Sang Pengembara Cahaya

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Izinkanlah diri ini untuk menyampaikan bahwa ada sosok yang tidak sekedar menjalani kehidupan, karena ia telah berjalan penuh di atas kehidupan ini. Apa yang dilakukannya adalah untuk menggapai dan menyampaikan. Misinya adalah mengingatkan, visinya adalah keharmonisan. Dan ia terus mengembara secara lahir maupun batinnya. Dengan tujuan yang jelas, maka ia takkan peduli terhadap anggapan orang lain kepadanya, bahkan tentang tuduhan dan hinaan mereka. Dan ia pun takkan segan untuk meninggalkan apa yang dimiliki, apa yang dicintai. Semuanya demi menemui Sumber Cahaya yang selalu dirindukannya.

Dan ia pun mengembara tidak hanya dengan wujud fisiknya, melainkan juga dengan cara yang lain, cara yang tak lagi menggunakan daya materi. Ia melangkah dengan menerbangkan sukma dan jiwanya untuk menembus ruang dan waktu antar Dimensi, antar Alam Semesta. Dalam pengembaraan itu, ia juga tetap mencari sisi lain dari kehidupan dan pengetahuan yang tak terbatas sifatnya. Dan karena ia adalah pengembara cahaya, maka ia pun dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Menembus melintasi alam-alam cahaya yang bertingkat, dan berinteraksi dengan para penghuninya dalam kehangatan cinta. Di sana ia juga mengambil hikmah untuk bisa mewujudkan tujuan dari hidupnya, tujuan dari kelahirannya.

Lalu, sesekali ia akan berjalan dengan tubuh kasar dan halusnya (lahir batin) sekaligus ke tempat-tempat yang tak terjangkau oleh siapapun di Bumi ini. Atas izin dari Sang Maha Kuasa, ia bisa menjelajahi berbagai alam cahaya manapun, di tingkat apapun itu. Darinya akan terbukalah wawasan yang lebih banyak tentang hakekat kehidupan ini, atas kebijaksanaan yang tinggi. Dan semuanya itu adalah percikan dari Sang Maha Cahaya Yang Adikuasa. Sehingga terbukalah pandangan yang lebih luas pada ketinggian, pada kedalaman, pada keluasan, pada kemisteriusan, pada kerahasiaan, dan pada kesatuan. Ia pun menjadi sang pengembara cahaya yang sempurna diberbagai bentuk dan ruang kehidupan. Ia telah semakin paripurna dalam cakrawala ilmu pengetahuan dan wawasan dunia Asmiratakirera. Dialah sang pemegang kunci rahasia yang sebenarnya namun tersembunyi.

Ya. Sebagai pengembara cahaya, ia tahu kemana tujuannya melangkah dan untuk apa? Ia telah menerima titah dari Sang Maha Kuasa untuk menjalankan tugas, dan ia pun tidak lagi mengikuti hasrat keinginannya sendiri melainkan hanya berdasarkan petunjuk-NYA saja. Dan sebagai sosok yang bergerak di atas lajur cahaya murni, maka takkan sulit baginya untuk bisa menjadi pengingat dan penyampai pesan Ilahiyah. Baginya itu adalah kesejatian lain dari dirinya, yang harus di laksanakan dengan tekun. Sehingga ia pun selalu mendapatkan petunjuk demi petunjuk, pengetahuan demi pengetahuan dari Sang Maha Mengetahui. Dan karena ia telah menerima, maka ia pun harus membagikannya. Tidak perlu untuk semua, karena hanya untuk yang bersedia. Tak usah pula semuanya, namun yang sesuai dengan waktunya saja.

O.. Diri sang pengembara cahaya itu adalah diri yang terus mencari, diri yang telah menggapai, dan diri yang sering menyampaikan. Apapun yang ia bagikan adalah percikan dari Sang Maha Cahaya untuk kebaikan dan kemuliaan para makhluk – khususnya di Bumi. Melalui jalan kesempurnaan, ia akan mengajak siapapun untuk ikut melebur (menjadi fana) dan kemudian menjadi sirna (tanpa ke-aku-an diri). Darinya akan terbukalah jalan agar dapat menyatu dengan sang keheningan. Yang dengannya pula akan bisa menyatu dengan DIA Yang Maha Hidup; Hyang Aruta (Tuhan YME) dalam batasan tertentu.

Sungguh, meskipun ia berasal dari Bumi, sang pengembara cahaya adalah pemimpin yang tertinggi dan penuh kharisma. Dalam kebijaksanaannya, ia pun sangat bersahaja dan murah tersenyum. Siapapun yang berhati jernih akan senang bersamanya, tak ingin berjauhan. Dan atas anugerah yang telah didapatkannya, sebenarnya ia sendirian mampu menertibkan dunia dengan kekuatannya. Sebab di kedua tangannya terdapat kekuatan Ilahiyah yang tanpa batas. Belum lagi yang terdapat dalam hembusan, pergerakan, dan kehendaknya.

Hanya saja Sang Maha Daya Hidup telah menetapkan hukum universal yang tak bisa diubah, dimana ada pemimpin tentulah ada yang dipimpin. Dan di antara yang dipimpin itu, maka ada pula barisan pasukan yang siap mengikuti komando. Mereka ini terdiri dari berbagai golongan makhluk yang tidak hanya para Raja-Ratu, Kesatria-Kesatriawati, dan Begawan saja, tetapi juga para Hewan, Tumbuhan, Peri, Cinturia, Karudasya, Dewa-Dewi, Bhatara-Bhatari, Sang Hyang, Jin, Malaikat, Walluha, Birmanu, Maltasi, Rihasa, Sihara, Himasya, Nura, Nurrataya, Ainur, Arnu, Hiir, Wiltra, Riltan, Syilha, Kalsun, Mighal, Zenara, Rastu, dan Hismal. Semuanya tunduk hanya pada satu komando dari sang pengembara cahaya. Dan mereka akan berjuang tanpa henti sampai ketertiban di Alam Semesta ini kembali terwujud. Mereka adalah pasukan tangguh yang tak tertandingi dan takkan bisa dikalahkan.

Sehingga beruntunglah bagi siapapun yang dapat bertemu dengan sang pengembara cahaya. Terlebih mau mengikuti dan mengamalkan apa yang telah ia ajarkan. Semoga itulah kita.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. 🙏

Jambi, 01 Oktober 2019
Harunata-Ra

13 respons untuk ‘Sang Pengembara Cahaya

    Abdurohman010 said:
    Oktober 3, 2019 pukul 9:15 am

    Apakah Sang Pengembara Cahaya itu dirimu ?

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 3, 2019 pukul 10:11 am

      Waaah mas Abdurrohman ini ada2 aja.. Becanda ya… Masa saya sih.. Ya gaklah mas, mana pantas diri ini.. Itu bukan level saya, terlalu tinggi.. Apalagi masa sih sang pengembara cahaya bikin blog di internet.. Gak mungkin dan gak perlu lah begitu..

        boyadriandwiputra said:
        Oktober 5, 2019 pukul 1:46 pm

        Siapakah Sang Pengembara Cahaya Itu kak Oedi 😊
        Apakah dia sang Kotanya Ilmu… 🙏🏽🙏🏽🙏🏽

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 5, 2019 pukul 5:10 pm

        Beliau itu sosok yg lain, bukan sang kotanya ilmu..

        Oh ya, terima kasih utk kunjungannya mas Boy Adrian, moga bermanfaat.. 🙏😊

    Asyifa Wahida said:
    Oktober 5, 2019 pukul 7:28 am

    Subhanallah ….
    smg kita semua khususnya negeri ini bisa bertemu dn bersama dngn sang pengembara cahaya /pemimpin seluruh alam yg asli enggih mas ….aamiin

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 5, 2019 pukul 7:36 am

      Iya mbak, semoga saja gitu.. Mari persiapkan diri sebaiknya, karena hanya orang2 terbaik pula yg bisa gabung dg barisan nya.. Selain pembangunan beliau juga penghancur..

      Sekali lagi nuwun karena udah berkunjung.. 😊🙏

        Asyifa wahida said:
        Oktober 6, 2019 pukul 4:42 am

        Enggih mas ..
        Matur suwun kagem ajakn dn nasehat2nya enggih mas …
        Insyaallah kulo akan sllu berkunjung meskipun telat hehehe 😀

        Harunata-Ra responded:
        Oktober 7, 2019 pukul 5:02 am

        Nggih mbak.. okelah kalo gitu.. Nuwun loh utk kesediaannya.. 🙂

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 7, 2019 pukul 5:06 am

      Aamiin.. iya mbak, semoga begitu… karena tentunya akan membahagiakan dan membawa pada kemuliaan.. Beliau akan mewisuda siapapun yg sedang mencari jati dirinya.. 🙂

    Asyifa wahida said:
    Oktober 6, 2019 pukul 4:53 am

    Aamiin ,enggih mas ..
    Insyaallah mas kulo akan sllu berusaha meskipun sulit dn penuh rintangn ini dn itu…

    Enggih mas ..
    Insyaallah kulo akan sllu berkunjung meskipun telat enggih 😊

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 7, 2019 pukul 5:04 am

      Emang gitu mbak kalo menuju pada sesuatu yg benar dan mulia.. tidak mudah dan byk halangannya.. tapi semua itu akan terbayar dg hasil yg sepadan.. 🙂
      Waaah nyante ajalah mbak.. kapan bisanya aja kok.. 🙂

    rakeyan said:
    Oktober 6, 2019 pukul 10:36 am

    Salam Mas Oedi…..

    Artikel yang diposting Jenengan semakin hari, semakin excellent, bahkan….. extra ordinary……, acungan 2 Jempol untuk Jenengan.

    Nuwun sewu… & Izinkan saya berkomentar (dan berbagi) PERSPEKTIF SISI LAIN dari Artikel tsb di atas :
    Ini adalah salah satu Tulisan (Artikel) Anti Mainstream Jenengan, bisa jadi (diantara-nya) menjadi “masterpiece” for the present (what’s going on…?) ‘n the future ( what will happen…?).. (“zalzalah”-kah…?)

    +++++++++++++++++
    “……….. karena ia telah menerima, maka ia pun harus membagikannya. Tidak perlu untuk semua, karena hanya untuk yang bersedia. Tak usah pula semuanya, namun yang sesuai dengan waktunya saja.
    ++++++++++++++++

    Jika dalam bahasa Saya, adalah…….: ”Think all you speak, but speak not all you think, touch are you own, but so no more, your wisdom can steer;” and then the right human being, the right place, the right situation ‘n condition, that is strategy, tactical (sabar , shobiru, robithu & fathonah), effective ‘n efficient for the out come ‘n out put.

    MANAJEMEN membuat Pekerjaan (Usaha) menjadi simple (sederhana tetapi berkualitas), efektif, efisien, terkoordinasi, terkontrol & harmonis (linier & integral) sampai kpd END USER dgn baik, benar & bermanfaat (Output & Outcome-nya), serta TERUKUR & TERUJI,
    sedangkan STRATEGI (mengawal & menjaga) menjadikan pekerjaan berjalan lancar, on the track & on the schedule, bahkan….. bisa jadi FASTER THAN PLANNED

    +++++++++++++++++
    “Ia telah semakin paripurna dalam cakrawala ilmu pengetahuan dan wawasan dunia Asmiratakirera. Dialah sang pemegang kunci rahasia yang sebenarnya namun tersembunyi”.
    +++++++++++++++++

    Ini(kah) yang sejati-nya dalam bahasa vertikal: “Laailahaillallah Muhammadarrasullullah walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim”

    +++++++++++++++++
    “………. Sungguh, meskipun ia berasal dari Bumi, sang pengembara cahaya adalah pemimpin yang tertinggi dan penuh kharisma. Dalam kebijaksanaannya, ia pun sangat bersahaja dan murah tersenyum. Siapapun yang berhati jernih akan senang bersamanya, tak ingin berjauhan. Dan atas anugerah yang telah didapatkannya, sebenarnya ia sendirian mampu menertibkan dunia dengan kekuatannya. Sebab di kedua tangannya terdapat kekuatan Ilahiyah yang tanpa batas. Belum lagi yang terdapat dalam hembusan, pergerakan, dan kehendaknya”.
    +++++++++++++++++

    Ooo……. Beruntunglah Jenengan (Anugrah ILAHI), paling tidak…, tlah mengenal-nya & memahami-nya dgn cerdas & cermat.
    Ini(kah)…. hasil (olahan) dari Satra Jendra Hayuningrat; sastra tanpa wujud, papan tanpa tulis, tulis tanpa papan…?

    Matur nuwun,
    Good luck ‘n God bless u there…….

    Monggo di wedar, apa yg bisa di wedar Mas….,
    Saya ndeprok… menyimak wedaran Jenengan

    Suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti
    Mugia Rahayu Sagung Dumadi

      Harunata-Ra responded:
      Oktober 7, 2019 pukul 5:13 am

      Salam juga mas Rakeyan… Nuwun karena masih mau berkunjung.. 🙂

      Hmm emang sudah waktunya sih mas, sudah semakin dekat apa yg di tunggu2 itu… Dan saya sgt senang dengan komentar masnya, karena yg beginian terasa berbobot.. Jelas terlihat kalo masnya tidak hanya sekedar membaca saja, tetapi bisa memahami dan menerjemahkannya.. Saya bahkan tak perlu menanggapinya lagi, termasuk dg pertanyaan2 yg disampaikan, karena itu sesuai pada tempatnya dan bisa terjawab sendiri.. Sekali lagi nuwun utk komentarnya.. Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s