Pergantian Zaman Ini (Rupanta-Ra)

Posted on Updated on

Sebenarnya hal ini sudah sering saya singgung di beberapa status Facebook dan juga tulisan di Blog ini. Dan ada satu hal yang sangat menarik ketika ada seorang sahabat yang bertanya tentang pergantian zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra). Apa yang akan terjadi nanti?

Atas pertanyaan itu, secara ringkas saya berikan kepadanya sebuah penjelasan. Silahkan jika ada yang percaya tentang hal ini, karena tak ada paksaan disini. Tugas saya pun cuma sekedar menyampaikan dan mengingatkan saja. Dan jika Anda memang berkenan, silahkan baca yang berikut ini:

Pergantian zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra) akan berupa pemurnian total, tidak hanya di Nusantara tapi di seluruh dunia. Tentang alam, maka nanti kondisinya akan kembali seperti awalnya dulu, dimana banyak laut yang kembali menjadi daratan, sementara ada juga daratan yang menjadi lautan.

Artinya, peta Bumi akan berubah total, lebih tepatnya kembali seperti dahulu kala. Karena itulah akan terjadi perubahan besar-besaran di seluruh dunia dimana intensitas gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami terus meningkat pada level yang belum disaksikan dalam sejarah. Dampaknya tentu banyak sekali korban jiwa, dan angkanya tidak hanya ribuan tetapi bisa mencapai jutaan atau bahkan miliaran orang.

Inilah yang sering saya katakan dengan masa pemurnian total. Dan hal ini bukanlah yang pertama, karena ingat dulu Nusantara itu masih berupa satu daratan yang sangat luas dan menyatu dengan Asia, Australia, Oseania, dan Polinesia, tapi kini sudah terpisah-pisah dan menjadi ribuan pulau. Apa yang menyebabkannya kalau bukan bencana alam dahsyat?

Nah, nanti kawasan Nusantara itu akan kembali menjadi satu daratan lagi, dan tak butuh waktu ribuan atau jutaan tahun, karena akan terjadi dalam waktu yang singkat. Sebab sekarang ini sudah di akhir periode zaman ke tujuh (Rupanta-Ra), dan sebentar lagi puncak proses transisi zaman ini akan terjadi. Saat itulah segala perubahan dahsyat akan terjadi di seluruh dunia.

Lalu tentang manusia, maka mau tidak mau mereka akan dipaksa untuk bisa naik level dimensinya, dari yang umumnya di level ke-3 menjadi level ke-4 bahkan sampai yang ke-5. Siapapun yang tak bisa naik tingkat atau tetap saja di level yang ke-3 akan tereleminasi alias termasuk yang disingkirkan. Sebab di zaman yang baru nanti (Hasmurata-Ra) peradaban akan diisi oleh mereka yang berhati bersih dan punya kemampuan yang tinggi, itulah mereka yang bisa berada di level dimensi ke-4 dan 5 saja.

Catatan: Tentang level dimensi manusia ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel yang ada di link berikut ini: Nirwana dan Kahyangan dalam perspektif kehidupan sejati.

Karena itu, sekarang ini setiap pribadi masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar untuk bisa meningkatkan level dirinya sendiri. Dengan begitu kesempatan untuk bisa selamat dunia dan akherat menjadi lebih besar. Contoh dalam kasus ini adalah masa transisi di zaman banjir Nabi Nuh AS atau tentang kisah Avatara yang membantu Manu saat terjadi banjir besar yang menenggelamkan Bumi. Saat itu juga terjadi penyingkiran/pengurangan manusia dalam jumlah yang sangat besar. Salah satu tujuannya agar kehidupan di Bumi ini kembali normal, seimbang dan harmonis. Karenanya pada saat itu hanya mereka yang berada di level ke-4 dan 5 saja yang selamat dan menjadi cikal bakal kita sekarang.

Tapi kini sejarah buruk masa lalu itu kembali terulang. Sebagian besar manusia terjebak hanya di level dimensi ke-3 saja, jarang yang berhasil naik ke level dimensi ke-4 apalagi yang ke-5. Penyebabnya karena terlalu menuhankan materi duniawi dan tak peduli lagi dengan hakekat keruhanian (spiritual). Hidup hanya dipenuhi dengan hasrat keinginan daging dan perilaku yang tak jauh berbeda dari binatang.

Kesimpulannya, akan ada dua perubahan sangat besar bahkan belum pernah terjadi di dalam sejarah umat manusia. Pertama, Bumi akan merevolusi dan meremajakan dirinya sendiri secara frontal. Akibatnya banyak gempa bumi, gunung meletus dan tsunami yang kekuatannya belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua, manusia akan dimurnikan, bahkan dikurangi jumlahnya agar kehidupan di Bumi ini bisa kembali seimbang dan harmonis. Jika terlalu banyak seperti sekarang (hampir 8 miliar orang), ditambah dengan terlalu banyak yang berakhlak buruk, maka jelaslah kehidupan di Bumi ini tidak akan seimbang dan jauh dari kata harmonis. Tuhan tentunya tidak mau terus menerus melihat ibu pertiwi kita (Bumi) menderita karena ulah jahat manusia. Oleh sebab itu, seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa nanti akan ada pengurangan jumlah penduduk Bumi secara frontal. Dan mungkin hanya akan tersisa 10% nya saja untuk menjadi cikal bakal generasi berikutnya, selebihnya musnah.

Catatan: Rentetan bencana besar yang terjadi belakangan ini, yang menelan ribuan korban jiwa, adalah pertanda sekaligus pemanasan sebelum pemurnian total itu terjadi. Teruslah mempersiapkan diri dan jangan lupa memperbaiki diri.

Ya. Manusia akan dikurangi drastis dengan cara tewas karena bencana alam dahsyat bahkan “dibantai” oleh Pasukan Langit (ini juga bagian dari azab Tuhan) tanpa bisa menghindar. Mereka itu sudah ada di sekitar planet Bumi ini lengkap dengan teknologi dan kesaktiannya. Siang malam terus mengawasi dan hanya tinggal menunggu perintah (komando) untuk segera menjalankan tugasnya dalam pembersihan.

Jadi, sementara ini mereka itu (Pasukan Langit) hanya melakukan pemetaan wilayah di seluruh Bumi, yang dibagi ke dalam 3 zona kawasan, yaitu hijau, merah dan hitam. Warna hijau untuk mereka yang aman dan diselamatkan, merah untuk yang dihancurkan (disini ada beberapa orang yang diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri sehingga ia selamat walaupun negerinya hancur berantakan), sedangkan yang hitam untuk siapapun yang langsung dimusnahkan. Dan selain “membantai”, Pasukan Langit ini juga bertugas untuk menyelamatkan dan membantu para manusia yang layak, yaitu mereka yang tetap beriman atau sudah hidup di level dimensi yang ke-4 dan ke-5 saja. Tak ada pilih kasih dalam hal ini, karena semuanya tergantung dari pencapaian spiritual dari setiap pribadi manusianya sendiri.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan semoga kita termasuk dalam golongan yang selamat atau diselamatkan nanti. Rahayu.. 🙏

Jambi, 11 Nopember 2018
Harunata-Ra

Catatan akhir:
Tulisan ini saya share bukan untuk menakut-nakuti atau mendahului takdir Tuhan. Tetapi agar nanti, jika apa yang telah disampaikan di atas itu benar terjadi, saya tidak lagi dituntut atau dipersalahkan lantaran tidak pernah memberikan peringatan. Semoga Hyang Aruta (Tuhan YME) mengampuni kita semua.

Iklan

7 respons untuk ‘Pergantian Zaman Ini (Rupanta-Ra)

    ajar wedhatama said:
    November 12, 2018 pukul 9:27 am

    Falaa Ubali. Apapun yg diskenariokan terjadi. Asalkan Tuhan makin sayang. semoga termasuk yg diselamatkan dan selalu dalam limpahan kasih sayang

      Harunata-Ra responded:
      November 14, 2018 pukul 12:29 am

      Aamiin.. semoga begitu mas Ajar Wedhatama..
      Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Asyifa wahida said:
    November 13, 2018 pukul 12:57 am

    Qodarullah wamasya’afaal,innalillahi wainna ilaihi roji’un …
    Matur suwun untuk peringatannya mas..
    Smg kita semua trmasuk yg masuk kedlaam golongan hijau/yg terselamatkn oleh nya …aamiin ya rabbal alamiin

      Harunata-Ra responded:
      November 14, 2018 pukul 12:34 am

      Sami2lah mbak Asyifa Wahida, nuwun juga karena masih mau berkunjung.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂
      Aamiin.. semoga kita termasuk yg selamat atau diselamatkan nanti..

        Asyifa said:
        Juli 26, 2019 pukul 6:07 pm

        Enggih mas

    al jalal said:
    November 13, 2018 pukul 1:55 am

    hanya tinggal beberapa tahun lg .usia islam cuma 1500 tahun

      Harunata-Ra responded:
      November 14, 2018 pukul 12:36 am

      Hmm ttg hal ini saya tak ikut berkomentar aja deh.. itu masuk dalam wilayah qiyas dan aforisme..
      Tapi terima kasih mas Al-Jalal karena udah berkunjung.. semoga ttp bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan ke ajar wedhatama Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s