Ketenangan Jiwa

Wahai saudaraku. Hidup ini adalah penantian yang panjang. Bila kau berada di dalam sesuatu hal, jangan mengharapkan hal yang lain. Jangan menginginkan yang lain, baik itu lebih tinggi atau yang lebih rendah. Tetaplah dalam keadaanmu yang sekarang dan jangan berpindah kecuali terpaksa. Terpaksa disini artinya kau sudah diperintahkan oleh-NYA terus menerus sampai kau tak dapat lagi menolaknya. Tapi janganlah ini dianggap sebagai izin khusus, karena bisa jadi itu hanya sebagai jebakan-NYA saja. Jebakan halus untuk terus mengujimu sampai kau lulus dalam pendidikan-NYA.

Ya. Janganlah berlaku aniaya terhadap diri sendiri karena tersibukkan oleh segala yang bukan perintah-NYA. Jangan mengutamakan sesuatu kecuali DIRI-NYA, sebab DIA menciptakanmu semata-mata untuk beribadah kepada-NYA. Ingatlah bahwa dirimu sering dibiarkan-NYA sibuk dengan cobaan-cobaanmu di dunia ini, dengan ke-diri-an dan ke-aku-anmu. Tak tahukah engkau, bahwa hal itu bisa membuatmu lupa akan Tuhanmu dan menutupimu dari penglihatan kepada-NYA? DIA menciptakanmu, memeliharamu, dan mengaruniaimu dengan begitu banyak nikmat, musibah dan kesempatan adalah sebagai ujian bagimu. Maka waspadalah agar segala sesuatu selain DIRI-NYA itu tak memisahkanmu dari-NYA.

Sebab keimanan kepada-NYA akan terbukti dengan kesabaran, keserasian dan ketaatan yang murni kepada-NYA. Anugerah dan bencana akan datang dalam kondisi kau suka atau tidak suka. Tak ada yang bisa kau hindari. Sehingga tak perlu menangkisnya dengan menjarah suatu rahmat-NYA. Biarkanlah ia menetap atau berlalu sesuai dengan kehendak-NYA. Kuatkanlah saja usaha dan teguhkanlah hatimu untuk mendapatkan keridhaan-NYA. Berserah dirilah, agar DIA pun bertindak melalui dirimu. Bersyukurlah, agar engkau bisa selalu bersama-NYA. Dan tetaplah rendah hati, agar dirimu dapat bersatu dengan-NYA dalam hal itu.

Dan bersabarlah, sampai kau memang benar-benar dipaksa oleh-NYA, sehingga DIA pun takkan menghukummu. Itu terjadi lantaran DIA sendiri yang telah memerintahkanmu. Dan jika nantinya kau tetap dihukum, itu hanya karena kesalahanmu sendiri. Mungkin sebab kebodohanmu, atau karena ego dan masih kurangnya kesadaran diri. Untuk itu, masuklah dalam berbagai urusan dengan penuh rasa syukur, kesadaran, kepasrahan, dan kerendahan hati. Bersikaplah yang layak dan wajar terhadap segala perintah dan larangan-NYA. Lalu dengan sepenuh jiwa, maka janganlah mengharapkan kemuliaanmu, tapi mintalah keridhaan-NYA. Bahkan tak usah meminta apapun lagi. Biarkanlah saja DIA yang menentukannya untukmu.

O.. Banyak yang hidup tanpa ketenangan hati. Terlalu banyak pula yang hidupnya penuh dengan hasrat keinginan sendiri, sehingga lupa dengan kehendak-NYA. Mungkin ini dianggap hal yang sepele, padahal penghambaan yang sejati itu bisa dinilai dari sini. Karena hamba Tuhan yang sejati itu selalu mendalukan Tuhannya ketimbang dirinya sendiri. Perintah dan larangan-NYA selalu menjadi acuan hidup yang takkan pernah diabaikan, selalu diutamakan. Setiap detilnya akan ia ikuti dengan tulus dan semangat meskipun itu amat berat untuk dijalani. Tekun dan sabar adalah caranya dalam mengabdi. Dan ia takkan mengharapkan apa-apa lagi kecuali pemahaman dan kedekatan dengan DIRI-NYA.

Sungguh, ketenangan jiwamu tak bisa diraih hanya dengan berbagai teori, dalil dan menurut katanya. Hal itu harus kau rasakan sendiri dengan melalui jalan yang terjal dan mendaki tinggi. Tak ada yang instan! Karena menghilangkan ke-diri-an dan ke-aku-an diri adalah yang utama walaupun bukanlah yang pertama. Untuk sampai di maqom (tingkatan) itu, kau harus terlebih dulu merasakan kebingungan dan putus asa yang berkali-kali. Ujian demi ujian, kegagalan demi kegagalan hidup akan kau rasakan dengan teramat sulit. Kau pun harus mengalami kesusahan hidup melebihi orang lain di sekitarmu. Dan seandainya kau tetap sabar dan berserah diri, disanalah engkau baru akan melalui tahapan untuk proses penghilangan diri. Lalu jika ini berhasil dan kau tak pernah lari dari kehendak-NYA, kau baru akan menemukan jati dirimu yang sebenarnya. Yaitu sosok yang telah sirna dihadapan-NYA karena bisa merasakan ketenangan jiwa.

Untuk itu, orang yang telah memiliki ketenangan jiwa takkan merasakan apapun selain DIRI-NYA, tak melihat siapapun kecuali Kekasih-NYA, dan tak mendengar apapun selain Firman-NYA. Segala hidup dan tujuannya hanyalah untuk DIRI-NYA saja. Ia tak lagi merasa ada, telah sirna semenjak kesadaran hatinya sudah menguasai hatinya. Dirinya telah lebur ke dalam setiap kehendak-NYA. Tak ada lagi ke-aku-an diri selain DIRI-NYA. Semuanya pun bisa ada dan tiada karena DIA, bahkan DIA pun tak pernah melakukan hal itu. Tak perlu, karena tiada yang lain selain DIA. DIA, DIA, dan selalu DIA saja.

Jambi, 10 September 2017
Harunata-Ra

Iklan

4 tanggapan untuk “Ketenangan Jiwa

  1. salam sejahtera mas oedi..
    semoga kedamaian dan ketenangan hati senantiasa terjaga
    dan senantiasa dalam lindungan sang Pencipta..
    amiin

    kang oedi..
    mau tanya soal channeling dan dimensi

    1. soal channeling
    pernah dengan soal channeling asthar sheran ga mas dan channeling jeshua (jeshua.net), mohon sekiranya di check kalau panjenengan belum dengar, bagaimana menurut mas?

    2. soal dimensi
    di artikel sebelum-sebelumnya kang oedi pernah bilang jumlah dimensi yang kang oedi tahu sekitaran 102 kalo ga salah. itu kang oedi bisa tahu jumlahnya bagaimana. Apa setiap kang oedi perjalanan multidimensi kang oedi tanya apa nama dimensinya dan juga bagaimana kang oedi berkunjung ke dimensi? apakah melalui raga sukma atau tidur(mimpi)?

    dan satu hal lag soal mimpi
    bagaimana mengetahui mimpi itu tentang masa lalu, masa depan(dejavu), wangsit

    teima kasih
    rahayu kang

    1. Rahayu juga mas Awan, semoga kesejahteraan senantiasa bersama kita… Dan terima kasih karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Hmm.. Sepertinya agak kurang pas sih kalo pertanyaan sampeyan itu di sampaikan di kolom komantar risalah ini, karena beda pembahasannya.. Tapi akan ttp saya coba untuk menjawabnya, dan mungkin gak bisa semuanya.. kurang pas juga kalo harus diuraikan disini… Maaf sebelumnya.. 🙂

      Tiga pertanyaan sampeyan itu bukanlah pertanyaan yang mudah utk dijabarkan, apalagi di kolom komentar ini.. Kalo di kuliah sih mungkin butuh 3 SKS baru bisa kelar hehe.. 🙂 Tapi ya akan saya coba deh utk menjawab sebatas kemampuan dan atau yg diizinkan saja.. kurang elok kalo diuraikan semuanya disini.. yg rahasia ttp harus dirahasiakan.. 🙂

      1. Tentang channeling atau komunikasi dg kesadaran non fisik. Sebelumnya saya sih pernah baca tentang itu, sampai pada pembahasan ttg pesan dari komando Galatik Ashtar juga sih.. Disini terus terang saya tidak terlalu perhatian dg isu tersebut.. Kalaupun memang benar adanya, ya itu adalah hal yg lumrah kok, gak aneh.. Karena ibarat ilmu beladiri, maka ada banyak ragam dan jenisnya, padahal intinya ya sama-sama cuma utk olah raga dan mempertahankan diri dari serangan lawan. Cara dan modelnya bisa bermacam-macam, tinggal pilih mana yg sreg atau disesuaikan dg pemahaman dasar yg diketahui dan diyakini.. Begitu juga dg channeling ini, kedua hal yang mas Awan sebutkan itu (Ashtar Sheran dan Joshua) adalah yg versi barat. Disini tentu akan sedikit berbeda dengan yg versi timur atau lebih tepatnya versi Nusantara.. Silahkan ditelusuri sendiri, bahkan dicoba sendiri.. 🙂

      Kalo pertanyaannya apakah saya pernah berinteraksi dengan mereka (Ashtar atau Sheran)? maka sepengalaman saya sih tidak pernah. Memang sekarang sudah ada yg mendekati Bumi ini – dalam posisi melingkari dan tak kasat mata – dari tempat yg sangat jauh di luar angkasa sana. Ada banyak bangsa yang berbeda dan mrk itu hidup di galaksi lain atau di sudut alam semesta yg berbeda pula. Teknologi mrk itu mirip dg gambaran dalam pembahasan Ashtar Sheran itu, bahkan lebih canggih. Hanya saja kepada saya mrk itu memperkenalkan dirinya dengan nama yg lain dan sesuai dg nama asli bangsa mereka. Ketika saya tanya apakah ada yg lain dari mereka, khususnya yg bernama Ashtar atau Sheran? mrk menjawab tidak ada. Memang ada banyak yg seperti mereka yg skr berada di sekitar Bumi, tapi gak ada satupun yg bernama atau menggunakan istilah dan gelar Ashtar atau Sheran.. Bisa jadi nama-nama itu hanyalah nama yg diberikan oleh orang yg pertama kali mengangkat cerita itu ke publik.. Lalu ttg Chanelling Joshua, saya blm pernah baca, jadi gak bisa komentar apa-apa…

      2. Tentang dimensi, maka di alam dunia ini sebenarnya ada lebih dari 101 dimensi kehidupan, alam semesta kita hanyalah salah satunya. Dalam tulisan sebelumnya sengaja saya sebutkan bahwa yg saya ketahui ada 101. Ini hanya untuk menunjukkan begitu banyaknya dimensi itu. Sebenarnya jumlah dimensi itu lebih byk lagi, dan levelnya semakin tinggi. Nah untuk mengetahui jumlahnya, patokannya memang ada 101 atau lebih nama-nama yang berbeda dari setiap dimensi itu. Saya punya daftar nama-namanya, yg jumlahnya memang lebih dari 101 buah. Tapi gak bisa disampaikan disini, karna ada protap yg harus dipatuhi. Artinya, setiap dimensi itu punya nama sebenarnya, dan masing-masingnya berbeda, bahkan dalam bahasa yg berbeda. Semua nama-nama itu bukanlah pemberian dari makhluk, melainkan dari Hyang Aruta (Tuhan YME) langsung. Makhluk bisa tau setelah diberi tahu oleh-Nya. Sementara saya bisa tahu karena bertanya langsung kepada mrk yg tau dan hidup di dimensi tersebut, masing-masing. Karena itulah, nama setiap dimensinya pun berbeda.

      Ya, di setiap dimensi itu juga akan berbeda suasana dan levelnya, khususnya ttg “materi”, model kehidupan, bentuk makhluk hidup yang ada disana, dan pergerakan waktunya.. Karena itulah, kita bisa membedakan setiap dimensinya dengan hanya melihat perbedaan itu.. Sedangkan untuk bisa kesana, saya gak bisa jelaskan disini.. Tapi atas izin-Nya, jumlah dimensi yg saya ketahui sekarang sudah lebih dari 101, dan berdasarkan petunjuk yg didapatkan ada lebih banyak lagi yg blm diketahui. Setiap dimensi secara khusus akan berbeda, ada banyak hal yang tidak sama di antara dimensi yg ada itu, baik jenis makhluk hidupnya, kondisi alamnya, unsur materi dan elemennya, pergerakan waktunya, sampai level dimensi tersebut yang memang bertingkat-tingkat.

      Lalu untuk bisa kesana, maka di setiap dimensinya itu punya kunci rahasia yang berbeda. Kunci-kunci itu untuk membuka portal antar dimensinya. Satu dimensi ada satu kuncinya. Ya seperti rumah, kalau gak punya kunci pintunya yg pas, maka kita gak bisa masuk deh.. Nah tujuan utama dari kunci rahasia itu pun agar seseorang tidak nyasar atau biar ia bisa sampai pada tujuan yang benar, alias ke dimensi yang tepat. Ya samalah dg mengirim surat, kalo alamatnya salah maka suratnya pun akan salah kirim juga, bahkan gak nyampe, nyasar atau hilang.. Karena itulah, hal ini sulit atau tak bisa di lakukan dalam kondisi mimpi. Butuh fokus dan kesadaran penuh untuk bisa ke dimensi2 lain itu. Dan sebaiknya memang harus berdasarkan keinginan pribadi yg kuat dan bersih. Seseorang harus punya kontrol penuh terhadap dirinya sendiri.

      3. Tentang mimpi, saya pribadi kurang mendalami hal ini. Tapi setau saya ciri-ciri mimpi yg benar itu adalah terjadi di waktu awal atau di akhir tidur. Jika direnungkan, isinya pun relevan dan logis meskipun kadang di luar nalar. Selain itu, ketika sudah terbangun, seseorang masih bisa mengingat dengan detil isi dari semua mimpinya itu, seolah-olah ia baru saja mengalaminya dan peristiwa itu menjadi memori yg melekat di otaknya sampai beberapa waktu, bahkan beberapa tahun atau selamanya. Sedangkan untuk bisa mengetahui apakah mimpi itu termasuk masa lalu, masa depan atau wangsit, maka butuh jam terbang yg lebih banyak dlm olah rasa dan batin. Butuh juga banyak membaca, diskusi, dan bertanya (dg tatap muka langsung) kepada orang yg waskita. Semua itu akan membantu seseorang utk bisa lebih memahami apakah mimpi yang dialaminya itu adalah masa lalu, masa depan, wangsit, atau justru cuma sekedar ilusi dan bunga tidur aja..

      Itu saja mas Awan yang bisa saya jelaskan, semoga bermanfaat. Maaf kalau kurang memuaskan.. Maklumlah saya ini cuma orang bodoh yang baru belajar… 🙂

  2. Asalamualaikum mas.. Mau Tanya tulisan mas ad yang udah diterbitkan menjadi buku? Bolehkah Saya memesannya mas. Atau bila posisi mas di Jogja mungkin bisa berkunjung mas untuk melihat koleksi bukunya sekalian sharing. Maturnuwun mas 🙏

    1. Wa`alaikumsalam mbak Bunga… Nuwun karena masih mau berkunjung.. semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Hmm… Ada beberapa buku yang sudah selesai di tuliskan, hanya saja blm bisa diterbitkan skr mbak.. Doakan aja cepat baik cetak.. 🙂
      Skr saya masih di Jambi sih mbak, belum pasti kapan akan kembali ke Jogja nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s