Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Qona’ah : Nrimo ing Pandum

Wahai saudaraku. Hari demi hari terus berlalu, dan waktu yang bergulir tetap beranjak sesuai dengan semestinya. Selama ini apakah kita masih rutin mengoreksi diri sendiri, tentang apa yang sudah di lakukan? Dalam hal ini apakah kita sudah mengerti betul tentang sikap yang bisa menerima apa adanya dari Tuhan? atau dalam istilah-falsafah Jawa disebut dengan Nrimo ing pandum. Karena sikap ini bisa menjadi kunci dalam meraih kemuliaan.

Sungguh, Tuhan sudah memberikan rezeki terbesar dalam hidup kita berupa rasa qona’ah (kepuasan dan kerelaan) di dunia ini. Tapi coba lihat di seluruh negeri atau di sekitar kita sekarang, tidak jarang yang rela mengorbankan iman dan agamanya hanya untuk memperoleh bagian yang sedikit dari dunia ini. Tidak sedikit pula yang melakukan apa yang diharamkan hanya untuk memperoleh sesuatu di dunia yang sementara ini. Dan semua itu jelas menunjukkan betapa lemahnya rasa qona’ah yang ada pada diri seseorang dan betapa kuatnya rasa cintanya kepada dunia. Sehingga ia tidak lagi seperti Manusia pada semestinya, karena lebih mirip binatang yang telah dikuasai oleh nafsu angkara.

Ya. Kita sering kali tidak qona’ah, lupa terhadap nikmat yang telah Tuhan berikan selama ini, karena umumnya Manusia itu senang melupakan dan selalu merasa kurang dengan apa yang sudah dimilikinya. Karena itulah, hari-harinya selalu diliputi oleh rasa tidak puas, iri, dengki, ambisius, dan kehidupannya tidak bisa tenang. Hal ini merupakan sifat yang buruk dan menjadi sebab timbulnya banyak kejahatan. Dan selama tidak bisa qona’ah, maka selama itu pula kejahatan terus di lakukan, besar atau kecil, disadari atau tidak disadari sama sekali.

Oleh sebab itu, seorang yang qona’ah adalah pribadi yang telah yakin terhadap ketentuan apapun yang ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Baik atau buruknya akan ia terima dengan lapang dada. Tak ada lagi keraguan dihatinya, sehingga dia pun ridho terhadap apa yang telah ditakdirkan dan dibagikan kepadanya. Hal ini erat kaitannya dengan keimanan yang sebenarnya kepada Tuhan. Karena seorang yang qona’ah itu artinya ia telah mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Tuhan telah menjamin dan membagikan segala urusan untuk para hamba-NYA secara adil, bahkan ketika sang hamba dalam kondisi tidak memiliki apapun atau tidak tahu apapun. Semuanya ia terima dengan perasaan yang puas dan tetap bersyukur.

Jadi, siapapun yang qona’ah berarti ia telah melakukan tiga hal (muhasabah, tadabbur, dan tafakur) demi mencapai tiga hal (tawadhuk, tawakal, dan tasyakur). Suatu usaha yang tidak mudah, penuh dengan ujian yang sulit, tapi jika berhasil akan mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat nanti. Maka beruntunglah bagi diri yang senantiasa qona’ah dan berusaha untuk tetap seperti itu.

Ya. Sikap nrimo ing pandum atau dalam istilah lain disebut dengan qona’ah itu akan membuat seseorang terhindar dari sifat buruk yang bisa mengikis habis pahala dan kebaikan hidupnya. Dan sifat buruk ini, apapun bentuknya, bisa timbul dalam diri Manusia karena tidak adanya rasa qona’ah. Artinya seseorang tidak pernah merasa cukup atas segala rezeki, dan tak pula merasa puas atas nikmat atau apapun yang didapatkan, sehingga ia menjadi tamak akan dunia ini dan kecewa jika bagian dunia yang diperolehnya sedikit.

Sebaliknya, jika seseorang telah memiliki sifat qona’ah, maka bagaimana bisa dia melakukan akhlak yang buruk? Bagaimana bisa dalam hatinya timbul keinginan yang membuatnya bertindak jahat? Itu takkan terjadi, sebab dia telah ridho terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Tuhannya. Ia pun telah bersabar atas apa yang didapatkan dengan pandai bersyukur dan tetap berserah diri (tawakal). Sehingga hatinya terus bersinar, dan sinar itu berasal dari Cahaya-NYA – yang membuat jalan hidupnya selalu terang dan ia tidak sampai tergelincir dalam lembah kehinaan. Hatinya terus merasa lapang dan tidak ada lagi kecemasan sama sekali. Ia pun telah menjadi seorang yang tenang dan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Untuk itu, sifat qona’ah adalah kekayaan sejati yang letaknya di hati orang yang beriman. Ciri-cirinya adalah kesederhanaan hidup dan rendah hati (tawadhuk), bahkan meskipun tak memiliki apa-apa, maka seorang yang telah nrimo ing pandum (qona’ah) akan merasa seolah-olah dirinya adalah yang paling kaya di dunia ini. Dia pun tidak pernah merendahkan harga dirinya di hadapan sesama makhluk atau menempuh jalan-jalan yang salah demi memperbanyak harta atau memperoleh kedudukan dan popularitas. Ia senantiasa merasa puas dan selalu cukup, sehingga bisa menikmati kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki.

Pun, sifat qona’ah ini bisa menjadi tolak ukur bagi kemuliaan seseorang. Sebaliknya sifat tamak, riya’, dan bangga diri justru hanya menjadi bukti kehinaannya. Sehingga jagalah kehormatan kita dengan sikap yang tetap berusaha untuk selalu qona’ah. Agar keberuntungan dan keindahan bisa dirasakan dalam kenikmatan yang nyata. Rahayu… 🙏

Jambi, 05 April 2019
Harunata-Ra

Iklan

Penulis:

Saya orangnya apa adanya... dan untuk lebih jelasnya silahkan baca di halaman "Tentang_ku" pada blog ini.

24 tanggapan untuk “Qona’ah : Nrimo ing Pandum

    1. Nggih sami2lah mbak.. Nuwun juga karena masih berkenan.. Moga ttp bermanfaat.. 😊🙏

      Waaah nyante aja mbak.. Kapan sempatnya aja.. Is ok 😊👌

  1. Mengapa qona’ah merasa dirinya lah paling kaya di Dunia ini, sebab keadaan qona’ah itu sendiri sesuatu yang tidak ternilai dan sangat berharga dan sesuatu yang langka pada saat ini, yang hanya didapat oleh orang2 yang telah ditunjuki jalan olehNya untuk sampai pada keadaan qona’ah tersebut, sebuah artikel yg hanya bisa ditulis bila kita sudah di dalamnya, terimakasih mas oedi, susah menuangkan rasa qona’ah dalam susunan bahasa,,

    1. Sama2lah mas Delphi, terima kasih juga karena masih mau berkunjung.. 😊🙏

      Hmm.. Merasa paling kaya disini ya karena seseorang sudah merasa cukup dalam hidupnya. Hanya yg bisa merasa cukup sajalah yg akan merasa paling kaya.. 😊

  2. Ngapunten lho mas,, mohon di teliti lg dri tulisan mas nya, pd kata qona’ah dn pahala. Bukankah 2 kata ini saling berseberangan makna hakikinya ??! Jk seorang manusia sdh memahami makna hakikinya dr qona’ah bukankah tdk ada lg kata pahala yg mengikutinya, 🙏🙏🙏☺️☺️……..

    1. Terima kasih utk perhatian dan komentarnya mbak Kuntidewi.. Aaah nyante ajalah mbak, menggurui juga gak apa2 kok.. saya kan emang murid yg baru aja belajar… no problemoo… 😊

      Hmm.. Jangan berat2 mikirnya mbak.. Tar kasian loh kami2 yg awam ini jadi gak bisa ngikutin.. hehe.. 😁

      Apa yg mbaknya katakan itu emang benar, ttg manusia yg sudah memahami makna hakiki dari Qona`ah, tapi coba baca dan cermati lagi tulisan di atas secara pelan2, menyeluruh dan dalam satu kesatuan yg utuh.. Saya rasa tidak ada pertentangan disana, dan khusus yg di paragraf ke 4 itu (yang menyebutkan ttg Qona`ah dan pahala), maka kalimat disana hanya sebatas penjelasan ttg realitas (kodrat kehidupan) yg tak bisa dihilangkan. Mau seseorang paham atau tidak paham ttg Qona`ah, tetap aja begitu adanya – jika bisa Qona’ah, ITU AKAN MEMBUAT SESEORANG TERHINDAR DARI SIFAT BURUK YANG BISA MENGIKIS HABIS PAHALA DAN KEBAIKAN HIDUPNYA.. Jadi kalimat di paragraf ke 4 itu sebenarnya hanya sebatas menjelaskan tentang manfaat dan fungsi dari Qona`ah itu sendiri, bukan tentang keadaan atau sikap orang yg sudah Qona`ah. Makanya, di paragraf2 selanjutnya barulah dijelaskan ttg contoh keadaan atau sikap dari orang yg sudah Qona`ah.

      Dan tolong mengerti juga bahwa disini saya sedang “berbicara di hadapan orang banyak”, yg kelasnya beraneka ragam dan mungkin tak setinggi level keilmuan mbaknya.. harap makhlumlah mbak.. Dan maaf kalau tanggapan saya ini berlebihan dan tidak memuaskan.. Rahayu.. 😊🙏

      1. Mohon maaf jg sblm nya mas , spt yg sdh sy katakn sblm nya bhw sy tdk bs menjabarkan scr pnjg lbr di sini krn sy tdk blh melewati batasan sy. Siapa lah mau mengkoreksi anda , jk memang Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan , mk biarlah Yang Kuasa sj yg menunjukan kebenaranya
        . Jk memang ada salah kata sy dn hal itu kurang berkenan buat anda di sini dr awal sy bergabung , sy mohon maaf yg sebesar2 nya
        . Monggo dn silahkan di lanjutkan tugas anda .

      2. Waaah nyante ajalah mbak.. Siapapun boleh berpendapat kok.. Gak ada juga yg perlu dimaafkan.. Is ok, dan terima kasih loh sudah berkunjung.. 😊🙏

      3. Sy yg seharusnya berterima kasih di sini kpd mas nya ,, krn sdh berkenan tuk mau mengoreksi kekurangan sy dn memberi masukan yg sangat bermanfaat buat sy. Sy ini bkn siapa2 mas , sy sm spt mas nya dn saudara2 yg lainya yg sdg dan msh terus berbenah agar bs terijinkan olh Yang Maha Hidup tuk bs sampai ke tempat tujuan dg selamat . Dan sy ucapkan terima kasih banyak tuk waktunya . Maaf …….

      4. Walaaah saya ini bukan siapa2 kok mbak.. Tolong jg gitu dalam menilai, karena saya ini cuma orang awam yg bodoh.. Lah wong belajar aja masih di tingkat paling dasar dan gak bisa2 ampe skr.. Sayalah yg justru senang dan berterima kasih bgt karena mbaknya mau berkunjung di blog ini.. Kalo byk kekurangannya tolong dimaklumi.. 😊

        Ada baiknya kita saling mendoakan yg terbaik, dan ttp menjalankan peran dan tugas kita masing2.. Dan tentunya terus mempersiapkan diri agar selamat dan beruntung.. 😊🙏

  3. 1 hal lg , mohon kiranya mas nya jgn blg ttg level keilmuan sy. Level dn tngkt keilmuan mas nya yg lbh baik dn tggi krn mas nya menyandang status sbg seorang pria yg di ciptakan se-ide dg ” Aku ” , di samping itu jg mas nya sdg menjlnkn tgs utk menyampaikan. Sy memang salah dn Insya Allah sy tdk akn bgm2 , kr wkt sy pun tdk bnyk , sy mendukung mas nya dlm menyampaikan pesan2 akn kehidupan dn kebenaran akn Tuhan YMTunggal, dn apa pun yg mas nya katakan ke sy ini memang bnr adanya
    ,

  4. Qanaah nerima aj dg ketetapan Allah..mw baik atau buruk..itulah ujian hidup…mw senang mw sedih..mw kaya mw miskin…jadi sy tau sebagai mahluk ga usah banyak nuntut…jalani aj yg dikasih jalan lurus dari Tuhan mw enak ataupun ga enak biar tetep eling waspada dan bersyukur kepada Tuhan.mhn koreksi mas oedi kalo sy salah…

    1. Wah kalo menurut saya itu sudah betul bgt kok mas Maulana.. gak ada yg perlu dikoreksi.. semoga kita bisa ttp Qona`ah dalam hidup yg singkat ini.. 🙂

  5. Mksi kang, untuk tetap slalu mengingatkan, semoga tetap sehat…. D tunggu update tulisan berikutnya kang…. Udh ndk sabar🙏🙏🙏☺️

    1. Iya mas sama2lah mas Poetra.. makasih juga udah mau berkunjung, semoga bermanfaat.. 🙂
      Oke, silahkan di tunggu.. semoga dalam waktu dekat bisa update lagi… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s