Zakhriyam Sodal

Posted on Updated on

Ya uniya. Aim turekh ma’kal dimen sojariz harebu neh mahjanun kadih. Toocha matra hinuwe dashi ye’urak taro nakeda hafar. Doja hatte ranu wanaseh masila tayauw rahetah zakhratan hodasi nekah. Yamao dekam te sera yatayute hajja dapo zalkun. Cak eshel dema seja nemhato basyi, mukel it hebbal tashori xuxera.

Luk’hul utuhe naberu jefa nemuya dani rosala him tantura. Noye desyali nukel menah hatai batur kem nahio nan us’elak. Yoha semun ghafatur cabuwe yekh anekta habasut zakhtan. Sel mewar tun hotakal rasu charute, vadami rakho daimsal jak tarune bayan. Moojal desah tartore Batum senenad daifan taloh Mor 01, Yet 05, Hel 03, Ses 09, Nueh 04, Ulo 02, Ose 08, Zen 10, Val 6, an Dil 07 nohers mukal oyadu rekhalah sapori. Yarenuh beshal dhi anoye han Ilah tasoring dwerat noi galah. Yoon tafu radori eksa hajan tisole machan harek harenakal.

Arksyil muk’nem tumel deyat nakol temas yore gatar lizaen. Houl toras hekam yaret nuu ukhuye tosan hatakel optakh. Rougsa temoniucan hateri kunelo ohgagan vado redakhi hamicihan. Morakal ten demas hosah alamut bigam sabur talbatu nagis. Mac’iringa nasokan hrag madatil yaguh noas nelayatu srodah aumakul. Roo hoyal waqor nabasi yawutah ustam’at zakhriyam sodal. Henak teru matwani yat bak atuy:

“Kal’amatasya aryamutayasna murudaya parimantasya abwabani naharuyasya. Sir’anumasa hirabbaniya illamutanasya ghiratadyam huryamatani arsyapanisya. Talimunakaya parparicarang kirmanayata arsabillahiya mayanirasah nawujudillahiya kamurutapasya” 

Urkam tasora kaniyal interukh noseram maniyat kaltabatur. Neheya lis kosab no’orade poasli koradam tatar besharak neyare kaluttah. Hojjah nu’ura tiban rasena kesura matree gesal aliyasal nekeketa. Werabajal il sahutma yaruteng nahai kin tarbiyat moras heserak ekal. Seluwam dayot ne’eram tessah warid mattu nahik satmatur. Neh seseh yat bak atuy:

“Sumaratiyah asparuyanah pir’amunah masutayah zibanarah tarkatayah. Nahasbillah nuyabusyah haritanasah taytahiyah mar’arinah yamamah. Asmadahiyah marusanah tabirutayah zubirumanah arhabatiyah. Kalimantayah tarhabtisah kullinah astaginamayah busraniyah. Mazintanah tuyihalah puyanahiyah nasbirulah arkiyahinah vasdafarah. Mayah:

1. Purayah
2. Kisarah
3. Mudarah
4. Limurah
5. Syijarah

Kataniyah partabunah mikalahiyah sijamantanah zimbabaniyah kuradatasyah. Na’hisayah estunamanah harkatayah sojanah atmuratahiyah”

Yeela tosinael ketah haterak maurat nekaba tenam bawenal orake totoyas. Hosal namut ksedakh zak’ikal ter kobal sen 10-352-46-798-01 Balim posadar qatiruh mattel. Semuro hidas siye nak’anake sahi ruketa nebal sertena kosamsam zek ichel. Yatto nerika riyam terukh cuclah zabori lakwena osapalak.

Jambi, 20 September 2018
Harunata-Ra

Iklan

8 respons untuk ‘Zakhriyam Sodal

    Asyifa Wahida said:
    September 21, 2018 pukul 4:25 am

    Terima kasih untuk kirimannya mas

      Harunata-Ra responded:
      September 23, 2018 pukul 2:01 am

      Kiriman? hmm maaf saya gak ngirim apa2 lo ke mbak Asyifa Wahida.. Tapi nuwun karena masih mau baca… 🙂

    awandoku said:
    September 21, 2018 pukul 6:50 pm

    Mas Oedi pernah lihat film Lucy tahun 2014?

    Mohon pendapatnya

    Terima kasih

      Harunata-Ra responded:
      September 23, 2018 pukul 2:19 am

      Oooh film itu, sudah lama sih saya nontonnya.. Pendapat saya sih yg namanya film fiksi ilmiah ya bisa benar ato salah.. Sebagian yg disampaikan dalam film itu adalah realitas.. Misalnya ttg kemampuan otak manusia yg sebenarnya sgt luar biasa kalo bisa dipakai semaksimal mungkin.. Hal ini pernah terjadi pada masa para leluhur kita dulu, sebut saja kaum Syampiyun dan Atariya, yg mrk itu bisa bertelepati dan telekinesis.. Tapi ya itu gak bisa dalam wkt singkat, karena ttp butuh proses yg panjang dan gak mudah.. Gak bisa kayak yg terjadi pd si Lucy..

      Begitu juga ttg waktu yg sebenarnya relatif tapi bisa menunjukkan realitas. Hal ini jelas memberi petunjuk bahwa setiap diri manusia itu haruslah mencari yg sejati dan ini harus dg penuh kesadaran, bukan justru ikut masuk ke dalam ilusi dunia ini.. Selain itu, karena waktu itu adalah kesatuan, maka inilah kenapa menjelajahi waktu itu (masa lalu dan masa depan) bisa terjadi kalo bisa menciptakan mesin waktu.. leluhur kita dulu pernah melakukannya.. kita pun bisa, tapi akan sangat sulit lantaran sumber energi yg ada skr masih blm cukup..

      Tapi kalo ttg evolusi manusia, apalagi yg terjadi seperti pada diri si Lucy itu ya gak mungkin lah, terlalu berkhayal itu.. Manusia emang bisa aja ber-evolusi, tapi caranya bukan dengan sepraktis yg terjadi pada diri si Lucy itu. Gak bisa cuma kebetulan dan cukup dg reaksi dari obat/narkoba. Kalau pun bisa, maka evolusi yg terjadi bukannya semakin baik, tetapi cacat dan kian rusak… Bagaimana pun hukum Tuhan ttg kehidupan manusia di Bumi ini tak bisa dilanggar.. Setiap perubahannya akan selalu mengikuti proses yg alamiah.. Jadi perlu latihan yg sgt ketat dan rumit, bertahun-tahun (bahkan berpuluh tahun), seperti yg pernah di lakukan oleh para leluhur kita sblm pada akhirnya mereka itu moksa. Nah moksa disini secara ilmiah bisa juga dikatakan ber-evolusi, sebab diri seseorang memang naik levelnya ketika ia berhasil mencapai moksa, dari yg biasanya berada di dimensi ketiga lalu naik ke dimensi ke 4,5,6 dst.. Perubahan level dimensi inilah yg disebut ber-evolusi.. Nah ttg dimensi ini silahkan masnya baca artikel yg ini: https://oediku.wordpress.com/2016/05/13/nirwana-dan-kahyangan-dalam-perspektif-kehidupan-sejati/. Disana telah dijelaskan ttg bbrp level dimensi kehidupan makhluk di alam semesta ini..

      Itu aja pendapat saya mas Awandoku, maaf kalo gak memuaskan.. 🙂

    Cindy said:
    September 24, 2018 pukul 1:58 am

    Halo mas Oedi boleh saya minta alamat Email? Ada yg ingin sy tanyakan mas. Terima kasih.

      Harunata-Ra responded:
      September 24, 2018 pukul 2:10 pm

      Halo juga mbak Cindy..
      Oh boleh aja, malah udah saya cantumkan kok di halaman Tentang_ku.. Silahkan di cek..
      Tapi biar cpt saya kasih deh alamatnya, ini: oedi_ku@yahoo.com

    Guntur Satria Putra said:
    November 27, 2018 pukul 7:42 am

    saya tidak ngerti bahasanya mas

      Harunata-Ra responded:
      November 28, 2018 pukul 2:43 am

      Ya wajarlah karena itu bahasa kuno yg udah punah.. maaf gak bisa kasih terjemahannya, ada protap 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s