Avaldar : Negeri Idamannya Para Kesatria

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dari para bijak telah disampaikan bahwa ada beberapa negeri yang ditakdirkan lebih indah dan makmur dari yang lainnya. Di antaranya adalah Avaldar yang berada di lembah Unmol yang begitu subur. Adapun pusat negerinya terletak di sebuah cekungan raksasa yang membentang sejauh puluhan kilometer dari arah timur ke barat. Diberi nama Himilron, atau yang berarti damai sejahtera.

Avaldar adalah negeri yang dikelilingi oleh pegunungan Louthor dan dataran tinggi Demaln yang menghijau. Lereng-lerengnya sedikit melandai kemudian menanjak sampai ke bentangan tanah tinggi Seigal, dimana terdapat banyak rerumputan (padang savana) yang bertabur bunga. Tepat di arah timur sampai ke selatannya, terbentang luas hutan yang lebat lengkap dengan beragam flora dan faunanya. Dari sanalah, di tempat yang bernama Galhion itu, menjadi lokasi perbatasan negeri Avaldar. Tempat yang tak bisa ditembus atau dimasuki oleh siapapun tanpa izin. Ada banyak penjaga yang bertugas di sana, dan mereka itu selalu mengawasi wilayahnya dari atas Niras, yaitu menara-menara putih yang menjulang tinggi. Dengan kepiawaiannya, siapapun yang melewati perbatasan Galhion tidak akan melihat mereka sampai akhirnya tertangkap.

Sungguh negeri yang indah, yang didalamnya terdapat banyak sumber mata air yang sangat jernih dan bisa langsung di minum. Ada pula sungai Eitel yang berasal dari banyak sungai-sungai kecil di kawasan timur (Dilbrin). Sungai ini berukuran besar dan mengalir sangat panjang lalu membentuk delta berpasir di muara yang ada di laut Suharri. Tapi sebelum itu, sungai ini bercabang dua dan mengarah ke kawasan yang berbeda. Yang mengalir terus ke barat diberi nama Renial, sementara yang ke arah barat daya diberi nama Koseal. Keduanya menjadi urat nadi perdagangan bagi negeri-negeri lainnya seperti Gsutar, Toram, dan Parohasa.

Lalu, jika berbelok ke arah utara dari pusat negeri Avaldar, tepatnya di antara daerah Mindel dan Sungor, terdapat belantara yang diselimuti kengerian. Kondisinya terlihat indah, tapi ada teror yang membuat orang-orang tak ingin masuk kesana dengan sengaja atau tidak disengaja. Siapapun akan menyingkir dari kawasan itu, dan bangsa Avaldar sendiri mau berjalan melintasinya jika terpaksa, itupun hanya dipinggiran hutannya saja. Namun bagi yang ingin mendapatkan sesuatu yang tidak biasa, maka kawasan angker yang diberi nama Dorigas itu adalah pilihan yang tepat. Karena di tempat itu terdapat keajaiban-keajaiban yang misterius yang tidak ada di tempat lain. Tapi disini hanya bagi mereka yang telah mempersiapkan dirinya dengan bekal yang cukup dan mental yang sangat kuat. Jika tidak, maka ia akan tersesat bahkan tak bisa kembali dengan selamat.

Ya. Avaldar telah mendapatkan anugerah sebagai negeri yang berlimpah kekayaan alamnya. Baik yang di permukaan maupun di dalam perut buminya bisa diambil dengan mudah. Beragam jenis tanaman selalu panen dalam jumlah yang memuaskan. Begitu pula dengan barang tambangnya yang bisa didapatkan bahkan tanpa perlu menggalinya dalam-dalam – sebab ada banyak yang telah muncul di permukaan, tinggal di ambil saja. Dan dari sekian banyak barang tambang yang ada, ada di antaranya yang sangat berharga yaitu permata Geas dan Thela. Kedua unsur ini lebih berat dan padat dari batu dan sebenarnya ini bisa menjadi akselerator alami yang sangat baik dan memancarkan gelombang magnetik yang sangat tinggi, terlebih jika ada pasangannya (karena biasanya ada sepasang). Sebab keduanya akan saling berstimulus dan memancarkan gelombang tertentu. Penampilannya sangat menawan, lebih indah dari berlian, ditambah lagi dengan pancaran sinar yang keluar dari dalam setiap butirannya. Sedangkan jika mampu memanfaatkannya dengan benar, maka bisa menjadi sumber energi yang luar biasa. Dan bangsa Avaldar sudah lama menggunakan permata ini untuk berbagai keperluan peradabannya.

Adapun penduduk negeri Avaldar merupakan kaum yang berilmu tinggi dan bijaksana. Mereka terdiri dari bermacam ras yang ada, dan sering mengenakan pakaian serba panjang – mirip model pakaian orang Yunani kuno namun tertutup auratnya – dengan warna polos yang beragam. Sangat jarang dari mereka yang menggunakan perhiasan, kecuali untuk momen dan acara khusus. Dan dalam waktu-waktu tertentu mereka akan bernyanyi, yang isinya adalah pujian-pujian kepada Sang Pencipta atau sekedar ungkapan kekaguman untuk para pahlawan. Dengan suka cita dan kesungguhan mereka itu bernyanyi, sungguh terasa indah dan mengharukan.

Selain itu, sudah menjadi kebiasaan dari bangsa Avaldar bila sejak kecil mereka sudah dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan. Dalam hal ini akan seimbang antara yang bersifat ilmiah dan batiniahnya. Setiap orang dengan senang hati memperdalam berbagai aspek jasmani dan ruhaninya, logika dan spiritualnya. Karena itulah, di sana banyak yang mampu bertelepati, berteleportasi, dan bertelekinesis dengan sempurna. Tapi ini tidak lantas membuat mereka lupa dengan teknologi, karena tidak sedikit yang menjadi ilmuwan yang sangat mumpuni di berbagai bidang. Mereka inilah yang banyak berperan dalam membangun peradaban di negeri Avaldar. Tentunya dengan memperhatikan keharmonisan dan keseimbangan alamnya.

Catatan: Namun bila harus dibandingkan, maka kebutuhan akan ruhanilah yang lebih diutamakan. Mereka sadar bahwa kemampuan duniawi adalah sementara, dan itu hanya untuk membuktikan kebesaran dari Hyang Aruta (Tuhan YME). Sedangkan hal-hal yang bersifat non materi adalah tujuan dari kehidupan yang sesungguhnya.

Mengenai tata kotanya, maka akan sulit dicari bandingannya. Di dalam kota Himilron terdapat beragam jenis bentuk dan karakter arsitekturnya, mulai dari yang klasik hingga moderen. Mulai dari yang alami sampai ke yang penuh dengan teknologi canggih. Semuanya penuh warna yang menarik dan terbuat dari bahan-bahan yang terbaik demi menjaga kualitas dan ketahanannya. Taman-taman yang indah pun bertebaran di sana, menyejukkan mata yang melihatnya. Semuanya telah diatur sedemikian rupa dan penuh dengan perhitungan yang akurat. Kenyamanan yang ditawarkan di sana juga sungguh luar biasa, sehingga bisa memberikan rasa damai bagi setiap penghuninya.

Dan satu hal yang terus menjadi tujuan utama untuk datang kesana adalah mengunjungi pusat ilmu pengetahuan yang disebut Ingstar. Lokasi dari tempat itu sedikit tersendiri, dan harus mendapatkan izin terlebih dulu untuk bisa masuk kesana. Di area khusus itu terdapat beragam bentuk gedung dan aula yang berukuran raksasa, yang di dalamnya memuat banyak koleksi berharga. Siapapun yang bisa masuk kesana akan mendapatkan banyak manfaat. Wawasan dan ilmu pengetahuannya pun bisa meningkat drastis hanya dalam waktu yang singkat.

Ada pula tempat yang disebut Inhilun. Sebuah pulau di tengah danau Ared Iskir, yang menyimpan berbagai benda pusaka kerajaan. Selain itu, satu hal yang istimewa di sana karena terdapat pintu gerbang (portal) ke Dimensi lain. Hanya orang tertentu saja yang bisa mendekat kesana, dan ia harus mendapatkan izin khusus dari penguasa negeri Avaldar. Penjagaan di lokasi itu sangatlah ketat, tak ada tawar menawar bagi siapapun. Sementara bila dilihat dari jauh, dari bagian tengah Inhilun itu terpancar cahaya kuning kebiruan yang menembus angkasa. Sungguh pemandangan yang indah dan sangat mengagumkan. Terasa sekali aura mistisnya.

Lalu khusus untuk para tamu istimewa, disediakan tempat yang berada di lereng tebing Gwisan. Dari puncak tebing itu terdapat beberapa air terjun yang menawan, yang berada di kanan kiri gedung. Dari situ akan terlihat pula matahari terbit yang begitu indahnya. Sedangkan di sana ada bangunan istana yang sangat indah, yang bertingkat ke bawah, yang menjadi tempat menginap bagi para tamu. Saking indahnya maka diberi nama Eldamor, atau yang berarti keindahan yang memikat. Dan di tempat itulah akan tinggal para tamu dari berbagai bangsa, tidak hanya Manusia, tetapi juga dari bangsa Peri, Ruwan, dan Jin. Sementara khusus untuk bangsa Cinturia dan Karudasya telah disediakan tempat yang sesuai dengan bentuk fisik dan karakter mereka. Tempatnya diberi nama Megolin, suatu kawasan taman yang alami dan dilengkapi berbagai fasilitas yang khusus untuk kedua bangsa itu.

Sungguh negeri yang diberkati, yang penduduknya pun hidup dalam akhlak yang mulia. Ada banyak contoh yang menjadi buktinya, seperti kondisi pasar yang ramai namun tetap bersih, aman, dan tertata rapi. Tidak ada kecurangan di sana meskipun tak ada pula kepastian harganya. Para pedagang dan pembelinya saling tawar menawar – dalam kejujuran – hingga sepakat. Sedangkan pasar disini juga telah dibangun dengan sangat megah, penuh dengan fasilitas yang canggih. Berada di sebuah bangunan raksasa yang banyak tiangnya, yang atapnya bisa dibuka tutup kapanpun diinginkan. Semuanya dikelola dengan sangat profesional dan hanya demi kebaikan bersama.

Selain itu, ada satu kebiasaan mereka yang menakjubkan. Yaitu di hari ke tujuh dalam setiap minggunya, mereka akan meletakkan barang-barang yang masih layak pakai di depan teras rumah atau pondok kecil yang dibangun di halaman depan rumahnya. Tidak jarang pula mereka sengaja meletakkan barang-barang yang masih baru atau belum pernah dipakai. Jenisnya bisa bermacam-macam seperti makanan, sayuran, buah-buahan, perkakas, dll. Barang-barang tersebut boleh diambil oleh siapapun tanpa harus membayar, bahkan tak perlu memintanya. Dan kebiasaan ini di lakukan dengan suka cita tanpa ada motif atau tujuan yang tersembunyi selain berbagi di antara sesama. Sungguh masyarakat yang mapan dan bijaksana.

Ya. Sama halnya dengan di kota Syinastra yang ada di periode zaman ketiga (Dirganta-Ra), maka semua yang tinggal di kota Avaldar telah kaya dengan hal-hal keruhanian dan terlepas dari ego yang membelenggu. Mereka sudah penuh kesadaran diri, sehingga tidak lagi membutuhkan aturan hukum dan undang-undang kecuali syariat yang dibawa oleh para Nabi. Itulah kenapa penampilan mereka selalu tampak menarik, berwibawa dan dari wajahnya terpancar cahaya yang menyejukkan. Mereka sangat santun, murah tersenyum, dan tidak pernah melakukan hal yang sia-sia. Semuanya tertata rapi dan sesuai pada tempatnya. Dan energi-energi negatif tak ada lagi disana, karena semuanya tertolak sebelum bisa masuk ke negeri itu. Semua orang memang telah benar-benar bisa mengendalikan pikiran dan hatinya dengan sempurna. Sesuatu yang tak bisa lagi kita temukan sekarang di muka Bumi ini (di alam nyatanya).

Dan penduduk negeri Avaldar itu adalah orang-orang yang telah paripurna. Di antara mereka ada pula tradisi untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dan juga hadiah atau oleh-oleh. Mereka saling berbagi dengan penuh cinta dan suka cita tanpa ada rasa iri, dengki, angkuh, pamer, pamrih dan prasangka. Mereka adalah masyarakat yang sempurna dan meskipun tetap membangun peradaban yang tinggi, namun hatinya tidak terikat lagi dengan hal-hal material duniawi. Dan meskipun pikiran mereka sudah tercerahkan, namun dengan kerendahan hatinya mereka selalu berusaha untuk membersihkan dirinya sendiri (hati dan pikirannya) secara rutin di setiap harinya – khususnya di waktu senja/magrib atau tengah malam.

Oleh sebab itulah dalam kesehariannya mereka juga tetap bekerja untuk mencari nafkah tapi tidak sampai ngoyo (berlebihan, mati-matian). Mereka tetap menjalankan sunnah kehidupan itu untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya saja, itu pun tidak setiap hari. Sehingga mereka bisa memiliki banyak waktu untuk bersantai (relaksasi) dengan keluarganya, berolahraga, dan ber-silaturahim dengan tetangganya. Dan mereka hanya melakukan apa saja yang mereka mau tanpa ada ikatan dosa atau pahala, baik atau buruknya. Semuanya hanya dari dan untuk Tuhannya saja. Diri mereka sudah sangat bijaksana dan dewasa dalam memandang segala sesuatunya di dunia ini. Mereka adalah pribadi Manusia yang sudah sempurna dan waskita.

Dan mereka telah punya lahan garapan, tapi setiap orangnya hanya mau mengambil sebatas kebutuhannya saja. Tidak ada sifat serakah dan sombong, karena mereka sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Mereka memilih hidup yang sederhana, tapi itu bukan berarti hidup mereka lantas jadi terbelakang. Justru atas sikap yang seperti itulah (rendah hati, pandai bersyukur dan sadar diri) mereka mendapatkan petunjuk dari Tuhan untuk bisa membangun peradaban yang teramat gemilang. Banyak hal yang tak masuk di akal bagi Manusia yang hidup di masa kini justru telah ada di sana. Sangat mengagumkan, sangat menakjubkan.

O.. Sungguh inginnya diri ini untuk datang kesana dan menetap. Cukup dengan berjalan menyusuri lembah Waremos lalu mendaki pegunungan Thengol untuk bisa melihat lebih jauh. Dari atas puncaknya lalu menoleh ke arah timur karena akan tampak jelas celah tebing yang menjulang tinggi. Masuklah ke dalam celah Bunggola itu, berjalanlah terus sampai bisa menemukan pintu gerbang yang terbuat dari marmer berwarna hitam. Itu bukan pintu biasa, tetapi jalan untuk bisa berpindah tempat.

Selajutnya, siapapun yang berhasil memasuki gerbang Noserum itu, ia akan tiba di pinggiran hutan Tarlokh yang tak pernah didatangi oleh siapapun kecuali sosok yang terpilih. Jika sudah masuk ke hutan misterius itu, terus saja ke arah timur lalu berkelok ke selatan sampai bisa melihat laut Sirrandala yang begitu luas. Saat berdiri di pantainya yang berwarna putih, harus menoleh ke arah utara hingga bisa melihat tebing batu yang berwarna merah. Ada celah sempit disana, yang bisa dilalui dengan sedikit membungkuk. Setelah berhasil melewatinya, maka akan terlihat hutan Sahikan yang sangat lebat. Nah disanalah terdapat gerbang tak kasat mata untuk bisa memasuki negeri yang terahasia. Tidak semua orang bisa melihat dan memasukinya, karena itulah diberi nama Amagoshal.

Dan seandainya berhasil memasuki gerbang tersebut serta bisa melalui jalan Hatsmal yang berliku-liku, maka dari sanalah akan sampai di Galhion; perbatasan negeri Avaldar. Oleh para penjaganya siapapun akan diperiksa dengan teliti. Jika telah memenuhi syarat, barulah diizinkan untuk bisa memasuki batas kota yang sangat menakjubkan. Negeri idamannya para kesatria.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi. Wassalam.. 🙏

Jambi, 26 Juni 2019
Harunata-Ra

Iklan

6 respons untuk ‘Avaldar : Negeri Idamannya Para Kesatria

    Asyifa Wahida said:
    Juni 28, 2019 pukul 8:05 am

    SUBHANALLAH….
    sungguh negeri dn kehidupan yg super amazing mas….

    semoga manusia2 negeri ini bisa mncontoh sifat dn sikap orang2 dn kehidupan dinegeri yg super indah dn damai itu/AVALDAR…aamiin
    bhkn kl bisa melebihi kehidupan negeri AVALDAR itu sendirii ….

    Matur suwuun kagem ilmunya mas …
    jdi kepingin pergi kesana ..

      Harunata-Ra responded:
      Juli 15, 2019 pukul 5:49 am

      Iya mbak Asyifa, di sana emang sungguh indah dan luar biasa.. gak ada di atas Bumi ini lagi..

      Hmm.. utk skr sih rasanya gak mungkin bisa melebihi kehidupan di Avaldar, menirunya saja gakkan bisa lantaran sudah terlalu menuhankan materi dan keduniawian.. Tapi kita ya tetap aja berharap, semoga Tuhan mengizinkan itu terjadi nanti..

      Nggih mbak, nuwun juga karena masih mau berkunjung.. Oh ya, saya doakan juga deh mbaknya bisa sampai ke sana.. ttp semangat.. 🙂

    guntur said:
    Juli 2, 2019 pukul 1:54 am

    mas Oedi Ceritanya ini ngarang nggk se sebenarnya ?

      Harunata-Ra responded:
      Juli 15, 2019 pukul 5:55 am

      Lah menurut masnya gimana? Udaaah.. abaikan aja mas kalo gak percaya ato dirasa gak masuk akal.. Nyante aja.. 🙂

        guntur said:
        Juli 15, 2019 pukul 8:56 am

        justru karena saya ada rasa percaya makanya saya tanya serius seperti itu mas

        Harunata-Ra responded:
        Juli 15, 2019 pukul 10:45 am

        Ow gitu.. Okelah.. 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s