.

Untuk itu, kedua hal tersebut (agama dan spiritual) harus dimiliki oleh seorang pribadi demi keseimbangan hidupnya. Tidak ada satu dari keduanya itu akan menyebabkan kejatuhan. Dan siapapun yang berada dalam kejatuhan akan sulit untuk bangkit, bahkan bisa saja lumpuh total atau mati sebelum waktunya. Hal ini jelas sangat merugikan dan menyebabkan penyesalan yang berkepanjangan.

Sedangkan dalam upaya membangkitkan energi spiritual dalam dirinya, juga yang terdapat di atas Langit dan Bumi, seseorang harus bisa menjadikan hatinya murni seperti air yang bening. Karena itulah energi spiritual ini berbeda dengan kekuatan supranatural. Jika energi spiritual sifatnya positif, maka kekuatan supranatural bisa saja positif atau negatif. Dan bila energi spiritual itu adalah tanpa batasan, maka kekuatan supranatural jelas ada batasnya. Sehingga utamakanlah untuk bisa meningkatkan kemampuan spiritual dari pada supranatural.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi… 🙏

Jambi, 19 Oktober 2019
Harunata-Ra

[Cuplikan dari buku “Diri Sejati”, karya: Harunata-Ra, th 2017]

8 respons untuk ‘Kekuatan Spiritual Manusia (1)

    Asyifa wahida said:
    Oktober 19, 2019 pukul 11:17 pm

    Alhamdulillahi rabbil alamiin….
    Akhirnya ilmu yg ditunggu2 dikeluarkan juga …matur suwun enggih mas….
    Smg diri ini diberi kemampuan dn kesabaran untuk mmbersihkan sgl kotoran yg ada dihati pikiran dn jiwa supaya mmpu mndalami dn istigomah dlm mmbangkitkan SPIRITUAL …AAmiin ya rabbal alamin

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 20, 2019 pukul 12:51 pm

      Oh ya? Syukurlah kalo gitu, dan nuwun juga ya mbak karena masih rajin berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Aamiin.. saya doakan mbaknya bisa menjadikan hati dan pikirannya sebening kristal.. Pun dapat membangkitkan kemampuan spiritual yg tersembunyi selama ini.. Doakan saya juga ya.. 🙂

    Asyifa wahida said:
    Oktober 21, 2019 pukul 5:12 am

    Enggih mas ..
    Selagi panjenengan tasih mnyebarkn dn kebaikan Kulo akan sellu berkunjung mas oedi
    Dn alhamdulillah sangat bermanfaat mas.

    Aaammmmmiiiiiin ya rabbal alamiinn.. Matur suwun kagem doane enggih Mas…
    Kalo doa tanpa panjenengan minta sampun kulo kudoakn yg paling terbaik kagem panjenengan skluargi khususnya panjenengan mas…

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 21, 2019 pukul 6:28 am

      Okelah kalo gitu.. sekali lagi nuwun ya mbak.. 🙂

      Syukurlah kalo ttp bermanfaat.. Kita saling mendoakan yg terbaik aja ya mbak.. ttp semangat dalam melakukan kebajikan.. 🙂

        Asyifa Wahida said:
        Oktober 22, 2019 pukul 7:50 am

        Enggih sami2 mas..
        Enggih mas.. Bgtu juga panjenengan tetap semangat dalam menyebar mngajak menasihati dn mengingatkan kebaikan2 lewat goresan pena maupun sedunia nyata enggih 💪💪💪💪💪💪💪💪🙏

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 22, 2019 pukul 9:04 am

        Seeplah mbak.. Nuwun ya utk doa dan suportnya.. Harus ttp semangat sampai akhir.. 💪😊

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 31, 2019 pukul 7:12 am

    Enggih mas pasti …

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 31, 2019 pukul 11:20 am

      Okelah kalo gitu.. 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s