Bulan: Juni 2019

Avaldar : Negeri Idamannya Para Kesatria

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dari para bijak telah disampaikan bahwa ada beberapa negeri yang ditakdirkan lebih indah dan makmur dari yang lainnya. Di antaranya adalah Avaldar yang berada di lembah Unmol yang begitu subur. Adapun pusat negerinya terletak di sebuah cekungan raksasa yang membentang sejauh puluhan kilometer dari arah timur ke barat. Diberi nama Himilron, atau yang berarti damai sejahtera.

Avaldar adalah negeri yang dikelilingi oleh pegunungan Louthor dan dataran tinggi Demaln yang menghijau. Lereng-lerengnya sedikit melandai kemudian menanjak sampai ke bentangan tanah tinggi Seigal, dimana terdapat banyak rerumputan (padang savana) yang bertabur bunga. Tepat di arah timur sampai ke selatannya, terbentang luas hutan yang lebat lengkap dengan beragam flora dan faunanya. Dari sanalah, di tempat yang bernama Galhion itu, menjadi lokasi perbatasan negeri Avaldar. Tempat yang tak bisa ditembus atau dimasuki oleh siapapun tanpa izin. Ada banyak penjaga yang bertugas di sana, dan mereka itu selalu mengawasi wilayahnya dari atas Niras, yaitu menara-menara putih yang menjulang tinggi. Dengan kepiawaiannya, siapapun yang melewati perbatasan Galhion tidak akan melihat mereka sampai akhirnya tertangkap.

Baca entri selengkapnya »

Falsafah Agung Leluhur Nusantara

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Membicarakan tentang betapa menakjubkannya Nusantara maka takkan ada habisnya. Terlebih mengenai siapakah para leluhur kita dulu, yang dengan segala kemampuannya telah mewariskan berbagai falsafah hidup yang luar biasa. Dan sebagai generasi sekarang, maka tiada alasan bagi kita untuk tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup. Karena apa yang telah mereka wariskan itu sangat bagus dan akan berlaku sepanjang zaman.

Nah, dari sekian banyak falsafah hidup para leluhur Nusantara, maka ada yang sangat menarik untuk kita bahas kali ini. Kalimatnya tidak asing lagi bagi kita semua, yaitu “Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo“. Lantas apa makna yang terkandung di dalamnya? Inilah yang akan kita bahas dalam kesempatan ini.

Baca entri selengkapnya »

Semakin Wawas Diri

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kali ini kami sampaikan tulisan yang isinya adalah kumpulan kata-kata dan kalimat yang mungkin bermanfaat bagimu. Semuanya dituliskan dalam rentang waktu 1-2 tahun belakangan, dan sebenarnya pernah di share ke media sosial yang pernah kami ampu.

Tujuannya tiada lain kecuali untuk sekedar mengingatkan lagi kita semua agar senantiasa mawas diri dan terus mempersiapkan diri. Karena cepat atau lambat pergantian zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra) akan terjadi, dan proses transisi yang sangat mengerikan itu akan berlangsung. Semuanya demi menyeimbangkan lagi kehidupan di Bumi, agar tercipta keharmonisan yang semestinya.

Baca entri selengkapnya »

Wasiat Para Bijak Untuk Kesatria

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam mengarungi kehidupan ini, sebagai makhluk yang lemah dan fana kita perlu diingatkan, bahkan harus sengaja mengingatkan diri kita sendiri. Tujuannya agar tidak mudah tergelincir dalam kesalahan dan kesesatan. Dan seandainya kita mau terus bersikap mawas diri dan introspeksi diri, maka keselamatan dan kebahagiaan pun bisa didapatkan, di dunia ataupun di akherat nanti.

Nah, untuk lebih cepat mendapatkan hikmah, kali ini kami sampaikan beberapa wasiat yang pernah diberikan oleh para Nabi, Begawan, dan Bhatara-Bhatari. Pesan dan nasehat itu telah disampaikan kepada orang-orang pilihan, para kesatria dan kesatriawati, khususnya sebelum mereka menjalankan tugas utamanya di Bumi. Dan sebenarnya bisa juga dijadikan pedoman hidup bagi kita sekarang.

Adapun di antaranya sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »

Kasorai : Pemuda Yang Tak Terduga

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sekali lagi kami akan menyampaikan sebuah kisah tentang kehancuran dan kebangkitan dunia. Mengapa ini di lakukan? Karena sejarah peradaban Manusia itu terus berulang dan berulang sampai Hari Kiamat nanti. Adapun tujuan utamanya di sini adalah agar kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran, yang bisa kita terapkan di masa kini. Bahwa tak ada yang tak mungkin bisa terjadi, terlebih disaat kemerosotan akhlak telah semakin memenuhi Bumi ini lagi. Dan proses transisi zaman yang mengerikan terus mendekat.

Baca entri selengkapnya »

Terasing di Keramaian

Posted on

Wahai kekasihku.
Kali ini aku tak berharap kau mengasihi ku, tak pula ingin engkau mempedulikan ku.
Aku hanya ingin berkata dengan tulus, maka dengarkanlah. Baca entri selengkapnya »

Kitab Nirartha Prakretha : Di Antara Mahakarya Mpu Prapanca

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Selama ini orang-orang lebih mengenal Mpu Prapanca sebagai penulis dari kitab Nagarakretagama. Hanya sebatas itu saja, dan tak banyak yang mengetahui bahwa beliau juga telah menuliskan beberapa kitab lainnya. Kitab-kitab tersebut begitu luar biasa dan sarat akan makna kehidupan yang mendalam. Sangat relevan untuk dijadikan pedoman, khususnya bagi kita yang hidup di masa kini.

Oleh sebab itu, maka dalam tulisan ini kami akan mengulas tentang sebuah kitab lain yang merupakan karya agung dari Mpu Prapanca. Diberi nama Nirartha Prakretha, dan ditulis di atas lembaran daun lontar. Kitab ini adalah sebuah kakawin (puja sastra) yang adi luhung, yang memuat berbagai falsafah dan hakekat kehidupan. Ditemukan satu paket dengan kakawin Nagarakretagama dan kakawin Sugataparwa Warnana pada tahun 1894 di Puri Cakranegara, Lombok oleh J.L.A. Brandes. Ketiganya (Nagarakretagama, Sugataparwa Warnana dan Nirartha Prakretha) adalah karya dari seorang mantan pejabat keagamaan Buddha yang bernama Dang Acharya Nadendra.

Baca entri selengkapnya »

Keistimewaan Nusantara (2)

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Rasanya malu untuk menyampaikan artikel ini, sebab ia terkait dengan warisan para leluhur kita. Tentang sikap yang adi luhung, yang menjadi ciri khas bangsa Nusantara yang sesungguhnya. Terlebih diri ini pun merasa belum mampu untuk mengikuti jejak mereka, padahal itulah yang akan mengantarkan setiap pribadi ke dalam mahligai kebahagiaan yang sejati. Siapapun yang mau mengikutinya bisa mencapai kesempurnaan hidup dan membangun peradaban yang gemilang.

Ya. Satu anggapan yang keliru bila tetap mengira bahwa kehidupan di Nusantara pada masa lalu adalah primitif. Karena disaat bangsa Eropa masih tinggal di gua-gua – lantaran sedang memasuki zaman kegelapan (dark ages), para leluhur kita justru sudah memiliki peradaban yang tinggi dan mengagumkan (tentang hal ini sudah kami bahas di artikel: Keistimewaan Nusantara (1)). Dan itu tidak hanya sebatas urusan bangunannya saja, melainkan juga sampai kepada urusan sastra dan falsafah hidupnya. Leluhur kita adalah sosok yang arif dan bijaksana. Mereka telah hidup dengan menembus batas-batas keduniawian.

Baca entri selengkapnya »