Diriku Masih Bukanlah Aku

Posted on Updated on

Bersama cahayamu aku merasakan tersinari.
Bersama keindahanmu aku belajar mencintai.
Kau selalu hadir di dalam akal dan pikiranku.
Kau senantiasa menari-nari di hatiku,
Dan aku terkadang ikut pula menari-nari bersamamu.
Hakekat inilah yang pada akhirnya menjadi inti kebahagiaanku.

Tapi, sekian lama aku tetap berusaha mendekatimu.
Dengan terus memanggil namamu, aku juga mencoba untuk mengetuk pintu kasihmu.
Berharap kau sudi membukanya dan mengizinkan aku untuk masuk ke dalam rumahmu.
Dan aku pun terus melakukan hal itu.
Terus menerus tanpa sadar bahwa aku hanyalah mengetuk pintu rumahku sendiri.
Sungguh aku masih tertipu oleh diriku sendiri.
Aku masih saja mengagumi diriku sendiri.
Sehingga kau tak pernah ingin berduaan denganku.

O… Aku begitu mencintaimu.
Tapi disaat itulah aku tetap saja mencintai diriku sendiri.
Aku pun sangat ingin terus bersamamu.
Namun ketika itulah aku masih saja tetap menjauh darimu.
Dan perasaan-perasaanku tentangmu selama ini bukanlah nyata.
Semuanya semu belaka, karena diriku masih bukanlah aku.

Jambi, 01 Muharram 1441 H/31 Agustus 2019
Harunata-Ra

Iklan

6 respons untuk ‘Diriku Masih Bukanlah Aku

    poetra said:
    September 1, 2019 pukul 5:38 am

    Indahnya bagi yg sedang d mabuk cinta…
    Akhir2 ini tulisan kang haru merajuk terus..😘
    Senangnya bisa mencinta dan tau kmna cinta sejatinya hrus d tujukan… Sepertinya si akang semkin dekat aja dengannya, sampai bisa menari bersama…🥰. Jika diriku bukan lah aku, lantas kemnakah hrus mncari diri ku yg hilang itu???

      Harunata-Ra responded:
      September 2, 2019 pukul 12:20 pm

      Terima kasih mas Poetra atas kunjungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Loh kok merajut sih mas.. itu kan konotasinya gak bagus.. enggaklah, saya tidak sedang merajuk kok.. 🙂
      Waduuuh.. saya justru masih terlalu jauh kok mas.. semakin mendekat ternyata semakin jauh..
      Hmm.. sepertinya perlu mencari lagi di dalam diri sendiri tuh mas.. ada kok disana.. 🙂

    sayyid said:
    September 7, 2019 pukul 9:46 am

    Assalamualaikum wr.wb,

    Mas Oedi,

    O… Aku begitu mencintaimu.
    Tapi disaat itulah aku tetap saja mencintai diriku sendiri.
    Aku pun sangat ingin terus bersamamu.
    Namun ketika itulah aku masih saja tetap menjauh darimu.
    Dan perasaan-perasaanku tentangmu selama ini bukanlah nyata.
    Semuanya semu belaka, karena diriku masih bukanlah aku.

    Inilah sebabnya mengapa Adam dan siti Hawa keluar dari surga, karena mereka lebih mencintai diri mereka sendiri daripada yg memberikan cinta kepada mereka sehingga mereka terpedaya oleh nafsu mereka.

    Aku bukanlah aku selagi nafsu masih menguasaiku.
    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

      Harunata-Ra responded:
      September 7, 2019 pukul 1:39 pm

      Wa’alaikumsalam.. Ow gitu, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. 😊🙏

      Maulana said:
      September 10, 2019 pukul 11:54 am

      Udah scenario kali mereka keluar dari surga untuk jln cerita kalifah di bumi..maaf klo salah

    Abhiseka Ceraka Nusantara said:
    September 20, 2019 pukul 12:32 pm

    Reblogged this on ABHISEKA CARAKA NUSANTARA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s