Kehancuran Bangsa Atlantis : Peringatan Untuk Kita Sekarang

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sesuai dengan protap yang ada dan “waktunya” telah semakin dekat, maka kinilah saatnya bagi kami untuk menyampaikan sedikit informasi dari bangsa yang dikenal dengan nama Atlantis. Tapi kali ini akan berbeda dari yang pernah kami sampaikan pada kesempatan sebelumnya, karena informasi ini tidak berdasarkan keterangan dari Plato atau hasil penelitian dan anggapan orang-orang selama ini. Dan tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang sudah kami telusuri faktanya. Khususnya mengenai kehancuran dari bangsa yang hebat tersebut.

Nah, untuk mempersingkat waktu mari ikuti uraian berikut ini:

Bangsa “Atlantis” ini termasuk di antara kaum-kaum yang berperadaban tinggi di masa lalu, bahkan lebih maju dari kita sekarang. Kendaraan seperti Muangie (motor-mobil untuk satu orang yang menggunakan penutup seperti mobil sport dan bisa terbang), Hawungiya (pesawat untuk dua orang penumpang yang berbentuk seperti lebah), Hulingie (pesawat tempur senyap (tanpa suara) yang kecepatannya melebihi kecepatan suara. Bersenjatakan rudal dan laser biru), dan Rasawingiya (pesawat jelajah luar angkasa antar planet yang berkecepatan cahaya, yang berbentuk seperti cangkang penyu alias oval. Berwarna hitam metalik dengan ukuran panjang ±1.000 meter, lebar ±700 meter, dan tinggi ±500 meter) pun telah mereka ciptakan dengan teknologi yang super canggih.

Sungguh kehidupan yang penuh dengan kemakmuran dan sulit dicari tandingannya. Bahkan di akhir peradabannya, kaum “Atlantis” ini telah berhasil membangun sebuah pesawat luar angkasa berwarna perak atau titanium yang disebut Asarigaya. Pesawat jenis ini bentuknya sangat berbeda dari Rasawingiya, dengan teknologi yang juga lebih canggih. Ukurannya pun jauh lebih besar, sementara tujuan pembuatannya untuk bisa menjelajah ke sistem tata surya dan galaksi lainnya. Hanya saja tidak sempat diterbangkan lantaran mereka sudah terlebih dulu dimusnahkan.

Catatan: Mengapa di setiap nama Atlantis kami berikan tanda petik? Itu karena sebenarnya bangsa ini tidak bernama Atlantis, itu hanyalah karangan dari Plato – karena ia cuma menerima informasi dari para bijak di Yunani dan Mesir kuno tanpa tahu nama sebenarnya – dan kini sudah menjadi masyhur di seluruh dunia. Namanya bukan itu, sangat berbeda baik dalam segi bahasa ataupun artinya. Tapi maaf jika nama sebenarnya itu tak bisa kami sampaikan disini, ada protap yang harus tetap diikuti.

Ya, pada awalnya mereka ini menyembah satu Tuhan, namun seiring berjalannya waktu akhirnya mereka juga menyembah tuhan yang lainnya (benda-benda keramat, ilmu pengetahuan, teknologi, harta, jabatan, dll). Dengan perilaku buruk semacam itu, mereka hanya akan mengingat Tuhan di saat butuh saja, sedangkan ketika senang mereka akan lupa kepada-Nya. Bahkan tak sedikit yang sudah benar-benar lupa dengan Tuhannya, alias tak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan Yang Hakiki (ateis).

Mereka juga senang berbuat zina dan berbagai bentuk maksiat lainnya. Contohnya; ada anak yang menodai ibu kandung dan saudaranya sendiri (inces), ada anak yang ketika orang tuanya keluar rumah maka ia sengaja membawa seorang lawan jenis untuk berzina di rumahnya, dan ada pula istri yang ketika suaminya sedang berada di luar rumah maka ia berzina (selingkuh) dengan pria lain dan begitu pun sebaliknya. Lalu ada juga yang melakukan hubungan sex menyimpang seperti suka dengan semua jenis kelamin (bisexual), bersetubuh dengan yang sejenis (homosex, lesbian) atau dengan hewan (bestialitas atau zoophilia). Dan ada pula anak yang durhaka kepada orang tuanya dengan merebut secara paksa harta milik bapaknya.

Mereka pun senang dengan minuman keras, ketidakjujuran (dusta), korupsi, dan segala bentuk kecurangan. Perilaku riya`, pamer, dan pamrih menjadi hal yang biasa, begitu pula dengan fitnah dan perdebatan yang dianggap lumrah. Dan kehidupan mereka selalu diisi dengan hal-hal yang bersifat materi semata, karena siapapun yang kaya dan memiliki banyak harta atau menjadi terkenal (populer) adalah yang terbaik. Hal-hal keduniawian adalah yang paling utama dan sangat mereka cintai. Sehingga apa yang terjadi di bangsa “Atlantis” saat itu sangat mirip dengan apa yang sudah terjadi di masa kini sejak lama, khususnya di negeri ini.

Oleh sebab itulah, hukuman yang setimpal harus diberikan kepada kaum yang lupa diri tersebut. Tapi menjelang azab di turunkan, maka di utuslah seorang Nabi kepada mereka. Salbi AS namanya. Beliau ini berasal dari sebuah negeri yang ada di Timur Tengah, yang pada masa itu tidak berupa gurun, alias masih menghijau. Berperawakan gagah, tubuh tegap, berkulit putih kecoklatan, warna matanya biru dan cukup tinggi untuk orang di zamannya. Dan beliau ini diberikan umur yang panjang, yaitu hingga mencapai 2.000 tahun lebih – itu sejak kelahirannya, karena setelah itu beliau menghilang (di angkat ke Langit) dan beberapa kali pernah diperintahkan untuk kembali lagi ke Bumi demi menyampaikan risalah Tuhan kepada beberapa kaum yang ada.

Dan setiap umat (mempunyai) Rosul. Maka apabila Rosul mereka telah datang, diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) tidak dizalimi” (QS. Yunus [10] ayat 47)

Awalnya sang Nabi mengingatkan kepada orang yang tinggal di luar kota (golongan awam/rakyat jelata) untuk kembali pada jalan Tuhan yang benar. Selama 10 tahun beliau berdakwah kepada golongan ini, dan sebagian dari mereka perlahan-lahan mau mengikuti ajakan dakwah itu. Dan setelah cukup waktu, beliau pun diperintahkan oleh Hyang Aruta (Tuhan YME) untuk berdakwah kepada penduduk yang tinggal di pusat kotanya. Ketika memasuki kota, beliau lantas dicurigai sebagai musuh – ini karena ada fitnah yang sengaja disebarkan oleh mereka yang tidak menyukai dakwah sang Nabi. Beliau lalu diserang dari segala penjuru dengan berbagai jenis senjata dan peralatan. Bertubi-tubi serangan itu dilancarkan kepada diri Nabi Salbi AS ini, tetapi atas izin Tuhan beliau selamat. Tak ada satupun yang bisa mengenai tubuhnya.

Melihat kejadian yang luar biasa itu, pasukan yang awalnya menyerang segera berhenti. Nabi Salbi AS pun dimintai keterangan, tentang apa tujuannya datang ke kota “Atlantis”. Beliau pun menjelaskan bahwa maksud kedatangannya saat itu tidak untuk merusak kedamaian kota, karena ia datang dengan tujuan yang baik dan hanya mengajak pada kebenaran yang sejati. Setelah cukup menjelaskan akhirnya bisa dipahami oleh komandan pasukannya.

Kisah pun berlanjut. Nabi Salbi AS lalu diperkenankan untuk langsung bertemu dengan penguasa kerajaan “Atlantis” yang bernama Pariya Habirayatra. Saat itu beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung mengingatkan tentang keutamaan tauhid kepada sang raja. Beliau juga mengingatkan untuk mau menengok langsung betapa buruknya akhlak bangsanya saat itu, lalu mengajak mereka semua untuk kembali ke jalan yang benar. Tetapi apa yang terjadi, sang raja malah dengan sombongnya berkata: “Siapa kamu yang berani-beraninya menasehatiku. Aku adalah raja yang sakti dan memiliki kekayaan yang tiada bandingnya. Teknologi kami yang sangat maju itu pun atas berkat kecerdasan dan kemampuan diri kami sendiri. Tak ada yang bisa menganggu atau mencelakai kami, karena kamilah yang terbaik“.

Mendengar kata-kata itu, jelas sudahlah bahwa dakwah yang disampaikan oleh sang Nabi pun serasa tak berarti lagi. Dan meskipun tetap berusaha, namun pada akhirnya usaha dakwahnya kepada penguasa “Atlantis” saat itu gagal total. Sang raja tak pernah mau mengikuti ajakan kebaikan yang ditawarkan oleh sang Nabi. Bahkan setelah diberi kabar akan datangnya azab Tuhan yang sangat perih kepada kaumnya pun tetap sama. Sang raja tetap dengan kekufurannya, begitu pula sebagian besar penduduknya masih saja larut dengan berbagai bentuk dosa dan kekonyolannya sendiri. Oleh sebab itulah, sang Nabi lalu pergi meninggalkan pusat kota dan kembali ke rakyat di luar kota untuk terus berdakwah hingga pada waktu yang telah ditentukan-Nya (selama ±5 tahun).

Jadi, total waktu Nabi Salbi AS berdakwah kepada kaum “Atlantis” saat itu adalah ±15 tahun. Dan itu semua berakhir lima hari sebelum azab Tuhan diturunkan kepada bangsa yang terkutuk ini. Adapun jenis peringatan dan pesan dakwah dari Nabi Salbi AS saat itu adalah:

1) Jangan menyekutukan Tuhan dengan apapun, termasuk dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2) Jangan durhaka terhadap kedua orang tua.
3) Jangan melakukan hubungan sex bebas (berbuat zina dan maksiat), baik dengan orang lain terlebih lagi dengan keluarga sendiri.
4) Jangan pernah sombong dengan kemampuan yang dimiliki (ilmu pengetahuan, teknologi, kesaktian, harta, dan jabatan) karena semua itu hanyalah karunia dari Tuhan semata.
5) Persiapkan bekal akherat sejak di dunia ini, karena hanya itulah yang bisa menyelamatkan diri dari murka Ilahi.

Namun setelah cukup dengan usahanya – sedangkan kaum “Atlantis” tetap larut dalam kekufurannya – akhirnya Nabi Salbi AS pun diperintahkan oleh Tuhan untuk hijrah bersama orang-orang yang mengikuti dakwahnya ke arah timur. Pada saat itu mereka hanya berjalan kaki, dan setelah berada di luar batas negerinya, maka atas izin dari Yang Maha Kuasa sang Nabi bisa memindahkan pengikutnya ke lokasi tujuan – sejauh ribuan kilometer – hanya dalam waktu sekejap. Dan setelah mereka tiba di daerah yang telah ditentukan itu, maka terjadilah bencana yang sangat dahsyat terhadap kaum “Atlantis” ini. Azab yang sangat mengerikan itu datang menghancurkan peradaban mereka.

Tidak ada yang selamat dari azab yang sangat dahsyat itu, sebab terjadi pada hari Carah (Jum`at) tepat ketika mereka sedang tertidur pulas di pagi hari. Bentuknya adalah tanah yang bergetar sangat kencang lalu di tenggelamkan secara tiba-tiba. Seiring dengan itu pula terjadi letusan ketiga gunung berapi raksasa yang ada di wilayah negara “Atlantis”. Sungguh dahsyat hukuman bagi kaum yang kufur ini, hancur semuanya hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 jam saja. Semua teknologi dan apapun yang mereka banggakan saat itu, termasuk kesaktiannya, tak ada yang bisa membantu mereka. Semuanya ikut tak berfungsi atau justru menghilang. Dan mereka yang terkutuk ini tak bisa menghindar dari azab perih itu. Semuanya mati konyol, bahkan daratan dimana mereka tinggal pun ikut hilang dari peta dunia dan sekarang menjadi dasar Samudera yang luas.

Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para Rosul) sedang orang-orang itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah KAMI berikan kepada orang-orang terdahulu itu namun mereka mendustakan para Rosul-KU. Maka lihatlah bagaimana dahsyatnya akibat dari kemurkaan-KU” (QS. Saba’ [34] ayat 45)

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah KAMI binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya (lebih sakti dan lebih canggih teknologinya) dari pada mereka ini, maka mereka (yang sudah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?” (QS. Qaaf [50] ayat 36)

Catatan: Lokasi dimana keberadaan kota “Atlantis” itu sengaja tidak kami sertakan disini untuk menghindari perdebatan dan memang belum waktunya sekarang untuk diungkap. Dan semua data dan informasi tentang bangsa ini telah dituliskan di tempat lain, dalam hal ini buku khusus. Suatu saat nanti akan diterbitkan.

***

Wahai saudaraku. Kesimpulan yang bisa diambil dari kisah di atas adalah bahwa atas kekufuran diri mereka sendirilah, bangsa “Atlantis” pun terpaksa harus mengulangi kehancuran dari kaum-kaum terdahulu. Tak ada yang tersisa kecuali kisahnya saja. Bahkan waktu yang diberikan kepada mereka untuk menikmati keindahan duniawi – meskipun telah sampai di puncak peradaban Manusia – lebih singkat daripada kaum-kaum tersohor sebelumnya (seperti Astapura dan Lemuria), yaitu hanya berlangsung selama ±75.000 tahun saja. Sungguh rugi dan sangat disayangkan.

Pun, dari kisah tersebut maka dapatlah kita mengambil pelajaran dan peringatan yang berharga, bahwa berbagai kenikmatan yang telah didapatkan bukanlah pertanda kemuliaan. Ada ujian yang perlu dihadapi, dan siapapun yang bisa lulus akan mendapatkan kebahagiaan serta kenikmatan yang berlipat ganda. Sebaliknya bagi mereka yang tidak lulus maka ia akan mendapatkan balasan yang setimpal, bahkan harus menerima azab yang sangat menyakitkan sejak di dunia ini.

Dan lihatlah beberapa hari belakangan, dimana terus terjadi gempa (besar kecil) dan erupsi dimana-mana, khususnya di Nusantara. Tidakkah kita semua masih ingat bahwa tepat di hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 lalu gunung Tangkuban Perahu yang berada di Jawa Barat tiba-tiba erupsi, sementara di hari Senin tanggal 29 Juli 2019 giliran di wilayah Nusa Dua-Bali yang terjadi gempa. Dan masih ada banyak lagi kejadian yang serupa di berbagai belahan Bumi ini, di setiap harinya. Semua peristiwa itu adalah bentuk peringatan kepada kita semua bahwa akan datang masa penghakiman di akhir zaman ini dengan tujuan untuk memurnikan kembali seisi Bumi, agar terjadi keharmonisan lagi. Hanya yang telah mempersiapkan diri dan terus berpegang teguh pada jalan kebenaran sajalah yang akan selamat dan atau diselamatkan. Bagi yang tidak, maka bersiaplah dengan apa-apa yang pernah dirasakan oleh bangsa “Atlantis”, yaitu azab yang teramat perih dan kehancuran yang begitu dahsyat.

Sehingga tiada alasan bagi kita sekarang untuk tidak pandai bersyukur (syakur), bersikap rendah hati (tawadhuk), dan selalu berserah diri (tawakal) kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Tak ada gunanya jika kita tidak patuh kepada aturan-Nya dengan tetap berpegang teguh pada jalan kebenaran dan cinta. Karena pada dasarnya hukum sebab akibat itu abadi, dan kisah kehidupan Manusia di Bumi ini pun – baik dan buruknya – terus berulang. Dan oleh sebab kini telah terjadi kemerosotan akhlak dimana-mana, bahkan Manusia telah semakin lupa diri dan bertindak sangat konyol, maka azab yang perih akan datang. Sangat mengerikan, bahkan melebihi apa yang pernah terjadi di masa lalu. Tujuannya agar kehidupan di Bumi ini kembali normal dan harmonis.

Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang selamat dan atau diselamatkan pada saat transisi zaman ini terjadi. Semoga kita bisa menikmati keindahan hidup di periode zaman yang baru nanti, zaman Hasmurata-Ra. Rahayu.. 🙏

Jambi, 31 Juli 2019
Harunata-Ra

Catatan akhir:
1. Silahkan Anda percaya atau tidak percaya dengan kisah ini. Kami tidak akan memaksa atau merasa kecewa. Tugas kami disini hanya sebatas menyampaikan dan mengingatkan saja.
2. Bacalah dengan tenang dan terurut kisah ini. Bukalah cakrawala hati dan pikiran seluas mungkin untuk bisa memahaminya. Dan jangan menyamakan standar kehidupan di masa lalu dengan sekarang, karena sangat banyak perbedaannya.
3. Masih banyak hal yang tak bisa disampaikan disini karena memang harus dirahasiakan dulu, belum waktunya untuk disampaikan sekarang. Adapun kisah di atas adalah peringatan tegas bagi kita yang hidup di akhir periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra). Cepat atau lambat akan tiba masa penghakiman menjelang saatnya pergantian zaman.
4. Mari tetap persiapkan diri sebaiknya, teruslah bersikap eling lan waspodo, karena apa yang pernah terjadi di masa lalu tidak menutup kemungkinan akan terulang lagi dan kita sendiri yang akan merasakannya.

Iklan

8 respons untuk ‘Kehancuran Bangsa Atlantis : Peringatan Untuk Kita Sekarang

    Asyifa Wahida said:
    Agustus 1, 2019 pukul 6:34 pm

    Qodarullah wamasyaa’faal..innalillahi wainna ilaihi roji’un ..

    Alhamdulillahi rabbil alamiin matur suwun kagem nasehat2 dn peringatannya mas….

    Dn smg kita semua trmasuk dr salaah satu para hambanya yg sdh mnyadarkan dn mempersiapkan diri sblom hari yg mnyesakkn dada itu datang ….aamiin ya rabbal alamiin

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 3, 2019 pukul 1:40 am

      Iya mbak sami2lah.. nuwun juga karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Aamiin.. semoga begitu ya mbak.. karena sungguh mengerikannya murka Ilahi yg akan diterima bagi siapapun yang kufur dan lupa diri..

    mujahidinanonymous17 said:
    Agustus 2, 2019 pukul 3:24 pm

    Tanpa disadari saat membaca artikel ini langsung terjadi gempa 7.4sr yg berpusat selat sunda banten.

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 3, 2019 pukul 1:43 am

      Oh gitu ya mas/mbak? ya semuanya sedang diperingatkan lagi.. semoga kita termasuk dalam golongan orang yg ttp eling lan waspodo.. terima kasih karena udah mau berkunjung.. semoga bermanfaat.. 🙂

        Asyifa Wahida said:
        Agustus 4, 2019 pukul 3:50 am

        Aamiin ya rabbal alamiin

    rpponan said:
    Agustus 5, 2019 pukul 2:29 am

    Amiiiiiiiin

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 5, 2019 pukul 6:03 am

      Aamiin… 🙏
      Terima kasih utk kunjungannya.. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s