Bulan: Oktober 2018

Bhakti Nyata Seorang Hamba

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ketika engkau merenungkan tentang keberadaan dirimu yang sejati, kau akan bisa menemukan keberadaan dirimu itu terhubung dengan Alam Raya. Jika engkau merenungkannya lebih dalam, maka engkau baru akan menemukan bahwa dirimu itu jelas terhubung dengan Diri-Nya. Dan seperti juga diri mereka yang tercerahkan, di waktu yang lain kau akan bisa menemukan Wujud-Nya yang hakiki.

Tetapi, untuk bisa mencapai posisi itu, maka sangatlah penting untuk mengerti tentang arti dari bhakti yang sesungguhnya. Sebuah dedikasi yang sepenuhnya kepada Hyang Aruta (Tuhan YME) ketika pikiran seseorang telah hilang dari keinginan dirinya sendiri. Dan pada kenyataannya, ketika engkau sudah mendedikasikan dirimu hanya kepada-Nya, maka akal dan pikiranmu, pengetahuanmu, hasrat keinginanmu, emosimu, cintamu, dan semua yang kau rasa dan miliki juga akan tertuju hanya kepada Diri-Nya. Nah disaat itulah engkau baru akan disebut telah mengabdi kepada-Nya. Itulah bhakti yang sesungguhnya.

Baca entri selengkapnya »

Ibnu Khaldun dan Teori Siklus Negara

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Nama Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M) begitu masyhur dikalangan pemikir dan ilmuwan Barat. Ia adalah seorang tokoh Muslim yang gagasannya dianggap murni dan baru pada zamannya. Tak heran bila ide-idenya tentang masyarakat Arab lalu dianggap sebagai bibit dari kelahiran ilmu Sosiologi. Bahkan tak berlebihan jika kini sosok yang bernama lengkap Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami itu disebut sebagai bapak pendiri ilmu sosiologi, historiografi, dan ekonomi.

Baca entri selengkapnya »

Astaniya: Kekaisaran Dunia

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Tersebutlah kisah tentang peradaban yang maju dan berjaya. Mereka ini hidup di periode awal zaman kelima (Dwipanta-Ra) atau sekitar ±205.000.000 tahun silam. Tepat pada waktu dimana kawasan Nusantara masih dalam satu daratan dan menyatu dengan Asia, Australia, Oseania dan Polinesia. Awalnya mereka terdiri dari dua kerajaan besar di tanah Jawa dan Sumatera sekarang. Tapi kemudian disatukan dan menjadi sebuah kekaisaran yang bernama Astaniya. Kekaisaran ini memiliki cakupan wilayah yang sangat luas, mereka juga pernah memimpin dunia.

Nah, untuk lebih jelasnya mari ikuti penelusuran berikut ini:

Baca entri selengkapnya »

Semar Gugat

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Banyak kisah masa lalu yang mengandung pesan dan hikmah yang sangat berharga bagi kehidupan ini. Dan khususnya dalam kisah pewayangan, maka setiap lakon (cerita)-nya itu bisa dijadikan pembanding atau pelajaran hidup kita semua. Bahkan apa yang ada di dalamnya adalah gambaran nyata akan lika-liku kehidupan di dunia ini. Dan tak usah heran bahwa apa yang telah diceritakan dalam kisah pewayangan itu akan terulang lagi dan lagi di setiap zamannya, terutama sekarang ini.

Ya. Sebagaimana kodrat-Nya, maka kehidupan di muka Bumi ini selalu pasang surut, seperti ombak di tepian pantai. Dan ketika satu periode zaman akan berganti, maka banyak kekuatan supranatural dari Dimensi lain yang menyusup. Seperti pada masa para Pandawa masih hidup di mayapada ini. Para Dewa-Dewi justru ikut menyusup ke beberapa tokoh dan membuat gaduh seisi Bumi.

Baca entri selengkapnya »

Petruk Menggugat Dunia

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Kali ini kita akan mengambil hikmah dari kisah pewayangan tentang seorang Punakawan yang bernama Petruk. Menurut tradisi, sosok ini bukanlah manusia biasa, karena sebenarnya ia merupakan cerminan dari salah satu pribadi Sang Hyang Ismaya alias Semar. Kesaktian Petruk bahkan melebihi kesaktian para Dewa-Dewi dan penguasa di  mayapada. Lantas apa yang mendasari Petruk untuk kemudian menggugat? Jawabannya adalah kekacauan dan ketidakseimbangan dunia.

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti kisah berikut ini:

Baca entri selengkapnya »