Eksistensi Yang Absolut

Posted on

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan membahas tentang Eksistensi. Sebab di dunia ini ada yang bersifat nyata dan ilusi, ada yang tampak dan goib. Namun begitu, apa yang disebut dengan Eksistensi Yang Absolut adalah berbeda dan tidak dipengaruhi oleh semuanya itu. Ia selalu mandiri dan bahkan menjadi penentu dari segalanya. Dia pun bukanlah makhluk atau ciptaan, bukan pula hanya sebatas anggapan dan identitas, tetapi yang menyebabkan semuanya ada dan tiada.

Ya. Pada dasarnya Eksistensi itu tak bermula ataupun berakhir, sebab Ia tanpa batasan. Tiap-tiap masa kehidupan adalah proses bergerak dari satu keadaan ke keadaan yang lainnya. Seperti ruang dan waktu yang memiliki urutan dan tahapannya yang jelas meskipun rumit. Dan kehidupan itu sejatinya adalah abadi dibawah kendali Eksistensi Yang Absolut. Artinya, jika seorang Manusia itu mati, sebenarnya ia tidaklah mati, melainkan sudah berpindah tempat kehidupannya saja. Yaitu dari alam Duniawi ke alam Baka. Sebagaimana sebelumnya ia telah hidup dan berpindah dari alam Ruh ke alam Duniawi. Dan di setiap alam kehidupan itu ada konsekuensi yang harus diterima atau dijalani, khususnya sebagai akibat dari apa yang sudah terjadi atau pernah di lakukan pada masa kehidupan sebelumnya.

Sedangkan Alam Semesta, bahkan Dunia dan Akherat itu sebenarnya bukanlah Eksistensi Yang Absolut. Namun demikian ia tetaplah bagian dari Eksistensi. Dan Eksistensi yang dimaksudkan disini adalah yang tanpa batas dan melingkupi semua yang ada, baik nyata maupun goib, terasa ataupun tidak. Termasuklah Alam Semesta yang jumlahnya tak diketahui itu, juga Dunia dan Akherat yang telah menjadi wadah paling besar untuk kehidupan makhluk, maka semuanya ada karena telah diciptakan dalam kesempurnaan. Oleh siapa? DIA-lah Sang Pencipta yang memiliki Eksistensi Tanpa Batas dan Absolut. DIA-lah HYANG ARUTA (Tuhan YME), yang bahkan tidak pernah membutuhkan Eksistensi itu walaupun secuil.

Dan Eksistensi Tanpa Batas itu berbeda pula dengan kehidupan, apapun jenis, sifat dan bentuknya. Ia tersendiri namun melingkupi segalanya. Dan jika Eksistensi itu adalah ibarat Tukang Kayu, maka kehidupan ini adalah perabotan yang dihasilkannya. Dan Sang Tukang Kayu bisa saja membuat, memperbaiki, atau menghancurkan semua perabotan yang telah diciptakan-Nya kapanpun Dia mau. Begitu pun Dia bisa merancang dan membuat perabotan yang baru dari bahan yang ada atau sama atau dengan bahan yang baru. Sangat mudah bagi-Nya tanpa ada kendala apapun jua. Tak ada pula yang bisa menolak atau menghalanginya, karena DIA-lah Yang Esa dan Berkuasa.

Untuk itu, barang siapa yang telah mengenali diri sejatinya sendiri itu artinya ia telah mengenal tentang Eksistensi Yang Absolut dengan cara telah melepaskan segala belenggu hati dan pikirannya. Ia pun telah merdeka karena sudah menyadari bahwa dirinya memang seharusnya tak terikat lagi dengan apapun kecuali DIA Yang Tunggal. Ia juga merasa bahwa dirinya tak ada dan tak pernah berkuasa apa-apa. Sehingga yang ada hanyalah sikap untuk tetap berserah diri (tawakal) dalam arti yang sebenarnya, bersyukur (syakur) yang semestinya, dan selalu rendah hati (tawadhuk) dengan penuh kesadaran diri.

Dan inilah yang disebut telah manunggal dalam artian bisa kembali menjadi satu dengan Sang Asal Muasal. Kesadaran diri yang timbul sebagai hasil dari istiqomah (tekun) dalam ber-muhasabah (introspeksi diri), tadabbur (berpetualang mencari ilmu), dan tafakur (perenungan) telah melepaskan segala bentuk ego, kebodohan, dan kelupaan diri. Hanya dengan ketiganya itu maka semua bentuk materi, ilusi dan khayalan baru akan sirna dan digantikan dengan rasa cinta yang suci, jiwa yang bersih, dan hati yang murni. Inilah yang dikatakan sebagai sosok yang telah paripurna dan sempurna dalam hidupnya. Sungguh beruntunglah bagi siapapun yang bisa seperti itu.

Ya bunayyahina wasyilataya hanusillah quwwatanu ilahiyabina

Jambi, 22 Agustus 2019
Harunata-Ra

9 respons untuk ‘Eksistensi Yang Absolut

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 23, 2019 pukul 5:03 pm

    Subhanallah…..
    alhamdulillah matur suwun kagem ilmu trbarunya mas …

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 24, 2019 pukul 12:50 pm

      Nggih sami2lah mbak Asyifa.. nuwun juga karena masih mau berkunjung.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Asyifa wahida said:
    Agustus 25, 2019 pukul 12:40 am

    Insyaallah mas….kulo akan sllu berkunjung slgi dumay masih on ..
    Alhamdulillah sangat bermanfaat mas..

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 25, 2019 pukul 1:21 am

      Syukurlah kalo gitu mbak.. Sekali lagi nuwun ya.. 😊🙏

        Asyifa Wahida said:
        Agustus 26, 2019 pukul 9:05 am

        Enggih mas ..sami2 kulo yg terima kaasih

        Harunata-Ra responded:
        Agustus 27, 2019 pukul 8:35 am

        Seeeplah mbak.. ttp semangat ya.. 🙂

    Yoga Setya said:
    Agustus 26, 2019 pukul 8:09 am

    Sudah setahun berlalu sejak sy slalu mengikuti tulisan mas Oedi, dan sy msh blm memahami dan menjalankan apa yang selalu mas oedi sampaikan berulang.. Maafkan sy yg bodoh ino ms oedy 😭

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 27, 2019 pukul 8:34 am

      Waah udah setahun ya mas Yoga? gak kerasa ya… Terima kasih lo karena masih mau mampir di blog ini.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Hmm.. gak perlu minta maaf ke saya mas.. lah wong gak salah kok.. pelan2 aja utk memahami dan menjalankannya.. karena itulah ada materi yg dengan sengaja diulang2 penyampaiannya.. ya itu karena emg gak mudah utk diikuti oleh setiap orang.. perlu ketekunan dan kesabaran yg gak biasa.. Pokoke ttp semangat deh mas, yg penting udah berusaha.. dan masnya udah luar biasa kok, buktinya bisa menyadari bahwa ada hal yg disampaikan berulang.. sepertinya gak semua yg baca menyadari itu…

      Okelah.. saya doakan lancar dan barokah apa yg diusahakan masnya selama ini dan nanti.. Suro diro jayadiningrat, lebur dening pangastuti. Mugia rahayu sagung dumadi.. 🙂

    Abhiseka Ceraka Nusantara said:
    September 20, 2019 pukul 12:33 pm

    Reblogged this on ABHISEKA CARAKA NUSANTARA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s