Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Kaminos: Kaum Yang Gemilang

Wahai saudaraku. Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda sekalian untuk kembali mengingat sejarah masa lalu. Tujuannya untuk bisa terus menyadarkan diri kita semua tentang kisah hidup manusia yang sebenarnya. Ada banyak hal yang telah hilang dari catatan sejarah formal selama ini, ada begitu banyak fakta yang terlupakan. Sehingga tanpa sadar tidak sedikit dari kita yang terjebak dalam pemahaman yang dangkal tentang hakikat diri manusia. Padahal manusia itu telah dibekali kemampuan yang istimewa sejak awal penciptaannya. Kalau pun ada kerusakan dan kehancuran yang terjadi dalam kehidupannya, itu semua karena pilihan yang salah dari mayoritas manusia itu sendiri. Sesuatu yang baik akan berakhir dengan kebaikan, sebaliknya apapun yang salah akan berakhir pula dengan bencana dan kebinasaan.

Nah, untuk mempersingkat waktu mari ikuti penelusuran berikut ini:

1. Asal usul
Kaum Kaminos ini awalnya sering berpindah-pindah tempat tinggal dengan alasan peperangan atau bencana alam dan azab Tuhan. Sejarah kehidupannya sangat panjang dan berliku. Pada setiap kali mendirikan kerajaan, kaum ini mampu bertahan cukup lama, bahkan sampai puluhan ribuan tahun. Namun disebabkan peperangan atau bencana alam dan azab Tuhan, mereka terpaksa harus bermigrasi. Di tempat yang baru mereka kembali mendirikan kerajaannya lagi. Begitulah seterusnya terulang dan terulang lagi sampai mereka ini menjadi kaum yang bernama Kaminos.

Sebelum menjadi kaum Kaminos, mereka ini berasal dari kaum Ligos yang hidup selama ±853 tahun di wilayah Filipina sekarang. Kaum Ligos berasal dari kaum Saigos yang hidup selama ±507 tahun di wilayah Papua Barat sekarang. Kaum Saigos berasal dari kaum Asiyos yang hidup selama ±1.750 tahun di wilayah Kepulauan Solomon sekarang. Kaum Asiyos berasal dari kaum Lamura yang hidup selama ±1.100 tahun di wilayah antara Laut Filipina dan Samudera Pasifik sekarang. Kaum Lamura berasal dari kaum Gwino yang hidup selama ±2.953 tahun di wilayah China bagian selatan sekarang. Kaum Gwino berasal dari kaum Siltarum yang hidup selama ±10.200 tahun di wilayah Jepang sekarang. Kaum Siltarum berasal dari kaum Yamual yang hidup selama ±25.520 tahun di wilayah China bagian tengah sekarang. Kaum Yamual berasal dari kaum Masiga yang hidup selama ±22.300 tahun di wilayah Uzbekistan sekarang. Kaum Masiga berasal dari kaum Lipasun yang hidup selama ±31.900 tahun di wilayah Russia sekarang. Kaum Lipasun berasal dari kaum Haltakah yang hidup selama ±29.500 tahun di wilayah Jerman sekarang. Kaum Haltakah berasal dari kaum Mispitala yang hidup selama ±33.857 tahun di wilayah Yunani sekarang. Kaum Mispitala berasal dari kaum Darmusal yang hidup selama ±15.235 tahun di wilayah antara Mesir dan Libya sekarang. Kaum Darmusal berasal dari kaum Sukar yang hidup selama ±17.825 tahun di wilayah Ethiopia sekarang. Kaum Sukar berasal dari kaum Albiram yang hidup selama ±23.575 tahun di wilayah antara Makkah dan Madinah sekarang. Kaum Albiram berasal dari kaum Hutsan yang hidup selama ±27.450 tahun di wilayah antara Iraq dan Iran sekarang. Kaum Hutsan berasal dari kaum Mibala yang hidup selama ±25.500 tahun di sekitar wilayah Yaman sekarang. Kaum Mibala berasal dari kaum Sagula yang hidup selama ±34.550 tahun di wilayah antara India dan Pakistan sekarang. Kaum Sagula berasal dari kaum Ratmayu yang hidup selama ±28.558 tahun di wilayah antara Myanmar dan Thailand sekarang. Kaum Ratmayu berasal dari kaum Arthatila yang hidup selama ±52.500 tahun di wilayah antara Jambi dan Palembang sekarang. Kaum Arthatila berasal dari kaum Harakuti yang hidup selama ±47.250 tahun di antara Laut Karimata dan Laut China Selatan sekarang. Kaum Harakuti berasal dari kaum Sijara yang hidup selama ±33.250 tahun di wilayah Kalimantan Tengah sekarang. Kaum Sijara berasal dari kaum Sunarya yang hidup selama ±52.535 tahun di wilayah Jogjakarta sekarang. Dan begitulah sebelumnya, yang ternyata terus berpindah-pindah oleh sebab peperangan atau bencana alam dan azab Tuhan.

Catatan: Pada masa itu (zaman kelima; Dwipanta-Ra) posisi tempat tinggal setiap ras atau bangsa yang ada sangat berbeda dengan sekarang. Contoh, orang yang bermata sipit (orang Jepang, China, Korea, dll) tidak tinggal di wilayah Jepang atau Asia Timur dan Asia Tengah sekarang, karena mereka tinggal di wilayah benua Amerika bagian utara. Begitu pula dengan orang bule, mereka tidak tinggal di benua Eropa, karena masih tinggal di wilayah benua Afrika bagian tengah dan selatannya. Orang yang berkarakter seperti orang Arab tinggal di Benua Amerika bagian tengah dan selatan. Sementara itu, orang negro masih tinggal di benua Australia bagian tengah dan selatannya. Dan posisi ini secara berulang kali terus berotasi, alias berubah-ubah. Semua terjadi karena adanya peperangan, bencana alam atau azab Tuhan. Karena itu, selama periode zaman kelima (Dwipanta-Ra), tempat tinggal dari setiap ras dan bangsa-bangsa yang ada di dunia ini secara berulang kali berganti-ganti, alias berpindah-pindah. Perhatikan lagi uraian dari migrasinya kaum Kanimos di atas, tentang bagaimana mereka yang sebelumnya pernah hidup di tanah Jawa lalu berpindah-pindah ke banyak tempat seperti di Asia Timur, Asia Tengah, Eropa Timur, Eropa Barat, Afika Utara, Timur Tengah, Asia Barat, akhirnya menetap di antara Nusantara dan Australia (Samudera Hindia sekarang). Migrasinya kaum Kaminos ini adalah gambaran singkat tentang pergerakan dari semua ras atau bangsa-bangsa di dunia pada zaman itu (Dwipanta-Ra). Dan jelas, lain dulu maka lain pula sekarang.

2. Awal kisah
Dahulu kala terdapatlah sebuah negeri yang bernama Ziranos. Negeri ini merupakan tempat tinggal dari kaum yang bernama Kaminos. Mereka ini hidup pada masa pertengahan periode zaman kelima (Dwipanta-Ra) atau lebih tepatnya di sekitar 95-100 juta tahun silam. Adapun lokasi dari negeri ini dulunya berada di sekitar Samudera Hindia sekarang, tepatnya di antara Pulau Jawa dan Benua Australia sekarang. Di masa itu, disana belum menjadi lautan karena masih berupa daratan yang sangat luas. Semua itu bisa terjadi karena seluruh wilayah Nusantara pun masih menyatu dengan Benua Australia. Sangat berbeda dengan kondisi sekarang.

Dalam sejarahnya, kaum Kaminos ini termasuk bangsa yang berperadaban tinggi. Hanya saja mereka tak pernah menetap selamanya di suatu tempat. Beberapa kali mereka ini pernah mendirikan kerajaan namun harus berpindah terus. Itu semua terjadi karena mereka terpaksa bermigrasi demi menghindari penjajahan oleh kaum lainnya, seperti kaum Ba’ats dan Yaghul. Makanya kaum ini pernah dua kali membangun kerajaan tapi dua kali pula harus pergi dari kerajaan itu. Alasannya karena mereka telah diserang oleh dua kaum lainnya (Ba’ats dan Yaghul) dan tak mampu melawan atau mempertahankan diri.

Setelah itu, meskipun sudah berhasil mendirikan kerajaan yang baru di tempat lain, mereka juga harus kembali berhijrah. Alasannya karena negeri mereka itu telah diserang oleh wabah penyakit mematikan dan kekeringan yang sangat parah selama bertahun-tahun. Tak ada pilihan lain bagi mereka saat itu kecuali bermigrasi untuk mencari tempat hunian baru. Pada kali yang terakhir inilah, mereka pun tiba di sebuah kawasan yang sangat subur yang sekarang berada di sekitar Laut Selatan Jawa (pada saat itu masih berupa daratan). Perlahan namun pasti, sejak berada disana kaum yang akhirnya bernama Kaminos ini bangkit dan mencapai kejayaannya. Dan setelah belajar dari kegagalan sebelumnya, mereka pun terus memperkuat sistem pertahanan dan militernya. Oleh sebab itulah kaum ini bisa menjadi bangsa yang sangat tangguh di darat, laut dan udara.

Catatan: Pada masa itu, angka ratusan tahun atau seribu-an tahun adalah yang teramat singkat untuk berdirinya sebuah kaum atau kerajaan. Umumnya pada zaman itu setiap kaum atau kerajaannya bisa berdiri selama puluhan ribu tahun. Sehingga bisa dibilang beberapa kaum sebelum akhirnya mereka ini bernama Kaminos itu nasibnya teramat singkat dan tragis. Pandangan ini akan berbeda sekali saat di periode zaman kita sekarang (Rupanta-Ra). Karena ratusan tahun saja sudah dibilang panjang sekali.

Tentang bagaimana kisah berdirinya kerajaan Ziranos itu adalah sejak seorang pemuda yang bernama Kar Len bertemu dengan seorang Nabi yang bernama Salbi AS. Setelah pertemuan yang tidak disengaja itu, Kar Len pun berguru kepada sang Nabi selama beberapa tahun. Kemana pun Nabi Salbi AS pergi untuk berdakwah, Kar Len yang pada waktu itu masih muda selalu ikut serta. Banyak pelajaran yang ia dapatkan selama pengembaraan itu. Dan dalam kesempatan tertentu, oleh sang guru Kar Len lalu diajari berbagai keahlian khusus. Untuk bisa menguasai setiap pelajaran, biasanya mereka akan mengasingkan diri terlebih dulu – di tengah hutan – agar bisa lebih fokus. Setelah ±25 tahun, Kar Len akhirnya berhasil menguasai apapun yang diajarkan oleh Nabi Salbi AS. Dan tibalah saatnya ia harus berpisah dengan gurunya itu. Sang Nabi lalu mengatakan bahwa sudah waktunya Kar Len untuk kembali ke kaumnya dan mendirikan kerajaan yang baru bagi mereka. Kerajaan itu harus diberi nama Ziranos, atau yang berarti makmur dan terpuji. Atas izin dari Hyang Aruta (Tuhan YME), kerajaan Ziranos itu akan tumbuh sebagai negeri yang besar dan sangat disegani dunia. Lalu untuk bekalnya, sang Nabi pun memberikan lima buah pusaka berupa mahkota, tongkat komando, pedang, bola kristal, dan cincin. Semuanya tersimpan di sebuah peti khusus. Begitulah kisah tentang bagaimana akhirnya kaum Kaminos itu bisa memiliki kerajaan yang makmur, tangguh, dan menjadi pusat peradaban dunia.

3. Penduduk
Pada mulanya, warga yang hidup di negeri Ziranos ini (nama kerajaan kaum Kaminos) terdiri dari satu ras saja. Mereka berasal dari kaum Ligos yang terpaksa bermigrasi akibat wabah penyakit dan kekeringan di negerinya. Namun kemudian, pada akhirnya mereka bergabung dengan orang-orang yang berasal dari ras lainnya, yang tinggal di negeri mereka itu. Meskipun tidak banyak, perlahan tapi pasti hal ini ikut memengaruhi karakter dan ciri khas dari kaum Kaminos. Hanya saja tidak sampai benar-benar menghilangkan jati diri penduduk asli kaum ini. Kaum Kaminos yang berdarah murni tetap bertahan, bahkan mereka sangat bangga karena menjadi kaumnya sendiri. Tentunya dengan ciri khas dan karakternya sendiri pula.

Catatan: Maaf. Disini kami tak bisa menjelaskan tentang detil ciri fisik dari kaum Kaminos ini. Ada protap yang harus dipatuhi.

Untuk ukuran tubuhnya, rata-rata mereka ini memiliki ketinggian sekitar 6-7 meter. Sedangkan usia mereka rata-rata antara 450-600 tahun. Cukup panjang bahkan untuk ukuran manusia dimasa itu. Lalu, pada masa puncaknya, jumlah penduduk yang tinggal di pusat kota kerajaan Ziranos terus bertambah. Cukup banyak, karena sampai lebih dari 2.357.000 jiwa. Sementara yang tinggal diluar kota atau yang berada di setiap provinsinya, jika di jumlahkan maka totalnya sekitar 11.796.123 jiwa lebih. Dari semua penduduk itu, maka sekitar satu juta orangnya tergabung dalam militer dan bertugas untuk menjaga keamanan negara. Mereka terdiri dari 75% laki-laki dan 25% nya wanita. Setiap orangnya telah dibekali dengan ilmu kanuragan yang cukup dan tergabung dalam pasukan darat, laut dan udara. Khusus untuk para Senopati dan petinggi militer lainnya, mereka telah menguasai berbagai ilmu kadigdayan tingkat tinggi dan strategi perang yang jitu. Karena itu, tidaklah aneh bila mereka bisa terbang, menghilang, mengubah-ubah wujud, dan mengendalikan kelima elemen alam (tanah, air, api, udara dan ether).

Dalam kehidupan sehari-harinya, walaupun memiliki teknologi yang super canggih, kaum ini lebih senang berjalan kaki dan bersosialisasi secara langsung. Pakaian mereka beraneka ragam. Ada yang mengenakan pakaian model terusan, ada yang terpisah antara baju dan celananya, ada juga yang seperti rompi panjang, dan ada pula yang model berjubah. Warnanya juga beragam, hanya saja dominannya berwarna putih, krem, atau perak. Salah satu ciri khas mereka yaitu mengenakan semacam hiasan ikat kepala dari emas sebagai tanda pengenal. Pada hiasan tersebut tertera nama dan identitas seseorang, yang dipahat sangat rapi bersama dengan motif-motif ukiran yang indah.

Selain itu, ada kebiasaan dalam kaum ini dimana mereka rutin bergotong royong membersihkan kampung dan tempat ibadah pada setiap 45 hari sekali. Dalam agenda rutin itu, akan ada acara makan bersama untuk semua warga yang semuanya disediakan secara sukarela oleh setiap keluarga. Mereka saling berbagi dan menikmatinya bersama-sama, apapun menu makanan yang telah dibawa. Mereka ini jarang sekali memakan daging, karena lebih cenderung pada sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian. Pada momen makan bersama ini tergambar jelas tentang kesederhanaannya, karena mereka memang tidak suka dengan yang berlebih-lebihan apalagi pamer. Hal ini bertujuan untuk tetap mempererat persaudaraan mereka dan menjaga diri dari kesombongan. Dan contoh yang terakhir adalah bahwa mereka ini punya kebiasaan untuk saling berbagi. Caranya dengan meletakkan barang-barang kebutuhan primer atau yang sekunder di sebuah pondok kecil yang mereka bangun tepat di depan rumahnya. Hal itu di lakukan pada setiap 7 hari sekali tanpa mengenal kata libur. Siapapun boleh mengambilnya tanpa harus meminta. Tujuannya untuk saling berbagi dan wujud kasih sayang di antara mereka. Dan ini benar-benar terjadi karena mereka memang orang-orang yang baik hati dan tulus tanpa pamrih.

Untuk melakukan perjalanan jauh, selain menggunakan Laih (mobil terbang), mereka juga menggunakan fasilitas negara berupa alat transportasi umum model kereta api yang tanpa masinis. Kendaraan yang biasa disebut Guwel ini dikendalikan secara otomatis dan atau dari jarak jauh. Tidak seperti kereta api di zaman sekarang, kendaraan jenis ini tanpa menggunakan rel, alias mengambang di udara. Dan itu bisa terjadi lantaran mereka sudah menguasai teknologi anti gravitasi.

Sungguh, kaum ini termasuk orang-orang yang terbaik. Sikap mereka tegas dan disiplin, sekaligus juga penyayang dan penuh sopan santun. Apapun yang mereka lakukan hanya berdasarkan hukum dan tuntunan Tuhan. Dan karena dianugerahi kecerdasan yang tinggi, maka dengan latihan khusus mereka mampu bertelepati dan mengendalikan sesuatu hanya dengan pikirannya, bahkan bisa mengendalikan elemen alam (tanah, air, api, udara dan ether) untuk digunakan sesuai kebutuhan. Disini tentu dengan pakem (tata aturan) dan batasan tertentu, tidak diizinkan sembarangan. Lalu bagi orang-orang pilihan, mereka juga mampu berbicara dengan hewan dan tumbuhan. Dengan begitu semakin lengkap sudahlah kesempurnaan mereka ini sebagai manusia. Dan hebatnya, dengan itu pula mereka pun bisa menjadi pribadi yang bijak yang menyebarkan kebaikan pada dunia.

4. Kejayaan
Perlahan namun pasti, kaum Kaminos telah berhasil membangun peradaban yang sangat gemilang. Apa yang mereka capai saat itu tidak kalah dengan kita sekarang. Bahkan di beberapa sisinya justru lebih unggul dan kita sekarang tak memilikinya. Sehingga mereka pun hidup dalam kemakmuran dan kemuliaan. Adapun di antara bukti kejayaan itu adalah sebagai berikut:

1) Hukum
Di seluruh wilayah kerajaan Ziranos (nama negara kaum Kaminos) ini telah diterapkan hukum pidana dan perdata yang tegas. Siapapun yang melanggar dikenai hukuman yang setimpal tanpa peduli siapapun orangnya. Bahkan ketika seorang pemimpin melakukan pelanggaran, ia bisa dikenai hukuman yang lebih berat dari masyarakat umum. Namun demikian, ada pula hukum yang tanpa kekerasan yang terbukti sukses menyelesaikan masalah. Karena itulah, di negeri kaum Kaminos ini sangat jarang terjadi pelanggaran hukum, bahkan sampai tidak ada. Penjara kosong, pengadilan sepi, sedangkan para hakim sampai beralih tugas menjadi pendakwah ajaran agama. Tentu semua itu bisa terjadi karena dukungan ekonomi yang stabil dan kemakmuran hidup yang tinggi.

Di antara hukum yang diterapkan di negeri Ziranos adalah sebagai berikut:

1. Pencurian
Pelaku yang terpaksa mencuri sesuatu demi memenuhi kebutuhan hidupnya, ia akan diberi apa saja yang dibutuhkannya itu (oleh para warga atau pemerintah) sampai ia mampu hidup mandiri. Ini bertujuan untuk bisa meringankan beban hidup si pelaku yang terpaksa harus mencuri. Terlebih ini sudah menjadi aib bagi semua warga atau pemerintah setempat dikarenakan ada seorang warganya yang menjadi pencuri. Tapi jika si pencuri melakukannya karena hobi atau keserakahan padahal ia adalah orang yang berkecukupan, maka para warga akan memberinya barang-barang yang rusak atau berbau busuk ke rumahnya. Terus diberikan setiap hari ke rumahnya, sampai si pencuri itu merasa malu dan bertobat di hadapan warga. Sedangkan jika pencurinya tidak mau bertobat dengan tetap mengulangi pencurian atau bahkan nilai curiannya sampai melebihi batas atau karena memang ia tamak (koruptor), si pelaku akan dikenai hukuman potong tangan atau potong anggota tubuh lainnya. Dan jika ia masih mencuri lagi, ia akan di penjara seumur hidupnya tanpa ampunan. Harta dan kekayaan si pelaku disita oleh negara.

2. Penipuan
Pelaku harus mengganti kerugian akibat tipuannya itu sebanyak tiga kali lipat. Jika ia tidak mampu, maka akan di penjara dan ikut kerja bakti untuk negara selama waktu yang ditetapkan oleh hakim. Harta dan kekayaan si pelaku disita oleh negara.

3. Pembunuhan
Bila disengaja, maka pelakunya akan dikenai hukuman mati dengan cara digantung di alun-alun kota. Sedangkan jika tidak disengaja, si pelaku akan dikenai hukuman mengganti denda uang atau harta yang setara sesuai dengan ketentuan agama. Jika ia tidak mampu, si pelaku harus mengabdi kepada keluarga korban atau memenuhi semua kebutuhan keluarga si korban selama waktu yang disepakati atau yang telah ditetapkan oleh hakim. Jika si pelaku tidak mampu mengganti rugi dan keluarga si korban tetap tidak mau memaafkannya atau tidak bersedia jika si pelaku mengabdi kepada mereka, maka si pelaku akan menerima hukuman penjara dan kerja bakti selama 25 tahun. Tapi jika keluarga korbannya tidak bersedia si pelaku mengabdi kepada mereka namun rela memaafkan si pelaku, maka si pelaku hanya dikenai hukuman kerja bakti kepada negara selama 5 tahun.

4. Perzinahan
Jika di lakukan oleh seorang perjaka dan gadis, kedua pelaku akan dikenai hukuman cambuk sebanyak 50 kali dan di asingkan selama 10 tahun di tengah hutan. Jika pelakunya adalah duda atau janda, atau yang masih terikat pernikahan (perselingkuhan), mereka akan dikenai hukuman rajam sampai mati. Jika kasusnya adalah perkosaan, si pelaku akan dikenai hukuman cambuk sebanyak 75 kali lalu digantung sampai mati di alun-alun kota. Sedangkan jika itu adalah perbuatan homo, lesbian, incest (hubungan sedarah), bestially (sex dengan hewan), pedophilia (sex dengan anak kecil), dan sebagainya, maka akan dikenai hukuman rajam sampai mati.

5. Fitnah
Pelaku harus mengganti kerugian akibat dari fitnahnya itu sebanyak dua kali lipat atau sesuai permintaan korban. Jika sampai menimbulkan korban luka atau cacat, si pelaku akan menerima hukuman sesuai dengan permintaan si korban (mirip hukum qisas alias hukum balas yang setimpal) – tentunya disini masih dalam batas-batas wajar dan sesuai dengan aturan agama. Dan jika sampai mengakibatkan kematian, si pelaku akan dikenai hukuman mati atau di penjara seumur hidup. Harta dan kekayaan si pelaku disita oleh negara.

6. Pengkhianatan
Pelaku akan dikenai hukuman penjara selama 35-40 tahun, atau harus digantung sampai mati di alun-alun kota. Tergantung dampak dari pengkhianatannya. Harta dan kekayaan si pelaku disita oleh negara.

7. Penganiayaan
Pelaku harus menanggung biaya pengobatan dari si korban sampai ia sembuh. Selain itu, pelaku juga harus menerima balasan yang setimpal dengan yang dialami oleh si korban, atau dalam kasus tertentu harus menerima balasan sebanyak dua kali lipatnya. Hukuman bisa diberikan langsung oleh si korban atau para algojo kerajaan, tinggal pilih.

8. Sengketa lahan, warisan, upah dan atau bagi hasil usaha
Semua aturannya sudah ditentukan di dalam kitab hukum perdata kerajaan. Terlalu panjang jika harus dijelaskan disini.

9. Durhaka
Si pelaku akan dikenai hukuman menggendong orang tuanya sebanyak tiga kali putaran (keliling) kota. Selain itu, ia juga harus memenuhi apapun yang orang tuanya inginkan, tentunya dengan batasan tertentu. Jika ia masih melakukan kedurhakaan, hukuman penjara akan diberikan. Waktunya sesuai permintaan dari orang tuanya atau yang diputuskan oleh hakim.

10. Kekerasan dalam rumah tangga
Korban harus memilih di antara tiga hukuman bagi si pelaku, yaitu di cambuk sebanyak 35 kali, atau dipenjara selama 1-2 tahun, atau memberi maaf dengan syarat si pelaku mau bertobat dan tidak mengulangi kejahatannya itu. Jika ia tetap mengulanginya lagi, negara akan memberikan hukuman dengan memerintahkan para algojo untuk memukuli si pelaku, mencambukinya, dan memasukkannya ke penjara selama 5 tahun. Jika masih saja melakukan kekerasan, si korban disarankan untuk segera mengajukan perceraian, sementara si pelaku akan dikenai hukuman penjara selama 10 tahun dengan terlebih dulu mendapatkan balasan tiga kali lipat dari kekerasan yang telah ia lakukan kepada si korban. Para algojo kerajaanlah yang melaksanakannya.

11. Pengerusakan alam
Setiap pelaku kerusakan lingkungan akan dikenai hukuman penjara selama minimal 20 tahun. Semakin banyak kerusakan yang ia lakukan, maka akan semakin lama pula waktu kurungannya. Jika akibat kerusakan alam itu sampai memakan korban jiwa, si pelaku akan dikenai hukuman yang sama dengan pembunuhan. Yaitu di gantung sampai mati atau dipenjara seumur hidup atau diampuni jika keluarga korban mau memaafkan. Hanya saja hukuman kurungan dan kerja bakti tetap di laksanakan selama waktu yang telah diputuskan oleh hakim.

Demikianlah sekilas tentang hukum yang berlaku di negeri kaum Kaminos. Terhadap hukum tersebut, kaum ini sangat patuh dan bisa dibilang hampir tak ada yang pernah melanggarnya. Karena itulah, di seluruh wilayah kerajaan Ziranos selalu dalam keadaan aman dan tertib. Siapapun akan merasa nyaman dan betah untuk tinggal dan berlama-lama di negeri kaum Kaminos ini.

2) Ketatanegaraan
Dalam ketatanegaraan kaum Kaminos, seorang pemimpin dilantik setelah ia layak menerima jabatan itu. Artinya terdapat proses seleksi yang sangat ketat dan rahasia, yang di lakukan oleh para Hasiyan (dewan tertinggi). Setiap calon harus memenuhi beberapa persyaratan khusus, seperti:

1. Berjiwa kesatria dan sakti mandraguna.
2. Cerdas dan menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan (ilmiah dan batiniah).
3. Mendalami urusan hukum dan agama (setingkat hakim dan ulama).
4. Pekerja keras dan jujur dalam setiap ucapan dan tindakannya.
5. Bersikap zuhud (terlepas dari ketamakan duniawi), penuh rasa cinta kasih dan selalu rendah hati.
6. Punya visi dan misi yang bagus untuk kaumnya.

Setelah terpilih beberapa calonnya, para Hasiyan (dewan tertinggi) akan melakukan wawancara khusus dan beberapa tes khusus kepada setiap calon tersebut. Hasilnya akan menentukan setidaknya 3 orang calon pemimpin yang paling layak. Mereka ini kemudian harus menjalani tes yang terakhir, yaitu memegang kelima benda pusaka warisan Nabi Salbi AS. Siapapun yang mampu memegang dan mengendalikannya akan terpilih sebagai pemimpin dari kaum Kaminos selanjutnya. Namun jika seandainya ada dua orang atau lebih yang mampu memegang dan mengendalikan kelima benda pusaka itu, maka akan di laksanakan satu kompetisi khusus yang bentuknya ditentukan oleh para Hasiyan (dewan tertinggi). Siapapun yang memenangi kompetisi tersebut, maka dialah yang terpilih sebagai pemimpin kaum. Sementara orang yang sebelumnya menjadi kompetitor akan membantu dengan menjadi seorang pejabat tinggi negara. Biasanya pilihannya adalah sebagai Zular (penasehat utama). Dengan jabatan itu maka ia akan menjadi tangan kanan sang pemimpin dalam mengatur kehidupan kaumnya.

Lalu, setelah dilantik sang terpilih akan menjadi Mulah (raja) atau Milah (ratu) seumur hidupnya atau sampai ia wafat atau mengundurkan diri. Jika ia melakukan kesalahan yang fatal, maka akan segera diberhentikan oleh Hasiyan (dewan tertinggi). Tapi dalam sejarah kerajaan Ziranos, hal yang semacam itu tak pernah terjadi. Setiap Mulah (raja) atau Milah (ratu) yang sudah terpilih adalah sosok yang terbaik dan bijaksana. Mereka bisa memimpin kaumnya dengan penuh kebaikan dan kewibawaan.

Lalu, sebagai kaum yang besar tentunya mereka ini sudah menerapkan struktur kepemimpinan yang jelas dan teratur. Adapun jabatan-jabatan yang ada di dalam sistem pemerintahan kerajaan Ziranos ini yaitu:

1. Mulah (raja) atau Milah (ratu)
2. Zular (penasehat utama)
3. Hasiyan (dewan tertinggi negara)
4. Hasiyan Ti (dewan tinggi daerah)
5. War Taros alias Marsios (panglima militer)
6. War Samos (menteri pertanian, perkebunan dan hutan)
7. War Laos (menteri peternakan dan perikanan)
8. War Hamos (menteri ekonomi, perdagangan dan kemakmuran)
9. War Zinos (menteri pendidikan)
10. War Kiyos (menteri pengembangan teknologi)
11. War Yafos (menteri pembangunan)
12. War Dinos (menteri agama dan budaya)
13. War Suraos (menteri seni dan olah raga)
14. War Halos (menteri sosial, kesehatan dan lingkungan)
15. War Sattin (menteri hukum)
16. Seh (hakim agung), Sahut (hakim)
17. Karitus (duta besar)
18. Waliyan (gubernur)

Demikianlah struktur kepemimpinan di kerajaan Ziranos. Semuanya berpusat kepada Mulah (raja) atau Milah (ratu). Setiap keputusan diambil olehnya dengan mempertimbangkan usulan, saran dan nasihat dari para Zular (penasehat utama) dan Hasiyan (dewan tertinggi) kerajaan. Jajaran dibawahnya hanya mengikuti saja. Dan mereka boleh melakukan koreksi, jika memang ada bukti dan solusi yang lebih baik.

3) Perekonomian
Kaum Kaminos ini terus menjalin hubungan diplomasi dan perdagangan dengan kaum atau kerajaan lain di seluruh dunia. Mereka pun hidup dari berbagai sektor kehidupan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, kerajinan tangan, textile (kain dan pakaian), industri, perdagangan, dan ekspor-impor komoditas unggulan. Hasil dari semua usaha itulah yang membuat kaum ini hidup dalam kemakmuran. Mereka telah dianugerahi rezeki dan kenikmatan hidup yang berlimpah. Bahkan pada masanya akan susah dicari tandingannya di seluruh dunia.

Pasar mereka moderen, lengkap dengan produk dan barang komoditas unggulan. Alat tukar mereka adalah uang koin (emas dan perak) yang disebut Malle dan uang digital yang disebut Malleus (berbentuk kartu chip). Ada sistem mirip perbankan – lebih tepatnya seperti Baitul Mal (kantor kas negara) – yang hanya digunakan untuk isi ulang uang digital sekaligus tempat menabung. Mereka belum mengenal sistem zakat tapi dianjurkan untuk saling berbagi dan sedekah. Dan bila warga melakukan panen, maka setengah hasil panenan itu digunakan untuk makan bersama dan setengahnya lagi disimpan untuk menjaga kestabilan ekonomi. Istana juga punya lahan yang diolah sendiri dengan pegawainya dari warga yang digaji. Bila panen, maka aturannya pun sama, yaitu setengah hasilnya untuk makan bersama dan setengahnya lagi disimpan untuk menjaga kestabilan ekonomi.

4) Pendidikan
Sejak belia setiap orang di kaum Kaminos ini wajib bersekolah. Awalnya mereka belajar langsung kepada para bijak dengan cara mondok di asramanya. Namun kemudian, seiring waktu mereka belajar di Biyaos (sekolah umum) yang dibangun oleh negara. Berguru kepada para bijak memang tetap di laksanakan, hanya saja ini untuk beberapa ilmu pengetahuan khusus. Waktunya pun setelah belajar di sekolah negara, atau pada saat libur sekolah.

Ada tiga jenjang pendidikan dalam kehidupan kaum Kaminos ini. Di antara yaitu:

1. Midras
Tingkat ini di tempuh selama 5 tahun. Dimulai sejak usia 5-6 tahun sampai usia 10-11 tahun. Di tingkatan ini para imor (siswa) lebih banyak menerima pelajaran/materi dasar tentang berbagai disiplin ilmu. Semuanya diberikan di dalam atau di luar kelas oleh para amora (guru). Lalu untuk bisa lulus, setiap imor (siswa)-nya harus membuat sebuah laporan penelitian tentang karya orang lain atau diri sendiri. Disini tentunya setelah melakukan penelitian yang serius.

2. Sildras
Tingkat ini ditempuh selama 3 tahun. Syarat untuk bisa diterima di tingkatan ini adalah harus bisa menunjukkan ijazah kelulusan di tingkat Midras. Sejak di tingkatan ini para imor (siswa) lebih banyak praktek di lapangan atau melakukan penelitian di Siros (laboratorium). Lalu untuk bisa lulus di tingkatan ini, setiap imor (siswa) harus bisa menunjukkan karya cipta yang sesuai dengan minatnya. Setiap karya tidak harus yang original, karena boleh saja yang sifatnya pengembangan dari penelitian yang sudah ada.

3. Hildras
Tingkat ini ditempuh selama 10-13 tahun. Ini adalah level lanjutan dari tingkat sebelumnya (Sildras). Karena itu, wajib bagi setiap imor (siswa) untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya ciptanya sendiri. Karya cipta itulah yang kelak menjadi standar kelulusan dan akan dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemakmuran bangsanya.

Selain itu, pada tingkatan Hildras ini maka di usia ke 15-16 tahun para imor (siswa) diberikan dua pilihan, yaitu melanjutkan pendidikan di dalam sekolah atau di luar sekolah. Pada usia ke 20-21 tahun, bagi mereka yang memilih untuk keluar dari komplek sekolah, maka ilmu yang didapatkan lalu di ajarkan kepada mereka yang memilih tetap berada di dalam komplek sekolah. Selanjutnya mereka yang berada di dalam komplek sekolah juga harus mengajarkan ilmu yang dikuasai kepada mereka yang berada di luar komplek sekolah. Begitulah seterusnya mereka saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalamannya. Lalu di umur ke 23-25 tahun, para imor (siswa) ini baru disahkan sebagai seorang peneliti dan ilmuwan dibidang teknologi, pertanian dan perkebunan, peternakan dan kelautan, luar angkasa, dsb. Satu hal yang khusus yaitu dibidang agama, karena itu adalah pilihan.

Adapun di antara mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum wajib mereka yaitu:

1. Ladinos (ilmu agama)
2. Hilwanos (ilmu alam dan biologi)
3. Barsinos (ilmu hitungan)
4. Sintraos (ilmu fisika dan kimia)
5. Auranos (ilmu astronomi dan kosmik)
6. Harsatos (ilmu pertanian dan perkebunan)
7. Yahitos (ilmu peternakan dan perikanan)
8. Miranos (ilmu ekonomi dan perdagangan)
9. Jiwanos (ilmu kesehatan dan kedokteran)
10. Gatrianos (ilmu beladiri dan kanuragan)
11. Sattinos (ilmu hukum dan ketatanegaraan)
12. Tarinos (ilmu seni, sastra dan budaya)
13. Purbanos (ilmu sejarah, antropologi dan arkeologi)
14. Liwatunos (ilmu arsitek dan bangunan)
15. Koursios (ilmu teknik dan elektronik)

Semua mata pelajaran di atas mulai diperkenalkan kepada setiap imor (siswa) sejak di tingkat dasar (Midras). Di tingkat selanjutnya tinggal pendalaman materi dan pengembangan penelitiannya saja. Setiap imor (siswa) berhak memilih sesuai dengan minat, bakat, dan hobinya.

Catatan: Belajar mengajar di laksanakan selama 5 hari berturut-turut lalu libur selama 2 hari. Ada liburan sekolah yang ditetapkan pada setiap 6 bulan sekali dan itu berlangsung selama 10-15 hari. Ada juga liburan untuk memperingati hari-hari besar keagamaan atau negara.

Untuk waktunya, kecuali di tingkat Hildras, maka sekolah di mulai dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Selanjutnya mereka bebas melakukan apapun di sekolah (biasanya berdiskusi dan melakukan riset) sampai jam 3 sore. Selama itu, semua kebutuhan para imor (siswa) telah disediakan oleh sekolah, termasuk sarapan dan makan siang. Sedangkan di dalam sistem pendidikan kaum ini tidak ada tugas rumah (PR), bahkan tidak ada pula ujian kelulusan bagi para imor (siswa). Mereka lebih mengutamakan praktek, penelitian dan karya ciptanya saja. Dan semua karya para imor (siswa) itu lalu disimpan di dalam gedung Rinos (perpustakaan) sekolah. Bahkan bagi karya yang terbaik akan disimpan di gedung Rinoses (perpustakaan pusat milik negara).

5) Karya seni dan sastra
Sejak sebelum menjadi kaum Kaminos, bangsa ini sudah menyukai seni dan sastra. Hal itu lalu dituangkan dalam bentuk ukiran, lukisan, tarian, drama, musik dan tulisan. Semuanya dikerjakan dengan penuh ketelitian dan penghayatan yang tinggi. Tak ada yang main-main atau sekedarnya saja. Mereka serius dalam hal ini, karena itu bagian dari kebanggaannya sebagai kaum Kaminos.

Khusus untuk karya sastra, kaum Kaminos ini telah menghasilkan banyak syair, risalah, dan puisi. Semuanya tersusun rapi di dalam lembaran-lembaran, gulungan atau buku-buku, yang disimpan di sebuah gedung khusus yang disebut Rinos (perpustakaan). Media yang mereka gunakan untuk menulis adalah kertas dan kulit hewan. Meskipun mereka sudah memiliki Girs (mesin cetak), pada umumnya justru ditulis sendiri dengan menggunakan Sito (pena). Maklumlah tulisan tangan mereka ini rapi dan bagus, terlebih menurut mereka dengan menulis langsung maka ia bisa lebih mudah membangkitkan rasa dari dalam dirinya untuk mengeluarkan imajinasi yang tinggi.

Adapun contoh syair yang pernah dibuat oleh kaum ini adalah sebagai berikut:

Maldak arinos

Sam uliyah biros, man hagani aurok yagoza niyam.
Aramos tel asukta maji, lasen bigamos rize lakadios.
Quwertun hisah migali, sun dahik nos minosen.
Laen tal sabakh nin halakos, dar umazak nor nahikos.
Sab atahul minos, oen dal yamu asiyos tan suros.
Ya Ilah, ortunos nebal si’un donya kas elion nidasen.
Sensebah rokal bruyam, fasut kalbis moron te dora herakh.
Diraos moor tuli sahing, majihas gharun syir anusiir.

(An Hwin)

Demikianlah sekilas tentang karya seni dan sastra yang dimiliki oleh kaum Kaminos. Keduanya adalah hal yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan mereka. Karena itulah pemerintah kerajaan Ziranos sangat fokus untuk memperhatikannya. Dan pada waktu-waktu tertentu, maka ada agenda rutin untuk menggelar pentas seni dan sastra di pusat-pusat kota kerajaan. Pesertanya boleh siapa saja, dari dalam ataupun luar negeri. Sementara acaranya diselenggarakan di gedung-gedung Haosan, atau kita sekarang mengenalnya sebagai gedung teater, balai pertemuan, atau galeri seni. Acara ini biasanya di laksanakan selama 35 hari penuh.

6) Tata kota
Dalam setiap kali membangun, tentang apapun itu, kaum Kaminos selalu memperhatikan posisi arah mata angin dan keberadaan sumber air. Mereka juga sangat memikirkan tentang keseimbangan semua unsur alam agar terjadi keharmonisan dan terciptanya keindahan yang alami. Lalu mengenai tata letak kotanya, mereka sengaja mendirikannya tepat di sebuah lembah yang sangat subur dan banyak sumber airnya. Untuk lebih jelasnya tentang posisi kotanya itu adalah sebagai berikut:

1. Utara: Terdapat sungai besar, telaga, hutan yang lebat dan perbukitan.
2. Timur: Terdapat padang rumput, hutan, danau dan pegunungan Lusas.
3. Selatan: Terdapat hutan, padang rumput, sungai dan perbukitan.
4. Barat: Terdapat hutan, padang rumput, sungai dan lautan (Samudera Hindia).

Sungguh, lokasi yang sangat strategis dan bisa menghasilkan kemakmuran bagi penduduknya. Dan karena dikelola dengan sangat baik dan bijaksana, kaum Kaminos ini bisa hidup dalam kesejahteraan selama ratusan ribu tahun.

Selain itu, khusus untuk ibukota kerajaan dan pusat kota di setiap provinsinya akan dikelilingi oleh benteng putih yang sangat kokoh. Di atas tembok benteng tersebut terdapat pos-pos penjagaan yang selalu dijaga ketat oleh 10-30 orang tentara. Dan untuk lebih mempertahankan kota Adios (ibukota kerajaan Ziranos) dari serangan musuh, maka jika diperlukan akan muncul semacam perisai energi yang menyelubungi seluruh kota. Perisai itu tak bisa ditembus, baik oleh pasukan musuh atau oleh senjatanya (bom, rudal, tank, dll). Dalam bahasa mereka, alat yang bisa mengeluarkan perisai energi itu disebut dengan Sraunos. Alat ini akan menghasilkan Nuel atau kita sekarang mengenalnya dengan listrik AC (Alternating Current) lalu mengirimkan pancaran partikel-partikel yang terkonsentrasi lewat udara yang akan terbang dengan kecepatan hampir sama atau menyamai kecepatan cahaya. Energi yang terpancarkan begitu besar dan stabil, sehingga dapat membentuk dinding perisai yang ribuan kali lebih kuat dari tembok China. Selain itu, jika dijadikan senjata, maka kekuatannya bisa merontokkan ribuan pesawat musuh dari jarak 350 mil dan dapat pula menyebabkan jutaan tentara musuh tewas di tempat.

Dan sama halnya dengan kaum Nagirasta, maka cara kerja dari alat Sraunos ini melibatkan lima penemuan lain yang dikombinasikan menjadi satu. Adapun penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan pengaruh atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut. Penemuan kedua adalah metode untuk bisa menghasilkan daya listrik yang sangat besar, baik dengan energi kristal atau pun energi kosmik. Penemuan ketiga adalah membuat alat yang mampu menghasilkan listrik hingga mencapai tegangan lebih dari 100.000.000 volts. Penemuan ke empat adalah pembuatan alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dikondisikan itu kemanapun yang diinginkan. Sedangkan penemuan yang kelima adalah membuat alat yang dijadikan sebagai anti dampak negatif dari energi yang dipancarkan, khususnya bagi makhluk hidup. Artinya, dengan pengaturan khusus, maka energi yang dipancarkan dari alat ini tidak akan membahayakan kaum Kaminos atau siapapun makhluk hidup yang diinginkan.

Lalu, untuk bisa mengaktifkan sistem pertahanan Sraunos ini, maka dibangunlah menara listrik (tower) yang berada tepat di tengah kota untuk memaparkan gelombang partikel yang telah dikondisikan itu ke sekeliling kota dan atau sampai di perbatasan negeri. Dari sanalah tercipta dinding perisai yang super kuat dan senjata yang sangat mematikan. Sehingga karena itulah tidak pernah ada musuh yang berani menyerang kota Adios (ibukota kerajaan Ziranos). Hal ini jelas menyebabkan kehidupan mereka semakin aman, makmur dan sangat disegani dunia.

7) Arsitektur dan bangunan
Secara umum model bangunan yang ada di kota-kota kaum Kaminos ini berciri khas banyak pilar (mirip arsitektur gaya Yunani) dan berkubah (mirip arsitektur gaya Persia dan India). Selain itu, ada pula yang bentuknya menyerupai pagoda yang ada di Thailand dan Myanmar atau yang beratapkan gaya punden berundak khas tanah Jawa, atau bahkan yang tidak ada kesamaannya dengan di negeri lain. Selain itu, maka tak ketinggalan pula bangunan menara-menara yang menjulang tinggi, kuil dan piramida yang indah dan cukup banyak jumlahnya. Setiap bangunan dikerjakan dengan sangat rapi, halus dan penuh ketelitian. Semuanya sudah menerapkan teknologi yang canggih. Banyak pula terdapat ukiran relief dan warna-warni yang cerah pada setiap bangunannya. Sehingga ketika dilihat dari dekat ataupun kejauhan tampak sangat indah dan menawan.

Untuk bahan dasarnya, maka penggunaan batu marmer, pualam, granit, dan giok adalah biasa. Bahkan untuk lebih mempercantik tampilannya, banyak pula logam mulia (emas, perak dan perunggu), kaca, batu permata, kristal dan berlian yang digunakan. Sungguh kaum ini sangat menyukai keindahan dan mereka mampu mewujudkannya dalam setiap gedung yang dibangun. Semua detilnya sangat diperhatikan, karena itulah setiap bangunannya terlihat sangat indah dan mampu bertahan lama.

Ya, ada banyak bangunan megah yang didirikan oleh kaum Kaminos. Ada yang terdiri dari satu lantai, tapi ada banyak pula yang bertingkat-tingkat. Selain itu, mereka juga membangun banyak taman yang didalamnya terdapat labirin, kuil dan piramida yang indah. Hanya sebagian kecilnya saja yang diperuntukkan sebagai tempat ibadah, selebihnya justru untuk tempat rekreasi dan wisata keluarga. Sungguh mengagumkan.

8) Teknologi
Dalam kehidupannya, kaum Kaminos mengenal sebuah lembaga khusus yang bernama Almark. Lembaga itu dipimpin oleh 9 orang pintar. Mereka adalah para cendekiawan yang termahsyur dan tak perlu lagi diragukan tentang ilmu dan kemampuannya. Apapun yang mereka lakukan adalah atas persetujuan langsung dari Mulah (raja) atau Milah (ratu) yang berkuasa. Tujuannya hanya demi kebaikan dan kemajuan dari kaum Kaminos.

Ya, lembaga Almark inilah yang bertanggung jawab penuh dalam urusan pengembangan teknologi dan penerapannya. Darinya, maka lahirlah berbagai peralatan canggih dan sangat bermanfaat untuk kehidupan penduduk. Dan mereka ini punya 9 buah tempat rahasia yang menjadi lokasi untuk melakukan penelitian dan percobaan khusus. Tidak sembarang orang yang bisa masuk kesana, bahkan sekedar mengetahui lokasinya. Perlu izin khusus untuk itu, yang hanya diberikan oleh pengurus pusat lembaga Almark. Gedung kantor pusatnya berada di pusat ibukota kerajaan. Dari semua bangunan yang ada disana, gedung kantor pusat lembaga Almark ini termasuk yang paling megah.

Selain itu, ke 9 orang pintar tersebut memiliki keahlian khusus yang berbeda. Disiplin ilmu mereka pun tidak sama, karena itulah penelitian dan percobaan mereka pun berbeda-beda dan di laksana di tempat yang berlainan. Mereka tentunya tidak bekerja sendiri, karena ada orang-orang yang terpilih untuk menjadi murid, asisten dan pekerjanya. Jika sudah waktunya, satu persatu dari ke 9 orang pintar itu akan digantikan oleh murid terbaiknya. Begitulah seterusnya selama ratusan ribu tahun. Dan setiap orang yang menjabat ke 9 pimpinan lembaga Almark itu pasti menuliskan kitab-kitab khusus atau meninggalkan kode-kode rahasia dari setiap hasil penelitian dan karya ciptanya. Ini bisa dipergunakan kembali oleh mereka yang tahu cara dan rahasianya. Semua peninggalan itu lalu disimpan di sebuah tempat khusus yang sangat dirahasiakan. Hanya sosok yang berhak dan tahu kuncinya saja yang bisa menggunakannya. Begitulah mereka menjaga ilmu pengetahuan yang sangat berharga dari kaum Kaminos.

Kemudian, khusus mengenai teknologi yang pernah mereka pakai sehari-hari, maka itu sudah terdiri dari banyak hal. Hampir disemua lini kehidupannya sudah menggunakan teknologi yang canggih. Diantaranya seperti Laih atau mobil yang bisa terbang (sebenarnya lebih mirip pesawat jet), Kisal (kapal pesiar), Wisal (kapal selam berbentuk ikan pari), Oumas (baju terbang), Coris (semacam papan terbang yang bisa dinaiki oleh 1-2 orang), Niaro (robot humanoid), Sraunos (sistem pertahanan kota), Krak (bom kristal), Krasok (rudal), Bis (pistol laser), Lisor (pesawat tempur hypersonik : Mach 5.0 atau 5 kali kecepatan suara), Losis (pesawat tanpa awak/drone), Hilos (pesawat antariksa berkecepatan cahaya), dan tentunya Milnos (pesawat penjelajah galaksi yang berkecepatan melebihi cahaya). Selain itu, mereka juga telah menggunakan alat komunikasi jarak jauh yang dipasang pada cincin atau liontin khusus. Alat ini bisa memunculkan hologram (gambar sinar) dengan tampilan mirip seperti smartphone (telepon pintar) di zaman sekarang atau bahkan menampilkan bentuk fisik si penggunanya secara utuh/dalam bentuk 4D-5D. Dan perlu diketahui bahwa alat komunikasi yang bernama Mios ini tidak membutuhkan satelit atau alat pemancar khusus seperti parabola dan tower. Selama masih di Bumi, siapapun yang memiliki alat ini bisa saling berkomunikasi tanpa ada hambatan dan tak perlu isi pulsa. Jika di luar Bumi atau luar angkasa yang hampa udara, barulah mereka membutuhkan pemancar khusus.

Sungguh, kaum ini telah sampai pada puncak teknologi manusia. Betapa tidak, mereka telah berhasil memanfaatkan apa saja yang ada di alam ini – khususnya beberapa jenis batu kristal dan energi kosmik – secara maksimal dan ramah lingkungan. Karena itulah mereka pun telah menjelajah ke banyak planet, sistem tata surya dan galaksi lainnya. Mereka juga bisa menciptakan anti gravitasi dan gravitasi sendiri, mampu mencegah gempa bumi, mampu menghasilkan berbagai varietas tanaman dan spesies hewan baru, bisa mengubah unsur dasar elemen, dan berhasil menciptakan alat teleportasi yang disebut Veunos serta mesin waktu yang dinamakan Ziyenos. Semuanya bisa terjadi setelah melewati serangkaian percobaan yang sangat rumit dan melelahkan. Tidak ada jalan yang instan dalam hal ini, meskipun mereka termasuk kaum yang cerdas dan mendapatkan bimbingan langsung dari para bijak bestari.

Catatan: Kaum Kaminos ini sebenarnya sangat memahami seluk beluk partikel-atom dan reaksi nuklir. Hanya saja sejak awal mereka tidak pernah menggunakannya, baik untuk keperluan pembangkit listrik apalagi digunakan untuk senjata dan bom. Mereka telah menyadari bahwa reaksi nuklir itu tidak akan ramah lingkungan, kadang tidak stabil dan sangat beresiko untuk makhluk hidup. Terlebih mereka sudah mengetahui bahwa ada sumber energi yang jauh lebih baik dan ramah lingkungan dari pada nuklir. Oleh sebab itu, selama lebih dari 500.000 tahun kehidupannya, kaum ini tidak pernah menggunakan nuklir untuk keperluan apapun dalam hidupnya. Mereka lebih memilih untuk memanfaatkan energi kristal dan kosmik.

9) Militer
Sejak awal berdiri, kaum ini sudah mengenal dunia kemiliteran. Hanya saja pada masa itu masih sederhana, karena hanya sebatas membentuk sepasukan orang yang siap bertarung untuk mempertahankan wilayah dan melindungi kaumnya. Belum ada pendidikan khusus seperti halnya di sekolah, karena yang ada hanya sebatas latihan ilmu beladiri dan kanuragan saja. Siapapun yang terpilih, maka ia akan diajari beberapa strategi dan siasat pertempuran yang sudah diwariskan oleh kaum mereka sebelumnya; yaitu kaum Ligos.

Namun seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan kebutuhan, akhirnya sejak di masa Mulah (raja) yang ke-2 (Der Lah) kaum ini mengkhususkan dirinya untuk mendirikan tempat pelatihan khusus dalam kemiliteran. Sekolah itu disebut dengan Gallimos. Adapun syarat untuk bisa masuk kesana adalah sebagai berikut:

1. Laki-laki atau wanita dewasa.
2. Sehat jasmani dan ruhani.
3. Lulus pendidikan tingkat akhir (Hildras) dengan menunjukkan ijazahnya.
4. Bersikap disiplin, pantang menyerah dan setia.
5. Jujur, ikhlas dan zuhud (tidak terlalu mencintai duniawi).

Lalu, mengenai sistem pendidikannya maka harus ditempuh selama minimal 3 tahun. Lokasinya indoor (di kelas) dan outdoor (di alam bebas). Selama itu, calon prajurit akan mendapatkan pelatihan beladiri, mempelajari cara menggunakan berbagai macam senjata, cara bertahan hidup (survival) dan mempelajari berbagai teknik bertahan dan menyerang dalam pertempuran. Khusus untuk yang terpilih dari semua siswa, mereka akan mengikuti pelatihan khusus selama 2-3 tahun. Selama itu, setiap prajurit akan dibekali dengan berbagai keahlian khusus untuk pertempuran (ilmiah dan batiniah) dan strategi perang rahasia. Mereka yang lulus dalam pelatihan inilah yang dimasa kita sekarang disebut sebagai perwira. Dan mereka ini akan tergabung di dalam sebuah pasukan khusus yang disebut dengan Albaros. Pasukan ini sangat ditakuti oleh musuh dan disegani oleh kawan. Selain sangat tangguh, mereka ini juga punya kemampuan untuk berkamuflase dan bisa tidak terlihat alias menghilang.

Nama pasukan kaum Kaminos ini adalah Swarudios. Mereka semua dibawah komando seorang panglima militer yang disebut dengan Marsios. Di bawah Marsios ini terdapat tiga angkatan perang yang disebut dengan Bartios (pasukan darat), Lartios (pasukan laut), dan Dartios (pasukan udara). Setiap golongan pasukan itu lalu dipimpin oleh seorang jendral yang disebut Karsios. Semua pejabat tinggi militer ini (Marsios dan Karsios) adalah orang-orang yang terbaik di pasukannya, cerdas dan sakti mandraguna. Semua orang pun sangat menghormatinya, sebab mereka memang layak untuk itu.

10) Lain-lain
Meskipun mereka sangat menguasai sains dan teknologi, kaum Kaminos ini tak pernah mengabaikan ajaran agama. Begitu pula dengan ilmu kebatinan, mereka masih sangat tertarik dan bisa menguasainya dengan baik. Oleh sebab itu, selain mendalami kaidah agama dengan benar dan atau teknologi yang canggih, mereka juga menguasai berbagai ilmu kadigdayan tingkat tinggi. Dengan ilmu itu, banyak pula dari mereka ini yang menjadi sakti mandraguna dan mampu mengendalikan kelima elemen alam (tanah, api, air, udara, ether) atau berbicara dengan hewan dan tumbuhan. Mereka juga bisa bertelepati dan mampu menggerakkan sesuatu hanya dengan kekuatan pikirannya. Sehingga lengkap sudahlah kemampuan diri mereka ini sebagai manusia.

5. Daftar raja-raja
Kerajaan Ziranos pernah dipimpin oleh 1.457 orang Mulah (raja) dan Milah (ratu). Karena berumur sangat panjang, maka setiap pemimpinnya berkuasa selama lebih dari 300 tahun. Oleh sebab itulah kerajaan ini sempat berdiri selama lebih dari 500.000 tahun. Adapun di antara nama para raja dan ratu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kar Len -> pendiri kaum Kaminos. 
2. Der Lah
3. Bak Hil
4. Zak Rum
5. Kligh Urk
6. Hau Tar
7. Wish Mar
8. Rec Klah
9. Qul Bin
10. Ork Sen
.
.
701. Yaul Hat
702. An We
703. Pal Dis
704. At Syer
705. Sil Ham
706. Zak Mal
707. Ain Tin -> seorang Milah (ratu)
708. Rag Hul
709. Sir Ang
710. Gail Sar
.
.
1.448. Qur Yas
1.449. Af Klon
1.450. Nish Tar
1.451. Zai Lakh
1.452. Nam Aur
1.453. Lis Diar -> seorang Milah (ratu)
1.454. Jikh Ruts
1.455. Mis Baul
1.456. Or Kaim
1.457. Hail Usy

Demikianlah sebagian daftar nama dari para pemimpin kaum yang ada di kerajaan Ziranos. Memang jabatan raja atau ratunya berlaku seumur hidup, tapi mereka tidak menerapkan sistem tahta warisan. Setiap orang punya hak atas jabatan tertinggi di kerajaan itu, tapi prosedurnya harus melalui pemilihan khusus. Dewan tertinggi kerajaanlah (Hasiyan) yang berhak menentukan dan menetapkan secara independen siapakah yang paling layak menjadi pemimpin kaum Kaminos. Dan salah satu syarat utamanya adalah bahwa seseorang itu harus mampu menggunakan kelima pusaka warisan Nabi Salbi AS dengan baik. Tanpa hal itu, siapapun takkan bisa menjadi penerus dari Raja Kar Len (sang pendiri) untuk memimpin kerajaan Ziranos. Ini pula yang menyebabkan tidak pernah ada kudeta atau perebutan tahta di kerajaan Ziranos. Peralihan kekuasaan selalu berjalan aman dan lancar.

6. Akhir kisah
Pada masa ke 100 tahun berkuasanya raja ke-1.457 (Hail Usy), seorang utusan Tuhan yang bernama Nabi Wisala AS datang ke istana. Lalu dihadapan semua pembesar kerajaan Ziranos, beliau pun berkata: “Wahai semuanya. Tuhan Sang Penguasa Alam telah memberikan petunjuk-Nya kepadaku. Bahwasannya karena kaum Kaminos telah hidup sesuai dengan aturan-Nya, mereka akan berpindah ke dimensi lain. Namun disini tidak ada paksaan, karena setiap orangnya berhak memilih apakah ia mau ikut atau tidak. Dan sebelum waktu kepindahan itu terjadi, kalian harus memutuskan siapakah yang akan menjaga gedung Artanos (pusat ilmu pengetahuan). Sebab gedung itu harus tetap tinggal di muka Bumi ini selama waktu yang ditentukan. Alasannya sangat penting untuk menjadi modal kehidupan bagi generasi yang akan datang.

Selanjutnya, dengan cara bergiliran (estafet) para penjaga tersebut akan terus menjalankan tugasnya. Sampai pada saatnya nanti ada orang yang bisa menemukan “kunci rahasianya” dan mendapatkan hak untuk memanfaatkan apa saja yang ada di dalam gedung Artanos (pusat ilmu pengetahuan) itu. Para penjaga harus mengizinkan dan membantunya untuk mencapai tujuan hidupnya. Semua ini merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Hyang Aruta (Tuhan YME). Patuhilah dengan keimanan, karena itu demi kebaikanmu juga”

Seperti itulah yang disampaikan oleh Nabi Wisala AS sejak puluhan tahun sebelum kaum Kaminos berpindah dimensi. Dan ketika sudah tiba waktunya, siapapun yang berminat untuk pindah dimensi diminta untuk berkumpul di istana, alun-alun kota, dan tempat-tempat ibadah. Setelah melakukan puja doa dan ber-semedhi, maka dalam waktu sekejap semua penduduk dan kotanya menghilang. Semuanya telah berpindah ke dimensi urutan ke tujuh (Ramatasyi), kecuali gedung Artanos (pusat ilmu pengetahuan). Bangunan itu tetap tinggal di alam nyata dunia ini selama beberapa waktu. Sampai akhirnya tersembunyi oleh semacam perisai goib. Hanya orang tertentu saja yang mampu melihatnya. Dan untuk bisa berkunjung kesana, maka ia harus mendapatkan izin khusus dari para penjaganya.

Sementara itu, bagi yang tidak ikut berpindah – umumnya mereka bukan dari ras kaum Kaminos yang berdarah murni – mereka tetap tinggal di kota-kota provinsi yang ada dan menjalani kehidupan seperti biasanya. Sebagian lainnya memilih untuk menyebar ke berbagai kota atau negeri tetangga. Disana mereka terus melanjutkan hidupnya selama beberapa generasi. Sampai pada akhirnya ada yang berhasil mendirikan kerajaan baru dan dengan nama kaum yang baru pula. Tokoh pendirinya masih keturunan langsung dari kaum Kaminos yang berdarah murni. Begitulah kelanjutan kisah dari kaum ini. Dan terus berlanjut sampai akhirnya zaman pun berganti. Sebagian kecil dari mereka ini ada yang selamat dari proses transisi zaman kelima (Dwipanta-Ra) dan terpilih untuk melanjutkan kehidupan di periode zaman ke enam (Nusanta-Ra).

7. Penutup
Wahai saudaraku. Tak bosan-bosannya kami sampaikan bahwa ada begitu banyak kisah luar biasa yang hilang dari catatan sejarah, bahkan dari ingatan manusia kini. Ada banyak kebutaan tentang masa lalu umat manusia. Karena itulah, banyak dari kita yang salah mengira bahwa kehidupan manusia itu dulunya pasti primitif. Padahal sebenarnya di antara mereka itu bahkan ada yang jauh lebih hebat dari pada kita sekarang. Mereka punya kemampuan fisik dan non fisik (akal, kesaktian) yang jauh di atas rata-rata manusia saat ini. Kita yang kini mengaku sudah paling tinggi peradabannya, sebenarnya belum sampai di angka sepersepuluhnya dari kemampuan kaum terdahulu. Tentang hal ini, Al-Qur’an telah menjelaskannya, yaitu:

“Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para Rosul) sedang orang-orang itu belum sampai menerima sepersepuluh[1] dari apa yang telah KAMI berikan kepada orang-orang terdahulu itu namun mereka mendustakan para Rosul-KU. Maka lihatlah bagaimana dahsyatnya akibat dari kemurkaann-KU” (QS. Saba’ [34] ayat 45)
[1] Ayat ini menjelaskan bahwa di masa lalu, kaum-kaum yang ada sudah memiliki kemampuan yang sangat hebat dan jauh melebihi kita sekarang. Kemampuan manusia saat ini, yang merasa paling tinggi peradabannya, bahkan tak sampai seperseluh dari kemampuan mereka dulu. Mereka dulu (leluhur kita) jauh lebih hebat dari pada kita sekarang. Teknologi, peradaban dan kesaktian mereka jauh lebih unggul dari pada yang sudah kita capai saat ini.

Untuk itu, marilah kita sama-sama merenungkan kembali kisah-kisah hidup kaum terdahulu. Ambil setiap kebaikannya dan tinggalkan apa saja yang buruk. Kalau pun diambil, maka jadikanlah itu sebagai pelajaran dan pengingat hidup. Janganlah kita mengikuti yang salahnya itu, tetapi contohlah apa saja yang baik dari mereka dan resapilah hikmah yang ada dibalik setiap kejadian pada masa lalu. Itu demi hidup kita yang lebih baik di masa kini atau pun nanti.

Dan berdoalah, bahwa suatu saat nanti akan datang masanya dimana kejayaan manusia yang sejati itu bisa terwujud lagi. Ini bukanlah sebatas khayalan belaka, namun harapan yang bisa jadi kenyataan. Dan jika kita mau tetap berjuang dengan tulus, patuh pada setiap perintah-Nya, dan terus mempersiapkan diri, maka Tuhan akan memberikan anugerah-Nya. Dia pun akan memilihkan jalan yang terbaik untuk kita tempuh. Lalu dengan jalan itulah, kejayaan dan peradaban yang gemilang akan terulang kembali. Kalau tidak di zaman ini (Rupanta-Ra), maka tentunya di zaman yang baru nanti (Hasmurata-Ra).

Semoga kita termasuk orang-orang yang terpilih dan mendapatkan keselamatan. Rahayu.. _/|\_

Jambi, 11 Nopember 2017
Harunata-Ra

Catatan akhir:
1. Sebagaimana tulisan sebelumnya, maka disini pun tak ada paksaan untuk percaya atau tidak percaya dengan kisah ini. Semuanya adalah hak Anda sekalian. Tugas kami disini hanyalah sebatas menyampaikan dan mengingatkan kembali. Tak ada tendensi apapun.
2. Bukalah cakrawala hati dan pikiranmu. Karena tanpa hal itu Anda akan sulit memahami isi dari tulisan ini.
3. Ada banyak hal yang tak bisa dijelaskan disini. Semua karena protap yang harus tetap dipatuhi. MAAF.

Iklan

Penulis:

Saya orangnya apa adanya... dan untuk lebih jelasnya silahkan baca di halaman "Tentang_ku" pada blog ini.

10 tanggapan untuk “Kaminos: Kaum Yang Gemilang

  1. Assalamualaikum, sebuah kisah peradaban manusia yang sangat menarik untuk dipelajari.. .Maha Besar Allah Dengan Segala KekuasaanNya. Salam kenal.. .Saudaraku

    1. Wa’alaikumsalam..
      Terima kasih mas Ari karena masih mau berkunjung.. Moga ttp bermanfaat.. 🙂
      Syukurlah kalo suka dg tulisan ini, dan benar sekali bahwa kisah peradaban manusia pada masa lalu itu sangatlah menarik, tak pernah kehabisan dalam keagungannya.. Ada byk pula yg bisa diambil hikmahnya. Karena itu jangan pernah melupakan sejarah para leluhur.. 🙂

      1. Assalamualaikum sepertinya zaman Kalasuba sudah dekat…..rahasia masa lalu banyak bermunculan, lalu apakah kita tetap terdiam pura-pura acuh terhadap semua ini? Umat Islam bagai buih dilautan. Podo pinter tapi ora paham, wong durjana dielukan, budaya luhur Nusantara dibenci padahal sejatine Islam sangat menghargai budaya luhur yang tidak bertentangan Syariat. Monggo kita belajar karena kita hanyalah manusia yang lemah serta Butuh Petunjuk Yang Lurus DariNya. Selamat berakhir pekan Pak Oedi.

      2. Wa’alaikumsalam.. Terima kasih mas Ari karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂
        Kita skr sedang menunggu masa puncaknya zaman Kalabendu ini, setelah itu akan datang zaman Kalasuba. Mari kita mempersiapkan diri, karena prosesnya akan sgt keras.. Tetaplah mengingat masa lalu, pelajari dan jadikan bekal utk masa kini dan nanti.. 🙂

    1. Hmm.. Itu siapa mas Al Jalal? Apa nama negerinya? Dimana mrk tinggal? Di zaman kapan mrk hidup? Dll.. Perlu jelas dulu “alamatnya” mas, karena setau saya ada byk negeri para naga.. Bentuk fisik dan level kemampuan mrk pun berbeda-beda.. Dan mrk itu ya golongan khusus para naga, bukan manusia naga.

      Kalo ttg manusia naga yg mas Jalal maksudkan saya kurang tau.. Dan rasanya gak ada kecuali para siluman yg sering nyamar utk menyesatkan.. Kalo naga ya naga, mereka itu makhluk tersendiri yg juga punya kemampuan dan berperadaban tinggi.. Dengan kesaktiannya mrk memang bisa mengubah dirinya menjadi seperti manusia, tapi itu bukan berarti mrk adalah manusia naga.. Mrk itu ya tetap naga yg punya byk kelebihan dibanding manusia..

      Jika memang ada manusia naga, berarti saya yg memang belum tau.. Maklum wawasannya masih teramat cetek.. Maaf 🙂

  2. makanya”sy minta penjelasan sm kang oedi karna kejadianya minggu kmrn ,sukma sy diajak pergi oleh seseorang dia bilang ada yg nyariin sy dia bilang “ayo ikut saya,trus dia membuat lubang portal menuju negri naga dan sy sempat dikejar bbrp orang cuma sy perhatikan ada perbedaan dimata dan dlm mulutnya lalu sy ketemu dgn bbrpa jenis naga dengan berbagai bentuk yg berwarna putih.klo nama negrinya klo gk slah almammur namanya,dan setahu sy naga putih itu rajanya para naga .maaf klo salah karna pengetahuan sy.
    mungkin juga mrk wujud aslinya naga cm berubah seperti manusia dgn kehidupan seperti manusia.

    1. Oo.. Gitu yah mas Jalal, wah seru bgt tuh perjalanannya.. 🙂
      Tapi kalo saya diminta utk menjelaskan, sepertinya pengetahuan saya masih sedikit ttg hal itu.. Bahkan mungkin justru sampeyan yg lebih paham.. maaf sebelumnya.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s