Langkah Kesedihan

Wahai kekasihku. Setiap aktifitas dalam keseharian kita adalah bentuk nyata dari tindakan. Tanpa kerja, hidup seseorang tidak akan bertahan lama. Karena selama itu pula ia pun tidak bisa menghidupi raganya secara normal dan sesuai kodrat-Nya. Padahal tak seorangpun yang bisa melepaskan diri dari tindakan atau hukum kehidupan.

Semua yang di lakukan adalah tindakan, bahkan berpikir pun juga satu bentuk tindakan. Untuk itu, tindakan tidak bisa dielakkan meskipun telah berusaha melakukannya. Sebab, selama manusia hidup dan bernyawa itu juga merupakan sebuah tindakan.

Lalu, mengapa masih saja di antara kita tetap bersedih hati dalam mengarungi kehidupan ini? Mengapa terus bersedih karena tidak memiliki pekerjaan, padahal kebaikan apapun yang bisa di lakukan adalah wujud dari pekerjaan. Mengapa beranggapan bahwa dengan berdiam diri di kamar namun tetap menulis adalah bukan bekerja? Sedangkan yang kau lakukan itu adalah juga satu tindakan yang nyata. Dan mengapa tidak diisi dengan satu tindakan yang baik dan bermanfaat lainnya? Padahal itu akan membuatmu berarti dan mendatangkan keuntungan.

Ya. Patut disadari bahwa langkah yang meski di jalani tidak selalu berpenampilan menarik dan berwajah mulus. Karena banyak yang berbentuk kasar dan terjal jalurnya. Namun, untuk apa kita selalu memikirkan tentang ke-kasaran dan ke-terjalan jalur-jalur itu? Sedangkan yang terbaik itu adalah memikirkan bagaimana kita bisa mengubah yang kasar menjadi halus dan yang terjal bisa dilewati meskipun sulit dan tergopoh-gopoh untuk sampai di puncaknya.

O.. Ketahuilah bahwa ketika ruhmu di tiupkan ke dalam jasad, maka semenjak itu pula engkau telah menjalani tindakan. Hingga akhir kehidupan, barulah semua itu akan berhenti. Sehingga limpahan karunia dan berkah dari Yang Maha Pencipta terus saja menghampirimu. Lantas mengapa kau tidak mau bersyukur dengan tidak giat dalam memenuhi kebutuhanmu? Atau tetap melangkah di jalan yang benar dan menjauhi semua peta jalan yang salah? Sebab, bukankah seorang yang tidak pandai dalam bersyukur hakekatnya menentang kasih sayang Tuhannya? Sedangkan yang berani menentang-Nya adalah dia yang termasuk golongan orang kafir.

Untuk itu, janganlah kau menipu dirimu dengan terus menghindari tindakan namun pikiranmu selalu membayangkan kesenangan duniawi. Itu tidak ada untungnya, selain malas dan gemar melakukan perbuatan yang menyimpang dari akal sehat. Sebaliknya, tetaplah istiqomah (tekun) dalam hidupmu meskipun sengsara, sebab jika engkau bisa mengendalikan setiap pikiran dengan diimbangi tindakan yang benar, tentu akan mendatangkan manfaat. Terlebih disertai dengan mengendalikan semua hasrat keinginan (nafsu) yang mendorong tindakanmu, maka engkau pun beroleh kemuliaan.

Sungguh, tiada yang berat dalam hidup ini, sebab yang ada itu hanyalah sulit mencapai tujuan. Semua akan terasa ringan hanya bila kita beriman. Dan keimanan yang sejati itu akan ada di dalam perasaan dan pengertianmu. Sehingga lakukanlah setiap pekerjaan dengan jalan selalu menggunakan perasaan dan pengertianmu. Yang olehnya nanti, maka di setiap langkah kehidupanmu akan dipenuhi dengan tindakan yang benar.

Inilah tandanya bahwa seseorang merasa tidak berarti bila tanpa adanya kerja. Ia pun tidak memiliki alasan untuk menghindar dari bekerja karena Tuhan pun terus bekerja meskipun tanpa alasan yang mengikat dan tak ada sesuatu pun yang bisa mengikat-Nya. Setiap waktunya, seorang yang sadar diri itu tetap berusaha untuk melakukan tindakan positif dan tidak melarikan diri dari ketiadaan kerja yang membahagiakan. Bahkan dalam suasana kerja ia tidak merasa bekerja, karena setiap tindakannya hanya sebagai wujud rasa syukur dan menerima semua anugerah-Nya. Pun dalam melibatkan orang lain, maka ia tidak menjadikan setiap kerjanya itu menjadi suatu keharusan untuk diikuti. Melainkan hanya sebagai wujud cinta terhadap sesama.

Jadi, untuk mendapatkan ketenangan hati yang sesungguhnya, maka melangkahlah dalam setiap pekerjaan positif. Lakukanlah setiap tindakan yang di dalamnya terdapat kesadaran bahwa dirimu berusaha untuk senantiasa bersyukur dan mengikuti kodrat Tuhan. Dengan begitu, niscaya kesedihan tidak akan mendesak hati dan jiwamu ke jurang keputusasaan.

Namun sadari pula bahwa segala tindakan bersumber pada tindakan Yang Tertinggi. Dengannya setiap pergerakan dan kelangsungan dunia ini akan berputar dari satu sisi ke sisi yang lain. Memang kita bisa saja dengan keinginan kuat lantas mengubah isi dunia, tapi kehancuran berdasarkan ketetapan-Nya takkan berubah. Kita bisa saja melakukan tindakan yang luar biasa demi keberlangsungan dunia, namun hanya dengan sedikit saja tindakan-Nya, maka dunia ini akan jatuh dalam kehancuran.

O.. Kekasihku. Akan selalu sebanding antara kehidupan manusia dengan dunia ini. Jika manusia melakukan hal yang positif, maka dunia pun akan membalasnya dengan sesuatu yang positif. Sebaliknya, bila engkau bertindak atas dorongan nafsu serakahmu, maka jangan pernah heran dunia ini akan bertindak ekstrim. Mulai dari perubahan iklim, timbulnya penyakit yang aneh dan sulit diobati, rentetan bencana alam, pembantaian massal, perang, bahkan kiamat pun bisa terjadi sebagai balasannya.

Untuk itu, kehidupan dunia ini akan berkembang dengan baik saat terjadi kerjasama antara manusia dan alam. Selama ikatan itu tetap terjaga dengan baik, maka selama itu pula ketenangan, keamanan, kesejahteraan dan kemuliaan bisa tercapai. Sehingga janganlah engkau bekerja hanya demi kepentinganmu sendiri. Melainkan bekerjalah untuk kebaikan semua orang disekitarmu.

Pun, tak usahlah bekerja untuk memenuhi rasa tanggungjawab. Tapi lakukan pekerjaan itu sebagai bentuk sifat yang sempurna, yaitu dengan spontanitas tanpa terpengaruhi keadaan. Atau biasakanlah dirimu dalam bertindak dengan tidak melakukannya karena alasan tertentu, melainkan karena dirimu memang ingin melakukannya. Dengan begitu langkah kehidupanmu akan ringan tanpa meninggalkan tanda tanya. Sedangkan hasilnya adalah bahwa dirimu telah terbebas dari kesedihan yang dalam. Engkau akan bahagia.

Karena itu, meskipun dirimu berhasil mengendalikan hasrat keinginan dan tak lagi menaruh minat pada hasil yang diperoleh setelah bekerja, tentu tidak akan terbebas dari keinginan untuk melakukan tindakan demi kesejahteraan bersama. Inilah perbuatan yang mulia selama engkau bisa menjadi manusia hidup di dunia ini – karena banyak yang hidup tapi sebenarnya mati. Seorang yang bisa lepas dari keterikatan sesuatu selain keindahan cinta yang suci.

Ya. Jiwa yang tercerahkan akan bertindak sesuai dengan kebenaran absolut. Ia akan senantiasa bertindak ketika mesti bertindak. Tidak pernah mengabaikan hal ini, karena tiada kebahagiaan baginya selain melakukan sesuatu saat diperlukan. Bahkan ia pun melakukan setiap kebaikan di luar keharusannya.

Sungguh, jiwa-jiwa yang belum terbebas dari kelekatan duniawi akan terus saja mengharap imbalan atas kerjanya. Sebaliknya, mereka yang jiwanya sudah tercerahkan akan senantiasa bertindak dengan perasaan bahwa yang ia lakukan harus bukan karena imbalan atas kerjanya, tetapi karena kecintaannya yang menggunung. Sehingga lambat laun ia akan tiba di pusat cahaya dan tak lagi membutuhkan tindakan untuk dirinya sendiri, meskipun secuil. Bukan untuknya, bukan untuk mereka, melainkan hanya untuk Dzat Yang Maha Agung. Dan semua yang menjadi setiap langkah dan tindakannya adalah demi Tuhan dan karena Tuhan. Tiada yang bisa menggantikan hal ini, karena pengabdian, persembahan dan semua perlakuannya hanya untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Yang Maha Kekal dan mengendalikan segala sesuatu.

Sang Kekasih pun dengan kuasa-Nya tidak akan berhenti dalam berkarya cipta. Karena itulah sikap-Nya dalam memelihara dan menjaga alam semesta ini agar tidak mundur kembali ke dalam ketiadaan. Lalu mengapa sebagai budak yang hina di hadapan-Nya kita lantas berhenti melangkah meski tidak berhenti bekerja? Padahal bila ingin mencapai tujuan, kita harus melangkah. Untuk menjadi jiwa-jiwa yang tercerahkan, maka kita pun harus terus mencoba berkarya cipta dalam kebajikan.

O.. Untuk bisa mewujudkan semua keinginan dalam menjaga tatanan kehidupan, maka dirimu tidak pantas bersikap malas. Teruslah melangkah kedepan dan tidak harus mundur. Boleh saja mundur selangkah, namun setelah itu melompatlah dua langkah agar engkau tidak tertinggal. Karena manusia yang sudah tercerahkan adalah dia yang terus melakukan sesuatunya dengan semangat untuk menjauhi keburukan dan tak ingin tertinggal dalam kebajikan. Sehingga bisa memberikan teladan bagi manusia yang lain selama hidupnya.

Namun, betapa banyak di antara kita yang keliru anggapan tentang hal ini. Dalam bentuk yang lebih rendah, semua elemen yang terdapat di dalam keindahan lalu di pandang terbatas hanya pada rasa suka saja. Sehingga merasa ketakutan bila mendapatkan kesedihan dalam hidup. Padahal bila kau memahaminya, maka sejatinya kesedihan itu adalah juga kebahagiaan. Sehingga kau tidak perlu cemas pada kesedihan. Sebab, coba renungkan bila seseorang telah takut/tunduk pada kekuatan-kekuatan perasaan (rasa kesedihan), bukankah ia telah menyembah tuhan yang salah? Atau berarti ia masih buta pada Dzat Yang Maha Tunggal dan jauh lebih perkasa dari segalanya? Engkaulah yang bisa menjawabnya.

Untuk itulah, sebenarnya tiada aral melintang yang dapat menghalangi langkahmu dalam meniti jalan kehidupan. Kau tidak akan tersesat ketika melangkah di jalan yang benar. Karena semua itu ada petunjuk arahnya bila dirimu pun sudi untuk iqra` (membaca, mengkaji, merenungi, memahami, dll) dengan lebih mendalam. Tidak hanya cukup dibaca, melainkan mesti di kaji lebih luas tentang apa saja makna dari firman-Nya. Yang hasilnya akan memberikan pencerahan dan jalan keluar yang terbaik.

Semoga kita senantiasa dalam kebaikan dan keselamatan. Rahayu Bagio _/|\_

Jambi, 14 Agustus 2017
Harunata-Ra

[Cuplikan dari buku; Kesedihan Yang Indah]

Iklan

6 thoughts on “Langkah Kesedihan

    1. Syukurlah kalau suka dg tulisan ini mas Washita.. Terima kasih karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

      Iya mas, kita harus lebih cermat dan cerdas dalam melihat setiap persoalan, karena terkadang dibalik yg kita rasa tidak baik itu justru menyimpan sesuatu yang sgt berharga.. Jangan sampai kita lalai dan pada akhirnya menyesal sebab tidak sabar dalam mengkaji dan merenungi makna di balik kesedihan.. 🙂

  1. assalamu alaikum mas oedi
    wah kata-kata yang tersusun maknyus mas
    singkat padat berisi

    senang sekali setiap bisa berkunjung ke blog mas
    sampai terbawa kedalam mimpi ada update terbaru
    hihii..

    tersingkat dengan rapi mulai dari cakra manggilingan, karma yoga, jagat alit jagat ageng, sampai akhirnya tumbuhya cinta dan berbuahnya kasih ( Ar-rahman Ar-rahim ) yang berarti tercerahkan dan terbebas, apa itu yang dimaksud dengan selaras mas? dia yang kembali?

    apakah seperti itu yang dimaksud kebenaran mutlak mas?

    mengenai keselarasan antara jagat alit dan jagat ageng, bukankah disini berarti ada pembahasan akan penciptaan yang mana setiap penciptaan pasti berbeda tidak ada yang sama, yang berarti pasti memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang bersifat universal dan khusus, bukankah setiap penciptaan pasti ada maksudnya?

    mengenai tugas bukankah kita harus mengerti siapa diri kita dahulu sebelum mengetahui tugas kita, sehingga kita tidak mencampuri tugas yang bukan tugas kita kecuali jika keselarasan itu dalam keadaan terancam yang dapat mengakibatkan kehancuran.

    terima kasih mas atas tulisan dan artikel-artikelnya yang kalo dirasakan tulisan mas serasa membimbing step by step untuk kembali ke kodratnya masing-masing.

    maaf mas kalau katanya-katanya acak-acakan ga tau arahnya kemana, cuma sekedar meluapkan sedikit yang saya rasakan.

    Rahayu

    1. Wa’alaikumsalam.. Syukurlah kalo suka dg tulisan ini mas Awan, terima kasih karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Oh ya? Wah masa ampe kebawa mimpi gitu mas.. Luar biasa masnya.. Jangan2 punya ilmu ngerti sak durung winarah (tahu sebelum kejadian) nih hehe.. 🙂

      Hmm.. menurutku keselarasan itu adalah satu tahapan untuk bisa meraih pencerahan atau kebebasan sejati. Bahkan sebenarnya selaras itu adalah syarat mutlak utk bisa tercerahkan atau terbebaskan. Tanpa itu maka takkan ada keseimbangan diri yg berujung pada tidak akan adanya pencerahan atau kebebasan yg sejati. Seseorang harus mampu menyelaraskan diri dg jagat alit dan jagat Ageng terlebih dulu agar bisa mencapai pencerahan atau kebebasan yg sejati. Dan orang yg tercerahkan atau meraih kebebasan itu adalah dia yg akhirnya bisa kembali, pertama kepada dirinya yg sejati lalu pada akhirnya kembali kpd Tuhannya.

      Tentang kebenaran mutlak, maka apa yg mas Awan sampaikan di atas, juga yg saya uraian baik dalam artikel atau kolom komentar ini adalah bagian dari kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak itu sangat luas makna dan hakekatnya. Kita takkan mampu mengetahui semuanya. Karena itulah tugas kita adalah untuk terus mencari dan mendalami. Jangan pernah berhenti, sebab berhenti disini berarti mati konyol.

      Lalu tentang penciptaan dan tugas makhluk, sepertinya saya gak perlu menanggapi lagi. Apa yg sudah mas Awan sampaikan di atas itu sudah benar, bahkan sampeyan lebih paham dari saya kok.. 🙂

      Wah nyante ajalah mas, saya pun gak pinter nulis kok, masih awan dan baru belajar nih.. Dan sekali lagi terima kasih atas kunjungan dan dukungannya. Memang pada dasarnya semua artikel yg ada di blog ini saling berkaitan. Ide dasarnya memang ingin mengajak kita semua utk sama-sama belajar step by step ttg siapa diri kita sendiri, siapa Tuhan itu dan apa arti dari hidup ini? Tujuannya ya agar kita semua bisa hidup lebih baik lagi, dari hari ke harinya.. 🙂

      Rahayu Bagio.. _/|\_

    1. Oke, sama”lah mas M Napissatrya, terima kasih juga karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂

      Dan nuwun juga utk dukungan dan doanya. Selalu menjadi harapan bahwa yg di upload di blog ini bisa mendatangkan manfaat utk kita semua.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s