Kemunculan Sang Pemuda Gembala

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Tulisan berikut ini bertujuan untuk memberikan informasi yang tidak banyak diketahui secara umum. Sehingga dalam kesempatan kali ini pula, maka pembahasannya bersumber dari sebuah Hadits tentang kemunculan seorang laki-laki yang sangat istimewa di akhir zaman ini. Hal itu terkait erat dengan dua buah komunitas bangsa Arab yang tidak banyak diketahui lagi. Khususnya oleh mereka yang bukan orang Arab, ya seperti kita ini bangsa Nusantara.

Untuk lebih jelasnya mari ikuti uraian berikut ini:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan datang Hari Kiamat hingga keluar seorang laki-laki Qahtan yang menggiring Manusia dengan tongkatnya” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Asy-Syaikhani)

Hadits di atas berkaitan dengan dua golongan orang yang tinggal di Semenanjung Arabia. Dan masyarakat Arab itu memang terdiri dari dua populasi yang berbeda, yang berlainan secara genetika. Sebagian dari mereka tinggal di bagian selatan yang disebut Qahtani, sedangkan yang tinggal di wilayah utara disebut Adnani. Orang Arab Qahtani merujuk pada orang Arab keturunan Ya’rub bin Yashbub bin Qahtan. Mereka ini adalah suku-suku yang berkulit warna gelap dan berasal dari wilayah selatan Semenanjung Arabia, terutama dari Yaman dan Asir (sekarang bagian dari Arab Saudi). Sedangkan Arab Adnani adalah keturunan dari Nizar bin Ma’add bin Adnan bin Udda (dilafalkan juga Udada) bin Muqawwim bin Nahur bin Tayrah bin Ya’ruba bin Yasyjuba bin Nabat bin Ismail AS bin Ibrahim AS. Mereka ini tinggal di wilayah bagian utara Semenanjung Arabia dan berwarna kulit putih.

Catatan: Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat mengenai garis silsilah (nasab) yang di atas Adnan, alias tidak ada yang bisa dianggap paling shahih. Namun semua ulama sepakat bahwa Adnan merupakan keturunan dari Nabi Ismail AS putra Nabi Ibrahim AS. Adapun disini penulis mengambil satu pendapat yang paling banyak digunakan oleh para pendakwah.

Menurut tradisi Arab, orang Qahtani adalah orang Arab al-‘Aribah atau Arab murni/asli di Semenanjung Arabia, tidak seperti orang Adnani yang disebut Arab al-Musta’ribah karena mereka ini para pendatang. Mereka berasal dari keturunan Nabi Ismail AS melalui sosok yang bernama Adnan sehingga disebut orang Arab Adnani. Dan meskipun berasal dari Nabi Ismail AS yang lahir di kota Makkah, tapi beliau sendiri sebenarnya berasal dari negeri yang kini disebut Iraq – yang genetikanya berbeda dengan ciri kulit yang lebih putih. Suku Quraisy dan Nabi Muhammad SAW pun berasal dari kalangan Arab Adnani ini.

***

Dikisahkan oleh Ismail bin Abi Khalid, “Aku mendengar Abu Juhaifa berkata; “Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip dia. “Aku berkata pada Abu Juhaifa, “Coba gambarkan sosok Nabi padaku.” Dia berkata, “Dia berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih..…..” (HR. Al-Bukhari no.744)

Anas bin Malik RA berkata : “Warna kulit Rasulullah SAW putih bersih, bukan putih pucat atau hitam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, warna kulit beliau yang putih itu adalah ciri khas dari orang Arab Adnani yang merupakan keturunan dari Nabi Ismail AS bin Ibrahim AS. Mereka adalah pendatang dari luar Semenanjung Arab, tepatnya sekitar wilayah Iraq sekarang.

***

Catatan: Adapun nasab dari Nabi Muhammad SAW yaitu: Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muttalib (nama asli Abdul Muttalib adalah Syaibah) bin Hasyim (nama asli Hasyim adalah Umar) bin Abdu Manaf (nama asli Abdu Manaf adalah Mughirah) bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (bergelar Quraisy) bin Malik bin Al-Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama asli Mudrikah adalah ‘Amr) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnan bin Udda bin…….. Ismail AS bin Ibrahim AS.

Nah, sesuai dengan keterangan Hadits di atas, maka dari kalangan Arab Qahtani-lah akan muncul sosok pria yang luar biasa. Lantas kapan dan dimanakah ia akan muncul? Jawabannya adalah tidak lama lagi, dan tidak menutup kemungkinan dari wilayah Nusantara. Sebab pada masa penyebaran Islam dahulu, sejak di awal-awal abad Hijriyah, kalangan Arab Qahtani itu memang telah menyebar dari negeri Maghribi (Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, dan Sahara Barat) sampai ke wilayah Nusantara.

Adapun tentang peradaban orang Arab Qahtani diketahui cukup tinggi. Dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologis yang mengungkapkan cara kehidupan mereka. Dan keturunan dari Arab Qahtani ini ada yang menyebar sampai ke Yastrib (nama kuno untuk Madinah), yaitu Bani ‘Aus dan Bani Khazraj yang dikenal sebagai kaum Anshar.  Lalu tidak sedikit pula yang menjadi tokoh besar dalam sejarah di Nusantara, misalnya para Walisongo dan raja-raja yang ada di tanah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dan keturunan mereka ini masih ada sampai hari ini, baik yang diketahui atau tidak (alias menyembunyikan jati dirinya), baik yang masih berwajah ke-Arab-an atau tidak – karena sudah bercampur dengan penduduk asli Nusantara.

Catatan: Waktu kemunculan sang pembawa tongkat itu adalah ketika banyak terjadi perselisihan antar Manusia (perang, dusta, fitnah, perdebatan, dll), seringnya terjadi bencana alam (gempa, banjir, tsunami, gunung meletus, angin topan, dll), gerhana bulan dan matahari dalam setahun, dan waktu yang semakin cepat berlalu. Hal ini sudah terjadi dimana-mana hingga kini. Tinggal menunggu hari “H”-nya saja.

Dan jika menilik dari keterangan Hadits pertama di atas yang berbunyi “……. yang menggiring Manusia dengan tongkatnya“, maka ini bisa dikaitkan dengan apa yang sudah dikenal lama di Nusantara, yaitu tokoh yang sangat dinantikan kemunculannya yang disebut dengan Pemuda Gembala atau Budak Angon atau Bocah Angon.

“Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Budak Angon (Bocah Angon, Pemuda Gembala). Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai zaman yang satu datang lagi satu zaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap zaman membuat sejarah. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.” (Uga Wangsit Prabu Siliwangi)

Sebab tokoh yang dimaksudkan itu adalah seorang pria yang kelak akan membimbing umat Manusia menuju pada jalan kebenaran yang sejati – dengan cara halus atau tegas. Sebagaimana seorang gembala yang mahir dalam menggiring ternak-ternaknya. Dialah sosok pemimpin agung yang sangat mumpuni dan paripurna. Yang dibawah kekuasaannya akan terciptalah kedamaian dan kesejahteraan dunia yang sesungguhnya.

Telah bersabda Rasulullah SAW: “Pada akhir zaman (akhir zaman ke tujuh ini: Rupanta-Ra) akan muncul seorang Khalifah (pemimpin tertinggi) yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya, dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Demikianlah tulisan ini disampaikan untuk menambah wawasan dan peringatan kepada poro sedulur sekalian. Semoga bermanfaat. Rahayu… 🙏

Jambi, 12 Agustus 2019
Harunata-Ra

(Disarikan dari berbagai sumber dan diskusi)

8 respons untuk ‘Kemunculan Sang Pemuda Gembala

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 13, 2019 pukul 12:03 am

    Alhamdulillahi rabbil alamiin ..
    matur suwu kagem ilmu trbarunya enggih mas ….

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 14, 2019 pukul 4:46 am

      Nggih mbak Asyifa, nuwun juga utk kunjungannya.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 14, 2019 pukul 5:24 am

    Sami2 mas ….
    kulo yg terima kasih sdh dikasih info2/ilmu2 yg luar biasa …
    alhamdulillah sangat bermanfaat mas ….

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 14, 2019 pukul 8:08 am

      Syukurlah kalo gitu.. 🙂

        jaka tingkir said:
        September 3, 2019 pukul 9:16 am

        maaf mas…klo rosul muhammad s.a.w keturunan dari arab adnani berarti pemuda terpilihpun berasal dari arab adnani…sesuai dgn hadist rosul muhammad s.a.w bahwasanya al-mahdi itu berasal dari ahlul baitku dari sanad hasan bin fatimah azzahra binti rosul muhammad…
        tapi dari catatan mas nya di atas pemuda tersebut keturunan arab qahtani…siapakah dia???
        maaf saya orng awam…

        Harunata-Ra responded:
        September 3, 2019 pukul 9:45 am

        Hmm.. Begini mas Jaka, tulisan ini kan tidak sedang membahas ttg Imam Mahdi loh, tapi sang Pemuda Gembala.. begitu pun dg hadits2 yg disampaikan tidak secara tegas menyebutkan ttg Imam Mahdi.. Jadi pemuda terpilih itu tidak harus Imam Mahdi kan?

        Dan pernah gak terpikir oleh masnya bahwa keduanya itu adalah sosok yg berbeda? Artinya pemuda yg terpilih itu tidak harus sesuai dg hadits yg mas maksudkan itu (yg ttg Imam Mahdi).. Bisa jadi ia sosok yg lain, yg istimewa tapi tersembunyi..

        Lalu tentang Adnani ato Qahtani tak masalah.. Bisa jadi kan ahlil bait itu, yg asli Adnani lalu menikah dg Qahtani lalu darinyalah kemudian lahir sang Pemuda Gembala.. Tentang knapa hrs Qahtani dalam hadits Nabi, ya itu utk memberi isyarat bahwa Sang Pemuda Gembala ttp lah dari keturunan beliau tapi tidak harus Adnani tulen.. Ia pun tidak harus jadi Imam Mahdi.. Ini agar kita skr lebih jelas ttg siapakah nanti sosok misterius tersebut..

    mbahjogja717 said:
    September 5, 2019 pukul 2:00 pm

    Puji gusti… Mugi2 saget pepanggihan lan ngopi sareng ing. Tepining brantas kaapit jembatan kembar😍. Rahayu, kangmas…

      Harunata-Ra responded:
      September 6, 2019 pukul 6:59 am

      Aamiin.. Mugi2 kemawon mas.. Mugia Rahayu Sagung Dumadi.. 🙏😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s