Bulan: April 2019

Akhram : Kota Suci Yang Dibebaskan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Peradaban Manusia di muka Bumi ini bukanlah masa yang singkat, telah berlalu dalam rentang waktu miliaran tahun. Selama itu selalu ada masa pasang dan surutnya, atau kejayaan dan kehancuran yang disebabkan oleh perilaku Manusianya sendiri. Dan sejarah itu akan senantiasa berulang, hampir sama, baik dalam hal yang mulia ataupun kehinaannya. Hingga semuanya berakhir karena telah datangnya Hari Kiamat nanti.

Ya. Dari mengetahui kisah masa lalu, kita bisa mengambil suatu pelajaran. Kita bisa mengoreksi diri, tentang mana yang benar dan mana pula yang salah, mana yang pantas dan tidak pantas dengan kehidupan peradaban kita. Semuanya demi kebaikan dan keselamatan diri kita sendiri. Terlebih kita sekarang ini telah hidup di dalam dunia yang kian tak menentu. Terlalu banyak hal negatif yang bermunculan.

Baca entri selengkapnya »

Qona’ah : Nrimo ing Pandum

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Hari demi hari terus berlalu, dan waktu yang bergulir tetap beranjak sesuai dengan semestinya. Selama ini apakah kita masih rutin mengoreksi diri sendiri, tentang apa yang sudah di lakukan? Dalam hal ini apakah kita sudah mengerti betul tentang sikap yang bisa menerima apa adanya dari Tuhan? atau dalam istilah-falsafah Jawa disebut dengan Nrimo ing pandum. Karena sikap ini bisa menjadi kunci dalam meraih kemuliaan.

Baca entri selengkapnya »

Kaen ast Amanta : Cinta dan Perjuangan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Sejarah peradaban Manusia senantiasa penuh dengan warna-warni yang unik. Tak sedikit yang juga dipenuhi dengan berbagai konflik dan intrik yang rumit. Dan pada dasarnya semua itu disebabkan oleh perilaku buruk dari Manusia-nya sendiri. Berawal dari Manusia dan kembali lagi kepada Manusia-nya juga. Itulah ketetapan yang tak bisa dihindari.

Sungguh Manusia itu pusat dari segala kehidupan di Bumi. Baik dan buruknya keadaan seisi Bumi tergantung dari sikap pribadi Manusia itu sendiri. Tidak perlu banyak orang yang menjadi pemicunya, karena bahkan cukup satu atau dua orang saja maka sudah bisa menentukan damai atau kekacauan di sepenjuru dunia. Dan hal yang semacam ini pernah terjadi berulang kali, baik di Barat maupun Timur, baik yang di daratan ataupun pesisir dan pegunungan.

Baca entri selengkapnya »