Perjalanan Ku

Posted on Updated on

Wahai saudaraku, wahai jiwa-jiwa yang telah ber-Uzlah.
Bersiaplah dan jangan pernah terlena!
Waktu akan terus bergulir tidak biasanya.
Gelora duniawi pun kian terasa sungguh menggilakan.
Tak ada obat kecuali jalan kebenaran yang sejati.
Tak ada pelipur selain menuju pada keheningan yang suci.

Sehingga kenalilah dirimu dengan mengetahui hal-hal di sekitarmu dan memahami hakekat dari penciptaan.
Tingkatkan kesadaran diri dengan membuka hati yang seluas-luasnya.
Renungkanlah hal ihwal antara yang baik dan buruk, yang nyata dan goib.
Jangan lagi merasa dan hilangkanlah dirimu, ke-aku-anmu, dan semua tentangmu.
Tenangkan diri, beningkanlah jiwa dalam keseimbangan yang murni.
Dengan begitu kau tetap bersama kebijaksanaan.

Dan aku, Harunata-Ra, mengajak kalian semua untuk ikut dalam perjalanan ini.
Jalan yang akan mengajarkan kalian tentang arti cinta dan kehidupan.
Jalan yang bisa mengantarkan kalian pada tujuan dari kehidupan.
Ini pun akan mengajarimu tentang berbagai tugas sebagai Manusia.
Ini juga akan mengajarimu untuk bangkit dari kehancuran.
Dan ini pula yang akan mengajarimu untuk keluar dari kegelapan menuju pada cahaya yang terang benderang. 


O.. Ada perjuangan memang, ada keletihan memang.
Namun ini tetaplah jalan yang lurus.
Inilah jalan yang menghibur dan menuju pada kesempurnaan.
Yang membawa tenang dan kedamaian.
Yang membawa bahagia dan kesejahteraan.
Dan nama perjalanan ini adalah Alwaliyasya.

Tak lama lagi, tak lama lagi aku akan kembali.
Dan akan ku tunggu kalian di sana, di negeriku.
As 25, Ta 315, Na 101, Sinu 124.000, Hel 153798240, Ma 651, Dha 27, Ya 01, Ra 10.

Asythayulah, 01 Mihal 50735
Harunata-Ra

15 respons untuk ‘Perjalanan Ku

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 19, 2019 pukul 4:28 pm

    Alhamdulillahi rabbil alamiin…
    Tulisan yg akhir jujur gak tahu mas…
    Matur suwun kagem nasehat dn ajaknnya..
    Smg penantian ini tidak lama lagi.. Aamin

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 20, 2019 pukul 1:58 am

      Aamiin.. semoga saja begitu mbak Asyifa.. Nuwun juga loh karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Hmm.. Perlu saya jelaskan sedikit ya mbak.. Tulisan ini memang tidak biasa dan berbeda dari yg sebelumnya, ada banyak kiasan dan isyarat yg tersirat di dalamnya.. Dan jujur memang tidak utk semua orang (bacalah lagi kalimat dibaris awalnya), apalagi bagi yg gak mengikuti tulisan2 di blog ini. Karena itu utk bisa memahaminya perlu ketenangan hati, perenungan yg mendalam, ketelitian dan kesabaran yg cukup, serta gunakanlah imajinasi yg luas.. Bacalah berulang2 dan kajilah makna dari setiap kata-katanya, sebab ini lebih dari sekedar syair atau puisi, juga aforisme dan surealisme..

      Dan khusus utk yg bagian akhir, maaf saya gak bisa jelaskan ya mbak.. harus dicari dan ditemukan sendiri maksudnya.. disini saya cuma bisa menyampaikan saja.. 🙂

        Asyifa Wahida said:
        Agustus 20, 2019 pukul 3:39 am

        Enggih mas ..yg kulo pahami mmng untuk pribadi2 yg sdh ber uzlah …
        matur suwun kagem petunjuknya mas..mugi2 kulo dngn mudah dapat menemukan isyarat yg tersirat dlam setiap kata dn menemukaan pesan2 dalam kata2 terakhir nya ….aamiin

        Harunata-Ra responded:
        Agustus 20, 2019 pukul 3:44 am

        Ya gitulah mbak, saling terkait kok.. makanya sblm tulisan ini saya udah share dulu ttg ber-Uzlah.. Karena itu yg bisa jadi kunci utk bisa memahami tulisan ini.. kalo gak ya gakkan bisa..

        Saya doakan mbaknya bisa menemukan makna yg tersirat itu.. tetap semangat 🙂

    Abhiseka Ceraka Nusantara said:
    Agustus 19, 2019 pukul 11:17 pm

    Reblogged this on ABHISEKA CARAKA NUSANTARA.

    Hestis Ali said:
    Agustus 20, 2019 pukul 4:56 am

    masyaallah … semenjak mengikuti tulisan-tulisan panjenengan, saya merasa seperti dipandu. Seperti menemukan keluarga sejiwa. entah … tapi nyata dirasa. Terus menulis, terus tebar kebaikan, inspirasi dan cinta

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 20, 2019 pukul 6:31 am

      Syukurlah kalo gitu mbak Hestis Ali, terima kasih ya karena udah berkunjung dan trus mengikuti tulisan2 di blog ini.. saya doakan yg terbaik utk mbaknya… 🙂
      Terima kasih juga loh utk dukungannya.. tolong doakan saya agar ttp istiqomah.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 20, 2019 pukul 5:31 am

    Enggih mas ..
    matur suwun kagem doane

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 20, 2019 pukul 6:32 am

      Saling mendokana aja kita.. semoga mendapatkan yg terbaik di dunia dan akherat nanti.. 🙂

        Asyifa Wahida said:
        Agustus 20, 2019 pukul 9:04 am

        Enggih mas ..
        aamiin ya rabbal alamiin

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 23, 2019 pukul 12:17 pm

      Nggih mbak sami2lah.. 🙂

    guntur said:
    Agustus 21, 2019 pukul 3:51 am

    Alwaliyasya
    As 25, Ta 315, Na 101, Sinu 124.000, Hel 153798240, Ma 651, Dha 27, Ya 01, Ra 10.

    matur suwun

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 23, 2019 pukul 12:19 pm

      Nggih sami2lah mas Guntur.. nuwun juga utk kunjungannya.. 🙂

    Delphi said:
    September 20, 2019 pukul 2:33 am

    Masuk dalam keheningan di dunia yang sudah terjadi huru hara, perebutan kekuasaan, nafsu yang tidak pernah terpuaskan merusak tatanan yang harmonis dan teratur….

      Harunata-Ra responded:
      September 20, 2019 pukul 10:00 am

      Waaah kata-katanya bersayap tuh mas Delphi… kereen.. 🙂
      Terima kasih karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s