Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Puisi_ku, Tulisan_ku

Menaklukkan Diri Sendiri

Wahai saudaraku. Bila kau melihat dunia, maka berhati-hatilah terhadapnya. Waspadalah dengan tipuannya tentang kenikmatan yang seolah-olah indah tetapi sebenarnya sangat buruk dan merugikan. Jika menyentuhnya, siapapun bisa terkecoh dan mengabaikan kemudharatan lalu senang dengan janji palsunya. Akibatnya, seseorang hanya akan terus mengikuti hasrat keinginannya, senang menonjolkan diri dan selalu pamrih, sehingga tanpa sadar mengeluarkan bau busuk. Yang kian lama semakin bertambah busuk, menyengat dan sangat menjijikkan.

Maka dari itu, palingkanlah penglihatanmu dari segala kepalsuan dunia ini. Tutuplah penciumanmu dari kebusukan syahwatnya, agar engkau aman darinya dan segala tipu dayanya; sedangkan bagianmu menghampiri segera dan engkau pun menikmatinya. Dan sadarkanlah dirimu dengan lenyap dari pandangan makhluk, dari kemauanmu, dan dari dirimu sendiri. Hiduplah dalam bahtera cinta-NYA yang murni, dengan sepenuhnya memutuskan diri dari makhluk dan dunia ini. Buanglah segala upaya memperoleh sarana-sarana duniawi dan berhubungan dengan mereka demi suatu manfaat. Tetapi pasrahkan semua itu hanya kepada-NYA, karena DIA-lah pemilik dari segalanya sejak awal hingga akhir.

Sungguh, dalam kemauan itu ada jebakan. Makanya berusahalah untuk tidak menentukan diri, tidak bertujuan, dan tidak butuh apapun kecuali Diri-NYA. Tetaplah seperti itu, sehingga ketika bertindak maka tubuh dan hatimu akan tenang, ruhanimu akan cerah, jiwamu akan bebas dan kau bisa mengatasi segala kebutuhan bendawi karena senantiasa berhubungan dengan Diri-NYA. Lalu tangan kebijaksanaan-NYA akan mengajarimu dengan berbagai hikmah dan cahaya-NYA pula. Dengannya itu kau baru bisa menjadi hamba-NYA yang sejati.

Selanjutnya, sesudah menjadi hamba yang sejati, kau baru akan bisa berhasil menaklukkan dirimu sendiri. Jika diteruskan, maka tiada lagi pada dirimu itu ke-diri-an. Ibarat sebuah cawan yang bersih dari air atau larutan, kau akan terjauhkan dari segala bentuk keduniawian, hingga ruhanimu menolak segala sesuatu kecuali kehendak-NYA. Pada maqom (tingkatan) ini, keajaiban dan keutamaan akan ternisbatkan kepadamu. Dan siapapun akan melihat bahwa hal itu tampak seolah-olah berasal darimu, padahal sebenarnya Dari-NYA saja. Inilah salah satu keistimewaannya.

Untuk itu, keluarlah dari ke-diri-anmu, jauhilah dia, dan pasrahkanlah segala sesuatu kepada-NYA. Jadilah penjaga pintu hatimu sendiri dengan menjauhkan segala yang diharamkan-NYA. Jangan biarkan ke-diri-anmu itu masuk ke dalam hatimu lagi setelah kau membuangnya. Sebab mengusir ke-diri-an dari hati itu haruslah disertai dengan pertahanan terhadapnya, dan menolak kepatuhan kepadanya dalam segala keadaan. Mengizinkan ia masuk ke dalam hati, berarti rela mengabdi kepadanya. Ini adalah hal yang keliru.

Maka, jangan menghendaki sesuatu yang bukan kehendak-NYA. Karena segala kehendak yang bukan kehendak-NYA adalah ke-diri-an, yang hal itu bisa membinasakanmu dan penyebab keterasingan dari-NYA. Sehingga berpasrahlah selalu kepada-NYA dalam segala yang telah ditetapkan-NYA atau yang diinginkan-NYA, dan jangan sekutukan DIA dengan sesuatu pun. Jangan berkehendak diri agar tak termasuk dalam golongan orang yang musyrik. Sebab kesyirikan itu tak hanya sebatas penyembahan berhala. Memanjakan nafsu jasmani, hasrat keinginan dan menyamakan segala yang ada di dunia dan akherat dengan DIRI-NYA juga syirik. Sebab selain DIA itu adalah bukan Tuhan. Bila kau tenggelam dalam sesuatu selain Diri-NYA berarti kau sudah menyekutukan-NYA. Sehingga waspadalah, jangan terlena. Dan cepatlah menyendiri, kau akan mendapatkan keamanan.

Ya. Tuhan Yang Maha Agung takkan bersamamu sampai ke-diri-anmu itu sirna. Karena dengan itu kau baru akan mengabaikan segala sesuatu kecuali Diri-NYA. Dan jika hanya DIA yang ada di dalam hati dan pikiranmu, DIA pun akan memberimu kekuatan dan ilmu baru yang dengan itu kau pun berkehendak. Tapi jika di dalam hatimu masih terdapat noda kecil, maka DIA akan kembali meremukkanmu. Berulang kali, hingga kau pun merasa bingung, patah hati dan putus asa. Dengan cara itulah DIA terus menempa dirimu sampai ke-diri-anmu itu benar-benar hilang. Namun jika ke-diri-anmu itu masih tetap mewujud, maka DIA pun akan kembali meremukanmu lagi, lagi dan lagi. Dan itu akan terus berlangsung seumur hidupmu, sampai engkau bisa bertemu dengan-NYA dan melihat Wajah-NYA yang sejati dalam ketenangan.

Untuk itu, inilah hakekat dari kesadaran pada kefanaan diri. Dan jika seseorang bisa sampai pada tahapan ini, dia baru akan terhindar dari kejahatan makhluk. Dia pun berbahagia, sebab telah di aliri oleh samudera keilmuan-NYA. Lalu ia menjadi guru pencerahan, kebebasan dan keharmonisan hidup. Sehingga tujuan akhir dari hidup ini adalah kefanaan (menafikkan diri), bukan keabadian. Bagi siapapun yang sampai di maqom (kedudukan) ini, maka menggabungkan kehendak pribadi dengan kehendak-NYA adalah dosa. Bertindak bukan atas kehendak-NYA pun adalah kesalahan yang besar. Segala sesuatunya itu haruslah dari, untuk dan hanya bagi-NYA saja. Dirinya tidak pernah ada, karena yang ada itu hanyalah DIA.

Jambi, 08 September 2017
Harunata-Ra

Iklan

Penulis:

Saya orangnya apa adanya... dan untuk lebih jelasnya silahkan baca di halaman "Tentang_ku" pada blog ini.

2 tanggapan untuk “Menaklukkan Diri Sendiri

  1. Mas Odie…
    Tulisan di atas menurut saya sudah sangat tinggi jenjangnya, saya kira jarang orang akan mengerti akan suatu tujuan yang fana itu, kecuali orang yang sudah mengerti sebenarnya hakekat hidup. Dulu diri tidak ada,terus diri ada,selanjutnya kembali diri tidak ada. Semua itu atas kehendakNya. Ke-diri-an adalah utusanNya. Memang harus tunduk padaNya.

    Semoga teman-teman yang membaca dapat mengerti tulisan di atas, sembari menjadikan pelajaran yang sangat berarti. Karena hanya orang yang mengerti tentang makrifat yang FAHAM.

    Salam Rahayu Hayuning Bawono

    1. Salam Rahayu juga mas Suto, nuwun karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Hmm.. Tulisan ini adalah di antara yg tidak untuk semua orang, butuh ketelitian dan wawasan yg lebih untuk bisa memahaminya.. Ini bukan karena saya lebih pintar atau lebih tahu, tapi sekedar utk mengingatkan kembali siapakah diri kita ini sebenarnya. Tentunya disini dg cara, gaya dan level yg sedikit berbeda dari biasanya di blog ini. Mari kita sinau bareng-bareng.. 🙂

      Semoga ada byk yg bisa memetik buah dan sari pati yg terdapat di dalam tulisan ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s