Diposkan pada Info Terbaru, Tulisan_ku

Nubuwat Perang Besar Akhir Zaman

Wahai saudaraku. Kehidupan di zaman ini telah mendekati akhirnya. Akan ada proses transisi dari periode zaman ke tujuh ini (Rupanta-Ra) menuju ke periode zaman ke delapan nanti (Hasmurata-Ra). Peristiwa ini adalah tanda-tanda sebelum datangnya Hari Kiamat. Oleh karena itu, sekedar untuk mengingatkan, maka disini kami berikan Hadits-Hadits dan keterangan yang menjelaskan tentang beberapa hal. Yaitu nubuwat (berita masa depan) tentang perang terbesar (al-Malhamah al-Kubro) yang akan terjadi nanti, hadirnya Imam Mahdi, keluarnya dajjal dan beberapa tanda-tanda yang ternyata sudah, sedang dan akan terjadi nanti. Semua ini hanya bertujuan agar kita bisa lebih mawas diri dan tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin. Apalagi kalau bukan untuk keselamatan dan kebahagiaan bersama.

Adapun di antara Hadits-Hadits tersebut yaitu:

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila peperangan besar (al-Malhamah al-Kubra) akan berlaku, maka Allah akan menghantar tentara daripada orang bukan Arab, yang akan menjadi sebaik-baik penunggang kuda dan memiliki senjata perang yang lebih hebat daripada orang Arab, dan Allah mengokohkan agama (Islam) ini dengan mereka.” (HR. Ibnu Majah no.4090)

Hadits di atas menjelaskan bahwa akan terjadi perang dahsyat atau yang disebut dengan al-Malhamah al-Kubro. Untuk memahaminya, maka perlu diketahui dulu bahwa perang al-Malhamah al-Kubro itu merupakan perang dahsyat yang terjadi setelah pertempuran beruntun sebelumnya. Pada perang ini pasukan kaum Muslimin (pembela kebenaran) dari seluruh dunia akan melawan bangsa Ruum. Namun sebelum menaklukkan bangsa Ruum itu, kaum Muslimin akan memerangi jazirah Arab dan Persia. Kejayaan Persia pada masa lalu memang tinggal sejarah, namun kini telah bangkit dan berubah nama menjadi Iran.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya” (HR. Muslim)

Dalam Hadist lain Rasulullah SAW juga bercerita tentang bagaimana kehancuran itu terjadi. Dimana perang al-Malhamah al-Kubro itu akan terjadi sebelum pembukaan kota Konstantinopel atau Istanbul-Turki saat ini. Lalu setelah peristiwa di Konstantinopel atau Istanbul-Turki terlaksana, maka akan keluarlah dajjal yang menjadi saat datangnya fitnah terbesar dalam sejarah umat manusia. Berikut ini Hadits-nya:

“Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (al-Malhamah al-Kubro), terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya dajjal. Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yang beliau ceritakan tentang Hadits tersebut, atau dalam riwayat lain, ‘pundaknya’. Kemudian bersabda: “Semua ini adalah sesuatu yang benar, sebagaimana engkau – Mu’adz bin Jabal – sekarang berada disini adalah sesuatu yang benar” (HR. Abu Dawud)

Gambar 1: Ilustrasi perang besar

Lantas siapakah bangsa Ruum yang dimaksudkan itu? Adapun Ruum yang dimaksud dalam Hadist itu adalah kerajaan Bizantium/Romawi Timur yang pusat pemerintahannya dulu berada di Konstantinopel alias Istanbul-Turki sekarang. Tapi setelah Bizantium runtuh, pusat pemerintahan berpindah ke Tsar Russia. Istilah Tsar ini mengadopsi sistem kekaisaran Bizantium/Romawi Timur. Di dalam Wikipedia dijelaskan bahwa setelah kota Konstantinopel direbut oleh kaum Muslimin pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih tahun 1453, maka kekaisaran Byzantine atau Bizantium lalu beralih ke Russia. Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, Adi Pati Agung Mokswa. Cucunya yang bernama Ivan IV menjadi Tsar Russia yang pertama. Kata “Tsar” ini juga merupakan istilah yang dulu pernah digunakan oleh bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine/Bizantium.

Penerus-penerus mereka mendukung gagasan bahwa Moskwa-Russia adalah penerus dari kekaisaran Byzantine/Bizantium yang pernah berpusat di Konstantinopel. Gagasan Kekaisaran Russia adalah penerus kekaisaran Ruum itu tetap hidup hingga meletusnya revolusi Russia pada tahun 1917 Masehi. Setelah berdirinya Uni Soviet, kekaisaran Ruum yang berpusat di Moskwa-Russia itu runtuh dan digantikan dengan sistem Komunis. Akan tetapi setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, maka kekaisaran Ruum dilanjutkan kembali oleh negara Russia modern sekarang ini. Hanya saja bentuknya sedikit berbeda karena bukan lagi yang menganut sistem monarki.

Sehingga dari analisa tersebut, maka jelaslah bahwa Ruum yang dimaksudkan dalam Hadist di atas adalah negara Russia saat ini. Dan secara kebetulan saat ini sikap Russia pun tampil sebagai penentang Zionis/Israel – yang merupakan kaki tangan dajjal – namun mereka masih bersekutu dengan Persia (Iran). Pada awalnya nanti Russia akan berdamai dengan kaum Muslimin. Sedangkan Iran akan bersekutu dengan kaum Zionis/Israel. Hanya saja kemudian Russia berkhianat dan bersekutu dengan banyak negara atau bangsa atau kelompok untuk berperang dengan kaum Muslimin (pembela kebenaran).

Mengenai hal ini Rasulullah SAW pun telah bersabda: “Kamu akan berdamai dengan Ruum (Russia) dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata; “Salib telah menang”. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Ruum (Russia) berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Dalam Hadits lain Imam As-Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda: “Di antara kamu dan orang-orang Ruum (Russia dan sekutunya) akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang daripada keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, siapakah imam orang ramai (kelompok kebenaran) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Al-Mahdi daripada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israil. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri syirik”

Selanjutnya, berdasarkan Hadist riwayat Abu Dawud, maka nantinya perang al-Malhamah al-Kubro itu akan berpusat di Syam yang kini berubah nama menjadi Suriah. Dan seperti diketahui bahwa di negara Suriah kini sedang terjadi perang besar yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kaum Muslimin terpaksa harus mengungsi ke berbagai negara serta mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Dalam hal ini Russia sudah mulai terlibat langsung dalam konflik dan perang di Suriah.

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh Ruum (Russia dan sekutunya) benar-benar akan memasuki Syam (Suriah) selama empat puluh hari, tidak ada yang selamat selain Damaskus dan Amman” (HR. Abu Dawud)

Tapi setelah melalui perjuangan yang sengit, kaum Muslimin (pembela kebenaran) akan menang. Lalu setelah bangsa Ruum (Russia dan sekutunya) di taklukkan, kaum Muslimin akan “menaklukkan” Turki tanpa peperangan. Setelah Turki ditaklukkan dan kemudian disana berdiri kekhalifahan yang baru, maka keluarlah dajjal. Hadits berikut ini menjelaskan tentang tanda-tanda perang besar itu dan munculnya Imam Mahdi serta keluarnya dajjal. Yaitu:

“Telah menceritakan kepada kami Abbas Al-‘Antara. Ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Ibnul Qasim berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban dari bapaknya dari Makhul dari Jubair bin Nufair dari Malik bin Yukhamir dari Mu’adz bin Jabal ia berkata: “Rasulullah SAW  bersabda: “Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda meredupnya kota Madinah, meredupnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (al-Malhamah al-Kubro), terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel (Istanbul-Turki), dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya dajjal”. Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yang beliau ceritakan tentang hadits tersebut, atau dalam riwayat lain pundaknya. Kemudian bersabda: “Semua ini adalah sesuatu yang benar, sebagaimana engkau Mu’adz bin Jabal sekarang berada disini adalah sesuatu yang benar” (HR. Abu Dawud)

Penjelasan: Hadits di atas menerangkan tentang rentetan peristiwa secara berurutan. Pertama tentang kota Madinah yang memang telah lama redup sebagai pusat pemerintahan Islam. Kemudian Baitul Maqdis itu adalah Masjidil Aqsha sekarang (identifikasinya kini adalah negara Zionis alias Israel) yang sudah lama berjaya dan menjadi kekuatan yang sulit dikalahkan – secara politik dan ekonominya. Fakta ini sudah terbukti benar. Maka peristiwa berikutnya adalah al-Malhamah al-Kubro atau dalam artian terjadinya perang yang terbesar. Sebuah pertempuran yang sangat dahsyat, yang melibatkan semua negara dan berbagai jenis makhluk serta banyak dimensi kehidupan. Belum pernah terjadi pertempuran yang seperti itu sebelumnya. Karena pada saat itu kekuatan kegelapan pun ikut serta membantu mereka yang jahat dan lupa diri. Begitu pun kekuatan cahaya akan membantu mereka yang membela kebenaran. Kemungkinan besar pada masa inilah Imam Mahdi akan muncul dan memimpin pasukan terbaik.

Gambar 2: Foto kota Istanbul-Turki

Peristiwa selanjutnya disusul dengan pembebasan kota Konstantinopel (dulu ibukota kerajaan Bizantium/Romawi Timur dan kini sudah menjadi Istanbul-Turki). Ini bisa diartikan akan munculnya Kekhalifahan baru yang menguasai Turki setelah pertempuran dahsyat usai. Tidak harus oleh orang Turki, karena bisa jadi malah dari bangsa lainnya, alias koalisi dari kaum Muslimin (pembela kebenaran) di seluruh dunia. Setelah itu peristiwa berikutnya adalah keluarnya dajjal. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa dajjal itu akan keluar setelah peristiwa al-Malhamah al-Kubro (perang besar). Lalu dijelaskan pula dalam Hadits lain bahwa Nabi Isa AS lah yang akan membunuh si dajjal. Sehingga mudah difahami bahwa Nabi Isa AS pun akan muncul setelah peristiwa al-Malhamah al-Kubro (perang besar) itu terjadi, tepatnya di hari ke 40 atau 41 sejak kemuculan dajjal. Berikut ini dalilnya:

“…….Maka ketika telah sampai hari yang keempat, bangkitlah seluruh kaum Muslimin (pembela kebenaran) lalu Allah menimpakan bencana kepada mereka (pengikut kegelapan) dan terbunuhlah mereka dengan dahsyatnya sehingga tidak pernah dilihat orang sebelumnya hal yang semacam itu (laa yaraa mitslaha), sehingga apabila burung melewati kawasan pertempuran mereka, maka burung itu akan mati sebelum melewati mereka. Maka bertambahlah keturunan bapak yang mati, dari jumlah mereka yang seratus, mereka tidak mendapatkan yang tersisa dari mereka kecuali seorang laki-laki” (HR. Ahmad)

“…….Ketika itu akan terjadi peperangan yang dahsyat. Majulah kaum Muslimin (pembela kebenaran) siap untuk mati (menegakkan keadilan), tak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan tersebut hingga terhalangi waktu malam. Maka kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati telah tiada. Kemudian maju sekelompok kaum Muslimin (pembela kebenaran) yang siap untuk mati, tidak pulang kecuali dalam keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati pun habis. Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum Muslimin (pembela kebenaran). Allah berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dalam jumlah yang tak pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung yang terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya. Ketika itu ada orang-orang yang mencari keluarga bapaknya hanya mendapatkan seorang saja padahal sebelumnya mereka berjumlah seratus orang. (Kalau begini keadaannya) dengan ghanimah (harta rampasan perang) seperti apa dia akan gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dalam keadaan demikian, mereka mendengar sesuatu yang lebih besar dari itu. Datang seseorang yang berteriak (bahwa) dajjal telah mendatangi keluarga mereka. Maka mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka, dan mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata. Rasulullah SAW berkata: “Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah pasukan berkuda yang terbaik di muka Bumi ketika itu atau di antara pasukan berkuda yang terbaik di muka Bumi ketika itu (HR. Muslim no.2899)

Gambar 3: Ilustrasi pasukan kuda terbaik

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW berkata: “Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga orang Ruum (Russia dan sekutunya) datang di A’maq atau Dabiq (dua tempat di Syam-Suriah). Keluarlah pasukan dari Madinah untuk menghadapi mereka. Mereka adalah di antara penduduk Bumi yang terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan, orang Ruum (Russia dan sekutunya) berkata: “Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang telah ditawan dari kaum kami” Kaum Muslimin (pembela kebenaran) berkata: “Tidak, kami tak akan membiarkan kalian memerangi saudara kami” Akhirnya mereka pun bertempur. Larilah sepertiga pasukan yang Allah tak akan memberi taubat kepada mereka, sepertiga pasukan Muslimin (pembela kebenaran) terbunuh dan mereka adalah syuhada yang paling afdhal di sisi Allah, sepertiga pasukan lagi yang tersisa mendapat kemenangan dan mereka tak akan terkena fitnah (ujian) selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah (kota Konstantinopel, dahulu merupakan ibukota kerajaan Bizantium/Romawi Timur dan sekarang telah menjadi Istanbul-Turki). Ketika mereka tengah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun, berteriaklah setan: “Masihid (dajjal) telah mendatangi keluarga kalian.” Mereka pun keluar, padahal itu adalah berita batil. Ketika mereka sampai di Syam (Suriah), keluarlah dajjal….. (HR. Muslim no. 2897)

“Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. Isa mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim no.2940)

“Lalu, turunlah Isa bin Maryam di menara putih di bagian timur Damaskus (Suriah). Isa menemukan dajjal di pintu Lod, kemudian membunuhnya” (HR. Abu Dawud)

Dan yang terakhir di dalam Al-Qur’an surat Al-Israa’ [17] ayat 58 telah ditegaskan bahwa:

“Tidak satu negeripun yang durhaka kecuali KAMI akan membinasakannya sebelum Hari Kiamat atau KAMI akan menyiksanya dengan azab yang keras. Hal itu telah tercantum dalam kitab (Lauhul Mahfudz)”

Ayat di atas secara umum telah mengingatkan kepada kita semua, khususnya negeri-negeri yang didalamnya tidak lagi mengindahkan hukum dan aturan Tuhan, bahwa akan datang azab yang perih. Dan jika dikaitkan dengan kondisi dunia sekarang ini, maka jelaslah sudah bahwa ada banyak negeri yang sistem hukum ketatanegaraannya tidak lagi mengikuti hukum dan ketentuan Tuhan yang murni. Mereka hanya mengikuti akal pikiran dan kemauan mereka sendiri meskipun itu tidak sesuai dengan kebenaran. Agama telah mulai ditinggalkan dan orang-orang semakin larut dalam kesenangan duniawi yang menipu. Dan lihatlah di Eropa dan Amerika kini, disana bahkan telah melegalkan pernikahan sejenis dan orang-orangnya banyak yang ateis. Ini suatu bentuk kemunduran akhlak dan keniscayaan akan datangnya azab yang keras. Salah satunya dengan dihancurkannya negeri-negeri itu dalam sebuah pertempuran dahsyat (al-Malhamah al-Kubro). Dunia akan kembali dibersihkan dan dimurnikan dari segala sesuatu yang negatif dan bertentangan dengan ketetapan Hyang Aruta (Tuhan YME).

***

Sebagai tambahan informasi dan referensi, berikut ini kami berikan juga keterangan yang berasal dari kitab suci ajaran Sanata Dharma atau biasa disebut dengan agama Hindu. Yaitu:

1. Kitab Mahabharatra (Vana Parva, 190.93-97) memuat keterangan tentang ciri-ciri Kalki Avatara pada akhir Kaliyuga (zaman sekarang ini): “Karena waktunya telah tiba, seorang brahmana bernama Kalki Visnuyasa akan muncul. Dia memiliki tenaga, kecerdasan dan kekuatan yang sangat besar. Dia muncul di desa Sambala di sebuah keluarga “brahmana” yang terberkati. Dia bisa mengendalikan kendaraan, senjata, pasukan, dan tameng hanya dengan memikirkannya. Dia akan menyatukan dunia, senantiasa menang karena kekuatan-Nya. Dia akan mengembalikan varsrama-dharma dan kedamaian di dunia yang dibanjiri oleh ketimpangan hukum. Brahmana yang cemerlang dan cendekia itu akan menghancurkan segala sesuatu. Dia akan menjadi penghancur segalanya dan membuat zaman baru (Satya-Yuga; zaman keemasan). Dia dikelilingi oleh para brahmana dan dia akan membinasakan semua golongan mleccha (manusia kelahiran rendah yang biadab, licik, serakah dan egois) yang hina dimanapun mereka bersembunyi”

2. Kitab Agni Purana (16.7-9) juga menyatakan bahwa: “Ketika orang-orang anarya (yang tidak beradab) menyamar menjadi raja-raja dan menyiksa orang-orang shaleh dan memakan daging manusia (pembantai, pembunuh berdarah dingin), Kalki sebagai putra Visnuyasa, dan Yajñavalkya sebagai pendeta dan gurunya, akan membinasakan para anarya ini dengan senjata-Nya. Dia akan mengembalikan empat susunan ideal dalam masyarakat (varasrama). Setelah itu, orang-orang akan kembali ke jalan kebenaran”

3. Kitab Padma Purana (6.71.279-282) merujuk bahwa: “Kalki Avatara akan mengakhiri zaman kekuasaan Kali (kegelapan) dan membunuh semua golongan mleccha (orang kelas rendah yang tidak beradab, egois, dan serakah) yang licik, sehingga dia akan mengembalikan keadaan dunia. Dia akan mengumpulkan semua brahmana terkemuka dan menetapkan Kebenaran Tertinggi. Dia mengetahui Kebenaran yang saat itu telah dihancurkan dan dia akan menghilangkan “rasa lapar” para brahmana dan orang-orang shaleh. Dia akan menjadi penguasa tunggal atas Bumi ini dan tidak bisa ditaklukkan. Dia akan menjadi lambang kemenangan dan dipuji seluruh dunia”

4. Untuk mengklarifikasi ramalan ini, juga disebutkan dalam Brahma-Vaivarta Purana (Praketi Khansa, Bab 7.60, Ayat 58-59) tentang bagaimana kondisi menjelang akhir Zaman Kaliyuga dan apa saja kegiatan dan tujuan kedatangan Kalki Avatara: “Pada saat itu akan ada kekacauan di Bumi. Dimana-mana ada pencuri dan perampok. Pada saat itu, di rumah brahmana bernama Visnuyasa, Sri Narayana akan muncul dalam salah satu ekspansi kekal-Nya dalam wujud Kalki yang agung sebagai putra brahmana itu. Dengan mengendarai seekor kuda yang gagah dan memegang pedang di tangannya, dia akan membinasakan semua mleccha (orang-orang licik, egois dan tidak beradab) di muka Bumi. Demikianlah Bumi akhirnya bebas dari para mleccha dan setelah itu dia akan menghilang kembali ke kediamannya”

5. Kitab Visynu Purana (Skanda 4, Bab 24) menjelaskan juga kegiatan-kegiatan Kalki Avatara: “Dengan kekuatannya yang tiada batas, dia (Kalki Avatara) membunuh semua mleccha (manusia kelahiran rendah yang biadab, licik, serakah, dan egois) dan penjahat, dan semua orang yang pikirannya busuk. Dia akan menegakkan kembali kebenaran di Bumi, dan kesadaran rohani orang-orang yang masih hidup pada saat itu akan dibangkitkan, dan akan menjadi sebening kristal. Orang-orang yang dibangkitkan kesadaran rohaninya itu akan menjadi benih-benih awal manusia, dan akan menurunkan ras manusia yang mengikuti aturan dharma pada zaman Satya, zaman kemurnian. Sebagaimana dinyatakan: “Ketika matahari dan bulan, rasi bintang Tisya, dan planet Jupiter berada dalam satu koordinat naktatra, zaman Satya akan kembali”

Jadi, dalam ayat-ayat di atas kita bisa menyimpulkan bahwa akan datang seorang pemuda pilihan (Kalki Avatara) sebagai penegak hukum atau ksatria. Pada masa itu Bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang tidak mengerti logika dan kitab suci. Mereka terlalu bodoh dan dungu, tidak bisa diajarkan pengetahuan rohani tentang tujuan sejati kehidupan ini. Mereka tidak dapat mengerti apa yang harus di lakukan dan bagaimana cara hidup yang benar. Karena itu, mereka pasti tidak bisa mengubah cara hidup mereka karena kebodohan yang sangat kasar. Karena itu, sang Kalki Avatara tidak muncul untuk mengajari manusia tentang prinsip-prinsip agama, namun hanya untuk menghukum, membinasakan dan membersihkan Bumi ini dari para penjahat dan pembangkang. Atas alasan ini, kitab suci Srimad Bhagavatam 10.40.22 menjelaskan bahwa Sang Kalki adalah pembunuh dari para mleccha (manusia kelahiran rendah yang biadab, licik, dan egois) serta golongan rendah lainnya yang menyamar sebagai orang hebat dan terhormat.

Kesimpulannya: Secara tidak langsung keterangan dari ayat-ayat kitab suci agama Hindu di atas senada dengan apa yang telah dijelaskan dalam Hadits-Hadits Rasulullah SAW sebelumnya. Ini bukanlah suatu kebetulan, karena memang tak pernah ada kebetulan itu. Semuanya sudah diatur oleh Hyang Aruta (Tuhan YME) dengan penuh kebijaksanaan-Nya.

***

Demikianlah sekilas tentang beberapa peristiwa yang sudah, sedang dan akan terjadi nanti. Mungkin tidak lama lagi semuanya bisa terpenuhi, tanda-tandanya sudah terlihat jelas. Karena itu janganlah bersikap abai dan tak peduli, terlebih dengan alasan “toh nanti yang benar dan beriman akan tetap menang kok”. Padahal janganlah sampai berpikir seperti itu! Karena masalahnya apakah kita pasti bisa termasuk kelompok yang menang dan selamat itu? Apakah ada jaminan bahwa kita pasti tergabung dalam pasukan yang membela kebenaran itu? Ingat! Hanya bagi yang hidupnya baik, patuh kepada aturan Tuhan, tidak terlena dengan duniawi, dan selalu mempersiapkan diri (lahir batin) saja yang akan selamat. Merekalah kelompok pemenang yang sejati yang dimaksudkan dalam Hadits-Hadits di atas. Siapapun yang lalai, abai dan tak peduli dengan hukum dan aturan Tuhan yang murni, hanya akan celaka dan menderita. Kesedihan dan azab yang perih akan mendatanginya, di dunia ataupun akherat nanti.

Semoga kita tetap menjadi sosok yang selalu eling lan waspodo. Sehingga bisa selamat atau pun diselamatkan. Rahayu… _/|\_

Jambi, 15 Nopember 2017
Harunata-Ra

(Disarikan dari berbagai sumber dan referensi)

Iklan

Penulis:

Saya orangnya apa adanya... dan untuk lebih jelasnya silahkan baca di halaman "Tentang_ku" pada blog ini.

7 tanggapan untuk “Nubuwat Perang Besar Akhir Zaman

    1. Wa’alaikumsalam, sekali lagi nuwun mas Ari atas kunjungannya, moga ttp bermanfaat.. 🙂
      Betul mas, kita skr sedang menuju ke titik akhir dari zaman ini, nanti akan tiba waktu yg sudah diperingatkan selama ini.. Sudah semakin dekat dan tanda2nya kian jelas.. Mari bersiap dan ttp waspada..

  1. Tapi ada saja yang meragukan tentang kesahihan hadist dari “Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (al-Malhamah al-Kubro)…(HR. Abu Dawudri). Terlebih dari keluarga sendiri bahkan 😀 dan yg pasti sudah dianggap gila saya ini… 😁 karena sama keluarga saya gag mau berdebat.
    Mereka sangat meyakini bahwa di Dunia ini hanya dua kota tsb Bakkah & Madinah yg akan dijaga langsung oleh Hyang Aruta jd gag mungkin hancur. Saya hanya mengiyakan saja… 😁 karena gag ada yg mungkin apabila Tuhan sudah berkehendak.
    Tapi ada pertanyaan besar tentang kota suci kedua Jerusalem ini seperti apa sejarah dari leluhur kita kaum” terdahulu apa sama dg skrg ini yg selalu jadi rebutan disamping sudah menjadi rahasia Tuhan.
    Dari beberapa literasi yg berseliweran di dunia maya tentang Solomon Temple mereka sangat meyakini sekali keberadaannya dibawah Baitul Maqdis, berdasar wawasan dan pengetahuan dari saudara Harun kisahnya saja kalau tdk salah terjadi sekitar 60-65 ribu tahun yg lalu dan saya meyakini kalau gag moksa ya disembunyikan.
    Selalu terpanggil saya untuk terus membuka cakrawala berfikir dg keluasan hati tentunya agar bisa terus belajar, belajar, belajar…
    Semoga kita selalu dalam naungan dan kasih sayang-Nya
    Salam.
    Rahayu… 🙏

    1. Rahayu juga kang Tufail, nuhun karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Hmm.. Namanya menyampaikan kebenaran itu tak jarang menemui tantangan dan penolakan.. Wong para Nabi aja sering di caci maki, diusir bahkan ada yg sampai dibunuh kok.. Jadi ttp sabar dan tawakal ajalah kang.. Tugas kita cuma sebatas menyampaikan, bukan urusan kita diterima ato gak.. Biarlah waktu yg membuktikannya nanti..

      Tentang kota Makkah dan Madinah, dalam sejarahnya pernah berulang kali hancur, bahkan sempat tak diketahui lagi keberadaannya.. Seorang Nabi yg menemukan kembali lalu membangun peradaban disana, contohnya Nabi Ibrahim AS.. Jadi sebenarnya tak menutup kemungkinan kedua kota tersebut kembali hancur.. Mengenai dajjal yg tak bisa memasuki ke kedua kota itu tentu benar, tapi bukan berarti kota tersebut tak bisa dihancurkan oleh kaki tangan dajjal yg berasal dari manusia kan? Tak ada yg tak mungkin bagi-Nya. Dan buktinya bisa kita pahami dari hadits yg menjelaskan ttg serangan dari kaum Ya’juj dan Ma’juj. Di jelaskan disana bahwa nanti Imam Mahdi, Nabi Isa AS, dan kaum yg beriman sampai terkepung di bukit Thursina. Ini jelas menunjukkan bahwa pada saat itu dimana-mana khususnya di Timur Tengah sudah berhasil ditaklukkan. Begitu pula kota Makkah dan Madinah, karena bukit Thursina jelas tidak berada di kedua kota itu.. Kemungkinan bukit itu berada di antara Mesir dan Palestina..

      Tentang Yerusalem, Baitul Maqdis, dan kuil Solomon, saya tak bisa menjelaskan apa2 disini kang, ada protap.. Belum waktunya skr fakta yg sebenarnya itu utk disampaikan.. Biarlah semua ttp berjalan seperti selama ini.. Tapi akan ada waktunya nanti kebenaran itu terungkap, yg membuat keyakinan byk orang terguncang, termasuk mayoritas umat Islam..

  2. Bilakah kiamat?
    Sudah tertera pada surat al qamar ayat 1.
    اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
    Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.
    saat apa? tentu kiamat

    bilakah?
    kiamat telah dekat atas di utusnya nabi terakhir dengan mukjizat terbesar ini.
    apabila belahan bulan telah tertutup sepenuhnya maka kiamatlah sebab belahan tersebut menunjukkan kebenaran alquran dan apabila tertutup maka selesailah.
    belahan tersebut sudah hampir tertutup.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s