Bulan: September 2018

Kosaddum: Perang Singkat Para Leluhur

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Ada begitu banyak tokoh besar dalam sejarah Manusia, ada banyak pula pertempuran dahsyat yang telah dilalui oleh para kesatria utama itu. Dan tentunya, untuk bisa menyelesaikan setiap tantangan dalam hidupnya, para tokoh tersebut tidak melaluinya dengan mudah. Semuanya butuh ketekunan dan kesabaran yang tinggi. Ujian demi ujian hidup yang berat pun kerap menemani. Karena itu adalah proses yang wajib dilalui oleh setiap Manusia pilihan.

Nah, dari sekian banyak kisah epik nan heroik di masa lalu, maka di antara yang terbaiknya adalah yang pernah terjadi pada seorang kesatria bernama Suwani. Sulit mencari perbandingannya, baik di masa lalu apalagi sekarang. Berikut ini adalah kisahnya:

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Zakhriyam Sodal

Posted on Updated on

Ya uniya. Aim turekh ma’kal dimen sojariz harebu neh mahjanun kadih. Toocha matra hinuwe dashi ye’urak taro nakeda hafar. Doja hatte ranu wanaseh masila tayauw rahetah zakhratan hodasi nekah. Yamao dekam te sera yatayute hajja dapo zalkun. Cak eshel dema seja nemhato basyi, mukel it hebbal tashori xuxera.

Luk’hul utuhe naberu jefa nemuya dani rosala him tantura. Noye desyali nukel menah hatai batur kem nahio nan us’elak. Yoha semun ghafatur cabuwe yekh anekta habasut zakhtan. Sel mewar tun hotakal rasu charute, vadami rakho daimsal jak tarune bayan. Moojal desah tartore Batum senenad daifan taloh Mor 01, Yet 05, Hel 03, Ses 09, Nueh 04, Ulo 02, Ose 08, Zen 10, Val 6, an Dil 07 nohers mukal oyadu rekhalah sapori. Yarenuh beshal dhi anoye han Ilah tasoring dwerat noi galah. Yoon tafu radori eksa hajan tisole machan harek harenakal. Baca entri selengkapnya »

Kaum Syampiyun: Azab Yang Nyata

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Apa yang disampaikan dalam tulisan ini akan banyak bertentangan dengan pengetahuan umum yang ada, baik ilmiah atau pun yang batiniah. Karena itu, sebelum diteruskan, ku ingatkan padamu untuk berhenti disini saja jika engkau tidak mau membuka cakrawala pikiran yang ada terlebih dulu. Lepaskan doktrin yang kaku yang selama ini telah membelenggu hatimu, untuk bisa menerima sesuatu yang baru. Karena jika tidak, maka dirimu hanya akan menghujat, menganggap sesat dan terus menyalahkan. Darinya maka tak ada kebaikan dan anugerah yang layak didapatkan.

Tapi bagi yang siap menerima hal-hal yang “aneh” dan tak biasa, mari ikuti uraian berikut ini:

Baca entri selengkapnya »