Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Ratu Tiyasati: Pemimpin Besar Nusantara

Wahai saudaraku. Kisah ini terjadi pada hitungan lebih dari tiga ribu tahun sejak periode zaman ke tujuh (Rupanta-Ra) dimulai, atau sekitar 13.000-17.000 tahun silam. Saat itu manusia sudah kembali menyebar di sepenjuru Bumi. Mereka terbagi ke dalam ±65 kerajaan, dimana mereka pun hidup dalam dinamika yang menarik. Belum pernah terjadi pertempuran besar, karena semua persoalan di antara mereka masih bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Hingga semuanya berubah sejak banyak manusia, terutama pemimpinnya mulai lupa diri dan senang mengikuti angkara murka.

Adapun tokoh yang diceritakan disini adalah sosok yang luar biasa dan menjadi pemimpin yang terbaik. Tak ada bedanya dengan kaum laki-laki, sang ratu pernah mengukir namanya dalam deretan pahlawan besar dunia. Sama dengan Dewi Sridana, ia juga memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia dan mampu memimpin dengan cerdas dan bijaksana. Dibawah pemerintahannya, keadaan manusia menjadi lebih baik dan sejahtera.

Nah, untuk lebih jelasnya mari ikuti penelusuran berikut ini:

Lanjutkan membaca “Ratu Tiyasati: Pemimpin Besar Nusantara”

Iklan
Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Urtalium: Zaman Peri Terakhir

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan ini, kami akan berbagi kisah tentang kehidupan bangsa Peri yang terakhir kali tinggal di Bumi. Apa yang terjadi dalam sejarah mereka tak kalah mengagumkan dengan kisah perjalanan hidup manusia. Mereka adalah bangsa yang di anugerahi kecerdasan, fisik yang menawan dan umur yang sangat panjang. Banyak kelebihan dari mereka yang umumnya di atas rata-rata umat manusia. Karena kebijaksanaannya, di masa lalu banyak pemimpin manusia yang belajar atau berdiskusi dengan mereka. Tujuannya adalah untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Sebagaimana manusia, maka kehidupan bangsa Peri di muka Bumi ini juga tetap sesuai dengan hukum yang berlaku di alam semesta pada umumnya. Mereka juga harus mencari rezeki dan membangun peradaban dengan tangan mereka sendiri, bahkan harus ikut berperang sebanyak beberapa kali demi mempertahankan hak dan prinsip mereka. Dan seperti halnya manusia, pada akhirnya mereka juga harus berhadapan dengan kegelapan untuk bisa ikut menjaga keseimbangan dunia. Kadang mereka harus berkoalisi dengan bangsa manusia, tapi tidak jarang pula mereka pun harus berjuang sendiri. Kegelapan itu memang telah menjadi musuh dari bangsa Manusia dan Peri selamanya.

Nah, untuk lebih jelasnya, mari ikuti uraian berikut ini:

Lanjutkan membaca “Urtalium: Zaman Peri Terakhir”

Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Azkariyah: Negeri di Penghujung Zaman

Wahai saudaraku. Terdapatlah kisah pada masa akhir periode zaman ke enam (Nusanta-Ra) yang berlangsung sekitar 17.000-25.000 tahun silam. Saat itu berdirilah sebuah kerajaan yang tersohor di seantero dunia. Sudah ada sekitar 30-an orang hebat yang berkuasa di negeri yang bernama Azkariyah itu. Selama itu, kehidupan disana berjalan dengan lancar dan damai. Mereka pun hidup dalam kemakmuran tanpa ada masalah yang berarti. Di masa kejayaannya, kerajaan inilah yang terhebat.

Selama lebih dari 2.500 tahun, kekayaan dan kekuasaan kaum Himazah itu (pendiri kerajaan Azkariyah) kian bertambah. Baik di daratan maupun di lautan mereka terlihat semakin berjaya, sampai masa pemerintahan Raja Muntanah (raja ke-35). Namun tanda-tanda kemerosotan sudah mulai muncul; karena para pangeran tak begitu cakap dalam meneruskan kepemimpinan sang ayah. Terlebih para bangsawan pun mulai merasa tidak puas jika harus berada dibawah bayang-bayang sang raja. Atas bujukan dari sekelompok orang dan atau kemauannya sendiri, di antara para bangsawan itu lalu berusaha melepaskan diri. Mereka ingin mendirikan kerajaan sendiri yang sesuai dengan keinginannya. Keadaan pun menjadi tidak stabil, dan akhirnya berubah menjadi kekacauan dan bencana. Banyak pertempuran yang menguras energi, nyawa dan harta benda. Kemaharajaan Azkariyah tersebut akhirnya mengalami kemunduran.

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti penelusuran berikut:

Lanjutkan membaca “Azkariyah: Negeri di Penghujung Zaman”

Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Puisi_ku, Tulisan_ku

Menaklukkan Diri Sendiri

Wahai saudaraku. Bila kau melihat dunia, maka berhati-hatilah terhadapnya. Waspadalah dengan tipuannya tentang kenikmatan yang seolah-olah indah tetapi sebenarnya sangat buruk dan merugikan. Jika menyentuhnya, siapapun bisa terkecoh dan mengabaikan kemudharatan lalu senang dengan janji palsunya. Akibatnya, seseorang hanya akan terus mengikuti hasrat keinginannya, senang menonjolkan diri dan selalu pamrih, sehingga tanpa sadar mengeluarkan bau busuk. Yang kian lama semakin bertambah busuk, menyengat dan sangat menjijikkan.

Maka dari itu, palingkanlah penglihatanmu dari segala kepalsuan dunia ini. Tutuplah penciumanmu dari kebusukan syahwatnya, agar engkau aman darinya dan segala tipu dayanya; sedangkan bagianmu menghampiri segera dan engkau pun menikmatinya. Dan sadarkanlah dirimu dengan lenyap dari pandangan makhluk, dari kemauanmu, dan dari dirimu sendiri. Hiduplah dalam bahtera cinta-NYA yang murni, dengan sepenuhnya memutuskan diri dari makhluk dan dunia ini. Buanglah segala upaya memperoleh sarana-sarana duniawi dan berhubungan dengan mereka demi suatu manfaat. Tetapi pasrahkan semua itu hanya kepada-NYA, karena DIA-lah pemilik dari segalanya sejak awal hingga akhir.

Lanjutkan membaca “Menaklukkan Diri Sendiri”

Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Kaum Aslantinasya dan Bahasa Kuno Nusantara

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan kali ini kami akan berbagi sedikit tentang bahasa yang pernah dipakai oleh leluhur kita, khususnya mereka yang pernah hidup di Nusantara. Bahasa yang digambarkan dalam sejarah ini adalah bahasa yang sudah punah meskipun dulu sempat menyebar luas hampir di seluruh belahan Bumi. Alasannya karena bahasa tersebut digunakan pada masa yang sudah begitu lama; milyaran tahun silam. Sehingga dengan sendirinya lalu menghilang dari ingatan manusia.

Adapun nama dari bahasa tersebut adalah Ahmur. Satu bahasa tersendiri yang berbeda dengan bahasa yang dipakai oleh Ayahanda Adam AS dan keturunannya di kota Bakkah (Makkah). Namun begitu, orang yang mengajarkan bahasa tersebut adalah keturunan langsung dari Ayahanda Adam AS sendiri. Tentunya disini hanya berdasarkan petunjuk dari Hyang Aruta (Tuhan YME), bukan atas hasrat keinginannya sendiri. Peristiwa itu terjadi beberapa waktu sebelum ia diperintahkan untuk kembali ke kota Bakkah (Makkah). Kepada kaum yang bernama Aslantinasya, tokoh yang bernama Syahil AS itu lalu mengajarkan bahasa tersebut sampai mereka benar-benar menguasainya.

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti uraian berikut ini:

Lanjutkan membaca “Kaum Aslantinasya dan Bahasa Kuno Nusantara”

Diposkan pada Buku_ku, Info Terbaru, Tulisan_ku

Kebenaran Yang Tersembunyi

Wahai saudaraku. Dalam kehidupan ini siapa pun bisa mengalami suka dan dukanya. Tak ada yang mampu menghindarinya, karena itu sudah menjadi bagian utama dari dunia ini. Sebagai pribadi, kita harus tetap semangat dalam menjalani apa saja yang sedang dan akan terjadi nanti. Tak ada manfaatnya untuk mengeluh atau berhenti, karena berhenti sendiri akan berarti mati. Mati walau pun ragamu masih tetap dalam keadaan hidup.

Oleh sebab itu, apabila seorang hamba mengalami kesulitan, maka yang pertama kali ia lakukan adalah mengatasinya dengan berupaya sendiri. Bila itu gagal, maka ia akan mencari pertolongan kepada sesamanya dan berharap akan berhasil. Namun jika itu masih tetap gagal, maka pada akhirnya ia akan mencari bantuan kepada Sang Penciptanya; Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih. Seseorang akan berdoa kepada-NYA dengan kerendahan hati dan penuh pujian yang tinggi. Setelah itu, jika ia bisa menemukan solusi – atas petunjuk-NYA, maka ia akan segera mengatasi kesulitan hidupnya itu dengan sendirian dan ia pun takkan berpaling kepada sesamanya. Demikian pula saat ia meminta bantuan dari sesamanya, maka ia takkan berpaling kepada mereka. Ia hanya akan mengingat-NYA, dan inilah hamba Tuhan yang baik.

Lanjutkan membaca “Kebenaran Yang Tersembunyi”

Diposkan pada Info Terbaru, Kabar_ku, Puisi_ku

Perang Besar Universal

Lihatlah wahai semua!
Matahari terbenam dikelilingi api hitam yang berkobar.
Meskipun negeri manusia telah lama berada dibawah perlindungan para kesatria,
Aku khawatir pertempuran dahsyat itu akan segera terjadi disini.
Dan heningkanlah ciptamu lalu rasakan dengan hatimu,
Bahwa kini senja membawa pertanda akhir dan kejatuhan dari banyak perkara,
Sementara perubahan keadaan dunia akan kembali terjadi,
Lebih keras dan tanpa bisa dihindari lagi.

Lanjutkan membaca “Perang Besar Universal”