Diposkan pada Info Terbaru, Puisi_ku, Tulisan_ku

Semakin Mawas Diri

Wahai saudaraku. Kali ini kami sampaikan tulisan yang isinya adalah kumpulan kata-kata dan kalimat yang mungkin bermanfaat bagimu. Semuanya dituliskan dalam rentang waktu 1-2 tahun belakangan, dan sebenarnya pernah di share ke media sosial yang pernah kami ampu.

Tujuannya tiada lain kecuali untuk sekedar mengingatkan lagi kita semua agar senantiasa mawas diri dan terus mempersiapkan diri. Karena cepat atau lambat pergantian zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra) akan terjadi, dan proses transisi yang sangat mengerikan itu akan berlangsung. Semuanya demi menyeimbangkan lagi kehidupan di Bumi, agar tercipta keharmonisan yang semestinya.

Nah, untuk mempersingkat waktu silahkan baca puzzle-puzzle yang telah disatukan berikut ini:

1. Bukalah mata batinmu
Wahai saudaraku. Kehidupan itu bak roda pedati yang berputar. Dan kini aku pun merasa cemas, karena setelah bersenang-senang, foya-foya, dan merasa bangga setinggi langit, maka kesedihan dan penderitaan pun senang berkunjung. Ia akan datang untuk menyapa tanpa bisa dihindari lagi

Dan “Pernah terjadi, dan akan terjadi lagi pemusnahan terhadap Manusia yang timbul dari berbagai sebab. Yang terbesar akan di wakili oleh unsur api dan air alami. Selebihnya adalah unsur dan faktor yang lain yang juga sangat mengerikan. Maka bersiaplah selalu, karena hal itu sudah semakin dekat

Lalu “Ada yang terus bergerak dalam bayangan, tak terlihat nyata. Dia masih bersembunyi dari penglihatan kita. Tiap hari kekuatannya bertambah besar dan terkumpul. Waspadalah terhadap musuh ini, karena dia tak seperti wujudnya. Ada mantra penyembunyian tertentu yang menyelubungi tempat keberadaannya. Dia belum mencapai kekuatan penuhnya. Itulah kenapa hingga kini musuh besar itu belum ingin menampakkan diri mereka. Dan jika mereka telah kembali, kau harus sudah siap. Tak ada kesempatan damai dan ampunan, karena yang ada nanti hanyalah perang dan kehancuran

Sungguh, “Yang tak terlihat itu bukan berarti tak ada. Yang tak terasa dan tak terdengar olehmu itu juga bukan karena tak terjadi apa-apa. Ada banyak hal yang sudah berubah dan diluar pengetahuan selama ini. Eksistensi yang selama ini tak diketahui mulai menampakkan dirinya dan mengganggu keseimbangan kosmos. Keadaan juga sudah semakin kacau, bahkan sebagiannya lagi telah hancur berantakan. Memang belum terlihat jelas disini, di muka Bumi ini, tapi sudah sangat mengkhawatirkan keadaannya. Kau tak bisa lagi menganggapnya sepele, meski tak juga bisa kau lihat sendiri. Kau harus terus mempersiapkan diri, jika memang ingin selamat

Sebab “Akan kembali apa yang telah dilupakan. Waspadalah, karena sekarang dunia sudah berada dalam kondisi ketidakpastian quantum. Benar dan salah menjadi tak jelas. Indah dan menjijikkan di pandang sama. Sehingga Alam Semesta akan meminta tanggungjawab kepada siapapun di Bumi ini. Bersiaplah untuk menjawab dengan benar setiap pertanyaan yang tak ditanyakan. Sebab kegagalannya adalah siksaan

Dan ketahuilah bahwa “Semakin banyak Entitas Adidaya yang datang ke Bumi ini. Mereka hadir dengan berbagai urusan, positif dan negatif. Oleh sebab itu, persiapkanlah terus dirimu, terlebih di hari Jumat. Karena awal dan akhir selalu terjadi di waktu itu

2. Bukalah hati dan pikiranmu
Wahai saudaraku. Fir’aun adalah simbol dari kekuasaan, Haman adalah simbol dari ilmu pengetahuan, sementara Qorun adalah simbol dari kekayaan. Karena kesombongan dan lupa diri, ketiganya lalu ditenggelamkan, baik di darat dan di lautan. Kelak akan tiba masanya dimana siapapun yang mengikuti jejak mereka itu lalu mendapatkan balasan yang setimpal. Pergantian zaman ini akan terjadi, pemurnian total akan menghakimi

Dan “Siapapun yang tidak memiliki darah Ardhanaiswari, maka takkan terhormat menduduki Dampar Kencana di Nusantara – juga di dunia ini. Dia bukanlah seorang pemimpin, juga tidak layak disebut sebagai kesatria” – Para Leluhur –

Sedangkan “Jika di suatu negeri telah dipimpin oleh sosok yang mendapatkan restu Ilahi dan ia juga menerima Wahyu Keprabon, maka kehidupan disana menjadi aman dan makmur. Tak ada lagi konflik yang berkepanjangan. Alam pun memberikan hasil bumi yang berlimpah, cuaca dan musim tepat pada waktunya, dan tidak ada lagi bencana alam yang menyebabkan banyak korban jiwa. Orang-orang bisa hidup rukun dan saling menguntungkan. Tak ada lagi yang berbuat kezaliman, baik terhadap sesama ataupun kepada hewan, tumbuhan dan lingkungannya. Sungguh itulah kejayaan” – Para Leluhur –

Zaman keindahan

Duhai kekasihku.
Akan datang waktu dimana orang-orang bijak dapat menyatukan impian kaum muda dan mengikat hati mereka dengan iman dan cinta.
Akan datang masanya ketika alam menjadi guru bagi anak keturunan Adam dan kemanusiaan menjadi kitabnya, sedangkan kehidupan adalah tempat belajarnya.
Sekarang kita memang belum melihatnya, tetapi kita bisa merasakannya.
Dan di saat kemajuan spiritual bisa memegang kendali, maka keindahan yang nyata pasti terwujud.
Dari segala sesuatu yang alami dan penuh kesadaran,
Maka pencarian terhadap kebahagiaan akan bermuara pada keindahan.

Tapi “Kini terdapat dua golongan manusia. Pertama, dialah yang menyampaikan misi kebenaran dengan benar dan tanpa tedeng aling-aling. Sementara yang kedua adalah dia yang menyampaikan yang seolah-olah kebenaran tapi sebenarnya untuk menyesatkan. Tetaplah berhati-hati, karena kedepannya akan semakin banyak yang membuat bingung dan merugikan

Dan “Semua yang ada didepan mata, yang kita lihat dan rasakan di dunia ini adalah tiruan dan bersifat sementara (fana). Dunia ini hanyalah tiruan dan refleksi akan keberadaan dunia yang nyata. Seperti cermin, maka bayangan pada cermin itu adalah refleksi dari diri kita sendiri. Meskipun bukanlah yang sebenarnya, tetap saja ia tampak rupawan. Namun kita jangan pernah terjebak hanya pada keindahan cermin yang palsu itu. Karena itu hanya akan membuat hidup dalam kecelakaan

Karena itu “Sejak kini lebih dibutuhkan lagi penggunaan akal pikiran yang jernih dan rasa di hati yang peka. Di perlukan juga kesadaran diri yang tinggi dan kebijaksanaan hidup yang cukup. Agar menjadi pribadi yang terselamatkan nanti

Sungguh, ada banyak yang “Tersenyum dalam keprihatinan. Bersembunyi di tempat terang. Tegak dalam bersujud. Melihat di dalam gelap. Mencari timur di sebelah barat. Menyusup di tanah lapang. Berlari tetapi ketinggalan. Terkejut oleh teguran orang gagu. Waktu menetes sebesar tungau, tapi tingginya melebihi gunung. Orang kerdil tiarap di dasar jurang, tapi kepalanya hampir menyentuh langit. Orang miskin adalah yang paling kaya. Kaya tetapi tak memiliki apa-apa, selain dharma kesatria

3. Transisi zaman
Wahai kekasihku. Mungkin peradaban kini akan terhenti pada teknologi AI dan NANO saja, itu pun belum sampai di puncaknya. Dan agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu, maka penerapan teknologi dan energi QUANTUM hanya akan dimulai di zaman yang baru nanti (Hasmurata-Ra). Butuh kesiapan diri Manusia – ruhani, batin, spiritual – yang mapan agar tidak menimbulkan kerusakan. Semoga kita termasuk yang bisa merasakannya nanti

Karena “Selama kita hidup di atas Bumi ini, maka selama itu pula kita sedang berada di atas segala bentuk ujian dan bencana besar. Tak ada yang benar-benar aman di muka Bumi ini, dan kita semua hanyalah sosok yang sangat lemah dan fana. Karena itulah, kepada siapa lagi kita harus memohon pertolongan dan perlindungan? Kepada siapa lagi kita mengharapkan ampunan dan keridhoan? Siapa lagi kalau bukan kepada DZAT YANG MAHA ESA dan BERKUASA, TUHAN Semesta Alam. Sehingga kembalilah kepada-NYA dengan sikap patuh dan berserah diri

Namun “Kini hampir tak ada lagi yang menghargai kebaikan, karena semuanya cuma menghargai materi. Semakin kaya semakin pula dimuliakan

Padahal “Mereka itu sebenarnya bisa menjadi orang yang hebat. Bahkan itulah harapannya. Hanya saja mereka kekurangan cahaya untuk menunjukkan jalannya. Untuk alasan inilah, kau pun diutus sebagai pendamping dan juga yang membimbing

Dan “Meskipun dirimu tinggal di tengah-tengah mereka, tapi engkau bukanlah salah satu dari mereka. Kau mungkin akan merasa seperti orang buangan, tapi kau tak pernah sendirian

Ya. “Memang kondisi Manusia itu kian menurun. Karena pada zaman awalnya mereka tidak mengendalikan elemen, tetapi energi yang ada di dalam dirinya sendiri. Lalu kemampuan ini terus berkurang. Dan kini bahkan tak ada yang bisa mengendalikan apapun, karena telah dikendalikan oleh apapun

Padahal “Sejak dulu, semua yang ada di dunia ini membentuk sebuah lingkaran symbiont. Apa yang terjadi pada salah satunya di Alam Semesta ini, akan memengaruhi yang lainnya. Baik atau buruknya sama saja. Akan tetap berdampak langsung secara cepat ataupun lambat. Dan kini, dimana-mana telah muncul peristiwa yang menunjukkan dengan nyata tanda-tanda bangkitnya pemurnian total. Tinggal menunggu akhir sebelum bermula kembali

4. Ingatlah!
Wahai saudaraku. Ingatlah bahwa dirimu sering dibiarkan-NYA sibuk dengan cobaan-cobaanmu di dunia ini, dengan ke-diri-an dan ke-aku-anmu. Tak tahukah engkau, bahwa hal itu bisa membuatmu lupa akan Tuhanmu dan menutupimu dari penglihatan kepada-NYA? DIA menciptakanmu, memeliharamu, dan mengaruniaimu dengan begitu banyak nikmat, musibah dan kesempatan adalah sebagai ujian bagimu. Maka waspadalah agar segala sesuatu selain DIRI-NYA itu tak memisahkanmu dari-NYA

Hong wilaheng hawigeno hastu
Aung gangsa adirataksi awigina astahanu
Innalillahi wa inna illaihi rojiuun
Dari tiada menjadi ada dan kembali ke tiada, yang sesungguhnya ada

Sehingga “Terkadang kau harus sering mengambil waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri. Masuklah ke dalam dirimu sendiri untuk menyelamatkan diri dari dirimu yang lain

Sebab “Negara yang dikatakan sempurna itu adalah ketika penduduknya tak lagi membutuhkan pemimpin meskipun ada pemimpin. Tak lagi memerlukan hukum walau pun ada hukum. Yang ada hanyalah kesadaran, cinta, Dharma kesatria, dan berserah diri kepada Yang Maha Esa. Dan itu akan terwujud nanti, ketika prinsip Nagara Tirta Agni kembali muncul dan merevolusi dunia

Dan semua itu akan terwujud ketika ada seorang yang kuat menyandang nama (gelar) sebagai Sri Maharaja Dwipa Eka Mandala Sri Hyang Arya Wangsa Bhuwana Pasya. Tapi “Bersiaplah selalu karena proses itu akan datang. Tingkatkan dirimu secara lahir dan batin sekaligus. Karena pemurnian total akan dialami oleh banyak bangsa di dunia, seperti Purvatiya (penghuni gunung), Udicya (orang-orang dari utara), Madhya Deshya (orang-orang di wilayah tengah dan timur tengah), Pracya (orang-orang timur), Praticya (orang-orang barat), Dakshinatya (orang di selatan dan Nusantara), Simhala (Sri Lanka), Gamtya (orang-orang negro di Afrika), Pahlava (suku Normadik berkulit putih di pegunungan Kaukasus), Yadava (daerah Eropa timur dan Yunani), Tushara (orang-orang Mandhata, India, atau Tukharistan kini), China (orang-orang Mongol, Tibet, China, Korea, Jepang), Hadila (rumpun orang Austronesia di Pasifik), Shulika, Khaśa, dan suku-suku Kiraṭa (suku-suku Aborigin yang hidup di India timur-laut dan Nepal), serta para Vriśala (orang tak beradab yang jadi pemimpin). Semua dari mereka akan terkena dampak langsung dari apa yang di lakukan oleh sang pemuda gembala. Entah di ampuni atau justru dimusnahkan.

Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi tindakan sang pemuda pilihan. Dia utusan Langit dan memimpin pasukan terkuat yang pernah ada, yang terdiri dari “para kesatria dan brahmana”. Senjata mereka adalah pedang, tombak, gada, kapak, dan busur panah yang diaktifkan dengan berbagai mantra sakti. Mereka punya banyak kemampuan yang kini dianggap mitos belaka. Di tangan sang Kalki pula, maka semua raja, pemimpin dan orang keji akan binasa. Dia juga akan memusnahkan semua praktik agama yang ateis dan menegakkan kembali setiap hukum Tuhan yang sejati. Tidak ada yang bisa menghindar dari mereka ini, karena saat itu adalah masa penghakiman yang paling adil bagi Manusia Bumi, di akhir zaman ini.

Lalu, dia akan menyisakan sedikit Manusia untuk tinggal di satu kota terbaik yang telah ia bangun, sementara yang lainnya menyebar di sepenjuru Bumi sebagai cikal bakal generasi selanjutnya. Disana semuanya serba baru, bahkan bahasa dan tulisannya pun baru. Belum pernah ada peradaban yang seindah di sana, dan yang tinggal di sana hanya bagi yang terpilih saja. Dan setelah ia (sang pemuda) selesai membuka jalannya zaman keemasan dan mensucikan Bumi dari setiap kejahatan, maka bersama pasukannya itu dia pun akan kembali ke negeri asalnya di alam keabadian.

Sang Gembala Dunia

Datanglah wahai Sang Gembala.
Singkirkan para penjaja agama dari bait suci-Nya.
Sebab mereka telah mencemarkan kesuciannya dan memberikannya kepada ular beludak dengan kelicikan dan kejahatannya.
Datanglah dan paksa para kaisar itu untuk bertanggungjawab atas apa yang telah mereka perbuat.
Sebab mereka sudah merampas segala sesuatu yang menjadi hak kemanusiaan.
Datanglah dan lihatlah mereka yang telah dipercaya dengan kedamaian namun kini tercerai berai menjadi banyak kelompok dan saling bermusuhan.
Datang dan lihatlah, mereka terus saling menghujat dan berperang tanpa belas kasihan. Sedangkan yang menjadi korban adalah Jiwa-jiwa kami yang lemah dan menderita.
O.. Permata yang terindah, hadirlah dan tegakkan kembali keadilan dunia ini.

Demikianlah sedikit peringatan yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan yang sempit ini. Semoga tetap bermanfaat. Rahayu.. 🙏

Jambi, 22 Juni 2019
Harunata-Ra

Iklan

Penulis:

Saya orangnya apa adanya... dan untuk lebih jelasnya silahkan baca di halaman "Tentang_ku" pada blog ini.

20 tanggapan untuk “Semakin Mawas Diri

  1. semakin sering dalam mimpi, kehadiran entitas adidaya luar bumi…. matur nuwun mas Oedi, masih setia mengingatkan, dan menguatkan. 🙇🙏

    1. Hmm kalo di luar mimpi sering lihat mas? Lebih gimana rasanya gitu.. 😊

      Oke mas Ajar, nuwun juga karena masih mau berkunjung.. Moga ttp bermanfaat.. 😊🙏

    1. Nggih sami2lah mbak, nuwun juga karena masih mau berkunjung.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂
      Waah sampai segitunya, emang kenapa mbak Asyifa?
      Silahkan aja kalo mau di share, monggo… 🙂

    2. Nggih sami2lah mbak, nuwun juga karena masih mau berkunjung.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂
      Waah sampai segitunya, emang kenapa mbak Asyifa?

      1. Enggih mas..
        Insyaallah akan sllu setia berkunjung dn menantikan pelajaran dn peringatan demi peringatan saking panjenengan sblom datang hari yg mnyesekkan dada alias hari H mas…..

        Itu lo mas mmbayangkan akan kengerian hari h yg super dahsyat ngerinya dn membayangkan sosok idola kulo yg kulo impi2kan slm bbrp tahun ini mas ….

      2. Syukurlah kalo gitu mbak.. nuwun untuk apresiasinya.. Doakan saya agar termasuk kalangan yg selamat nanti.. 🙂

    1. Terima kasih mas Ferdi karena udah mau berkunjung, semoga bermanfaat.. 🙂
      Aamiin.. semoga saja ya mas.. Dan kita semua emang harus terus bersiap.. 🙂

  2. Salam Mas Oedi…..

    Wueleh….. Artikel yg excellent, yg ditulis hasil dari sinergitas Instrument Kecerdasan Anugrah ILAHI (Sinergitas IQ – EI & SI)., dan Saya lebih tertegun lagi….. membaca Artikel Jenengan (yg tdk lagi tersirat…..), perlambangkah….?

    ON GOING (Episode: Bagian 1)

    Duhai……. putra-putri ibu pertiwi, trah para leluhur nusantara
    Wahai para super alpha (taqdir-nya) Ketetapan ILAHI
    Sucikanlah dirimu dengan slalu bersungguh-sungguh dalam beribadah (vertikal), serta dalam menunaikan dharma kesuma & mengaktualisasikan keluhuran budi pekerti (horizontal)
    Agar engkau selalu terkoneksi dengan Pesan dan Perintah ILAHI, serta “para sesama.”

    Asahlah, rawatlah dan jagalah slalu instrument anugrah ILAHI (sinergitas IQ-EI & SI yang di atas rata-rata)
    Jernihlah engkau dalam berfikir
    Cerdaslah engkau dalam melangkah
    Bijaklah engkau dalam berkata
    Taktislah engkau dalam bertindak
    Dan…… bermanfaatlah engkau dalam berkarya.

    Duhai……. putra-putri ibu pertiwi, trah para leluhur nusantara
    Wahai para super alpha (taqdir-nya) Ketetapan ILAHI
    Engkau berada di garis depan sebagai personafikasi, manifestasi & representatif dari Gusti Ingkang Akaryo Jagad (vertikal) dan Para Leluhur Nusantara (horizontal) yang pernah eksis dan berjaya
    Dan ketahuilah….. beban yang engkau tanggung tidaklah gampang dan ringan
    Peran dan Tugas yang engkau sandang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan

    Yang akan engkau hadapi adalah para durjana, para brutus, para sengkuni, para opportunis busuk dan para cenayang sesat, yang licin, licik dan lihai, yang menghamba kepada kegelapan.
    Di sisi lain engkau harus mewujudkan orkesta simphoni tentang kebersamaan, persatuan & kesatuan yang solid, kebenaran, keadilan, ketentraman, kesejahtraan, kemakmuran, kebahagiaan & kejayaan nusantara kepada saudara-saudara kita yang telah lama menanti-nantikannya
    Dan pahamilah……. kita sedang (terbang) dalam perjalanan, yang akan “mendarat” tatkala ada & telah ada Ridho-NYA dan Rakhmat-nya.

    Semoga bermanfaat,

    Suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti
    Mugia Rahayu Sagung Dumadi

    1. Salam juga mas Rakeyan.. Nuwun juga karena masih mau berkunjung.. 😊🙏

      Dan syukurlah kalo suka dg tulisan ini.. Semoga ttp bermanfaat.. Ttp semangat.. 💪😊

  3. Hhmmpphh….., Ndang rampung lah…biar sy bisa segera rehat. Ngantuuuukk banget rasane , tp belum boleh tidur dn istirahat’. Kpn to … Sy boleh istirahat’. Ngaso dilut Yo mas ….!?? Mengko kerjo maneh…..

      1. Oppo….😱😱..tinggal di atur schedulnya ??! Penakmen Nek iso ngono.
        Sy dah pake obat tidur aja nda ngaruh blass…..
        Sirepen aku mas ,, mbok menawane aku iso turu…😪😪

      2. Jadwal dn waktu tdr ku , sdh bkn sy lg yg ngatur, diri ku ini msh diri ku , tp diri ku ini jg bukan diri ku lg…… hhmmpphh………….😞😞

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s