Tirai Cahaya

Posted on

Wahai saudaraku. Selama kau belum terlepas dari kemawujudan dunia ini, dan di dalam dirimu masih ada yang lain selain kehendak-NYA, maka engkau masih terikat dengan dunia yang rendah. Kau masih awam dalam mengenali-NYA, sering berada dekat dengan kebodohan, dan kadang melupakan hakekat-NYA yang Maha Agung. Yang tiada keagungan selain Diri-NYA, yang tak ada satu pun perbandingan-NYA. Sehingga dirimu tak jauh berbeda dengan mereka yang kufur.

O.. Carilah ketenangan dibalik kesunyian, lalu keheningan dibalik kesunyian yang lebih dalam. Dan dari keheningan itu, maka temukanlah cahaya di atas cahaya. Yang tak pernah kau lihat, yang tak pernah kau temukan sebelumnya. Dan tak usah heran karena ternyata ada begitu banyak hijab yang ada di hadapanmu. Tirai-tirai itu menyelubungi setiap cahaya yang lebih bersinar dan agung. Untuk bisa membukanya, maka pahamilah setiap kunci rahasianya dulu. Setiap hijab itu memiliki kunci yang berbeda. Dan kau pun harus sudah memegangnya dengan erat dan tahu pula cara menggunakannya.

Lalu apakah maksud dari semua itu? Apakah demi memperlihatkan derajat dan kemuliaan seseorang? Jawabannya tidak, karena justru untuk menunjukkan betapa hina dirinya. Betapa ia bukanlah siapa-siapa kecuali makhluk yang tak berdaya. Pribadi yang tak sempurna dan masih terlalu sombong dalam ke-aku-an dirinya sendiri. Padahal tiada aku selain DIA, tak ada dia selain Diri-NYA, dan tak pernah ada siapa-siapa selain kehendak-NYA saja.

Ya. Ada pemahaman dibalik setiap pemahaman, ada rahasia dibalik semua rahasia. Satu yang telah diketahui, sesungguhnya masih banyak lagi yang belum diketahui. Ada banyak tingkatan dalam setiap persoalan. Sehingga temukanlah kebenaran yang sejati itu dibalik kebenaran yang telah ada; satu persatu dengan tertip. Renungkanlah lebih dalam, sebab dari sanalah terbukanya jalan pengetahuan yang lebih baik. Semakin digali, maka semakin tinggilah kedudukannya dan kian dekatlah seseorang pada Yang Hakiki. Terus, dan terus seperti itu selamanya.

Untuk itu, jangan pernah berhenti mencari. Tak usah memikirkan tentang kedudukan dan puncaknya. Lakukan saja yang terbaik, dan tak usah khawatir tentang keadaan dirimu. Biarkanlah DIA memilihkan yang sesuai dengan kesiapan dan kebutuhanmu. Bersyukurlah (syakur) selalu dan jangan lupa untuk tetap berserah diri (tawakal) dan selalu rendah hati (tawadhuk). Kekalkanlah ketiganya dalam hati dan perbuatanmu dengan tetap ber-muhasabah (introspeksi diri). Jangan berpaling, niscaya ada anugerah-NYA untukmu.

Jambi, 25 Juli 2019
Harunata-Ra

[Cuplikan dari buku “Diri Sejati”, karya: Harunata-Ra tahun 2017]

Iklan

6 respons untuk ‘Tirai Cahaya

    Asyifa said:
    Juli 26, 2019 pukul 4:57 am

    Subhanallah…..
    Sebuah ilmu dn nasehat yg luar biasa …
    Smg diri ini mampu untuk mmpraktekkan dn mnggapai serta memahaminya.. Aamiin
    Matur suwun mas

      Harunata-Ra responded:
      Juli 28, 2019 pukul 4:22 am

      Syukurlah kalo suka dg tulisan ini, nuwun ya mbak Asyifa karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

        Asyifa said:
        Juli 29, 2019 pukul 5:28 pm

        Enggih sami2 mas…
        Insyaallah kulo akan selalu berkunjung selagi masih ada dumay ….

        Harunata-Ra responded:
        Juli 31, 2019 pukul 3:13 am

        Seeplah kalo gitu.. nuwun ya mbak.. 🙂

    Asyifa said:
    Juli 31, 2019 pukul 9:19 am

    Sami2 mas oedi yg budiman…
    Semangat terus enggih

      Harunata-Ra responded:
      Agustus 1, 2019 pukul 7:56 am

      Seeplah.. wokey.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s